ANALISIS�
PERSONAL BRANDING ADRIAN PUTRA MELALUI INSTAGRAM
Apriliyanti
Politeknik LP3I Bandung, Indonesia
Abstrak:
Perkembangan
teknologi komunikasi dan informasi yang semakin pesat, membuat banyak media baru
bermunculan salah satunya media sosial lnstagram. Munculnya mata pencaharian baru
dari media sosial instagram banyak dimanfaatkan oleh �manusia�
untuk membuat personal branding di �media sosial mereka supaya dilirik oleh brand,
lembaga, maupun individu untuk berkolaborasi. Personal� �branding� �merupakan� �suatu� �peroses�� dari� �setiap� �indivitu�
�untuk menampilkan citra dirinya kepada
orang lain yang bertujuan untuk mengenalkan atau �mempromosikan �diri. �Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui Analisis personal branding Adrian Putra melalui lnstagram.
Adapun pengumpulan data yang dilakukan peneliti diantaranya,� metode kepustakaan dengan mencari informasi dari
perpustakaan terkait dengan penelitian, �metode
lapangan seperti observasi, wawancara� dan
dokumentasi. �Penulis memperoleh �kesimpulan�
bahwa personal �branding yang dilakukan
Adrian Putra di Media Sosial lnstagram berjalan dengan cukup baik.
Kata Kunci: Teknologi
komunikasi, Personal branding, Instagram
Abstract:
The increasingly rapid
development of communication and information technology has resulted in many
new media emerging, one of which is Instagram social media. The emergence of
new livelihoods from the social media Instagram is widely used by people to
create personal branding on their social media so that brands, institutions and
individuals will look at them for collaboration. Personal branding is a process
for every individual to present their own image to other people with the aim of
introducing or promoting themselves. This research aims to determine Adrian
Putra's personal branding analysis via Instagram. The data collection carried
out by researchers includes library methods by searching for information from
the library related to research, field methods such as observation, interviews
and documentation. The author concluded that the personal branding carried out
by Adrian Putra on Instagram Social Media went quite well.
Keywords:
Keywords Communication technology, Personal branding,
Instagram
Pendahuluan
Perkembangan�
teknologi� informasi telah� mengalami�
pertumbuhan yang sangat pesat seiring dengan era globalisasi yang
menuntut kecepatan arus informasi. Kebutuhan akan informasi sudah menjadi
kebutuhan utama dalam masyarakat�
setelah� kebutuhan� primer.�
Salah satu media baru yang muncul di Indonesia adalah internet. Diawal
kemunculannya internet sangat cepat diterima oleh masyarakat, terbukti
dengan�� pengguna media internet di
Indonesia merupakan pengguna terbesar di dunia.�
Kemudahan� informasi yang
diberikan menjadikan internet sebagai media primadona di� masyarakat. Internet memberikan
kontribusi� yang� penting bagi�
masyarakat� dengan� segala�
manfaat yang� ditawarkannya,� seperti�
penghematan� ruang� waktu�
bahkan� biaya� dalam proses penunjang komunikasi.
Salah satu manfaat dari hadirnya internet adalah
lahirnya berbagai macam sosial media yang mana bisa digunakan sebagai alat
komunikasi dan juga alat untuk eksistensi diri melalui personal branding. Media
sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat saat ini adalah instagram.
Dalam era digital saat ini, media sosial seperti� lnstagram telah menjadi alat yang sangat
efektif untuk membangun dan��
mengelola�� personal�� branding.���
Melalui��� lnstagram,��� seseorang��
dapat menunjukkan minat,�
bakat,� pengetahuan, dan kepribadian
mereka.
lnstagram merupakan media sosial yang dapat mengunggah
foto, membuat feeds, mengunggah lnstastory,�
menggunakan filter pada foto, dan juga terdapat like dan followers yang
dapat mempengaruhi presentasi diri. Dengan adanya fitur-fitur yang dimiliki
lnstagram tersebut, maka dengan lnstagram seseorang dapat melakukan
personal�� branding.�� Membentuk Personal Branding dapat dijadikan
sebagai cara untuk meningkatkan nilai jual seseorang. Personal Branding
merupakan proses pembawaan keahlian, kepribadian, dan karakter seseorang dengan
keunikan yang dimiliki untuk kemudian menjadi sebuah identitas. Personal
branding melalui instagram merujuk pada upaya seseorang untuk membangun citra
dan reputasi mereka sendiri di mata orang lain.
Personal�
branding merupakan fenomena� yang
unik.� Jika kita� lihat dari praktik� hidup�
sehari-hari,� disadari� atau tidak,����� sebenarnya setiap orang bisa mempunyai
merek sendiri, jadi bukan hanya produk atau perusahaan saja yang bisa
memiliki� merek.� Sementara�
branding tidak� merujuk� langsung�
ke sebuah nama,� ketika bicara
tentang personal branding,� nama kita
adalah merek yang kita bawa.� Dalam
personal� branding,� seseorang akan membentuk citra tersendiri� dengan menampilkan�� berbagai��
content�� pada� akun��
media� sosialnya.�� Setiap��
orang berlomba-lomba untuk membangun personal branding-nya sesuai dengan
bidang keahlian dan ketertarikan yang dimiliki (AGUSTIAN, 2022). Tak terkecuali
dengan apa yang dilakukan oleh dr. Adrian mengenai personal brandingnya. dr.
Adrian Putra yang banyak orang kenal dengan sebutan �dokter gaul� merupakan
seorang dokter umum yang kerap membuat content tentang kesehatan di akun media
sosialnya.� Selain itu dr. Adrian juga
menggunakan instagram untuk mengedukasi masyarakat seputar kesehatan.
Menariknya lagi, dr. Adrian selalu membuat content yang lucu dan
menghibur.����
��
Metode
Metode
penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif.�� Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif. Menurut (Sugiyono, 2018) metode penelitian kualitatif adalah metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti pada
kondisi ilmiah (eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen, teknik
pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada
makna. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan observasi
langsung terhadap presentasi kelas yang dilakukan oleh berbagai presenter.
Studi kepustakaan dilakukan peneliti dengan mengeskplorasi jurnal, buku dan
informasi lain yang relevan dengan penelitian yang diperoleh dari Google
Schoolar. Sementara itu, pada observasi peneliti mengamati dan merekam berbagai
aspek personal branding yang digunakan oleh dr. Adrian untuk menarik perhatian
masyarakat dan membranding dirinya sebagai dokter gaul.� Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis
melalui tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil dan
Pembahasan
Personal branding tidak hanya dimiliki oleh figur publik, selebritis atau orang terkenal� lainnya.� Setiap� orang�
pada� dasarnya� sudah�
memiliki� �dan �bisa
membangun
personal branding. Siapapun yang membangun karir dalam bidang profesi, �industri �atau
�keahlian �kita
�masing-masing,
�personal�
branding �sudah tumbuh seperti mutiara dalam
tiram, dibangun dalam lapisan perilaku, perawatan orang lain, hasil pekerjaan, dan hal-hal yang sering dikatakan. Personal branding
adalah segala sesuatu yang ada pada diri yang menjual dan membedakan, seperti
pesan, �pembawaan diri dan taktik pemasaran.
Personal branding dr. �Adrian�
dilnstagram
�merupakan� representasi
�diri �dr.
Adrian sebagai seorang profesional di bidang Kesehatan yang mampu mengedukasi masyarakat dengan content
yang lucu dan kreatif. dr. Adrian juga juga berusaha untuk menggambarkan �nilai-nilai, �kepribadian, �dan keahlian nya
melalui konten-konten yang relevan dan bermanfaat bagi pengikutnya.
Berdasarkan
teori yang dikatakan (McNally & Speak, 2010) bahwa
personal branding yang kuat terdapat tiga ciri -- ciri
�yaitu khas,
�relevan,� dan konsisten. Dalam analisis personal branding Adrian
Putra melalui lnstagram, peneliti
�dapat menjelaskan� analisis personal branding yang digunakan Adrian Putra melalui lnstagram untuk menaikan
citra diri, adalah sebagai berikut:
1.
Khas
Mempunyai ciri khas digunakan untuk mendorong personal brand mengandung
sesuatu yang menjadi keyakinan, nilai-nilai dan
prinsip,
termasuk hal yang diminati. Adrian
Putra menggunakan profesinya
sebagai dokter dalam melakukan personal branding melalui �lnstagram untuk menarik� perhatian audiens.
Adapun beberapa konten khas yang sudah Adrian Putra posting di lnstagram sebagai berikut :
a.
Membuat konten
yang lucu dan menghibur
dr. Adrian
Putra menggunakan profesinya
sebagai dokter untuk memulai personal brandingnya di� lnstagram.
Sebagai seorang dokter
tentunya Adrian
Putra mempunyai kapasitas pengetahuan di dunia Kesehatan. Oleh
karena
itu topik Kesehatan sering kali digunakan sebagai bahan membuat
konten yang bisa mengedukasi masyarakat. Salah satu konten yang menarik adalah
ketika adrian putra berperan sebagai seorang pasien wanita yang hendak bertanya
tentang gejala penyakit yang dirasakannya. Dalam video berdurasi kurang lebih
satu menit menggambarkan seorang pasien wanita ( yang diperankan oleh adrian
Putra) yang sedang bertanya kepada dokter (yang diperankan juga oleh Adrian)
mengenai penyakit yang didieritanya. Dengan gaya yang khas dan kocak Adrian
berusaha menjelaskan kemungkinan penyakit yang diderita pasien.
b.
Sebutan
�dokter gaul�
Dokter
gaul adalah sebutan yang dibuat oleh
Darian Putra untuk memudahkan para follower dalam
mengingatnya.� �"Karena �orang�
�mudah� �mengingat� �sesuatu��
yang memiliki ciri khas yang unik dan menarik, oleh
karena itu saya memilih sebutan dokter gaul supaya mudah diingat" ucap Adrian
Putra saat di wawancara.
2. Relevan
Relevan, artinya personal brand yang kuat tidak hanya khas
melainkan
harus memiliki hubungan yang dianggap penting bagi�
audiens. Profesi dokter yang
dimiliki oleh Adrian sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, dimana banyak
sekali masyarakat yang membutuhkan informasi kesehatan secara mudah dan gratis.
Dalam beberapa� konten instagram yang
dibuat Adrian banyak sekali ilmu kesehatan yang bisa diambial khususnya oleh
para followernya yang sebagian besar adalah kaum Hawa. Pembawaan Adrian yang
gaul dan humble membuat pesan yang disampaikan bisa diterima secara efektik
oleh masyarakat.
3. Konsisten
Konsisten, �artinya� hal-hal� yang khas dan relevan tadi
�dilakukan
secara
�berulang� atau
�direpetisi. �Hal �ini �dikarenakan �orang
�baru akan percaya pada suatu hubungan berdasarkan pada konsistensi perilaku yang
mereka alami atau amati. Personal branding yang dibangun oleh Adrian Putradi lnstagram, kunci yang paling utama adalah
konsisten karena konsistensi merupakan suatu kunci dalam membangun personal branding di lnstagram.
a) Waktu posting
Waktu
posting konten yang ditargetkan�
oleh Adrian
Putra adalah minimal dua hari satu konten foto
maupun video untuk
lnstagram agar para pengikutnya bisa menikmati konten yang terbaru secara
teratur di jam yang sama yaitu pukul 12:00 WIB, namun
terkadang ada juga konten yang diposting tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan karena lupa.
Bukan hal yang mudah bagi Adrian
Putra untuk konsisten dalam jadwal posting konten. Karena kesibukannya sebagai
profesi dokter, Adrian Putra memiliki waktu yang sedikit untuk membuat konten.
b) lsi Konten
Adrian Putra dalam akun instagramnya
@doktergaulandraw
konsisten memposting konten informasi
kesehatan yang berguna bagi masyarakat.
Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diterima melalui direct massage atau yang
berasal dari kolom komentar.
Agar tidak
bosan, Adrain sering membuat konten yang menghibur dan lucu. Tak segan-segan
adrian berperan sebagai ibu hamil dan dokter secara bergantian. Konten yang
kreatif dipercaya dapat membuat masyarakat lebih paham dengan apa yang sedang
disampaikan.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil penelitian Analisis Personal Branding Adrian Putra Melalui Instagram
dengan menggunakan teori McNally & Speak (2010), dapat disimpulkan bahwa
personal branding Adrian di Instagram mencerminkan dirinya sebagai seorang
profesional yang trendi di bidang kesehatan. Dengan julukan "dokter
kasep," Adrian konsisten membagikan konten terkait kesehatan di akun
Instagram-nya @doktergaulgaulandraws, yang mendapatkan respons positif berupa
penonton, suka, komentar, bagikan, dan pesan. Gelar "dokter gaul"
menjadi ciri khas yang melekat pada diri Adrian, sehingga banyak orang lebih
mengenalnya dengan sebutan tersebut daripada nama aslinya, yaitu dr. Adrian.
Daptar Pustaka
Ashari,
�R. �G. �(2020).
�Aktivitas �Komunikasi �Pemasaran�
�Pada �Usaha�� Kuliner
Berbasis �Kopi (Studi Pada CV. Brewok Group).� Universitas Muhammadiyah Malang, 3(5), �28.
Pertiwi,
F., & lrwansyah, I. �(2020). Personal
Branding Ria Ricis Pada Media Sosial lnstagram.������� �Jurnal������ �Penelitian������ �Komunikasi,������ �23(1
),��������� �15-30. https://doi.org/10.20422/jpk. v23i 1.631
Puspitarini,
�D.S., & Nuraeni, �R. (2019). �Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media
Promosi
�(Studi �Deskriptif �pada �Happy
�Go �Lucky �House).
�Jurnal Common,
3(1),
71-80. �https://doi.org/10.3401 0/COMMON.V3I1.1950
Raharjo,
�F. �S. �(2019).
�The Master Book of Personal Branding (F.
�Husaini �(ed.); �1st
ed.).�����������������������������������������������������������������������������������������������������������
�Quadrant. https://www.google.eo.id/books/edition/The_Master_Book_of_Personal_Bra
nd i ng/Sh 7zDwAAQ BAJ ?hi =id&gbpv=1&dq =tuj uan+personal+bra nd i ng &print
sec=frontcover
Saputra,
�D., �& Saifuddin, �A. (2022). �Analisis Semiotika Pada Film (Sriyanti �(ed.); Cetakan�������������������� �1).�������������������� �CV.�������������������� �haura������������������� �Utama. https://www.google.eo.id/books/edition/Analisis_Semiotika_pada_Film/4Gu
mEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1 &dq=pengertian+analisis&pg=PA5&printsec=fr
ontcover
Soraya,
�I.�
�(2017). �Personal Branding� Laudya �Cynthia �Bella �Melalui
�lnstagram (Studi Deskriptif Kualitatif Pada
Akun �lnstagram� @Bandungmakuta).
Jurnal Komunikasi, 8(2), 30-38. http://ejournal.bsi.ac.id/ejurnal/index.php/jkom/article/view/2654
Yusanda,
A., Darmastuti, R., & Huwae, G. N. (2021 ). Strategi Personal Branding Melalui
Media Sosial lnstagram (Analisis lsi pada Media Sosial MahasiswaUniversitas Kristen
Satya Wacana). Scriptura, 11(1), 41-52. https://doi.org/10.9744/scriptura.11.1.41-52