QUALITY CONTROL (QC) CPO DAN IMPLEMENTASI DALAM MENJAMIN KUALITAS MUTU PRODUK PT
INDUSTRI NABATI LESTARI SIMALUNGUN SUMATERA UTARA
Yusmiyati Fidia Fitri1,
Abdurrozzaq Hasibuan2
Program Studi
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara Medan,
Indonesia
[email protected]1, [email protected]2
Abstrak:
Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis implementasi Quality
Control (QC) dalam proses produksi
Crude Palm Oil (CPO) di PT Industri Nabati Lestari Simalungun,
serta mengevaluasi efektivitasnya dalam menjamin kualitas mutu produk. Metode penelitian yang
digunakan adalah mixed methods, yaitu pendekatan kualitatif dan kuantitatif.
Data dikumpulkan dengan melalui wawancara yang mendalam, observasi langsung
dilakukan di lapangan, dan analisis data produksi. Proses QC di perusahaan ini
melibatkan beberapa tahapan, yaitu pengawasan bahan mentah, pengendalian mutu
selama proses produksi, dan pengujian produk akhir sesuai dengan standar mutu
yang telah ditetapkan (ISO dan SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
implementasi QC di PT Industri Nabati Lestari telah berjalan secara sistematis
dan konsisten, namun masih terdapat beberapa tantangan seperti fluktuasi
kualitas bahan baku dan efisiensi proses produksi. Meskipun demikian, penerapan
prosedur QC yang ketat telah berhasil menjaga standar kualitas CPO yang
diproduksi, sehingga produk dapat memenuhi permintaan pasar domestik maupun
internasional. Studi ini merekomendasikan peningkatan pemantauan rantai pasok
dan penggunaan teknologi otomasi dalam proses QC guna meningkatkan efisiensi
dan kualitas produk secara berkelanjutan.
Kata Kunci: quality
control, crude palm oil, implementasi, mutu produk, industri
nabati
Abstract:
This research aims to analyze the implementation of
Quality Control (QC) in the Crude Palm Oil (CPO) production process at PT
Industri Nabati Lestari Simalungun, as well as
evaluating its effectiveness in ensuring product quality. The research method
used is mixed methods, namely qualitative and quantitative approaches. Data was
collected using in-depth interviews, direct observation in the field, and
analysis of production data. The QC process in this company involves several
stages, namely supervision of raw materials, control during the production
process, and testing of final products in accordance with established quality
standards (ISO and SNI). The research results show that the implementation of
QC at PT Industri Nabati Lestari has been carried out systematically and
consistently, but there are still several challenges such as fluctuations in
the quality of raw materials and efficiency of the production process. However,
the implementation of strict QC procedures has succeeded in maintaining the
quality standards of the CPO produced, so that the product can meet domestic
and international market demand. This study recommends improving supply chain
monitoring and the use of automation technology in QC processes to continuously
improve efficiency and product quality.
Keywords:
Quality Control, Crude Palm Oil
(CPO), Implementation, Product Quality, Vegetable Industry
Pendahuluan
Kegiatan
pengendalian dan pengawasan mutu yaitu kegiatan yang wajib dilakukan oleh
perusahaan dalam menjamin kesesuaian kegiatan produksi dengan standar yang
diterapkan (Mamuaja, 2016; Prayoga, 2023). Jika ada
proses produksi yang tidak sesuai dengan prosedur yang digunakan (penyimpangan
proses), maka penyimpangan tersebut dapat dikoreksi dan disesuaikan kembali.
Sehingga control kualitas proses produksi dari mahan masuk sampai distribusi
harus terjamin dengan baik (Syarifuddin et al., 2021). Salah
satu pengendalian mutu yang dilakukan di PT
Industri Nabati Lestari adalah Statistical
Quality Control.
Statistical Quality Control (SQC) merupakan pengendalian kualitas menggunakan statistik dengan menggunakan teknik penyelesaian masalah dalam memonitor, mengendalikan, menganalisis dan memperbaiki proses produksi untuk memberikan informasi dalam meningkatkan kualitas produk yang digunakan (B. N. Putra, 2024). Kontrol kualitas yang dilakukan oleh PT Industri Nabati Lestari adalah control kualitas dari bahan baku
masuk yakni CPO menuju proses fraksinasi dan refinery, kemudian
packaging dan distribusi dengan
menggunakan parameter yang telah
ditetapkan (Yolanda, 2018). Selain bahan baku dan produk, PT Industri Nabati Lestari juga menggunakan
control kualitas pada bahan
penolong proses (BPP) yang bertujuan
untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkan. Proses produksi meliputi identifikasi faktor penyebab adanya ketidaksesuaian kualitas melalui pengendalian kualitas dari material masuk (CPO) sampai menjadi produk akhir. Kontrol kualitas yang dapat digunakan dengan menggunakan statistical quality control (SQC), pengendalian kualitas total (Total Quality Control (TQC)) (Syarifuddin et al., 2021), Six Sigma (Ginting & Ulkhaq, 2018), dan analisis ergonomis.
Standar mutu
yang digunakan oleh PT Industri Nabati Lestari merupakan standar mutu yang
diadopsi dari PORAM. Selain itu, PT Industri Nabati Lestari menyesuaikan produk
yang dihasilkan dengan dengan standar internasional lainnya untuk mempermudah
akses pasar yang ada. Adapun standar yang digunakan adalah standar dari International Organization for Standardization (ISO), International Sustainability and Carbon
Certification (ISCC), dan sertifikasi lainnya yang diminta dari pembeli untuk
memenuhi standar yang diterapkan. Oleh karena itu, PT Industri Nabati Lestari melakukan
pengujian pada sampel yang telah ditentukan yakni RBDPO, PFAD, olein, dan stearin. Pengujian
yang dilakukan oleh PT Industri Nabati terkait kontrol kualitas yang dilakukan adalah analisis FFA, DOBI, bilangan iod (IV), warna, dan analisis could
point temperature (CPt).
Metode
Proses pengujian yang dilakukan oleh PT Industri Nabati
Lestari menggunakan standar internasional yang telah ditetapkan sebagai
parameter mutu kualitas CPO. PT Industri Nabati Lestari menggunakan metode AOCS
yang merupakan metode yang disusun oleh American Oil Chemist� Society (AOCS)
dan telah diadopsi sebagai standar internasional oleh Internasional
Organization for Standardization (ISO). Metode yang digunakan untuk menentukan
kualitas CPO adalahg AOCS Ca 5a � 40, AOCS Ca 2c � 25, dan MPOB Test method
p2.9 (2004). Metode AOCS Ca 5a � 40 merupakan metode analisis yang digunakan
dalam menentukan nilai kadar asan lemak bebas (FFA) (Ayyildiz & Kara,
2014). Metode lainnya yang digunakan adalah metode AOCS Ca 2c
� 25 adalah metode analisis yang digunakn untuk menentukan kadar air dan
kotoran (Moisture and Impurities) pada CPO. Selain itu, MPOB Test method p2.9
(2004) merupakan m etode analisis yang digunakan dalam menentukan FFA dari CPO
yang digunakan oleh Malaysian Palm Oil Board (MPOB) yang kemudian diadopsi oleh
PT Industri Nabati Lestari, namun dengan standardisasi menggunakan PORAM untuk
nilai DOBI. Kadar ALB yang tinggi akan menunjukkan adanya kerusakan terhadap
CPO. MPOB test p2.9 (2004) dapat digunakan dalam menentukan kualitas CPO melalui Deterion of Bleachability Index (DOBI) (Sitanggang et al.,
2020). Parameter dan
spesifikasi CPO di PT Industri Nabati Lestari.
Tabel 1. Proses dan
Spesifikasi CPO di PT Industri Nabati Lestari
|
No |
Parameter |
Metode |
Spesifikasi |
|
1 |
FFA (as palmitic)
(%) |
AOCS Ca 5a � 40 |
Maks. 5,0 |
|
2 |
Moisture and
Impurities (%) |
AOCS Ca 2c � 25 |
Maks. 0,5 |
|
3 |
DOBI |
MPOB Test method
p2.9 (2004) |
Min. 2,0 |
Hasil dan Pembahasan
Pengujian yang dilakukan oleh PT Industri
Nabati Lestari dalam proses produksi menggunakan standar dan metode yang telah
ditetapkan sesuai dengan Tabel xxx. Data yang digunakan merupakan data
yang diperoleh selama Bulan Juli 2023 dengan rentang periode selama tanggal 11
- 15 Oktober 2024 dengan parameter nilai FFA, moisture content and
impurities (M&I), dan DOBI. Data yang digunakan merupakan data
rata-rata selama periode tersebut dengan memggunakan empat (4) pemasok utama
CPO di PT Industri Nabati Lestari yakni PKS Tinjowan, PKS Mayang, PKS, Biyu
Iyas Malela, dan PKS Pabatu (Julianto,
2020; Levia, 2023; Mondamina & Oktavia, 2021; Ramadhan et al., 2022).
Hasil pengujian yang dilakukan oleh PT Industri Nabati Lestari meliputi:
A.
Analisis FFA
Analisis
FFA pasa sampel CPO merupakan proses penentuan kadar asam lemak bebas. Kadar
FFA penting dalam menentukan kualitas CPO sebagai material produksi untuk
produk minyak goreng (Arrahman et
al., 2022). Jika nilai FFA tinggi
maka kualitas CPO yang digunakan merupakan CPO dengan kualitas buruk. Semakin
buruk kualitas CPO yang digunakan maka akan mengindikasikan tingkat
ketidakstabilan dan keruskan pada produk minyak yang diproduksi (Syahputra,
2023).
Tabel 2. Hasil Analisis Nilai FFA
CPO di PT Industri Nabati Lestari
|
Tanggal |
PKS Tinjowan |
PKS Mayang |
PKS Biyu Iyas
Malela |
PKS Pabatu |
Maks. FFA (%) |
|
11 |
3,52 |
4,18 |
4,28 |
3,18 |
5,0 |
|
12 |
3,47 |
4,24 |
4,39 |
3,36 |
5,0 |
|
13 |
3,39 |
4,09 |
3,88 |
3,28 |
5,0 |
|
14 |
3,40 |
4,22 |
4,32 |
3,24 |
5,0 |
|
15 |
3,37 |
3,85 |
4,64 |
4,76 |
5,0 |
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa peta
kendali untuk hasil analisis FFA CPO pada PT Industri Nabati Lestari dapat
dilihat pada Gambar 1.
�
Gambar 1.
Hasil Analisis FFA CPO dari
Berbagai Pemasok
B. Nilai
Moisture dan Impurities
Penentuan
kadar air dan kebersihan dari CPO merupakan hal yang penting untuk dilakukan.
Kadar air merupakan parameter yang mengukur jumlah air yang terkandung di dalam
CPO. Kadar air terlalu tinggi dapat menyebabkan reaksi oksidasi dan penyebab
kerusakan pada produk turunan kelapa sawit salah satunya adalah olein (Nugroho, 2019;
I. R. Putra, 2015). Sedangkan, impurities
merupakan parameter yang digunakan untuk menghitung jumlah kotoran yang
terkandung di dalam CPO. Sumber kotoran dapat bersumber dari tanah, daun,
proses distribusi, dan proses pengolahan CPO. Hasil analisis nilai M&I di
PT Industri Nabati Lestari.
Tabel 3. Hasil Analisis Nilai M&I
CPO di PT Industri Nabati Lestari
|
Tanggal |
PKS Tinjowan |
PKS Mayang |
PKS Biyu Iyas Malela |
PKS Pabatu |
Maks. M&I (%) |
|
11 |
0,42 |
0,42 |
0,44 |
0,42 |
0,5 |
|
12 |
0,4 |
0,37 |
0,41 |
0,42 |
0,5 |
|
13 |
0,44 |
0,41 |
0,41 |
0,41 |
0,5 |
|
14 |
0,43 |
0,4 |
0,42 |
0,43 |
0,5 |
|
15 |
0,44 |
0,4 |
0,45 |
0,43 |
0,5 |
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa peta
kendali untuk hasil analisis M&I CPO pada PT Industri Nabati Lestari dapat
dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Hasil Analisis M&I
CPO dari Berbagai Pemasok
Berdasarkan hasil dari
peta kendali diketahui bahwa selama rentang proses pengujian setiap pemasok
memiliki CPO dengan kualitas baik berdasarkan nilai M&I. Hal ini dapat
dilihat pada peta kendali (Gambar 2) dengan average nilai CPO setiap
pemasok tidak ada yang melewati batas maksimal nilai M&I yang telah
ditentukan oleh PT Industri Nabati Lestari. Faktor-faktor yang mempengaruhi
kadar M&I memenuhi standar yang telah ditetapkan adalah faktor metode yang
digunakan selama proses perebusan CPO dan kurangnya ketelitian pekerja dalam
menggunakan alat-alat yang menyebabkan tingginya kadar air (Arrahman et al.,
2022; Paramitha & Ekawati, 2022; Rangkuti1 et al., 2021). Selain
itu, faktor yang mmepengaruhi nilai M&I adalah distribusi dan penyimpanan CPO.
C. Nilai
Analisis DOBI
Deterioration of
Bleachability Index (DOBI)
adalah parameter kualitas pada CPO. Nilai DOBI yang tinggi
pada CPO menunjukkan kualitas
CPO yang digunakan memiliki kualitas baik. Semakin rendah nilai DOBI pada CPO yang digunakan
pada proses produksi maka akan menurunkan kualitas produk yang dihasilkan. Nilai
DOBI yang rendah mengindikasikan adanya kenaikan kandungan produk oksidasi
sekunder (Hasibuan,
2012). Hasil analisis DOBI CPO
di PT Industri Nabati Lestari.
Tabel 4. Hasil Analisis Nilai DOBI
CPO di PT Industri Nabati Lestari
|
Tanggal |
PKS Tinjowan |
PKS Mayang |
PKS Biyu Iyas Malela |
PKS Pabatu |
Min. DOBI |
|
11 |
2,24 |
2,23 |
2,23 |
2,25 |
2,0 |
|
12 |
2,25 |
2,22 |
2,22 |
2,25 |
2,0 |
|
13 |
2,25 |
2,23 |
2,23 |
2,25 |
2,0 |
|
14 |
2,25 |
2,23 |
2,23 |
2,25 |
2,0 |
|
15 |
2,25 |
2,25 |
2,22 |
2,25 |
2,0 |
Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa peta
kendali untuk hasil analisis DOBI CPO pada PT Industri Nabati Lestari dapat
dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Hasil Analisis DOBI CPO
dari Berbagai Pemasok
Berdasarkan hasil dari peta kendali diketahui bahwa
selama rentang proses pengujian setiap pemasok memiliki CPO dengan kualitas
baik berdasarkan nilai DOBI. Hal ini dapat dilihat pada peta kendali (Gambar
3) dengan average nilai CPO setiap pemasok melebihi batas minimal yang
telah ditetapkan oleh PT Industri Nabati Lestari yakni 2,0. Faktor-faktor yang
mempengaruhi nilai DOBI adalah faktor metode yang digunakan selama proses
perebusan atau pemanasan CPO yang berlebih. Proses pengutipan minyak dari
limbah PKS yang dicampur kembali kedalam CPO dengan mutu baik. Hal ini dapat menyebabkan kadar karoten mengalami
degradasi dan menyebabkan nilai DOBI menjadi rendah atau tidak sesuai dengan
standar yang ditetapkan (Hasibuan et al., 2017). Selain itu, faktor yang mmepengaruhi nilai DOBI
adalah distribusi dan penyimpanan CPO.
Kesimpulan
Pengendalian mutu produk
di PT. Industri Nabati Lestari dilakukan oleh Divisi
Quality Assurance and Control (QA&C) yang menjamin
mutu mulai dari bahan baku
hingga produk akhir sesuai standar
yang digunakan, seperti
PORAM, BPOM, SNI, dan Halal. Berdasarkan peta kendali, pengujian
Crude Palm Oil (CPO) menunjukkan bahwa
secara keseluruhan kualitas produk telah memenuhi standar PORAM, termasuk parameter
nilai asam lemak bebas (FFA), DOBI, serta moisture
and impurities (M&I), tanpa ada
nilai yang keluar dari standar yang ditetapkan. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi nilai FFA dan M&I
sehingga tidak memenuhi standar, seperti kualitas bahan baku yang kurang baik, pencampuran
bahan baku berkualitas tinggi dengan yang berkualitas rendah, serta proses pengolahan dan penyimpanan yang terlalu lama.
Daftar Pustaka
Arrahman, M., Walida, H., Saragih, S. H. Y., Mustamu, N. E.,
& Triyanto, Y. (2022). ANALISIS MUTU CPO MENGGUNAKAN METODE TRITASI (Studi
Kasus: PT Hari Sawit Jaya). Fruitset
Sains: Jurnal Pertanian Agroteknologi, 10(2), 82�87.
Ayyildiz, H. F., & Kara, H.
(2014). A highly efficient automated flow injection method for rapid
determination of free fatty acid content in corn oils. Journal of the American Oil Chemists� Society, 91, 549�558.
https://doi.org/10.1007/s11746-013-2403-0
Ginting, E. I., & Ulkhaq, M. M.
(2018). Menggunakan Metode Six Sigma (Studi Pada Plant 4 Refinery PT Wilmar
Nabati Indonesia). Industrial
Engineering Online Journal, 7(1).
Hasibuan, H. A. (2012). Kajian mutu
dan karakteristik minyak sawit Indonesia serta produk fraksinasinya. Jurnal Standardisasi, 14(1), 13�21.
Hasibuan, H. A., Afriana, L., &
Tamba, D. (2017). Pengaruh Dosis Bleaching Earth Dan Waktu Pemucatan Crude Palm
Oilyang Bervariasi Deterioration of Bleachability Index (Dobi) Terhadap Mutu
Produk. Jurnal Teknologi Industri
Pertanian, 27(1).
Julianto, T. S. (2020). Validasi Metode Penentuan Asam Lemak Bebas
(ALB) pada Crude Palm Oil (CPO) Menggunakan Autotitrator di Balai Laboratorium
Bea dan Cukai Kelas 1 Jakarta.
Levia, D. (2023). Analisis Proses
Produksi CPO Untuk Mengidentifikasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas
Mutu CPO. Jurnal Teknologi Dan
Manajemen Industri Terapan, 2(2),
82�89. https://doi.org/10.55826/tmit.v2i2.72
Mamuaja, C. F. (2016). Pengawasan mutu dan keamanan pangan.
Unsrat Press.
Mondamina, N., & Oktavia, L.
(2021). Pengaruh Penambahan Kalsium Karbonat (CaCO3) Pada Kandungan Asam Lemak
Bebas pada Minyak Kelapa Sawit Restan. Jurnal
Penelitian Kelapa Sawit, 29(2),
63�72. https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v29i2.127
Nugroho, A. (2019). Teknologi
Agroindustri Kelapa Sawit. Lambung
Mengkurat Universitas Press (Issue November).
Paramitha, A., & Ekawati, R.
(2022). Analisis Karakteristik mutu palm kernel oil (Pko) Asal Pt. Perkebunan
Nusantara Iv Unit Usaha Pabatu. Agribios,
20(1), 50�62.
Prayoga, S. A. (2023). Sistem Produksi Semen Dan Manajemen
Pengendalian Kualitas Packer Pada Divisi Packer Pt. Semen Indonesia (PERSERO)
Tbk.
Putra, B. N. (2024). Analisis
Implementasi Total Quality Management (TQM) dalam Meingkatkan Kualitas Produk
pada Conneight Studio Kota Malang. Transformasi:
Journal Of Economics And Business Management, 3(3), 119�131. https://doi.org/10.56444/transformasi.v3i3.1960
Putra, I. R. (2015). Kinetika Perubahan Kadar Asam Lemak Bebas
Dan Kadar Minyak Kelapa Sawit Akibat Penundaan.
Ramadhan, R., Harahap, U. N., &
Nasution, R. H. (2022). Penerapan metode Six Sigma pada pengendalian kualitas
minyak goreng di PT. INNO-Wangsa Oil & Fat. Jurnal VORTEKS, 3(1),
141�148. https://doi.org/10.54123/vorteks.v3i1.137
Rangkuti1, I. U. P.,
Purwanto, H., & Pohan, H. S. U. (2021). Pengaruh Jenis Aktivator Adsorben
Abu Boiler Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Mutu Minyak Sawit Mentah The Effects of
Adsorbent Activator Type, Boiler Ash on The Quality of Crude Palm Oil. Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol, 10(3), 351�355.
https://doi.org/10.23960/jtep-l.v10.i3.351-355
Sitanggang, A., Isharyadi, F.,
Faridah, D., & Andarwulan, N. (2020). Physicochemical Characterization of
Crude Palm Oil (CPO) in Sumatra and Non Sumatra Region. Proceedings of The 2nd SEAFAST International Seminar (2nd SIS
2019)-Facing Future Challenges: Sustainable Food Safety, Quality and Nutrition,
43�48.
Syahputra, R. D. (2023). Analisis Six Sigma Dalam Peningkatan
Kualitas Produk Crude Palm Oil (Cpo) Guna Meminimalisir Defect (Studi Kasus:
Pt. Peputra Masterindo). http://hdl.handle.net/123456789/44508
Syarifuddin, S., Aulia, F. N., &
Erliana, C. I. (2021). Analisis Kualitas Olein Dengan Menggunakan Metode Sqc Di
Pt. Industri Nabati Lestari. Industrial
Engineering Journal, 10(2).
https://doi.org/10.53912/iej.v10i2.678
Yolanda, T. (2018). Catalytic cracking minyak jarakpagar
(jatropa curcas l) menggunakan katalis zeolit zlam. Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah �.