PENGARUH
BEBAN OPERASIONAL DAN PENDAPATAN USAHA TERHADAP LABA BERSIH PT. GARUDA
INDONESIA, Tbk
Bela Vitasari Setyaputri1,
Winda Rahayu2, Nurmanda Aji Putra Wibowo3, Dito Rinaldo4
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas Bandung
[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4
Abstrak:
Penelitian
ini mencoba melihat bagaimana Pendapatan Operasional dan Beban Operasional
mempengaruhi Laba Bersih. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data sekunder
dari Laporan Laba Rugi untuk tahun 2013 sampai dengan tahun 2023. Berdasarkan
hasil analisis regresi berganda, terdapat hubungan negatif antara beban usaha
dan laba bersih, yang berarti bahwa ketika beban usaha meningkat, laba bersih
menurun. Di sisi lain, Pendapatan dan Laba Bersih memiliki korelasi positif,
yang mengindikasikan bahwa kenaikan Pendapatan diiringi dengan kenaikan Laba
Bersih. Uji F dan uji t yang digunakan dalam pengujian hipotesis menunjukkan
bahwa Pendapatan dan Beban Usaha memiliki pengaruh yang signifikan secara
bersama-sama terhadap Laba Bersih dengan tingkat signifikansi di bawah 5%.
Kata Kunci: Beban Operasional,
Pendapatan Usaha, Laba Bersih.
Abstract:
This
study tries to see how Operating Income and Operating Expenses affect Net
Income. This study was conducted based on secondary data from the Income
Statement for 2013 to 2023. Based on the results of multiple regression
analysis, there is a negative relationship between operating expenses and net
profit, which means that when operating expenses increase, net profit
decreases. On the other hand, revenue and net profit have a positive
correlation, which indicates that an increase in revenue is accompanied by an
increase in net profit. The F-test and t-test used in hypothesis testing show
that Revenue and Operating Expenses have a significant effect together on Net
Profit with a significance level below 5%.
Keywords: Operating Expenses,
Operating Income, Net Income.
����� ����
Pendahuluan
Sektor transportasi
nasional, khususnya jasa penerbangan, berada dalam lingkungan persaingan yang
sangat ketat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lebih dari 57 maskapai
penerbangan nasional yang terbang ke berbagai lokasi baik lokal maupun
internasional. (hubud.dephub.go.id, 2011). Pelaku ekonomi membutuhkan data
historis, seperti catatan keuangan, untuk membuat prediksi tentang keadaan
organisasi di masa depan. (Prayoga, 2012). Laporan laba rugi dapat digunakan untuk meramalkan
pendapatan perusahaan di masa depan. Laporan laba rugi menampilkan pendapatan
dan biaya, serta laba atau rugi bersih, selama periode waktu tertentu. (Weygandt, Kieso, 2010).
Keuntungan selalu
menjadi tujuan setiap perusahaan. Akibatnya, banyak bisnis yang bertumpu pada
keuntungan dalam berbagai bentuk. Analis tertarik pada laba setelah
pengeluaran, seperti pajak dan bunga setelah membayar seluruh biaya dan analis
keuangan sering mengandalkan arus kas sebagai ukuran yang memberikan konsepsi
yang jelas tentang proses operasi perusahaan (HAYEK, 2018).
Beban dan pendapatan
merupakan dua faktor yang dapat menentukan laba perusahaan. Laba akan diperoleh
jika pendapatan melebihi biaya. Hasilnya, jika penjualan tumbuh dari waktu ke
waktu sementara pengeluaran operasional tetap rendah, laba akan meningkat
secara otomatis. (Pasaribu, 2017). Jika perusahaan memperoleh pendapatan usaha yang
tidak maksimal maka akan berdampak pada laba perusahaan dan beban usaha yang
sangat tinggi akan berdampak pada penurunan laba, begitu pula sebaliknya.
Perusahaan yang
mengalami kerugian pada tahun 2023 adalah maskapai penerbangan PT. Garuda
Indonesia yang diduga disebabkan oleh dua faktor di atas yaitu beban
operasional perusahaan yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan usaha yang
diperoleh perusahaan sehingga PT. Garuda Indonesia mengalami kerugian pada
tahun 2023.
Tabel 1 Beban Operasional, Pendapatan Usaha, dan Laba
Bersih PT Garuda Indonesia Tahun 2013-2022
|
Tahun |
Beban Operasional |
Pendapatan Usaha |
Laba Bersih |
|
2013 |
1.595.222.902 |
1.226.733.482 |
3.814.549.318 |
|
2014 |
1.739.927.381 |
783.756.501 |
-3.804.476.294 |
|
2015 |
2.258.192.383 |
1.012.487.171 |
-2.051.962.455 |
|
2016 |
3.237.432.414 |
3.330.208.609 |
40.176.596 |
|
2017 |
4.579.259.674 |
4.373.177.070 |
-26.209.983 |
|
2018 |
4.237.773.332 |
4.177.325.781 |
-155.368.730 |
|
2019 |
3.795.927.643 |
3.863.921.565 |
59.174.034 |
|
2020 |
3.731.785.485 |
3.814.989.745 |
71.255.594 |
|
2021 |
4.294.599.041 |
3.933.530.272 |
-333.972.698 |
|
2022 |
3.746.830.172 |
3.759.450.237 |
-3.921.920 |
Perusahaan harus
memperhatikan dengan seksama uang yang dikumpulkan dan biaya yang dikeluarkan
selama kegiatan operasional untuk mencapai laba yang diperlukan untuk
kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan. Jika pendapatan lebih besar dari
biaya, perusahaan akan memperoleh laba; jika pendapatan lebih kecil dari biaya,
perusahaan akan merugi. Pendapatan dan biaya harus dievaluasi karena laporan
keuangan digunakan oleh banyak pihak, baik internal maupun eksternal, untuk
pengambilan keputusan di masa depan. (Ana S.
Rahmawati & Dewi, 2020)
�� Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini
adalah pertama untuk mengetahui apakah beban usaha berpengaruh terhadap laba
bersih pada PT Garuda Indonesia, kemudian untuk mengetahui apakah pendapatan
usaha berpengaruh terhadap laba bersih pada PT Garuda Indonesia, dan yang
terakhir untuk mengetahui apakah beban usaha dan pendapatan usaha berpengaruh
terhadap laba bersih pada PT Garuda Indonesia.�
Beban Operasional
����������� Beban
usaha (juga dikenal sebagai beban operasional) adalah biaya bisnis yang
mencakup biaya penjualan dan administrasi, biaya iklan, biaya penyusutan, serta
perbaikan dan pemeliharaan. (Widearahim,2019). Beban operasional adalah seluruh biaya yang
berhubungan langsung dengan operasional perusahaan seperti: (1) beban penjualan
atau pemasaran dan administrasi; (2) beban iklan; dan (3) beban penyusutan dan
amortisasi, serta beban akumulasi penyusutan (Manda, 2018).
Pendapatan Usaha
����������� Pendapatan
adalah hasil dari semua kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan dan
merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kenaikan profitabilitas
perusahaan. Pendapatan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk membayar
pengeluaran dan menjalankan operasi, semakin banyak pendapatan yang terkumpul,
semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar pengeluaran dan menjalankan
aktivitas. (Rebecca &
Medan, 2021).
Laba Bersih
����������� Laba
bersih merupakan bagian terpenting dalam pendirian sebuah perusahaan. Laba
bersih perusahaan akan meningkat ketika arus kas berupa aset perusahaan yang
masuk mengalami peningkatan. Laba bersih diperoleh setelah pendapatan dikurangi
biaya-biaya termasuk pajak perusahaan (Oktapia, N.,
R. Manullang, R., 2017). Oleh sebab itu, peningkatan laba perusahan
sangat berpengaruh pada motivasi perusahaan untuk perkembangan perusahaan (Manda, 2018).
Pengaruh Beban Operasional Terhadap Laba Bersih
����������� Penting
untuk menggunakan anggaran dengan benar dan efisien agar perusahaan dapat
mencapai pendapatan yang diinginkan. Laba akan lebih rendah jika biaya tinggi,
dan laba akan lebih tinggi jika biaya rendah. Karena biaya variabel selalu
dipengaruhi oleh volume bisnis. Namun, sebelum memotong pengeluaran, terutama
pengeluaran variabel, sangat penting untuk memahami apakah pengeluaran ini
harus dikurangi atau tidak. Disebutkan bahwa pengeluaran operasional memiliki
dampak terhadap laba bersih. H1: Pengeluaran operasional berdampak pada laba
bersih. (Oktapia, N.,
R. Manullang, R., 2017)
Pengaruh Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih
����������� Tingkat
laba bersih yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan dapat digunakan sebagai
ukuran efektivitas manajemen perusahaan, dan pencapaian laba bersih merupakan
komponen yang mempengaruhi keberadaan perusahaan. Pendapatan yang melebihi
pengeluaran menghasilkan laba bagi organisasi, tetapi di sisi lain pendapatan
yang kurang dari pengeluaran menghasilkan kerugian. Pendapatan operasional
berdampak pada laba bersih. Jika pendapatan operasional perusahaan melebihi
biaya-biaya yang dikeluarkan, maka akan menghasilkan laba. sebaliknya, jika
pendapatan lebih kecil dari biaya-biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan akan
rugi. (Anjarwati,
R., Safri, D., Dan, M., Prodi, D., & Unsurya, 2022). Jika pendapatan operasional perusahaan
tinggi, maka laba bersih perusahaan juga akan tinggi. H2: Pendapatan
operasional berpengaruh terhadap laba bersih.
Pengaruh Beban Operasional dan Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih
����������� Laba
bersih secara signifikan dipengaruhi oleh pendapatan usaha dan biaya operasional
(Rahmawati,
2020). Pendapatan memiliki hubungan yang sangat kuat dan
berbanding lurus terhadap laba bersih. Sedangkan beban operasional berbanding
terbalik dengan laba bersih, artinya ketika biaya operasional meningkat maka
laba bersih akan menurun. H3: Beban usaha dan pendapatan usaha berpengaruh
secara simultan terhadap laba bersih.
��
Metode
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan
tahunan PT Garuda Indonesia Tbk. Secara keseluruhan telah dipublikasikan di
website PT Garuda Indonesia Tbk. Sampel dalam penelitian ini ditentukan
sepanjang periode 2013-2022.
Berdasarkan objek penelitian, PT Garuda Indonesia Tbk.
Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir yaitu dari tahun 2013 sampai dengan
tahun 2022. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Beban Usaha (X1)
dan Pendapatan Usaha (X2), dengan Laba Bersih (Y) sebagai variabel dependen.
�� Analisis
deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas,
heteroskedastisitas, dan autokorelasi), analisis regresi linier berganda,
analisis korelasi, koefisien determinasi berganda (R2 ), dan uji hipotesis (uji
F dan uji t) digunakan dalam penelitian ini.
Hasil dan
Pembahasan
Uji
Analisis Statitik Deskriptif
Tabel 2 Hasil Analisis Statitik
Deskriptif
|
Descriptive Statistics |
|||||
|
|
N |
Minimum |
Maximum |
Mean |
Std. Deviation |
|
Beban
Operasional |
10 |
1595222902 |
4579259674 |
3321695042.70 |
1083300210.681 |
|
Pendapatan
Usaha |
10 |
783756501 |
4373177070 |
3027558043.30 |
1423547343.413 |
|
Laba
Bersih |
10 |
-3804476294 |
3814549318 |
-239075653.80 |
1909344775.343 |
|
Valid N
(listwise) |
10 |
|
|
|
|
����������� Berdasarkan tabel 2. data yang
digunakan dalam penelitian berjumlah 10 sampel dari PT. Garuda Indonesia tahun
2013-2022. Berdasarkan data diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
Uji
Asumsi Klasik
Tabel 3
Hasil Uji Asumsi Klasik
|
Jenis Uji |
Model |
Hasil |
|
Normalitas |
Asymp. Sig. (2-tailed) |
.200 |
|
Multikolinieritas |
Tolerance |
.112 |
|
VIF |
2.821 |
|
|
Heteroskedatisitas |
Sig. (2-tailed) Beban Operasional |
.467 |
|
sig. (2-tailed) Pendapatan Usaha |
.310 |
|
|
Autokorelasi |
Durbin-Watson |
2.721 |
1.
Uji Normalitas
Berdasarkan Tabel 3.
Nilai signifikansi untuk Laba Bersih, Beban Usaha, dan Pendapatan Usaha adalah
0,200. Karena nilai signifikansi untuk semua variabel lebih dari 0,05, maka
data populasi Laba Bersih, Beban Usaha, dan Pendapatan Usaha dapat dinyatakan
berdistribusi normal.
2.
Uji Multikolinieritas
Berdasarkan Tabel 3.
Nilai tolerance adalah 0,112, seperti yang dapat dilihat. Sementara melihat
temuan VIF, terlihat jelas bahwa nilai VIF adalah 2,821. Karena nilai tolerance
kurang dari 0,10 dan nilai VIF lebih besar dari 10, maka dapat disimpulkan
bahwa tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen dalam model
regresi ini.
3.
Uji Heteroskedatisitas
Berdasarkan Tabel 3.
Dapat diketahui antara korelasi Beban Operasional menghasilkan nilai
signifikansi 0,467, dan korelasi antara Pendapatan Usaha menghasilkan nilai
signifikansi 0,310. Karena nilai signifikansi korelasi lebih dari 0,05. Maka
dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ditemukan adanya masalah
heteroskedastisitas.
4.
Uji Autokorelasi
����������� Berdasarkan
hasil tabel 3. Nilai DW adalah 2,721, sesuai dengan data Tabel 3. Di sisi lain,
tabel DW memiliki nilai signifikansi sebesar 0,05. Dengan n = 10 titik data dan
k = 2 variabel independen, nilai dL adalah 0,697 dan nilai dU adalah 1,699.
Karena angka DW (2,721) berada di antara 4-dU (2,359) dan 4-dL (3,303), maka
tidak dapat diambil kesimpulan yang pasti (berada di daerah keragu-raguan).
Hasil
Analisis Regresi Linier Berganda
Variabel-variabel
penelitian ini dapat dinyatakan dalam model sebagai berikut:
Y = α +
β1X1+ β2 X2+ e
Tabel 4 Analisis Regresi Linier
Berganda
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized
Coefficients |
Standardized
Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
3462126048.451 |
2570790663.271 |
|
1.347 |
.220 |
|
Beban Operasional |
-4.211 |
2.036 |
-2.389 |
-2.068 |
.024 |
|
|
Pendapatan Usaha |
3.398 |
1.549 |
2.533 |
2.193 |
.034 |
|
����������� Berdasarkan
hasil analisis regresi linier berganda, persamaan regresi yang dapat disusun
adalah:
Y = 3.462.126.048,451 + (-4,211) X1+
3,398 X2 + e. Dari persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan
sebagai berikut:
Hasil Analisis Korelasi
dan koefisien Determinasi Berganda
Tabel 5 Koefisien Korelasi
Parsial X1 dengan Y
|
Control Variables |
Beban
Operasional |
Laba Bersih |
||
|
Pendapatan Usaha |
Beban Operasional |
Correlation |
1.000 |
-.616 |
|
Significance (2-tailed) |
. |
.077 |
||
|
df |
0 |
7 |
||
|
Laba Bersih |
Correlation |
-.616 |
1.000 |
|
|
Significance (2-tailed) |
.077 |
. |
||
|
df |
7 |
0 |
||
Tabel 6 Koefisien Korelasi
Parsial X2 dengan Y
|
Correlations |
||||
|
Control Variables |
Pendapatan
Usaha |
Laba Bersih |
||
|
Beban Operasional |
Pendapatan Usaha |
Correlation |
1.000 |
.638 |
|
Significance (2-tailed) |
. |
.064 |
||
|
df |
0 |
7 |
||
|
Laba Bersih |
Correlation |
.638 |
1.000 |
|
|
Significance (2-tailed) |
.064 |
. |
||
|
df |
7 |
0 |
||
Tabel
6.� Hasil Uji Korelasi Berganda, dan
Hasil Koefisien Determinasi Berganda
|
Model
Summaryb |
|||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R
Square |
Std. Error
of the Estimate |
Durbin-Watson |
|
1 |
.640a |
.410 |
.241 |
1663574288.222 |
2.721 |
Dilihat dari hasil perhitungan koefisien korelasi
diatas, menunjukan bahwa :
Uji Hipotesis
Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial
|
Coefficientsa |
||||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
Collinearity Statistics |
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
Tolerance |
VIF |
||||
|
1 |
(Constant) |
3462126048.451 |
2570790663.271 |
|
1.347 |
.220 |
|
|
|
Beban
Operasional |
-4.211 |
2.036 |
-2.389 |
-2.068 |
.024 |
.063 |
15.821 |
|
|
Pendapatan
Usaha |
3.398 |
1.549 |
2.533 |
2.456 |
.034 |
.063 |
15.821 |
|
a.
Uji t untuk variabel Beban Operasional Terhadap
Variabel Laba Bersih
����������� Karena nilai t hitung t tabel
(-2,389 -2,364), maka Ho ditolak yang menunjukkan bahwa Biaya Operasional
memiliki pengaruh negatif terhadap Laba Bersih. Hal ini menunjukkan bahwa biaya
operasional memiliki pengaruh negatif terhadap laba bersih PT Garuda Indonesia
Tbk. Pada kasus PT Garuda Indonesia Tbk, kenaikan Biaya Operasional
mengakibatkan penurunan Laba Bersih.
Biaya operasional
memiliki pengaruh negatif terhadap laba bersih pada PT. Garuda Indonesia Tbk,
yang mengindikasikan bahwa kenaikan beban usaha diikuti dengan penurunan laba
bersih. Hal ini sesuai dengan asumsi yang menyatakan bahwa beban operasional
berpengaruh negatif terhadap laba bersih. (Ernawati, 2015).
Oleh karena itu,
perusahaan harus mempunyai tujuan dalam menjalankan perusahaannya yaitu
menghasilkan laba sebesar-besarnya. Manajemen perlu menekankan pengeluaran yang
dikeluarkan untuk beban operasional perusahaan agar tidak mengeluarkan
pengeluaran yang besar. Jika perusahaan mengeluarkan beban operasional yang
tinggi maka laba bersih akan mengalami penurunan.
b.
Uji t Untuk Variabel Pendapatan Terhadap Variabel Laba
Bersih
����������� Ho diterima karena nilai t hitung
> t tabel (2,533 > 2,364). Hal ini menunjukkan bahwa Pendapatan
berpengaruh terhadap Laba Bersih. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan
berpengaruh terhadap laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk.
Penelitian ini
membahas tentang bagaimana pengaruh pendapatan terhadap laba bersih pada PT
Garuda Indonesia Tbk, yang mengindikasikan bahwa kenaikan penjualan diiringi
dengan kenaikan laba usaha. Hal ini sesuai dengan pemikiran bahwa pendapatan
merupakan tujuan utama perusahaan dalam menjalankan usahanya, dan apabila
pendapatan tinggi maka laba perusahaan akan tinggi pula, namun apabila
pendapatan rendah maka laba yang dihasilkan akan rendah. (Masril, 2017)
����������� Dengan
demikian, diharapkan manajemen dapat mempertahankan kinerja perusahaan agar
pendapatan terus bertumbuh. Pendapatan dihasilkan dari berbagai macam
aktivitas. Misalnya, pendapatan penjualan, bunga bank, piutang, dan penerimaan
kas. Alhasil, jika penjualan perusahaan besar, maka laba perusahaan juga akan
tinggi.
Tabel 8. Hasil Uji
Hipotesis Secara Simultan
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
13438021353149825000.000 |
2 |
6719010676574912500.000 |
5.765 |
.158b |
|
Residual |
19372355887021900000.000 |
7 |
2767479412431700000.000 |
|
|
|
|
Total |
32810377240171725000.000 |
9 |
|
|
|
|
�����������
Ho diterima karena
Fhitung > Ftabel (5,765 > 4,46). Hal ini mengindikasikan bahwa Biaya
Operasional dan Pendapatan Usaha berpengaruh terhadap Laba Bersih. Artinya,
hasil dari penjualan jasa penerbangan, dalam hal ini pendapatan, dan biaya yang
dikeluarkan untuk operasional, dalam hal ini biaya operasional, berdampak pada
Laba Bersih perusahaan.
����������� Pembahasan pada peneliatian ini
yaitu beban operasional dan pendapatan usaha berpengaruh terhadap laba bersih
pada PT. Garuda Indonesia Tbk. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan
bahwa pendapatan yang baik adalah pendapatan yang setiap periodenya selalu
mengalami peningkatan, dan diiringi dengan beban operasional yang diminimalisir
agar laba yang diperoleh bisa secara maksimal dan tujuan perusahaan tercapai (Anjarwati & Safri,
2022)
����������� Apabila
perusahaan mampu mengendalikan pengeluaran operasional dan pendapatan
operasional, maka aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan efisien dan
lancar, sehingga menghasilkan laba yang diharapkan. Dengan demikian, beban
operasional dan pendapatan operasional dapat digunakan untuk menghitung laba
bersih PT Garuda Indonesia Tbk.
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada Bab
sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Biaya
Operasional memiliki hubungan yang kuat dan bersifat berhubungan negatif dengan
Laba Bersih. Melalui hasil perhitungan uji t, secara parsial diketahui bahwa
Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena nilai -t hitung <
-tabel (-2,389 < -2,364), sehingga Ho ditolak. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa Biaya Operasional pada kasus ini memiliki pengaruh terhadap
Laba Bersih. Kedua, Pendapatan memiliki hubungan yang kuat dan berhubungan
positif dengan Laba Bersih. Berdasarkan perhitungan uji t, secara parsial
Pendapatan Usaha juga berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena nilai t hitung
> t tabel (2,533 > 2,364), sehingga Ho diterima. Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa Pendapatan Usaha pada kasus ini berpengaruh terhadap Laba
Bersih. Ketiga, Beban Operasional dan Pendapatan Usaha secara bersama-sama
(serentak) memiliki hubungan yang kuat terhadap Laba Bersih, seperti yang
dinyatakan dalam hasil uji F. F menyatakan bahwa secara serentak Biaya
Operasional dan Pendapatan Usaha berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena F
hitung > F Tabel (5,765 > 4,46), sehingga Ho diterima.
Daptar Pustaka
Anjarwati, R., Safri, D., Dan, M., Prodi, D., & Unsurya,
A. (2022). Pengaruh Pendapatan dan Beban Operasional Terhadap Laba Bersih
(Studi Kasus Pt Pegadaian Bekasi Periode 2020). Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Akuntansi, 2(2)(127�136).
Anjarwati, Rizka, & Safri. (2022). Pengaruh Pendapatan
dan Beban Operasional Terhadap Laba Bersih (Studi Kasus PT Pegadaian Bekasi
Periode 2020). JIMA Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 2(2),
127�136.
Ernawati, Francisca. (2015). Pengaruh Biaya Operasional
Terhadap Laba Bersih Dengan Perputaran Persediaan Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal
Ilmu Dan Riset Manajemen, 4(9), 1�15.
HAYEK, Mohammad Ali AL. (2018). The Relationship Between
Sales Revenue and Net Profit with Net Cash Flows from Operating Activities in
Jordanian Industrial Joint Stock Companies. International Journal of
Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences, 8(3).
https://doi.org/10.6007/ijarafms/v8-i3/4757
Manda, G. S. (2018). Pengaruh Pendapatan dan Biaya
Operasional terhadap Laba Bersih (studi BEI, kasus pada Perusahaan Manufaktur
Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di periode 2012-2016).
Masril, Masril. (2017). Pengaruh Pendapatan Terhadap Laba
Bbersih Pada Perusahaan Plastik Dad Kaca Yang Listing Di BEI Periode 2010 -
2014. Jurnal Samudra Ekonomi Dan Bisnis, 8(1), 663�670.
https://doi.org/10.33059/jseb.v8i1.207
Oktapia, N., R. Manullang, R., &. Haryani. (2017).
Analisis Pengaruh Biaya Produksi Dan Biaya (Bei), Operasional Terhadap Laba
Bersih Pada Pt Mayora Indah Tbk Di Bursa Efek Indonesia Keuangan, (Studi Kasus
Pada Pt Bursa Efek Indonesia). Jurnal Ilmiah Akuntansi Bisnis Dan Keuangan (Jipak),
37�45.
Pasaribu, aria masdiana. (2017). Pendapatan Usaha Dan
Beban Operasional. 7, 173�180.
Prayoga, I. B. D. (2012). (2012). pengaruh laba bersih dan
komponen-komponen akrual terhadap arus kas aktivitas operasi di masa depan.
Rahmawati, Ana S., & Dewi, Rahmawati P. (2020). View
metadata, citation and similar papers at core.ac.uk. PENGARUH PENGGUNAAN
PASTA LABU KUNING (Cucurbita Moschata) UNTUK SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN
PENAMBAHAN TEPUNG ANGKAK DALAM PEMBUATAN MIE KERING, 3, 274�282.
Rahmawati, L. (2020). (2020). Sub Sektor Logam Dan
Sejenisnya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode. 5(4),
834�844.
Rebecca, Evadine, & Medan, Stie Itmi. (2021). Pengaruh
Pendapatan, Beban Operasional Danlikuiditas Terhadaplaba Bersih Pada Perusahaan
Retail Yang Go Publicdi Bursa Efek Indonesia (Bei)Periode 2013-2017. Jurnal
Ilmiah Simantek, 5(1), 10�20.
Weygandt, Kieso, Kimmel. (2010). Accounting Principles.
(Seventh Edition).
Widearahim, S. (2019). P., & Indonesia, Efek Indonesia
Tahun 2014 2018). Universitas Komputer. (2019). Pengaruh Biaya Operasional
Dan Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas (Pada Perusahaan Sub Sektor
Pertambangan Batubara Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018).