MENIGKATKAN PRESTASI BELAJAR TENTANG ALAT TRANSPORTASI DENGAN METODE DISKUSI DAN MEDIA GAMBAR

 

Deli Apriyani1, Jamilawati2, Wahyudin3

Universitas Terbuka1,2, STAIN Majene3

Email : [email protected]

Abstrak:

Upaya peningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Dengan Metode KelompokPada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Alat Transportasi Menggunakan metode diskusi dan MediaGambar di SDN 06 Pulau Beringin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPS tentang alat trasportasi menggunakan media gambar data penelitian ini adalah siswa didik sebanyak 15 siswa waktu penelitian dilakukan pada semester 1 tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian dilakukan selama 2 siklus. Data yang di kumpulkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang di peroleh dari hasil tesformatif pada setiap siklus. Sedangkan data kulitatif berapa hasil observasi pada data persiklus pembelajaran. Data yang di peroleh kemudian di konsultasikan dengan kriteria keberhasilan untuk mengetahui hasil belajar siswa hasil belajar siswa pada prasiklus hanya 6 siswa (40) yang menadpat nilai KKM. Pada siklus 1 hanya meningkat menjadi 10 siswa (67%). Pada sikuls II meningkat menjadi (100%). Kesimpulan dari perbaikanpembelajaran menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1V pada pelajaran 1PS.

 

 

Kata Kunci: Hasil Belajar, Dan Media Gambar

 

Abstract:

Efforts to improve Class IV Student Learning Outcomes Using the Group Method in Social Sciences Subjects Material Transportation Equipment Using the discussion method and Media at SDN 06 Pulau Beringin. The aim of this research is to improve the learning outcomes of class 1v students in the Social Sciences subject regarding transportation equipment Using image media, the research data included 15 students when the research was carried out in semester 1 of the 2023/2024 academic year. The research was carried out over 2 cycles. The data collected was quantitative data and qualitative data. Quantitative data is data obtained from the results of formal tests in each cycle. Meanwhile, qualitative data is the results of observations on data per learning cycle. The data obtained is then combined with success criteria to determine student learning outcomes. Student learning outcomes in the pre-cycle were only 6 students (40) who obtained KKM value. In cycle I it only increased to 10 students (67%). In cycle II it increased to (100%). The conclusion of improving learning using image media can be learning for class 1V students in lesson 1PS.

 

Keywords: Learning Outcomes, and Image Media.

����� ����

Pendahuluan

Pendidkan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 22 Tahun 2006 menetapkan bahwa Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) IPS di SD merupakan standar minimum yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan yang ada di Indonesia..

Berdasarkan hasil asesmen dan evaluasi awal pada mata pelajaran IPS Kelas IV SDN 06 Pulau Bering Materi Transportasi. Hasil penilaian menunjukkan hanya 6 dari 15 siswa yang mencapai nilai kriteria > KKM (kriteria ketuntasan minimal), sedangkan 9 siswa sisanya mencapai kurang dari ≤ KKM. Dengan kata lain, 60% siswa yang tidak menguasai mata pelajaran. KKM SDN 06 IPS Pulau Beringin berjumlah 60.

Dilihat dari hasil evaluasi bahwa masih banyak siswa yang belum menguasai materi secara tuntas dan gagal mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan di dalam kelas, maka peneliti menyarankan sebagai bentuk upaya perbaikan melalui hasil belajar, Introduced learning improvement. Seorang siswa yang telah mampu mencapai dan memaksimalkan.

Agus Taufik (2013:15) menyatakan bahwa pendidikan merupakan proses berkesinambungan yang mengimplikasikan bahwa peserta didik memiliki kemampuan-kemampuan yang immnet(tetap ada) sebagai makhluk sosial dan juga mengimplikasikan bahwa manusia adalah makhluk yang selalu berintraksi dengan sesamanya,dengan alam,ide dengan tuhanya,pendidikan adalah suatu bentuk perwujudan kebudayaan yang di namis dan syarat perkembangan ,oleh kerna itu ,perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan.perubahan perbaikan pendidikan budaya kehidupan.perubahan dalam perbaikan pendidikan pada semua tingkat itu perlu terus menerus di lakukan sebagaiantisipasi kepentingan masa depan.

Menurut Hadihardja dkk,dalam buku sistem transportasi (1997),transportasi adalah pemindahan penumpang dan barang dari satu tempat ketempat lain.Dalam transportasi ada dua unsur yang terpenting yaitu pergerakan (movement) dan secara fisik terjadi perpindahan tempat atas barang atau penumpang dengan atau tanpa alat angkut ke tempat lain.

Menurut kamuludin (1986) dalam musa dan setiono (2012),transportasi adalah mengangkut atau membawa suatu barang dari suatu tempat ke tempat lain lainya atau dengan kata lain yaitu merupakan suatu gerakan pemindahan barangbarang atau orang dari suatu tempat ketempat lain.

Belajar adalah suatu proses adaptasi di sebut juga penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif menurut(slameto 2003:2)belajar adalah suatu proses usaha yang di lakukan oleh seorang untuk memperoleh suatu perubahan tingngkah laku secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamanya dalam intaksi dengan lingkungan sekitarnya selanjutnya hasil belajar merupakan hasil kempuan yang di miliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya.

Menurut Hamalik(1980:23)�Media adalah alat,Metode dan teknis yang dapat digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan intraksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah�Definisi yang sederhana yang di kemukakan oleh sadimandkk(1986:7) sebagai berikut�Media adalah segala sesuatu yang dapat di gunakan untuk menyalurkan pesan pengirim sehingga dapat merangsang pikiran perasaan,perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian dapat merangsang pikiran perasaan perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi�.

 

Metode

Tindakan perbaikan ini akan dilakukan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Raka Joni dkk. (Wardhani:2008), tujuan PTK adalah untuk meningkatkan praktik belajar siswa, dengan tujuan akhir memungkinkan siswa untuk mencapai nilai setinggi mungkin.�������� Dengan PTK, kesalahan dalam proses pembelajaran cepat dianalisis dan diperbaiki sehingga tidak lagi terjadi. Jika kesalahan dapat diperbaiki, diharapkan hasil belajar siswa dapat meningkat. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti mengkajinya melalui Penelitian Tindakan Kelas yang berjudul �Tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV IPS materi transportasi menggunakan media visual di SDN 06 Pulau Beringin�.

Subyek penelitian ini adalah hasil belajar siswa kelas IV SDN 06 Pulau Bering Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan yang terdiri dari 15 siswa terdiri dari 5 laki-laki dan 10 perempuan.

Penelitian perbaikan pembelajaran ini yang dilaksanakan di SDN 06 Pulau Beringin Kecamatan Pulau Beringin Kabuapten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatera Selatan.

Tabel 1 Jadwal Penelitian

No

Kegiatan

Tanggal Pelaksanaan

Materi Pelajaran

Kelas

Keterangan

1

Prasiklus

28 November 2023

Alat Transportasi

IV

Kurang

2

Siklus I

07 Oktober 2023

Alat Transportasi

IV

Cukup

3

Siklus II

28 November 2023

Alat Transportasi

IV

Baik

 

Pelaksanaan Penelitian Perbaikan Pembelajaran ini dibantu oleh Ibu Lainarwati S.Pd selaku Kepala Sekolah Tempat Praktik PKP dan Maruyah, S.Pd selaku teman sejawat yang bertugas mengamati kegiatan pembelajaran yang saya laksanakan untuk menyelesaikan tugas Praktik PKP.

Rancangan penelitian tindakan kelas dapat dilihat sebagai berikut:

Tahapan Penelitian Tindakan Kelas

 

 

 

Hasil dan Pembahasan

Pelaksanaan kegiatan prasiklus didalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang terkait dengan strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media yang digunakan dalam pelaksanaan pembelajaran. Metode pembelajaran yang digunakan pada kegiatan pembelajaran prasiklus merupakan metode ceramah dan penugasan yang dijelaskan pada saat pembelajaran dilaksanakan, kendala ketika proses pembelajaran berlangsung yaitu, siswa tidak termotivasi utuk megikuti kegiatan pembelajaran, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan hanya berfokus pada guru bukan kepada siswa, karena masih banyak siswa yang belum bisa meyelesaikan tugas yang diberikan dengan benar yang mengakibatkan rendahya hasil belajar siswa. Adapun data hasil belajar siswa pada kegiatan prasiklus, yaitu :

Tabel 2 Hasil Belajar Prasiklus

No

Nama Siswa

KKM

Nilai

Keterangan

T

TT

1

Ahmad Naupal ilahi

60

50

 

2

Alba Raqib

60

62

 

3

Anjas sugestu

60

55

 

4

Aqsa Maulana

60

70

 

5

Asyraf zohir

60

50

 

6

BintangTriwijaya

60

55

 

7

Darry Muhadzib Zhafar

60

58

 

8

Dendi Erlando

60

65

 

9

Dhafita Adzkia

60

59

 

10

Finzy Muliha

60

40

 

11

Heriansyah

60

80

 

12

Jufriadi Kadafa

60

30

 

13

Mareva Ziyani

60

20

 

14

Muhamad Hafidz

60

78

 

15

Naufal Daffa Pramana

60

85

 

Jumlah

 

857

 

 

Rata-rata

 

57

 

 

Tuntas

 

 

6

 

Tidak Tuntas

 

 

 

9

Persentase Ketuntasan Belajar

 

 

40%

60%

 

Dari hasil data di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang tuntas lebih sedikit dibandingkan dengan siswa yang tidak tuntas. Dari 15 siswa, hanya 6 siswa (40%) yang memperoleh nilai di atas KKM, 9 siswa (60%)belum mencapai KKM. Dengan melihat hasil belajar pada kegiatan prasiklus tersebut, perlu adanya tindakan untuk perbaikan dalam pembelajaran mata pelajaran IPS di Kelas IV pada materi materi yang terkait adalah alat transportasi sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Hasil Penelitian Siklus I

Perencanaan

Pada tahap pelaksanaan yang dilakukan pada penelitian ini berpedoman dengan kurikulum yang digunakan, yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) 2006, memilih standar kompetensi dan kompetensi dasar pada mata pelajaran IPS materi yang digunakan adalah alat transportasi. Selanjutnya menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus I

Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I, peneliti bertindak sebagai guru dengan diamati oleh ibu Maruyah, S.Pd selaku teman sejawat menggunakan lembar observasi yag telah dibuat sebelumnya. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada siklus I ini adalah :

Tabel 3 Hasil Belajar Siklus I

No

Nama Siswa

KKM

Nilai

Keterangan

T

TT

1

Ahmad Naupal ilahi

60

55

 

2

Alba Raqib

60

67

 

3

Anjas sugestu

60

60

 

4

Aqsa Maulana

60

75

 

5

Asyraf zohir

60

55

 

6

BintangTriwijaya

60

60

 

7

Darry Muhadzib Zhafar

60

63

 

8

Dendi Erlando

60

70

 

9

Dhafita Adzkia

60

64

 

10

Finzy Muliha

60

45

 

11

Heriansyah

60

85

 

12

Jufriadi Kadafa

60

35

 

13

Mareva Ziyani

60

25

 

14

Muhamd Hafidz

60

83

 

15

���� Naufal Daffa pramana

60

90

 

Jumlah

 

932

 

 

Rata-rata

 

67

 

 

Tuntas

 

 

10

 

Tidak Tuntas

 

 

 

5

Persentase Ketuntasan Belajar

 

 

67%

33%

 

Dari hasil data di atas dapat diketahui bahwa jumlah siswa yang tuntas meningkat dibandingkan dengan kegiatan prasiklus. Dari 15 siswa, 10 siswa (67%) telah memperoleh nilai di atas KKM, 5 siswa (33%)belum mencapai KKM. Hal ini dikarenakan, siswa dapat termotivasi mengikuti kegiatan pembelajaran dengan media gambar, siswa terlibat aktif dalam pembelajaran yang menggunakan media gambar. Dikarenakan masih ada beberapa siswa yang belum mencapai KKM, maka penelitian ini dilanjutkan pada siklus berikutnya.

Observasi

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh ibu Maruyah, S.Pd selaku teman sejawat, hasil belajar yang dilakukan pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus I meningkat dibandingkan pada pemelajaran prasiklus, namun masih banyak terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki, yaitu :

a.      Pengelolaan waktu belum maksimal

b.      Media gambar sabaiknnya dibuat dengan semenarik mungkin agar menarik minat siswa untuk belajar dan mudah diingat.

c.      Masih ada siswa yang belum fokus pada materi pembelajaranyang dilakukan.

Refleksi

Berdasarkan hasil observasi di atas, guru melakukan refleksi diri dan memutuskan untuk mengadakan perbaikan pada siklus II sebagai berikut :

a.      Mengelola waktu secara efisien

b.      Meggunakan media gambar yang sudah dikenal siswa

c.      Mengkondisikan kelas secara kondusif sehingga semua siswa dapat fokus dengan materi pembelajaran.

Hasil Penelitian Siklus II

Perencanaan

Setelah melakukan refleksi dan analisis pada kegiatan pembelajaran siklus I, maka kegiatan perencanaan pada siklus II dilakukan dengan membuat RPP perbaikan Siklus II. Tujuan perbaikan siklus II berfokus pada :

a.    Pengelolaan waktu secara efisien

b.   Penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sudah dikenal siswa

c.    Mengkondisikan kelas yang kondusif agar siswa terfokus pada materi pembelajaran.

 

Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II, peneliti bertindak sebagai guru dengan diamati oleh ibu Maruyah, S.Pd selaku teman sejawat menggunakan lembar observasi yag telah dibuat sebelumnya.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran pada siklus II adalah :

Tabel 4 Hasil Belajar Siklus II

No

Nama Siswa

KKM

Nilai

Keterangan

T

TT

1

Ahmad Naupal Ilahi

�� 60

65

 

2

Alba Raqib

�� 60

77

 

3

Anjas Sugestu

�� 60

70

 

4

Aqsa Maulana

�� 60

95

 

5

Asyraf Zohir

�� 60

75

 

6

Bintang Triwijaya

�� 60

80

 

7

Darri Muhadzib Zhaffar

�� 60

80

 

8

Dendi Erlando

�� 60

90

 

9

Dhafita Adzkia

�� 60

80

 

10

Finzy Muliha

�� 60

61

 

11

Heriansyah

�� 60

100

 

12

Jufriad Khadafa

�� 60

65

 

13

Mareva Ziani

�� 60

60

 

14

Muhamad Hafidz

�� 60

100

 

15

Naufal Daffa Pramana

�� 60

100

 

Jumlah

 

1198

 

 

Rata-rata

 

81

 

 

Tuntas

 

 

15

 

Tidak Tuntas

 

 

 

0

Persentase Ketuntasan Belajar

 

 

100%

0%

 

Dari hasil data di atas, semua siswa sudah banyak memperoleh nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata kelas 81. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan perbaikan pada siklus II ini meggunakan media gambar pada siswa Kelas IV materi dengan alat transportasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa penelitian ini dihentikan pada siklus ini.

Observasi

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh ibu Maruyah, S.Pd selaku teman sejawat, hasil belajar pada kegiatan ini adalah perbaikan pembelajaran siklus II meningkat secara signifikan, hal ini dikarenakan tujuan perbaikan pembelajaran yang menjadi fokus perbaikan pada siklus ini dapat tercapai dengan baik dan maksimal.

Refleksi

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh ibu Maruyah, S.Pd, peneliti melakukan refleksi dan menyimpulkan bahwa pada siklusII ini tindakan perbaikan pembelajaran yang dilakukan peneliti sudah berhasil dan tecapai.

 

Tabel 5 Hasil Belajar Prasiklus-Siklus II

No

Nama Siswa

KKM

Nilai

 

Prasiklus

Siklus I

Siklus II

1

Ahmad Naupal ilahi

60

50

55

�� 65

2

Alba Raqib

60

62

67

�� 77

3

Anjas Sugestu

60

55

60

�� 70

4

Aqsa Maulana

60

70

75

�� 95

5

Asyraf Zohir

60

50

55

�� 75

6

Bintang triwijaya

60

55

60

�� 80

7

Darry muhadzib

60

58

63

�� 80

8

Dendi Erlando

60

65

70

90

9

Dhafita Adzkia

60

59

64

80

10

Finzy Muliha

60

40

45

61

11

Heriansyah

60

80

85

100

12

Jufriad Khadafa

60

30

35

65

13

Mareva Ziani

60

20

25

60

14

Muhamad Hafidz

60

78

83

100

15

Naufal Daffa Pramana

60

85

90

100

Jumlah

 

857

932

1198

Rata-rata

 

57

67

81

Tuntas

 

6

10

15

Tidak Tuntas

 

9

5

0

Persentase Ketuntasan Belajar

 

40%

67%

100%

 

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa, dari 15 siswa pada kegiatan pembelajaran dari prasiklus terdapat 6 siswa yang mencapai nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata kelas 57. Setelah dilakukan perbaikan siklus I, hasil belajar siswa dapat meningkat menjadi 10 siswa yang mencapai nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata kelas 67. Selanjutnya pada kegiatan perbaikan siklus II, hasil belajar siswa dapat meningkat menjadi 15 siswa mencapai nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata kelas 81. Untuk lebih jelasnya, peningkatan hasil belajar siswa dari kegiatan prasiklus hingga kegiatan perbaikan siklus II dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 1. Ketuntasan Belajar Siswa dari Prasiklus, Siklus I dan

Siklus II

 

 

Kesimpulan

Penggunaan media gambar pada mata pelajaran IPS materi yang menggunakan adalah alat transportasi di Kelas IV yang meningkatkan hasil belajar siswa. Pada kegiatan prasiklus dari 15 siswa terdapat 6 siswa yang mecapai KKM dengan nilai rata-rata kelas 57, siklus I dapat meningkat menjadi 10 siswa dengan nilai rata-rata kelas 67 dan pada siklus II meningkat menjadi 15 siswa yang telah mendapatkan nilai di atas KKM dengan nilai rata-rata kelas 81. Hasil dari pengamatan siswa dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan. Ni dibuktikan keaktifan siswa yang meningkat, dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kel IV SDN 06 Pulau Beringin meningkat dengan menggunakan media gambar pada mata pelajaran IPS.

 

Daptar Pustaka

Safrudin, Hasibuan.A,P,G.(2017).Peningkatan Hasil Belajar IPS Menggunakan Media Gambar Bagi Siswa Kelas 4 Sekolah Dasar. (99-109).

Muhamad, Meimaharani..J.W.T.(2017).3D Hologram Pengenalan Alat Transportasi.(291-298).

 

Hadihardaja.Joetata . (1997). Sistem transportasi .�������� Jakarta: universitasGuru Darma.

 

Kamuludin,R. (1986). Ekonomi Transportasi Jakarta:ghali Indonesia.

 

Huda, Miftahul. (2013). Model-model pengaajaran dan pembelajaran .yogyakarta :pustaka belajar.

Sadiman,�� Arif. S. 2003. Media pendidikan ,pengertian ,pengembangandanpemanfaatanya. Jakarta:Raja Grafindo Persada.

 

Hamalik. (1982). Media Pendidikan .Bandung:Alumni

 

Dahlia syuaib. (2012). Penelitian tindakan kelas.palu:Edukasi Mitra Grafika.

 

Slameto. (2003). Belajardan Faktor factor yang mempengaruhinya.Jakarta:Rineka Cipta.

 

Wardhani,IGK dan kuswaya Wihardit.(2008). Penelitian tindakan kelas.jakarta:Universitas Terbuka