STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM
MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN
Stefani Ancil Anggita1, Franky Okto Bernando2
Universitas Terbuka Denpasar Bali, Indonesia1,
STABN Sriwijaya Tangerang Banten, Indonesia2
Abstrak:
Tujuan dari
penelitian yang dilaksanakan ialah agar mengatahui maupun memahami strategi
pengembangan sumber daya manusia terkhusus pelatihan kerja dan motivasi kerja
serta dampaknya terhadap kinerja karyawan di PT. Jaya Abadi Granitama Bali. Hal
tersebut mendapatkan model strategi pengembangan sumber daya manusia.
Organisasi bertanggung jawab untuk meningkatkan keahlian karyawannya untuk
mencapai kompetensi, keunggulan, dedikasi yang tak tergoyahkan, dan kualifikasi
yang lebih besar. Populasi penelitian terdiri dari seluruh personel yang
bekerja di PT. Jaya Abadi Granitama Bali. Penelitian memakai teknik sampling
jenuh sehingga didapatkan jumlah sampel 23 responden. Instrumen pengumpulan
datanya berupa angket skala likert melalui pengujian ketat untuk memenuhi
kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data memakai teknik analisis
regresi linier berganda dengan SPSS 25 for Windows. Temuan penelitian ini
menunjukkan bahwa adanya pelatihan kerja yang bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan karyawan disertai dengan pemberian motivasi kerja dalam bentuk reward
atau bonus terbukti menghasilkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kinerja
karyawan di PT. Jaya Abadi Granitama Bali.
Kata Kunci: Kinerja,
Motivasi Kerja, Pelatihan, Strategi Pengembangan SDM
Abstract:
This study aims to investigate and comprehend the strategies for human
resource development, specifically in terms of job training and work
motivation, and their impact on employee performance at PT. Jaya Abadi
Granitama Bali. This generates a model for the strategy of developing human
resources. The organization is accountable for enhancing the skill sets of its
employees to achieve greater competence, superiority, unwavering dedication,
and qualification. The study population consisted of all personnel employed by
PT. Jaya Abadi Granitama Bali. The research employed a saturation sampling
technique, resulting in a sample size of 23 respondents. The data collection
instrument employs a questionnaire using a Likert scale that has undergone
rigorous testing to ensure it meets the criteria for validity and reliability.
Data analysis employs the technique of multiple linear regression analysis
utilizing SPSS 25 for Windows. The findings of this study demonstrate that job
training aimed at enhancing employee abilities, along with the provision of
work motivation in the form of rewards or bonuses, has been shown to impact the
performance improvement of employees at PT significantly. Jaya Abadi Granitama
Bali.
Keywords: Performance,
Work Motivation, Training, HR Development Strategy
����� ����
Pendahuluan
sesuai
kebutuhan, untuk menghindari kesalahan di bagian-bagian lainnya.
Manajemen sumber daya manusia saat ini menjadi
topik penting dan fokus utama dalam pengembangan tenaga kerja berkualitas di
berbagai institusi atau perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia memegang
peranan penting, karena dengan meningkatkan fungsionalitas personel atau sistem
penempatan kerja di perusahaan juga meningkatkan kualitas proses yang dilakukan
oleh manajemen perusahaan, dan pencapaian tujuan lebih mudah dan akurat.
Seiring berkembangnya strategi dalam pembangunan sumber daya manusia yang
berkualitas, maka organisasi selalu membenahi setiap kelemahan pada SDM itu
sendiri. (Pratama et al., 2023) SDM mempunyai peran penting pada perkembangan
suatu perusahaan. Intinya, seluruh karyawan di suatu perusahaan adalah individu
yang terlibat dalam pemikiran kritis, perencanaan strategis, dan kegiatan
promosi untuk mencapai tujuan perusahaan. Mereka berfungsi sebagai standar yang
digunakan untuk mengevaluasi operasi perusahaan. Tidak diragukan lagi, banyak
aspek atau variabel yang berkontribusi terhadap keberhasilan suatu perusahaan.
Meski demikian, penentu utama tercapainya tujuan tersebut ada pada unsur
manusianya. Tidak adanya sumber daya manusia yang baik, organisasi akan
menghadapi tantangan dalam menjalankan operasionalnya secara efektif dan
efisien, meskipun semua sumber daya lainnya disediakan secara komprehensif. Di
era globalisasi saat ini, perusahaan sangat bergantung pada SDM yang baik
menjadi kemajuan dan perkembangan mereka. Pengembangan sumber daya manusia
berdampak langsung pada efektivitas individu dalam memenuhi tanggung jawabnya.
Kinerja suatu perusahaan berbanding lurus dengan tingkat kualitas yang
dimilikinya. Pengelolaan SDM penting dalam mengoptimalkan sumber daya manusia.
Tujuan pengadaan sumber daya manusia adalah untuk menumbuhkan produktivitas dan
kreativitas karyawan yang merupakan aset berharga bagi organisasi, demi
kemajuan perusahaan di masa depan (Hj Sabrina, 2021)
Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan
beberapa strategi dari perusahaan. Antara lain dengan melakukan program
pelatihan atau training yang berkualitas. Tujuan dari pelatihan karyawan ini
adalah agar karyawan memperoleh pengetahuan dan kemampuan yang komprehensif
dalam melaksanakan praktik kerja di perusahaan. Untuk meningkatkan
produktivitas kerja karyawan dan memastikan kelancaran aktivitas terkait pekerjaan
internal dan eksternal, penting untuk mencapai tujuan perusahaan dan
meningkatkan profitabilitas bisnis atau organisasi. Individu yang telah
menerima pelatihan diharapkan memiliki keahlian yang memadai untuk melaksanakan
tugas pekerjaannya secara efektif. Strategi selanjutnya adalah memberikan
motivasi kerja berupa penghargaan atau rewards bagi para karyawan yang memiliki
motivasi dan disiplin bekerja yang sudah baik. Kinerja, disiplin kerja,
motivasi, dan penghargaan merupakan faktor penting dalam penerapan sistem
produksi efektif maupun efisien pada perusahaan. Namun keberhasilan sistem ini
bergantung pada kepatuhan seluruh karyawan terhadap peraturan perusahaan.
Terbentuknya budaya disiplin kerja dalam suatu perusahaan dapat dicapai dengan
menerapkan peraturan yang tegas dan protokol kerja yang lugas dan mudah
dipahami oleh karyawan. Seseorang dengan rasa disiplin yang kuat cenderung
menunjukkan tingkat pengorganisasian yang lebih tinggi dalam segala aspek
kehidupannya. Hal ini merupakan katalis utama bagi berkembangnya etos kerja
yang kuat dalam diri seorang individu, yang selanjutnya berdampak pada
kinerjanya baik pada level superior maupun inferior. Selain itu, unsur motivasi
menunjukkan korelasi yang jelas dengan kinerja individu karyawan. Organisasi
harus mempertimbangkan penggunaan hadiah atau imbalan sebagai sarana motivasi
untuk mengidentifikasi motif dan keinginan spesifik personelnya. Inisiatif ini
bertujuan untuk memberi insentif kepada karyawan agar menunjukkan antusiasme
yang lebih besar dan memanfaatkan sepenuhnya kemampuan mereka, sehingga makin
tingginya kinerja karyawan dan tercapainya tujuan yang ada. Pada akhirnya,
korporasi memiliki tenaga kerja yang memiliki bakat dan kemampuan profesional
dalam perannya masing-masing. Oleh karena itu, penulis menyatakan
ketertarikannya untuk melakukan penelitian di PT. Jaya Abadi Granitama di Bali,
dengan usulan judul �Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam
Meningkatkan Kinerja Karyawan di PT. Jaya Abadi Granitama, Bali. �
��
Metode
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian
kuantitatif, termasuk metode survei. Kuesioner digunakan sebagai instrumen
pengumpulan data. Kuesioner terdiri dari tiga bagian berbeda, yang secara
khusus berfokus pada pelatihan kerja, motivasi kerja, dan kinerja karyawan. Penelitian
ini memakai SPSS 25 for Windows dalam analisis datanya. Populasi penelitian ini
ialah semua personel yang bekerja di PT. Jaya Abadi Granitama di Bali. Sampel
ini menggunakan probabilitas sampling dengan pendekatan jenuh. Partisipan pada
penelitian ialah 23 karyawan. Pengukuran data yang digunakan yaitu skala
Likert. Teknik pengolahan data ialah melakukan uji validitas dan reliabilitas.
Berbeda halnya dengan metode ini menggunakan uji asumsi tradisional, termasuk
uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Analisis statistik
yang dipakai ialah regresi linier berganda dengan memakai uji T, uji F maupun
koefisien determinasi.
Hasil dan
Pembahasan
Strategi
Pelatihan Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan
Temuan penelitian memperlihatkan adanya korelasi yang
jelas dan substansial antara faktor pelatihan kerja dan kinerja karyawan. Hal
tersebut sejalan dengan T hitung 3,537 yang memiliki tingkat signifikansi
0,002. Selain itu, koefisien regresinya sebesar 0,525. Penelitian yang
dilaksanakan memvalidasi Hipotesis Pertama jika penerapan metodologi pelatihan
kerja diyakini memiliki dampak menguntungkan dalam meningkatkan kinerja
karyawan. Hal ini memperkuat teori
Strategi
Motivasi Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan
Dari hasil penelitian ini memperlihatkan motivasi kerja
berpengaruh kepada kinerja karyawan, dengan nilai T Hitung 4,242, nilai
signifikasi 0,000 maupun koefisien regresi 0,982. Penelitian ini berhasil
membuktikan Hipotesis Kedua yaitu strategi berupa motivasi kerja diduga
berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja karyawan.
Strategi
Pelatihan Kerja dan Motivasi Kerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan
Temuan penelitian ini memperlihatkan adanya hubungan yang
signifikan antara faktor pelatihan kerja dan motivasi kerja dengan kinerja
karyawan. Hal ini didukung dengan nilai F hitung sebesar 48,853 yang mempunyai
tingkat signifikansi sebesar 0,000. Penelitian ini berhasil memvalidasi Hipotesis
Ketiga yang menyatakan bahwa penerapan metode seperti pelatihan kerja dan
motivasi kerja dapat berdampak positif terhadap kinerja karyawan.
Kesimpulan
Dari uraian maupun pembahasan bisa disimpulkan jika
pelatihan kerja dengan kinerja karyawan memiliki hubungan yang erat. (1) Nilai
estimasi T Hitung 3,537 > T Tabel 2,093 yang menunjukkan signifikansi
statistik dengan besar signifikansi 0,002 < 0,05. (2) Adanya keterkaitan
yang signifikan diantara motivasi kerja dengan kinerja karyawan yang
ditunjukkan dengan nilai T, 4,242 > nilai T 2,093. Selain itu,
signifikansinya 0,000 < 0,05. (3) Pelatihan kerja serta motivasi kerja
memiliki pengaruh yang signifikan dan menguntungkan terhadap kinerja karyawan
yang dilihat dari nilai F taksiran sebesar 48,853 yang melebihi nilai kritis F
Tabel 3,49 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal tersebut dapat
dikatakan positif. (4) Hasil pengujian memperlihatkan jika koefisien
determinasi R Square sebesar 0,830 atau setara dengan 83%. Diagram yang
digambarkan menggambarkan sejauh mana variabel pelatihan kerja maupun motivasi
kerja mempengaruhi kinerja karyawan, dan sisanya sebesar 17% dikaitkan dengan
variabel lain.
Daptar Pustaka
Ananto,
M. R., Nururrohmah, T., & Natalia, D. U. (2023). Pengaruh Pelatihan Kerja
Dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Manajemen Dan
Bisnis Ekonomi, 1(1), 125�137.
Ariansyah,
N., & Roni, M. (2023). Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Dan Motivasi
Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Cipta Prima Kontrindo. PUBLIK :
Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi Dan Pelayanan Publik, 10(2).
Darwin,
M., Mamondol, M. R., Sormin, S. A., Nurhayati, Y., Tambunan, H., Sylvia, D.,
Adnyana, I. M. D. M., Prasetiyo, B., Vianitati, P., & Gebang, A. A. (2021).
Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif (T. S. Tambunan, Ed.). CV.
Media Sains Indonesia. https://www.researchgate.net/publication/354059356
Deni,
M. (2018). Kedisiplinan dan Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai Pelayanan Publik.
Jurnal Manajemen Dan Bisnis Sriwijaya (JMBS), 16(1).
http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jmbs
Hj
Sabrina, I. R. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia.
http://umsupress.umsu.ac.id/
Khaeruman,
Marnisah, L., Idrus, S., Irawati, L., Farradia, Y., Erwantiningsih, E.,
Hartatik, Supatmin, Yuliana, Aisyah, N., Natan, N., Widayanto, M. T., &
Ismawati. (2021). Meningkatkan Kinerja Manajemen Sumber Daya Manusia Konsep
& Studi Kasus.
Martins,
P. N., & Sudarmo. (2023). Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia Untuk
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kota Dili. Jurnal Mahasiswa Wacana
Publik, 3(1), 76�87.
Pratama,
Y., Yayat Suharyat Nur Laily MSi Ulfa Hidayati, M., Juwita Sari, M. S., Ganjar
Winata Martoatmodjo, M., Mahfudoh, Mp., Ni Wayan Dian Irmayani, C., Noni
Setyorini, M., Mila Karmila, M., Dra Tri Yuni Hendrowati, M., Erni Yuningsih,
Mp., Muhammad Luqman Hakim, M., & Harry Jundrio, M. (2023). Pengembangan
Sumber Daya Manusia.
Purnama,
M. W. D., Rahmawati, P. I., & Yulianthini, N. N. (2020). Pengaruh Sistem
Pengembangan Sumber Daya Manusia Terhadap Kinerja Karyawan di PT. Arta Sedanam,
Singaraja. Jurnal Manajemen Dan Bisnis, 2(1).
Putri,
A. R., Barlian, B., & Arisman, H. A. (2023). Pengaruh Pelatihan Kerja,
Pengembangan Sumber Daya Manusia Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Pada
Hotel Harmoni, Tasikmalaya. Journal of Management and Creative Business
(JMCBUS), 1(2), 216�225.
Ratnasari,
S. L., L, B. S., & Tanjung, R. (2021). Pengaruh Peranan Sumber Daya
Manusia, Pelatihan, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Jurnal Ilmiah,
Manajemen Sumber Daya Manusia (JENIUS), 4(2), 153�163.
Rosmalinda,
R., & Safrianto, A. S. (2021). Pengaruh Pelatihan Dan Pengembangan Karir
Terhadap Kinerja Karyawan PT. Interpak Global Canindo, Bekasi. Jurnal
Manajemen Bisnis Krisnadwipayana, 9(3). https://doi.org/10.35137/jmbk.v9i3.605
Sahir,
S. H., Simarmata, N. I. P., Hasibuan, A., Ferinia, R., Pratiwi, S. I. I.,
Siagian, P., & Bukidz, D. P. (2023). Model - Model Pelatihan dan
Pengembangan SDM.
Sivanissa,
N., Azizah, H., & Khardyla, N. (2022). Pengaruh Kompetensi SDM Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PT. Sherish Cipta Interindo. Nautical : Jurnal
Ilmiah Multidisplin, 1(3).
https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/nautical/index
Wardhani,
D. P., Annisa, N. N., & Dwi Elfarina, D. (2023). Pengaruh Penempatan dan
Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Ej International Eyelashes. Valid
Jurnal Ilmiah, 20(2), 133�140.
https://doi.org/10.53512/valid.v20i2.288