ACTIVITY BASED MANAGEMENT SEBAGAI INSTRUMEN EFISIENSI BIAYA PRODUKSI
EDAMAME PT XYZ
Laurentius
St. Gomo Tumanggor 1, Ida Bagus Ketut Bayangkara 2, Slamet Riyadi
3
2, 3 Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya, Indonesia
1PT Perkebunan Nusanatara
I, Indonesia
[email protected]1,
[email protected]2,
[email protected]3
Abstrak: �����������������������
PT Xyz merupakan salah satu produsen kedelai
Edamame terbesar di Indonesia yang diproses menjadi makanan beku siap saji atau
frozen food dengan pangsa pasar delapan puluh persen diekspor ke Jepang
dan negara Asia lainnya, sedangkan dua pulu persen dipasarkan di dalam negeri.
Untuk meningkatkan keunggulan produk Edamami perlu dilakukan penguatan internal
khususnya pengelolaan biaya produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisis implementasi activity based management untuk
efisiensi biaya produksi Edamami PT Xyz. Metode penelitian dilakukan deskriptif
kualitatif, dengan populasi data sekunder Laporan Biaya Produksi sejak tahun
2018 sampai tahun 2023. Sampel yang digunakan adalah Laporan Biaya Produksi
Tahun 2023. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumen
dari perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi activity
based management berdampak positif terhadap efisiensi biaya produksi
Edamame sebesar 8,26 %, karena beberapa aktivitas yang tidak bernilai tambah
sudah dieliminasi. Keunggulan kompetitif produk Edamame PT Xyz akan naik dengan
implementasi activity based management untuk efisiensi biaya produksi.
Kata Kunci: activity
based management, efisiensi
biaya produksi, aktivitas bernilai tambah, aktivitas tidak bernilai tambah
Abstract:
PT Xyz is one of the
largest producers of Edamame soybeans in Indonesia which is processed into
ready-to-eat frozen food or frozen food with a market share of eighty percent
exported to Japan and other Asian countries, while two percent is marketed
domestically. To increase the superiority of Edamami
products, it is necessary to strengthen internally, especially the management
of production costs. The purpose of this study was to determine and analyze the
implementation of activity-based management for the efficiency of PT Xyz's Edamami production costs.
The research method was descriptive qualitative, with a population of secondary
data Production Cost Reports from 2018 to 2023. The sample used is the 2023
Production Cost Report. Data collection techniques are carried out through interviews
and documents from the company. The results showed that the implementation of
activity-based management had a positive impact on the efficiency of Edamame
production costs by 8.26%, because some non-value-added activities had been
eliminated. The competitive advantage of PT Xyz
Edamame products will increase with the implementation of activity based
management for production cost efficiency.
Keywords: activity based management, production cost
efficiency, value-added activities, non-value-added activities
Pendahuluan
Fenomena
globalisasi dan perubahan disruptif setelah pandemic
Covid-19 menyebabkan turbulensi
pasar, ketidakpastian kondisi
ekonomi dalam negeri dan internasional, serta kompleksitas masalah yang ambigu memaksa setiap perusahaan mengkaji ulang semua strategi bisnis yang telah ditetapkan. Untuk menghadapi perubahan lingkungan eksternal maka perusahaan harus melakukan penguatan kondisi internalnya terutama aspek produksi, sumber daya manusia, dan� pengelolaan keuangan serta inventori perusahaan (A. Pratama, 2022). Upaya-upaya pengelolaan keuangan perusahaan berfokus pada pengelolaan biaya produksi yang lebih efektif dan efisien. Salah satu instrumen untuk pengelolaan biaya yang mampu meningkatkan daya saing adalah
activity based management (Yanti et al., 2024).
Manajemen
berbasis aktivitas atau activity based
management merupakan alat
pendekatan untuk keseluruhan sistem yang terintegrasi dan berfokus pada perhatian manajemen atas berbagai aktivitas
dengan tujuan meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba perusahaan atas pemberian nilai tersebut (Park, 2020). Pengelolaan aktivitas (activity management) merupakan suatu proses pengidentifikasian aktivitas yang
dijalankan oleh perusahaan,
penentuan nilainya bagi perusahaan, pemilihan serta pelaksanaan aktivitas yang menambah nilai bagi konsumen, mengidentifikasikan atau menghilangkan semua aktivitas tak bernilai
tambah sehingga menghasilkan penurunan biaya (Kutika et al., 2018; P. C. Pratama et al., 2017).
Pengidentifikasian
aktivitas dapat dibagi menjadi aktivitas yang bernilai tambah (value-added activity) dan aktivitas
yang tidak bernilai tambah (non-value activity), di mana menurut
Park (2020),
Activity-Based Management (ABM) memiliki dua dimensi utama, yaitu dimensi biaya
atau Activity-Based Costing (ABC) yang bertujuan meningkatkan akurasi pembebanan biaya melalui informasi
sumber daya, aktivitas, dan objek biaya, serta dimensi
proses atau Process Value Analysis (PVA) yang memberikan informasi mengenai alasan, pelaksanaan, dan efektivitas aktivitas.
Activity-Based Management berperan
yang sangat penting dalam konteks manajemen perusahaan, khususnya dalam industri manufaktur (Mariantha, 2018; Sholikha et al., 2023), karena memfasilitasi pemahaman mendalam tentang struktur biaya dan alokasi sumber daya. Dengan
memberikan wawasan yang lebih jelas tentang
biaya-biaya yang terkait dengan aktivitas-aktivitas spesifik dalam proses produksi, ABM memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan strategis yang lebih tepat terkait dengan
alokasi sumber daya, pengembangan produk, penentuan harga, dan perbaikan proses bisnis (Harahap et al., 2024).
Biaya
produksi adalah biaya yang digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi
produk jadi yang siap dijual, terdiri
dari biaya bahan baku dengan
indikator harga bahan baku dan kuantitas bahan baku, biaya tenaga
kerja dengan indikator tarif upah tenaga kerja
dan jam kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik dengan indikator tingkat kapasitas produksi serta tarif biaya overhead pabrik (Innayati, 2020; Siregar, 2021). Efisiensi biaya produksi merupakan upaya-upaya pengelolaan penggunaan yang efisien atas bahan baku,
tenaga kerja, dan overhead dalam proses produksi dan menjadi aspek krusial
bagi perusahaan untuk mencapai laba yang optimal (Harahap et al., 2024). Harga pokok produksi merupakan akumulasi semua biaya produksi
yang digunakan untuk memproses suatu bahan baku sampai
barang jadi dalam suatu periode
tertentu (Muliana & Nurainun, 2022; Satriani & Kusuma,
2020; Zulfiar et al., 2023).� Analisis efisiensi penggunaan biaya produksi perusahaan dapat dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi sesungguhnya terhadap biaya produksi yang telah dianggarkan (Palupi et al., 2016). Penilaian efisiensi sangat penting untuk di lakukan, karena biaya produksi merupakan biaya yang terbesar dikeluarkan oleh perusahaan dalam menghasilkan suatu produk yang kompetitif (Waruwu, 2024).
Aktivitas
bernilai tambah (Value Added) adalah
setiap aktivitas yang berpengaruh penting terhadap nilai suatu produk dan jika aktivitas ini dihilangkan akan mengurangi nilai produk tersebut.
Aktivitas tidak bernilai tambah (Non Value Added)
adalah setiap aktivitas yang tidak menambah nilai produk dan jika aktivitas ini dikurangi
atau dihilangkan tidak akan mengurangi
nilai produk pada konsumen (Amanda, 2016). Aktivitas tidak bernilai tambah tersebut akan menambah
biaya produksi yang tidak diperlukan. Aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai tambah akan memunculkan
biaya-biaya. Klasifikasi biaya yang bernilai tambah dan tidak bernilai tambah digunakan� sebagai dasar untuk efisiensi
biaya (Kusniawati dan
Ratnawati, 2016). Aktivitas bernilai
tambah merupakan berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat bertahan dalam bisnis (Park, 2020). Sedangkan aktivitas tidak bernilai tambah merupakan semua aktivitas selain berbagai aktivitas yang paling penting untuk tetap bertahan
dalam bisnis sehingga dipandang tidak perlu (Park, 2020).
PT Xyz memiliki bisnis
utama kedelai Edamami yang dikelola mulai dari tahapan
on farm sampai produk siap jual ke
konsumen berupa makanan beku siap
saji atau frozen foods. Perusahaan ini berdiri sejak
tahun 1994 dengan visi untuk menjadi
produsen sayuran beku dan olahannya yang terdepan, berkualitas tinggi dan berorientasi pada standar makanan sehat sedangkan misinya adalah menyediakan produk sayuran beku yang menyehatkan dan berkualitas tinggi yang dapat dipertanggungjawabkan disetiap tahapan prosesnya, berkontribusi mewujudkan pertanian Indonesia yang ramah lingkungan, membantu masyarakat dalam meningkatkan standar hidupnya melalui asupan makanan
Sehat, mengedukasi masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi sayuran yang berkualitas dan menyehatkan.
Perusahaan memproduksi dan memasarkan secara komersial produk produk edamame dengan orientasi ekspor ke Jepang
(Maissa & Maulidah, 2024). Kebijakan PT Xyz untuk menetapkan harga adalah berdasarkan
biaya produksi sedangkan siklus produksinya cukup panjang mulai dari
tahap on farm di lahan sampai dengan tahap
off farm di pabrik pengolahan
frozen sehingga
terdapat potensi-potensi aktivitas yang menjadi penyebab pemborosan biaya produksi.
Sesuai
data di atas bahwa pengeluaran biaya terbesar terjadi di Bagian Produksi mulai dari bahan baku
sampai dengan produk siap ekspor
(Septiana et al., 2022). Untuk menghadapi persaingan pasar ekspor yang kompetitif, PT Xyz perlu melakukan efisiensi dan pengendalian biaya produksi agar harga pokok produksi
dan harga pokok penjualan mampu memberikan margin laba yang positif. Instrumen yang relevan untuk melakukan
efisiensi salah satunya melalui activity based
management dengan cara menganalisa semua aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah untuk dikendalikan secara ketat dalam
jangka panjang ataupun dieleminasi.
Metode
Penelitian ini menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif, dengan populasi data sekunder Laporan Biaya Produksi
sejak tahun 2018 sampai tahun 2023. Sampel yang digunakan adalah Laporan Biaya Produksi
Tahun 2023. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara dan dokumen dari perusahaan sedangkan teknik pengambilan sampel dengan convinience
sampling, yaitu pengembalan
sampel dipermudah.
Variable penelitian ini dibatasi hanya
dua pokok pembahasan yang akan diteliti, yaitu :
a.
Activity based management sebagai salah satu instrumen pengelolaan aktivitas-aktivitas operasional perusahaan� untuk meningkatkan nilai (value)
yang diterima oleh pelanggan
dan untuk meningkatkan laba melalui peningkatan
nilai (value) tersebut.
Aktivitas perusahan dibagi menjadi dua kategori antara lain :
1)
Aktivitas bernilai tambah adalah aktivitas-aktivitas
yang diharuskan untuk melaksanakan bisnis atau menciptakan nilai yang dapat memuaskan bagi para konsumennya
2)
Aktivitas tidak bernilai
tambah adalah sebuah aktivitas yang memakan waktu, sumber daya, ataupun
tempat namun hanya memberikan sedikit nilai tambah
bagi kepuasan pelanggan ataupun bahkan tidak memberi
value added sama sekali.
b.
Efisiensi biaya produksi
merupakan efisiensi biaya atau menekan
biaya yang digunakan atas bahan baku,
tenaga kerja, dan overhead untuk proses produksi. Efisiensi biaya produksi merupakan hal penting bagi
perusahaan untuk mencapai laba yang optimal.
Tingkat efisiensi biaya produksi dapat diukur dengan biaya
bahan baku, tenaga kerja langsung,
dan overhead pabrik yang digunakan
untuk menghasilkan keluaran tertentu.
Rumus
Efisiensi:
Realisasi Hasil Eliminasi
Realisasi Biaya Sebelum
Eliminasi
Tahapan pelaksaaan penelitian antara lain :
1.
Pengumpulan
data Laporan Biaya Produksi sejak tahun 2018 sampai dengan 2023;
2.
Mengidentifikasi dan menganalisis aktivitas-aktivitas operasional perusahaan kemudian menyusun aktivitas-aktivitas tersebut menjadi� 2 kategori yaitu: aktivitas bernilai tambah (value added
activities) dan aktivitas tidak
bernilai tambah (non value added activities) dengan
menggunakan instrumen activity based management.
3.
Menyusun
upaya-upaya peningkatan terhadap aktivitas bernilai tambah dan menetapkan daftar aktivitas-aktivitas� yang tidak bernilai tambah yang direncakan untuk dikelola berkelanjutan sampai efisien autau yang akan dieliminasi.
4.
Mengukur tingkat efisiensi
biaya produksi menurut perusahaan dibandingkan dengan tingkat efisiensi menurut sistem activity based management.
5.
Menarik
kesimpulan dan memberi saran kepada PT Xyz untuk meningkatkan keunggulan
kompetitifnya.
Hasil dan Pembahasan
PT Xyz sebagai salah satu produsen terbesar edamame di
Indonesia yang berorientasi ekspor
dengan pasar utama Jepang harus berupaya
meningkatkan keunggulan kompetitifnya agar tetap tampil sebagai market leader secara berkelanjutan. Strategi keberlanjutan pengusaan pasar dapat dilaksanakan melalui penguatan internal pada keunggulan operasional terutama dalam hal efisiensi biaya
produksi. Kontribusi biaya produksi dominan membentuk harga pokok penjualan
dan sangat menentukan pencapain
pendapatan maupun laba perusahaan.
A.
Activity Based Management
Untuk melakukan efisensi biaya produksi bisa digunakan
instrumen activity based management. Instrumen ini akan
memilah semua aktivitas operasional produksi edamame menjadi dua kategori yaitu aktivitas bernilai tambah (Value Added Activity) yang langsung berdampak terhadap peningkatan laba dan kepuasan pelanggan, dan aktivitas tidak bernilai tambah (non value added
activity)� yang menimbulkan
beban biaya yang tidak bermanfaat untuk peningkatan produksi, kualitas produk dan menyebabkan pemborosan anggaran perusahaan. Tujuan pembagian aktivitas perusahaan berdasarkan value added activity dan non value
added activity untuk mitigasi
aktivitas-aktivitas yang perlu
dieliminasi karena tidak memberikan kontribusi bagi perusahaan tetapi justru menimbulkan pemborosan biaya atau dikelola secara
berkelanjutan untuk menurunkan beban biaya yang berlebihan sehingga terjadi efisiensi biaya dalam jangka pendek
maupun jangka panjang. Sedangkan aktivitas-aktivitas bernilai tambah dilaksanakan lebih efektif sesuai
prosedurnya agar mencapai sasaran yang ditetapkan, meningkatkan kepuasan pelanggan dan menambah laba perusahaan. Aktivitas PT Xyz tahun
2023 dibagi seperti tabel di bawah ini.
B.
Upaya Efisiensi
Biaya Produksi
Setelah instrument activity based management diterapkan terdapat beberapa aktivitas tidak bernilai tambah. Semua aktivitas
tidak bernilai tambah ini dilakukan
eliminasi untuk menghapus beban biaya penyebab pemborosan. Hasil dari eliminasi sebagai berikut :
Tabel
1. Biaya Overhead PT Xyz Setelah Eliminasi
|
No |
Activity |
Cost (IDR) |
|
BAHAN PENUNJANG |
||
|
1 |
Pengadaan
garam edamame |
1,180,891,342 |
|
2 |
Pengadaan
plastik eksport edamame |
2,496,185,894 |
|
3 |
Pengadaan
karton/box edamame |
1,407,761,806 |
|
4 |
Pengadaan
plastik bulk edamame |
583,669,090 |
|
5 |
Pengadaan
sarung tangan edamame |
22,630,791 |
|
6 |
Pengadaan
stripping edamame |
35,402,872 |
|
7 |
Pengadaan
lakban edamame |
32,952,230 |
|
8 |
Pengadaan
tali sepatu edamame |
4,212,976 |
|
9 |
Pengadaan
bahan penunjang edamame |
87,914,537 |
|
10 |
Pengadaan
sticker edamame |
33,131,682 |
|
11 |
Pengadaan
silinder plastik |
1,250,000 |
|
12 |
Pengadaan
plastik lokal |
1,013,756,452 |
|
Research & Development |
||
|
1 |
Pengadaan
saprodi pengembangan |
89,084,199 |
|
2 |
Tenaga
kerja QC |
1,161,650,012 |
|
3 |
Analisa
residu pestisida |
998,928,000 |
|
4 |
Tenaga
kerja R&D |
285,480,143 |
|
5 |
Pengarapan
lahan |
45,069,070 |
|
6 |
Trial
sari edamame |
35,768,495 |
|
7 |
Benih
esensial |
397,842,457 |
|
8 |
Analisa
pupuk |
16,925,000 |
|
9 |
Gudang
bahan proses (RnD) |
406,270,192 |
|
OHP LAINNYA |
||
|
1 |
Proses
lainnya |
2,740,039,237 |
|
2 |
BBM
panen |
1,742,660,256 |
|
3 |
BBM
kirim borongan |
2,396,130,000 |
|
PEMELIHARAAN TEKNIK |
||
|
1 |
Pemeliharaan
electrical |
214,374,572 |
|
2 |
Pemeliharaan
mechanical |
1,589,288,156 |
|
3 |
Pemeliharaan
cooling system |
2,207,072,897 |
|
Jumlah |
21,226,342,358 |
|
Sumber : Data diolah
peneliti (2024)
Berdasarkan table 3 di atas, biaya overhead PT Xyz menjadi senilai Rp21.226.342.358,
setelah beberapa aktivitas tidak bernilai tambah dieliminasi karena menjadi sumber pemborosan dalam operasional produksi edamame.
C.
Komparasi Hasil Activity Based
Management
Implementasi activity based management pada operasional produksi edamame menunjukkan terdapat efisiensi dengan membandingkan biaya overhead sebelum implementasi dan sesudah implemntasi. Semua aktivitas tidak bernilai tambah karena overlapping� dan berulang
serta tidak bernilai tambah bagi produk edamame telah dieliminasi. Komparasi hasilnya sebagai berikut :
1.
Biaya overhead sebelum implementasi ABM : Rp23.138.494.346,
2.
Biaya overhead setelah implementasi ABM : Rp21.226.342.358,
3.
Biaya hasil eliminasi : Rp1.912.151.988,
Perhitungan
hasil efisiensi biaya produksi sebagai berikut : ����������� 1.912.151.988
23.138.494.346
����������� ������������������������������ ���������=���
8,26 %
Berdasarkan perhitungan
di atas, dengan implementasi activity based
management dalam proses operasional
produksi edamame maka akan diperoleh efisiensi biaya produksi sebesar 8,26 % atau senilai
Rp1.912.151.988.� Efsiensi akan meningkatkan keunggulan
kompetitif edamame di pasaran ekspor global.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan
implementasi Activity-Based Management (ABM) pada aktivitas operasional produksi edamame, dapat disimpulkan bahwa ABM efektif diterapkan di PT Xyz untuk memisahkan
aktivitas bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai tambah, serta menghasilkan
efisiensi biaya produksi sebesar 8,26% atau senilai Rp1.912.151.988 melalui pengeliminasi aktivitas tidak bernilai tambah. Selain itu, diperlukan investigasi lebih lanjut terhadap dampak ABM pada dimensi non-keuangan, seperti peningkatan produktivitas dan kualitas, serta evaluasi jangka panjang untuk memastikan
keberlanjutan dan efektivitas
implementasi ABM di perusahaan.
Sebagai rekomendasi, perusahaan disarankan untuk meningkatkan pelatihan karyawan dalam memahami konsep ABM, menerapkan teknologi yang mendukung analisis aktivitas secara berkelanjutan, dan membangun mekanisme monitoring
yang rutin untuk mengevaluasi
efektivitas ABM dalam mendukung pencapaian tujuan strategis perusahaan.
Daftar Pustaka
Amanda, K. (2016). Analisis
Value Added Activity dan Nov Value Added Activity dengan Menggunakan Activity
Based Management dalam Mencapai Efisiensi Biaya Produksi pada Coca Cola Amatil
Indonesia Medan.
Harahap, O., Sari, M. M., Panggabean,
S. Y., Aulia, L., & Atika, A. (2024). Penerapan Akuntansi Manajemen
Berbasis Aktivitas Pada Perusahaan Manufaktur. Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen Dan Bisnis, 2(2), 271�278.
Innayati, E. S. (2020). analisis efisiensi biaya produksi copper
oxide pada pt agrofarm nusa raya ponorogo. IAIN PONOROGO.
Kutika, R. F., Saerang, D. P. E.,
& Gerungai, N. Y. T. (2018). Analisis Non Value Added Activity Melalui
Penerapan Activity Based Management Untuk Meningkatkan Efisiensi Pt. Indofood
Cbp Sukses Makmur, Tbk Cabang Bitung. Going
Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 13(02).
Maissa, N. A., & Maulidah, B. M.
(2024). Strategi Diferensiasi Produk Kampung Edamame untuk Mencapai Keunggulan
di Pasar Modern. Gudang Jurnal Multidisiplin
Ilmu, 2(2), 293�296.
Mariantha, H. I. N. (2018). Manajemen Biaya: Cost Management
(Vol. 1). Celebes Media Perkasa.
Muliana, S., & Nurainun, R.
(2022). Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Job Order
Costing. Al-Buhuts, 18(2), 407�429.
https://doi.org/10.30603/ab.v18i2.3019
Palupi, T. A., Zahroh, Z. A., &
NP, M. G. W. E. (2016). Analisis Biaya
Standar untuk Mendukung Efisiensi Biaya Produksi Perusahaan (Studi pada Pabrik
Gula Lestari, Patianrowo, Nganjuk). Brawijaya University.
Park, S. (2020). Managerial Accounting for Decision Making
(Vol. 7). Seohee Academy.
Pratama, A. (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia (Untuk
Pemerintahan dari Teori ke Praktik). Penerbit Widina.
Pratama, P. C., Isharijadi, I., &
Murwani, J. (2017). Analisis Penggunaan Metode Activity Based Management (Abm)
Guna Menghilangkan Non Value Added Activity Untuk Efisiensi Biaya. Fipa: Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi,
5(1).
Satriani, D., & Kusuma, V. V.
(2020). Perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan terhadap
laba penjualan. Jurnal Ilmiah
Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 4(2), 438�453.
Septiana, D. A., Transistari, R.,
& Angela, J. (2022). Optimasi Persediaan Bahan Baku Kain Produk Garmen
dengan Metode Economic Order Quantity. Cakrawangsa
Bisnis: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 3(1).
Sholikha, L. N. M., Zunaidi, A.,
Maghfiroh, F. L., & Pranata, H. Y. (2023). Optimasi Pengendalian Biaya
melalui Activity-Based Costing (ABC): Kerangka Manajemen Lonjakan Harga Saat
Ramadhan. Proceedings of Islamic
Economics, Business, and Philanthropy, 2(1), 201�224.
Siregar, N. K. (2021). Efisiensi Realisasi Anggaran Biaya Produksi
Produk Bius UD. Pekan. Universitas Medan Area.
Waruwu, M. (2024). Metode penelitian
dan pengembangan (R&D): konsep, jenis, tahapan dan kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(2), 1220�1230.
Yanti, E. D., Sebayang, S. A. M.,
& Sanny, A. (2024). Sosialisasi Pengelolaan Sdm Di Era Digital Dalam
Meningkatkan Pendapatan Ekonomi Pada Pelaku Umkm Desa Pematang Serai Kabupaten
Langkat. Jurnal Pengabdian Masyarakat
Sapangambei Manoktok Hitei, 4(2),
267�273.
Zulfiar, E., Zulkarnaini, Z.,
Mawaddah, N., Safaruddin, S., Sa�diyah, H., & Busra, B. (2023). Pelatihan
Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Umkm Dj and Cake Cookies Lhokseumawe. Jurnal Vokasi, 7(2), 140�148.