EVALUASI ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
SUB-SEKTOR D-22 PROCESSED FOODS YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA 2018-2022
Yosep
Suteja
Universitas
Mercu Buana Jakarta,
Indonesia
Abstrak:
Penelitian
ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi dan melakukan analisis pada kinerja
keuangan Perusahaan sub-sektor D-22 Processed Foods yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Metode penelitian yang
digunakan adalah dengan memperbandingkan dan menganalisis rasio keuangan dan
tren perkembangan setiap Perusahaan selama 5 tahun terakhir. Analisis kinerja
menggunakan rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari laporan
keuangan tahunan Perusahaan yang dipublikasikan dalam periode 2018 hingga 2022. Hasil perhitungan rasio
likuiditas menunjukkan bahwa adanya peningkatan dalam kebutuhan modal kerja
setiap tahunnya dan ada pengingkatan kemampuan Perusahaan untuk memenuhi
kewajibannya. Hasil perhitungan rasio aktivitas menunjukkan adanya penurunan
kinerja keuangan Perusahaan dalam menghasilkan pendapatan operasional relatif
terhadap investasi yang dilakukan dan adanya penurunan efisiensi penggunaan
asset Perusahaan dalam menghasilkan pendapatan. Hasil rasio solvabilitas
menunjukkan hasil yang bervariasi ada Perusahaan yang lebih banyak menggunakan
sumber dana dari� hutang dibandingkan
dengan ekuitasnya untuk membiayai operasional dan investasi dan ada juga yang
menunjukkan sebaliknya. Berdasarkan hasil perhitungan rasio profitabilitas
menunjukkan penurunan kinerja atau efisiensi penggunaan asset dan ekuitas Perusahaan
dalam menghasilkan laba. Penelitian ini dapat menjadi wawasan yang berharga
bagi para pemangku kepentingan, termasuk investor, manajemen perusahaan, dan
regulator pasar modal, dalam mengevaluasi kinerja keuangan perusahaan
sub-sektor D-22 Processed Foods yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Temuan
pada penelitian ini dapat jadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan
investasi dan mengembangkan strategi bisnis di industri makanan olahan. Selain
itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi pada literatur akademik dalam
bidang analisis kinerja keuangan perusahaan di sektor makanan olahan.
Kata Kunci: kinerja keuangan, sub-sektor D-22 Processed Foods, Bursa Efek
Indonesia
Abstract:
This
study aims to evaluate and analyze the financial performance of companies in
the D-22 Processed Foods sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange from
2018 to 2022. The research method involves comparing and analyzing financial
ratios and development trends of each company over the past 5 years.
Performance analysis includes liquidity ratios, activity ratios, solvency
ratios, and profitability ratios. Data used in the study were obtained from the
annual financial reports of the companies published from 2018 to 2022. The
results of liquidity ratio calculations indicate an annual increase in working
capital requirements and an improvement in the company's ability to meet its
obligations. Activity ratio calculations show a decline in the financial
performance of companies in generating operational income relative to the
investments made, along with a decrease in the efficiency of using company
assets to generate income. Solvency ratio results vary, with some companies
relying more on debt than equity to finance operations and investments, while
others show the opposite. Profitability ratio calculations reveal a decline in
the performance or efficiency of using assets and equity to generate profits.
This research provides valuable insights for stakeholders, including investors,
company management, and capital market regulators, in evaluating the financial
performance of companies in the D-22 Processed Foods sub-sector listed on the
Indonesia Stock Exchange. The findings can serve as a basis for investment
decisions and business strategy development in the processed food industry.
Additionally, the study contributes to academic literature in the field of
financial performance analysis of companies in the processed food sector.
Keywords:
financial
performance, D-22 Processed Foods sub-sector, Indonesia Stock Exchange
����� ����
Pendahuluan
Industri
makanan olahan atau processed foods adalah salah satu sektor yang penting dalam
industri pangan. Produk makanan olahan telah menjadi bagian penting dari pola
konsumsi masyarakat modern. Proses pengolahan makanan membantu dalam
meningkatkan daya tahan, kenyamanan, dan nilai gizi produk makanan. Industri
makanan olahan memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan di berbagai negara,
termasuk Indonesia, karena perubahan gaya hidup dan meningkatnya permintaan
konsumen akan produk makanan yang praktis dan siap saji. Pada tahun 2019 hingga
tahun 2022 telah terjadi Pandemi Covid-19, salah satu dampak negatif dari
Covid-19 adalah terjadinya penurunan permintaan pada beberapa komoditas yang
menyebabkan turunnya profit. Pada Perusahaan yang bergerak di bidang Kesehatan
dan barang kebutuhan pokok dalam kondisi ini mengalami profit yang tinggi. Bagi
Perusahaan kondisi pandemi ini mengancam dana kas, pilihan Perusahaan agar
tetap bisa bertahan adalah dengan terlibat dalam persaingan harga dan melakukan
penekanan pada biaya keluar dan operasional Perusahaan, sedangkan bagi bisnis
yang tidak menguntungkan akan ditutup.
Sektor
industri makanan olahan merupakan salah satu bidang usaha yang berkembang dan
terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kecenderungan
Masyarakat terhadap makanan cepat saji di Indonesia mengakibatkan banyak
bermunculan pelaku usaha makanan baru karena sektor tersebut diyakini memiliki
prospek yang menjanjikan baik saat ini maupun dimasa yang akan datang.
Menurut Wiratna (2017:71)
menyatakan bahwa Kinerja keuangan merupakan hasil dari evaluasi terhadap
pekerjaan yang telah selesai dilakukan, hasil pekerjaan tersebut dibandingkan
dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama. Baik atau buruknya kinerja suatu
perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan. Analisis laporan
keuangan pada dasarnya membantu dalam menilai status keuangan suatu perusahaan.
Tujuan yang dicapai ketika menganalisis laporan keuangan mengenai status
keuangan adalah untuk melakukan analisis rasio keuangan. Dalam konteks ini,
analisis kinerja keuangan Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia dalam Sub-sektor D22 Processed Foods menjadi sangat penting.
Metode
Penelitian
ini menggunakan Teknik kuantitatif deskripsi. Peneliti akan meneliti
Perusahaan-perusahaan dalam sub sektor makanan olahan (processed foods) yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2018 hingga 2022. Data
laporan keuangan yang digunakan diambil dari website resmi Perusahaan. Untuk
objek penelitian ini, ada 4 perusahaan dari 19 perusahaan sub sektor makanan
olahan yang peneliti gunakan. Masing-masing rasio yang peneliti gunakan dalam
penelitian ini adalah rasio likuiditas yaitu net working capital dan current
ratio, rasio aktivitas yaitu operating income return on investment (oiroi) dan
total asset turnover, rasio solvabilitas yaitu debt to asset ratio dan debt to
equity ratio, dan rasio profitabilitas yaitu Return on Asset (ROA) dan Return on
Equity (ROE).
Hasil dan Pembahasan
1��� Rasio
Likuiditas
Tabel 1 Net Working
Capital
|
No |
Code Perusahaan |
Net Working Capital |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
��� 6.886,20 |
� 10.068,60 |
� 11.540,10 |
� 15.101,50 |
� 21.036,40 |
������������� 12.926,56 |
|
2 |
GOOD |
������� 242,39 |
������� 696,01 |
��� 1.008,00 |
������� 842,00 |
��� 1.359,00 |
������������������ 829,48 |
|
3 |
MYOR |
��� 7.883,34 |
��� 9.049,74 |
��� 9.363,40 |
��� 7.399,01 |
��� 9.135,99 |
��������������� 8.566,30 |
|
4 |
STTP |
������� 574,13 |
������� 756,91 |
������� 879,74 |
��� 1.504,48 |
��� 2.044,69 |
��������������� 1.151,99 |
|
Rata-Rata NWC 4 Perusahaan |
���������
3.897 |
���������
5.143 |
���������
5.698 |
���������
6.212 |
���������
8.394 |
|
|
|
Rata-Rata Net Working Capital 4 Perusahaan
5 Tahun |
�������������������� 5.869 |
||||||
Net Working Capital
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar 1 Grafik
Net Working Capita
Sumber : Data Terproses
(2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki net
working capital tertinggi terletak
pada PT. Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk (ICBP) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 12.926,56 dan berada diatas rata-rata industri sebesar 5.869 yang artinya menunjukkan bahwa PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP) memiliki cukup asset
lancar (current assets) untuk
memenuhi kewajiban lancar (current liabilities). Ini menunjukkan
bahwa PT. Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk (ICBP) memiliki likuiditas yang baik dan dapat
memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan mudah. Dan net
working capital terendah terletak
pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 829,48 dan
berada dibawah rata-rata industri sebesar 5.869.
2. Current Ratio
Tabel 2 Current Ratio
|
No |
Code Perusahaan |
Current ratio |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
1,95 |
2,54 |
2,26 |
1,80 |
3,10 |
2,33 |
|
2 |
GOOD |
1,18 |
1,53 |
1,76 |
1,47 |
1,74 |
1,54 |
|
3 |
MYOR |
2,65 |
3,42 |
3,69 |
2,32 |
2,62 |
2,94 |
|
4 |
STTP |
1,84 |
2,85 |
2,40 |
4,16 |
4,85 |
3,22 |
|
Rata-Rata Current Ratio 4 Perusahaan |
����������� 1,91 |
2,59 |
2,53 |
2,44 |
3,08 |
|
|
|
Rata-Rata Current Ratio 4 Perusahaan 5 Tahun |
����������������������� 2,51 |
||||||
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar Grafik
2 Current Ratio
Sumber : Data Terproses
(2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki current
ratio tertinggi terletak pada PT. Siantar Top Tbk (STTP) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 3,22 dan berada diatas rata-rata industri sebesar 2,51 yang artinya menunjukkan bahwa PT. Siantar Top Tbk (STTP) memiliki asset lancar (current assets) yang cukup
besar untuk memenuhi kewajiban lancar (current liabilities). Ini menunjukkan
bahwa PT. Siantar Top Tbk (STTP) memiliki likuiditas yang baik dan dapat memenuhi
kewajiban jangka pendeknya dengan mudah. Dengan memiliki asset lancar
yang cukup besar,
Perusahaan dapat melindungi
dirinya dari resiko keuangan yang mungkin timbul. Dan
current ratio terendah terletak
pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 1,54 dan berada dibawah rata-rata industri sebesar 2,51.
3��� Rasio
Aktivitas
1. Operating Income Return on Investment (OIROI)
Tabel 3 Operating Income Return on Investment (OIROI)
|
No |
Code Perusahaan |
Operating Income Return on Investment (OIROI) |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
0,18 |
0,19 |
0,08 |
0,09 |
0,11 |
0,13 |
|
2 |
GOOD |
0,15 |
0,13 |
0,03 |
0,07 |
0,07 |
0,09 |
|
3 |
MYOR |
0,14 |
0,16 |
0,14 |
0,08 |
0,10 |
0,12 |
|
4 |
STTP |
0,12 |
0,21 |
0,22 |
0,16 |
0,12 |
0,17 |
|
Rata-Rata OIROI 4 Perusahaan |
0,15 |
0,17 |
0,12 |
0,10 |
0,10 |
|
|
|
Rata-Rata
Operating Income Return on Investment (OIROI) 4
Perusahaan 5 Tahun |
0,13 |
||||||
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar Grafik 3
Operating Income Return on
Investment (OIROI)
Sumber : Data Terproses
(2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki
Operating Income Return on Investment (OIROI) tertinggi
terletak pada PT. Siantar Top Tbk (STTP) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 0,17 dan berada diatas rata-rata industri sebesar 0,13 yang artinya menunjukkan bahwa PT. Siantar
Top Tbk (STTP) telah berhasil menghasilkan pendapatan operasional (operating
income) yang tinggi dibandingkan
dengan investasi yang telah dilakukan. Ini menunjukkan bahwa PT. Siantar Top Tbk (STTP) memiliki efisiensi dalam mengelola sumber daya dan proses operasionalnya. Dengan menghasilkan pendapatan
operasional yang tinggi secara konsisten, Perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dan meningkatkan
nilai bagi pemegang saham. Dan
Operating Income Return on Investment (OIROI) terendah
terletak pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 0,09
dan berada dibawah rata-rata industri sebesar 0,13.
2. Total Assets Turnover
Tabel 4
Total Assets Turnover
|
No |
Code Perusahaan |
Total Assets Turnover |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
1,11 |
1,09 |
0,45 |
0,48 |
0,56 |
0,74 |
|
2 |
GOOD |
1,90 |
1,66 |
1,15 |
1,30 |
1,43 |
1,49 |
|
3 |
MYOR |
1,36 |
1,31 |
1,23 |
1,40 |
1,37 |
1,33 |
|
4 |
STTP |
1,07 |
1,21 |
1,11 |
1,08 |
1,07 |
1,11 |
|
Rata-Rata Total Assets Turnover 4
Perusahaan |
1,36 |
1,32 |
0,99 |
1,07 |
1,11 |
|
|
|
Rata-Rata Total Assets Turnover 4
Perusahaan 5 Tahun |
1,17 |
||||||
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar Grafik 4
Total Assets Turnover
Sumber : Data Terproses
(2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki Total
Assets Turnover tertinggi terletak
pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 1,49 dan berada diatas rata-rata industri sebesar 1,17 yang artinya menunjukkan bahwa PT Garudafood
Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
telah berhasil menghasilkan pendapatan yang tinggi dengan penggunaan
asset yang efisien. Ini menunjukkan
bahwa PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) telah mengelola dan memanfaatkan asset dengan efisien, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas operasional. Ini juga mengindikasikan
bahwa PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) memiliki pengelolaan stok yang baik dengan mengurangi stok yang tidak perlu atau berlebihan,
Perusahaan dapat mengoptimalkan
penggunaan asset dan menghindari biaya penyimpanan yang tinggi.
Total assets turnover yang tinggi dapat
membuat Perusahaan menjadi lebih menarik bagi
investor. Dan Total assets turnover terendah terletak pada PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP) dengan rata-rata 5 tahun
sebesar 0,74 dan berada dibawah rata-rata industri sebesar 1,17.
3. Rasio Solvabilitas
1. Debt to Assets Ratio (DAR)
Tabel 5 Debt to Assets Ratio (DAR)
|
No |
Code Perusahaan |
Debt to Assets Ratio (DAR) |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
0,34 |
0,31 |
0,51 |
0,53 |
0,50 |
0,44 |
|
2 |
GOOD |
0,41 |
0,45 |
0,56 |
0,55 |
0,54 |
0,50 |
|
3 |
MYOR |
0,51 |
0,48 |
0,43 |
0,43 |
0,42 |
0,45 |
|
4 |
STTP |
0,37 |
0,25 |
0,22 |
0,15 |
0,14 |
0,23 |
|
Rata-Rata DAR 4 Perusahaan |
0,41 |
0,37 |
0,43 |
0,42 |
0,40 |
|
|
|
Rata-Rata Debt to Assets Ratio (DAR) 4
Perusahaan 5 Tahun |
0,41 |
||||||
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar Grafik 5
Debt to Assets Ratio (DAR)
Sumber : Data Terproses
(2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki Debt to
Assets Ratio (DAR) tertinggi terletak
pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 0,50 dan berada diatas
rata-rata industri sebesar
0,41 yang artinya menunjukkan
bahwa PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) memiliki tingkat resiko keuangan yang tinggi karena memiliki proporsi utang yang tinggi dibandingkan dengan total asset yang dimiliki.
Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi harus membayar
bunga dan pokok utang yang lebih besar, sehingga
meningkatkan resiko ketidakmampuan untuk memenuhi kewajiban finansialnya. Debt to Assets Ratio
(DAR) yang tinggi juga dapat menunjukkan bahwa Perusahaan sangat bergantung pada pendanaan melalui utang, hal ini
dapat mengurangi profitabilitas Perusahaan dan mengurangi kemampuan untuk melakukan investasi atau membayar dividen kepada pemegang saham. Dan Debt to Assets Ratio (DAR) terendah terletak pada PT. Siantar Top Tbk (STTP) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 0,23 dan berada dibawah
rata-rata industri sebesar
0,41.
�����������
Tabel 6 Debt to Equity Ratio (DER)
|
No |
Code Perusahaan |
Debt to Equity Ratio (DER) |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
0,51 |
0,45 |
1,04 |
1,15 |
1,01 |
0,83 |
|
2 |
GOOD |
0,69 |
0,83 |
1,25 |
1,22 |
1,19 |
1,04 |
|
3 |
MYOR |
1,06 |
0,92 |
0,75 |
0,75 |
0,74 |
0,84 |
|
4 |
STTP |
0,59 |
0,34 |
0,29 |
0,18 |
0,16 |
0,31 |
|
Rata-Rata DER 4 Perusahaan |
0,71 |
0,64 |
0,83 |
0,83 |
0,78 |
|
|
|
Rata-Rata Debt to Equity Ratio (DER) 4
Perusahaan 5 Tahun |
0,76 |
||||||
�Debt to Equity Ratio (DER)
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar Grafik 6
Debt to Equity Ratio (DER)
Sumber : Data Terproses
(2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki Debt to
Equity Ratio (DER) tertinggi terletak
pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 1,04 dan berada diatas rata-rata industri sebesar 0,76 yang artinya menunjukkan bahwa PT Garudafood
Putra Putri Jaya Tbk (GOOD)
memiliki proporsi utang yang tinggi. Perusahaan mungkin menghadapi kesulitan dalam mendapatkan sumber pendanaan lain,
seperti ekuitas atau pendanaan internal, yang dapat membatasi fleksibilitas keuangan dan pertumbuhan jangka panjang. Perusahaan yang memiliki Debt to Equity Ratio (DER)� yang tinggi meningkatkan resiko kesulitan keuangan, terutama jika Perusahaan mengalami penurunan pendapatan. Dan Debt to Equity Ratio (DER) terendah terletak pada PT. Siantar Top Tbk (STTP) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 0,31 dan berada dibawah
rata-rata industri sebesar
0,76.
Tabel 7
Return on Assets (ROA)
|
No |
Code Perusahaan |
Return on Assets (ROA) |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
19,50 |
20,30 |
12,90 |
10,50 |
11,50 |
14,94 |
|
2 |
GOOD |
10,10 |
8,61 |
3,67 |
7,28 |
7,12 |
7,36 |
|
3 |
MYOR |
10,00 |
11,00 |
11,00 |
6,00 |
9,00 |
9,40 |
|
4 |
STTP |
9,69 |
16,75 |
18,23 |
15,76 |
13,60 |
14,81 |
|
Rata-Rata ROA 4 Perusahaan |
12,32 |
14,17 |
11,45 |
9,89 |
10,31 |
|
|
|
Rata-Rata Return on Assets (ROA) 4
Perusahaan 5 Tahun |
11,63 |
||||||
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar Grafik 7
Return on Assets (ROA)
Sumber : Data Terproses (2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki Return
on Assets (ROA) tertinggi terletak
pada PT. Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk (ICBP) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 14,94 dan berada diatas rata-rata industri sebesar 11,63 yang artinya menunjukkan bahwa PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP) berhasil menghasilkan
keuntungan yang tinggi dibandingkan dengan asset yang dimiliki. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
(ICBP) telah efisien dalam memanfaatkan asset untuk menghasilkan keuntungan. Perusahaan mampu menghasilkan pendapatan yang tinggi dengan biaya operasional
yang terkendali, sehingga meningkatkan profitabilitas.
Hal ini juga menunjukkan� bahwa PT.
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) memiliki pengelolaan risiko yang baik. Dan Return on Assets (ROA) terendah
terletak pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 7,36
dan berada dibawah rata-rata industri sebesar 11,63.
Tabel 8 Return on Equity (ROE)
|
No |
Code Perusahaan |
Return on Equity (ROE) |
Rata-rata selama 5 Tahun |
||||
|
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
|||
|
1 |
ICBP |
21,70 |
21,70 |
19,20 |
15,00 |
10,20 |
17,56 |
|
2 |
GOOD |
17,09 |
15,76 |
8,26 |
16,19 |
15,57 |
14,57 |
|
3 |
MYOR |
21,00 |
21,00 |
19,00 |
11,00 |
15,00 |
17,40 |
|
4 |
STTP |
15,49 |
22,47 |
23,52 |
18,71 |
15,90 |
19,22 |
|
Rata-Rata ROE 4 Perusahaan |
18,82 |
20,23 |
17,50 |
15,23 |
14,17 |
|
|
|
Rata-Rata Return on Equity (ROE) 4
Perusahaan 5 Tahun |
17,19 |
||||||
Return on Equity (ROE)
Sumber : Data Terproses
(2023)
Gambar Grafik 8
Return on Equity (ROE)
Sumber : Data Terproses
(2023)
Berdasarkan data diatas penulis
menyimpulkan bahwa perusahaan yang memiliki Return
on Equity (ROE) tertinggi terletak
pada PT. Siantar Top Tbk (STTP) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 19,22 dan berada diatas rata-rata industri sebesar 17,19 yang artinya menunjukkan bahwa PT. Siantar Top Tbk (STTP) berhasil memperoleh keuntungan yang tinggi bagi para
pemegang saham dibandingkan dengan ekuitas yang dimiliki. PT. Siantar Top Tbk
(STTP) telah efisien dalam memanfaatkan modalnya untuk mendapatkan keuntungan bagi para pemegang
saham. Perusahaan dengan
Return on Equity (ROE) yang tinggi cenderung menunjukkan kualitas manajemen yang baik, pertumbuhan yang berkelanjutan dan kemampuan untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi dalam jangka
panjang. Dan Return on Equity (ROE) terendah terletak pada PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) dengan rata-rata 5 tahun sebesar 14,57 dan
berada dibawah rata-rata industri sebesar 17,19.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil analisis dan pembahasan, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa
Perusahaan menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Rasio likuiditas yang
tinggi menandakan kemampuan baik dalam memenuhi kewajiban finansial jangka
pendek. Sementara rasio aktivitas yang tinggi mengindikasikan efisiensi yang
baik dalam penggunaan aset untuk menghasilkan pendapatan. Selain itu, rasio
solvabilitas yang tinggi menunjukkan kemampuan Perusahaan untuk memenuhi
kewajiban finansial jangka panjang. Terakhir, rasio profitabilitas yang tinggi
menandakan bahwa Perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan
dibandingkan dengan pendapatan atau aset yang dimilikinya.
Daptar Pustaka
http://repository.unas.ac.id/5882/3/BAB%20II.pdf
http://eprints.pknstan.ac.id/412/5/06.%20Bab%20II_Arya%20Wibisono_1302190313.pdf
Dr.
Pardomuan Sihombing. 2018. Corporate Financial Management. Bogor : IPB Press.
http://repository.dharmawangsa.ac.id/171/7/BAB%20II_15510034.pdf
Endri,E,.
Susanti,D,. Hutabarat,. Simanjutak,T,p,. & Handayani,S,. (2020).
���� Financial Performance Evaluation :
Empirical Evidence of Pharmaceutical
���� Companies in Indonesia. Sys Rev
Pharm, 11(6), 803 816.
https://jurnal-stiepari.ac.id/index.php/gemilang/article/download/141/151
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/42070/37620
Nurhayati,I,.
Endri,E,. & Siswanto ,I,H. (2020). Financial Performance Analysis:
���� Evidence of Retail Trade Companies
in Indonesia. International Journal of
���� Innovation, Creativity and Change,
Vol. 14, I.1.
https://jurnaltsm.id/index.php/EJATSM/article/download/1348/744/
Rusdana,F,.
& Endri,. (2020). Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Tembakau
��� yang Terdaftar Di Bursa Efek
Indonesia. Jurnal Konsep Bisnis dan
��� Manajemen), 6(2), 179-187.
http://repository.stei.ac.id/6491/3/BAB%202.pdf
https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/karma/article/download/5382/4096/11941