PENGARUH BEBAN OPERASIONAL DAN PENDAPATAN USAHA TERHADAP LABA BERSIH PT. GARUDA INDONESIA, Tbk

 

Bela Vitasari Setyaputri1, Winda Rahayu2, Nurmanda Aji Putra Wibowo3, Dito Rinaldo4

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas Bandung

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4

Abstrak:

Penelitian ini mencoba melihat bagaimana Pendapatan Operasional dan Beban Operasional mempengaruhi Laba Bersih. Penelitian ini dilakukan berdasarkan data sekunder dari Laporan Laba Rugi untuk tahun 2013 sampai dengan tahun 2023. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, terdapat hubungan negatif antara beban usaha dan laba bersih, yang berarti bahwa ketika beban usaha meningkat, laba bersih menurun. Di sisi lain, Pendapatan dan Laba Bersih memiliki korelasi positif, yang mengindikasikan bahwa kenaikan Pendapatan diiringi dengan kenaikan Laba Bersih. Uji F dan uji t yang digunakan dalam pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Pendapatan dan Beban Usaha memiliki pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap Laba Bersih dengan tingkat signifikansi di bawah 5%.

 

Kata Kunci: Beban Operasional, Pendapatan Usaha, Laba Bersih.

 

Abstract:

This study tries to see how Operating Income and Operating Expenses affect Net Income. This study was conducted based on secondary data from the Income Statement for 2013 to 2023. Based on the results of multiple regression analysis, there is a negative relationship between operating expenses and net profit, which means that when operating expenses increase, net profit decreases. On the other hand, revenue and net profit have a positive correlation, which indicates that an increase in revenue is accompanied by an increase in net profit. The F-test and t-test used in hypothesis testing show that Revenue and Operating Expenses have a significant effect together on Net Profit with a significance level below 5%.

 

Keywords: Operating Expenses, Operating Income, Net Income.

����� ����

 


Pendahuluan

Sektor transportasi nasional, khususnya jasa penerbangan, berada dalam lingkungan persaingan yang sangat ketat. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lebih dari 57 maskapai penerbangan nasional yang terbang ke berbagai lokasi baik lokal maupun internasional. (hubud.dephub.go.id, 2011). Pelaku ekonomi membutuhkan data historis, seperti catatan keuangan, untuk membuat prediksi tentang keadaan organisasi di masa depan. (Prayoga, 2012). Laporan laba rugi dapat digunakan untuk meramalkan pendapatan perusahaan di masa depan. Laporan laba rugi menampilkan pendapatan dan biaya, serta laba atau rugi bersih, selama periode waktu tertentu. (Weygandt, Kieso, 2010).

Keuntungan selalu menjadi tujuan setiap perusahaan. Akibatnya, banyak bisnis yang bertumpu pada keuntungan dalam berbagai bentuk. Analis tertarik pada laba setelah pengeluaran, seperti pajak dan bunga setelah membayar seluruh biaya dan analis keuangan sering mengandalkan arus kas sebagai ukuran yang memberikan konsepsi yang jelas tentang proses operasi perusahaan (HAYEK, 2018).

Beban dan pendapatan merupakan dua faktor yang dapat menentukan laba perusahaan. Laba akan diperoleh jika pendapatan melebihi biaya. Hasilnya, jika penjualan tumbuh dari waktu ke waktu sementara pengeluaran operasional tetap rendah, laba akan meningkat secara otomatis. (Pasaribu, 2017). Jika perusahaan memperoleh pendapatan usaha yang tidak maksimal maka akan berdampak pada laba perusahaan dan beban usaha yang sangat tinggi akan berdampak pada penurunan laba, begitu pula sebaliknya.

Perusahaan yang mengalami kerugian pada tahun 2023 adalah maskapai penerbangan PT. Garuda Indonesia yang diduga disebabkan oleh dua faktor di atas yaitu beban operasional perusahaan yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan usaha yang diperoleh perusahaan sehingga PT. Garuda Indonesia mengalami kerugian pada tahun 2023.

Tabel 1 Beban Operasional, Pendapatan Usaha, dan Laba Bersih PT Garuda Indonesia Tahun 2013-2022

Tahun

Beban Operasional

Pendapatan Usaha

Laba Bersih

2013

1.595.222.902

1.226.733.482

3.814.549.318

2014

1.739.927.381

783.756.501

-3.804.476.294

2015

2.258.192.383

1.012.487.171

-2.051.962.455

2016

3.237.432.414

3.330.208.609

40.176.596

2017

4.579.259.674

4.373.177.070

-26.209.983

2018

4.237.773.332

4.177.325.781

-155.368.730

2019

3.795.927.643

3.863.921.565

59.174.034

2020

3.731.785.485

3.814.989.745

71.255.594

2021

4.294.599.041

3.933.530.272

-333.972.698

2022

3.746.830.172

3.759.450.237

-3.921.920

Perusahaan harus memperhatikan dengan seksama uang yang dikumpulkan dan biaya yang dikeluarkan selama kegiatan operasional untuk mencapai laba yang diperlukan untuk kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan. Jika pendapatan lebih besar dari biaya, perusahaan akan memperoleh laba; jika pendapatan lebih kecil dari biaya, perusahaan akan merugi. Pendapatan dan biaya harus dievaluasi karena laporan keuangan digunakan oleh banyak pihak, baik internal maupun eksternal, untuk pengambilan keputusan di masa depan. (Ana S. Rahmawati & Dewi, 2020)

�� Tujuan penulis dalam melakukan penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui apakah beban usaha berpengaruh terhadap laba bersih pada PT Garuda Indonesia, kemudian untuk mengetahui apakah pendapatan usaha berpengaruh terhadap laba bersih pada PT Garuda Indonesia, dan yang terakhir untuk mengetahui apakah beban usaha dan pendapatan usaha berpengaruh terhadap laba bersih pada PT Garuda Indonesia.

Beban Operasional

����������� Beban usaha (juga dikenal sebagai beban operasional) adalah biaya bisnis yang mencakup biaya penjualan dan administrasi, biaya iklan, biaya penyusutan, serta perbaikan dan pemeliharaan. (Widearahim,2019). Beban operasional adalah seluruh biaya yang berhubungan langsung dengan operasional perusahaan seperti: (1) beban penjualan atau pemasaran dan administrasi; (2) beban iklan; dan (3) beban penyusutan dan amortisasi, serta beban akumulasi penyusutan (Manda, 2018).

Pendapatan Usaha

����������� Pendapatan adalah hasil dari semua kegiatan operasional yang dilakukan oleh perusahaan dan merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kenaikan profitabilitas perusahaan. Pendapatan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk membayar pengeluaran dan menjalankan operasi, semakin banyak pendapatan yang terkumpul, semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar pengeluaran dan menjalankan aktivitas. (Rebecca & Medan, 2021).

Laba Bersih

����������� Laba bersih merupakan bagian terpenting dalam pendirian sebuah perusahaan. Laba bersih perusahaan akan meningkat ketika arus kas berupa aset perusahaan yang masuk mengalami peningkatan. Laba bersih diperoleh setelah pendapatan dikurangi biaya-biaya termasuk pajak perusahaan (Oktapia, N., R. Manullang, R., 2017). Oleh sebab itu, peningkatan laba perusahan sangat berpengaruh pada motivasi perusahaan untuk perkembangan perusahaan (Manda, 2018).

Pengaruh Beban Operasional Terhadap Laba Bersih

����������� Penting untuk menggunakan anggaran dengan benar dan efisien agar perusahaan dapat mencapai pendapatan yang diinginkan. Laba akan lebih rendah jika biaya tinggi, dan laba akan lebih tinggi jika biaya rendah. Karena biaya variabel selalu dipengaruhi oleh volume bisnis. Namun, sebelum memotong pengeluaran, terutama pengeluaran variabel, sangat penting untuk memahami apakah pengeluaran ini harus dikurangi atau tidak. Disebutkan bahwa pengeluaran operasional memiliki dampak terhadap laba bersih. H1: Pengeluaran operasional berdampak pada laba bersih. (Oktapia, N., R. Manullang, R., 2017)

Pengaruh Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih

����������� Tingkat laba bersih yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan dapat digunakan sebagai ukuran efektivitas manajemen perusahaan, dan pencapaian laba bersih merupakan komponen yang mempengaruhi keberadaan perusahaan. Pendapatan yang melebihi pengeluaran menghasilkan laba bagi organisasi, tetapi di sisi lain pendapatan yang kurang dari pengeluaran menghasilkan kerugian. Pendapatan operasional berdampak pada laba bersih. Jika pendapatan operasional perusahaan melebihi biaya-biaya yang dikeluarkan, maka akan menghasilkan laba. sebaliknya, jika pendapatan lebih kecil dari biaya-biaya yang dikeluarkan, maka perusahaan akan rugi. (Anjarwati, R., Safri, D., Dan, M., Prodi, D., & Unsurya, 2022). Jika pendapatan operasional perusahaan tinggi, maka laba bersih perusahaan juga akan tinggi. H2: Pendapatan operasional berpengaruh terhadap laba bersih.

Pengaruh Beban Operasional dan Pendapatan Usaha Terhadap Laba Bersih

����������� Laba bersih secara signifikan dipengaruhi oleh pendapatan usaha dan biaya operasional (Rahmawati, 2020). Pendapatan memiliki hubungan yang sangat kuat dan berbanding lurus terhadap laba bersih. Sedangkan beban operasional berbanding terbalik dengan laba bersih, artinya ketika biaya operasional meningkat maka laba bersih akan menurun. H3: Beban usaha dan pendapatan usaha berpengaruh secara simultan terhadap laba bersih.

��

Metode

Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan PT Garuda Indonesia Tbk. Secara keseluruhan telah dipublikasikan di website PT Garuda Indonesia Tbk. Sampel dalam penelitian ini ditentukan sepanjang periode 2013-2022.

Berdasarkan objek penelitian, PT Garuda Indonesia Tbk. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir yaitu dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2022. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Beban Usaha (X1) dan Pendapatan Usaha (X2), dengan Laba Bersih (Y) sebagai variabel dependen.

�� Analisis deskriptif, uji asumsi klasik (uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi), analisis regresi linier berganda, analisis korelasi, koefisien determinasi berganda (R2 ), dan uji hipotesis (uji F dan uji t) digunakan dalam penelitian ini.

 

Hasil dan Pembahasan

Uji Analisis Statitik Deskriptif

 

Tabel 2 Hasil Analisis Statitik Deskriptif

Descriptive Statistics

 

N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

Beban Operasional

10

1595222902

4579259674

3321695042.70

1083300210.681

Pendapatan Usaha

10

783756501

4373177070

3027558043.30

1423547343.413

Laba Bersih

10

-3804476294

3814549318

-239075653.80

1909344775.343

Valid N (listwise)

10

 

 

 

 

����������� Berdasarkan tabel 2. data yang digunakan dalam penelitian berjumlah 10 sampel dari PT. Garuda Indonesia tahun 2013-2022. Berdasarkan data diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Variabel Beban Operasional (X1) nilai terkecil USD 1.595.222.902 dan nilai terbesar USD 4.579259.674, sedangkan nilai rata-rata variabel Beban Operasional (X1) USD 3.321.695.042,70 dan standar deviasi USD 1.083.300.210.
  2. Variabel Pendapatan Usaha (X2) nilai terkecil USD 783.756.501 dan nilai terbesar USD 4.373.177.070, sedangkan nilai rata-rata variabel Pendapatan Usaha (X2) USD 3.027.558.043,30 dan standar deviasi USD 1.423.547.343,413.
  3. Variabel Laba Bersih (Y) nilai terkecil � USD 3.804.476.294 dan nilai terbesar USD 3.814.549.318, sedangkan nilai rata-rata variabel Laba Bersih (Y) -USD 239.075.653,80 dan standar deviasi USD 1.909.344.775,343.

 

Uji Asumsi Klasik

Tabel 3 Hasil Uji Asumsi Klasik

Jenis Uji

Model

Hasil

Normalitas

Asymp. Sig. (2-tailed)

.200

Multikolinieritas

Tolerance

.112

VIF

2.821

Heteroskedatisitas

Sig. (2-tailed) Beban Operasional

.467

sig. (2-tailed) Pendapatan Usaha

.310

Autokorelasi

Durbin-Watson

2.721

 

1.      Uji Normalitas

Berdasarkan Tabel 3. Nilai signifikansi untuk Laba Bersih, Beban Usaha, dan Pendapatan Usaha adalah 0,200. Karena nilai signifikansi untuk semua variabel lebih dari 0,05, maka data populasi Laba Bersih, Beban Usaha, dan Pendapatan Usaha dapat dinyatakan berdistribusi normal.

2.      Uji Multikolinieritas

Berdasarkan Tabel 3. Nilai tolerance adalah 0,112, seperti yang dapat dilihat. Sementara melihat temuan VIF, terlihat jelas bahwa nilai VIF adalah 2,821. Karena nilai tolerance kurang dari 0,10 dan nilai VIF lebih besar dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi ini.

3.      Uji Heteroskedatisitas

Berdasarkan Tabel 3. Dapat diketahui antara korelasi Beban Operasional menghasilkan nilai signifikansi 0,467, dan korelasi antara Pendapatan Usaha menghasilkan nilai signifikansi 0,310. Karena nilai signifikansi korelasi lebih dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tidak ditemukan adanya masalah heteroskedastisitas.

4.      Uji Autokorelasi

����������� Berdasarkan hasil tabel 3. Nilai DW adalah 2,721, sesuai dengan data Tabel 3. Di sisi lain, tabel DW memiliki nilai signifikansi sebesar 0,05. Dengan n = 10 titik data dan k = 2 variabel independen, nilai dL adalah 0,697 dan nilai dU adalah 1,699. Karena angka DW (2,721) berada di antara 4-dU (2,359) dan 4-dL (3,303), maka tidak dapat diambil kesimpulan yang pasti (berada di daerah keragu-raguan).

 

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Variabel-variabel penelitian ini dapat dinyatakan dalam model sebagai berikut:

Y = α + β1X1+ β2 X2+ e

 

Tabel 4 Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

3462126048.451

2570790663.271

 

1.347

.220

Beban Operasional

-4.211

2.036

-2.389

-2.068

.024

Pendapatan Usaha

3.398

1.549

2.533

2.193

.034

 

����������� Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, persamaan regresi yang dapat disusun adalah:

Y = 3.462.126.048,451 + (-4,211) X1+ 3,398 X2 + e. Dari persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Konstansta (α) sebesar 3.462.126.048,451 menyatakan bahwa jika X1 dan X2 adalah 0, maka Laba Bersih adalah USD 3.462.126.048,451.
  2. Koefisien regresi untuk Beban Operasional (β1) sebesar -4,211, artinya jika Beban Operasional mengalami kenaikan USD 1, maka Laba Bersih (Y) juga akan mengalami penurunan sebesar USD 4.211, dengan asumsi Pendapatan nilainya tetap.
  3. Koefisien regresi untuk Pendapatan Usaha (β2) sebesar 3.398, artinya jika Pendapatan Usaha mengalami kenaikan USD 1, maka Laba Bersih (Y) juga akan mengalami kenaikan sebesar USD 3.398, dengan asumsi Biaya Operasional nilainya tetap.

 

Hasil Analisis Korelasi dan koefisien Determinasi Berganda

Tabel 5 Koefisien Korelasi Parsial X1 dengan Y

Control Variables

Beban Operasional

Laba Bersih

Pendapatan Usaha

Beban Operasional

Correlation

1.000

-.616

Significance (2-tailed)

.

.077

df

0

7

Laba Bersih

Correlation

-.616

1.000

Significance (2-tailed)

.077

.

df

7

0

 

Tabel 6 Koefisien Korelasi Parsial X2 dengan Y

Correlations

Control Variables

Pendapatan Usaha

Laba Bersih

Beban Operasional

Pendapatan Usaha

Correlation

1.000

.638

Significance (2-tailed)

.

.064

df

0

7

Laba Bersih

Correlation

.638

1.000

Significance (2-tailed)

.064

.

df

7

0

Tabel 6.Hasil Uji Korelasi Berganda, dan Hasil Koefisien Determinasi Berganda

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

.640a

.410

.241

1663574288.222

2.721

Dilihat dari hasil perhitungan koefisien korelasi diatas, menunjukan bahwa :

  1. Dari tabel 4. Ketika volume pendapatan dikelola (dibuat stabil), hubungan antara Pendapatan dan Laba Bersih adalah -0,616. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara Pendapatan dan Laba Bersih jika Biaya Operasional konstan, karena berada pada kisaran 0,41-0,70, dengan arah hubungan yang negatif.
  2. Dari tabel 5. Hubungan antara Pendapatan dengan Laba Bersih adalah sebesar 0,638 ketika tingkat Pendapatan diatur (tetap). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Beban Usaha dengan Laba Bersih jika Pendapatan tetap, karena berada pada kisaran 0,41-0,70, dan arah hubungan tersebut positif.
  3. Dari tabel 6. Angka R pada kolom R adalah 0,640. Karena nilai korelasi berganda berada di antara 0,41 sampai dengan 0,70, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Beban Usaha dan Pendapatan Usaha terhadap Laba Bersih.
  4. Dari tabel 6. Diperoleh R2 (R Square) sebesar 0,41 atau 41%. Hal ini menunjukan bahwa persentase pengaruh yang diberikan Biaya Operasional dan Pendapatan Usaha terhadap Laba Bersih 41%. Sedangkan sisanya 59% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkkan dalam model penelitian ini.

 

Uji Hipotesis

  1. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t)

Tabel 7. Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

3462126048.451

2570790663.271

 

1.347

.220

 

 

Beban Operasional

-4.211

2.036

-2.389

-2.068

.024

.063

15.821

Pendapatan Usaha

3.398

1.549

2.533

2.456

.034

.063

15.821

a.            Uji t untuk variabel Beban Operasional Terhadap Variabel Laba Bersih

����������� Karena nilai t hitung t tabel (-2,389 -2,364), maka Ho ditolak yang menunjukkan bahwa Biaya Operasional memiliki pengaruh negatif terhadap Laba Bersih. Hal ini menunjukkan bahwa biaya operasional memiliki pengaruh negatif terhadap laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk. Pada kasus PT Garuda Indonesia Tbk, kenaikan Biaya Operasional mengakibatkan penurunan Laba Bersih.

Biaya operasional memiliki pengaruh negatif terhadap laba bersih pada PT. Garuda Indonesia Tbk, yang mengindikasikan bahwa kenaikan beban usaha diikuti dengan penurunan laba bersih. Hal ini sesuai dengan asumsi yang menyatakan bahwa beban operasional berpengaruh negatif terhadap laba bersih. (Ernawati, 2015).

Oleh karena itu, perusahaan harus mempunyai tujuan dalam menjalankan perusahaannya yaitu menghasilkan laba sebesar-besarnya. Manajemen perlu menekankan pengeluaran yang dikeluarkan untuk beban operasional perusahaan agar tidak mengeluarkan pengeluaran yang besar. Jika perusahaan mengeluarkan beban operasional yang tinggi maka laba bersih akan mengalami penurunan.

b.            Uji t Untuk Variabel Pendapatan Terhadap Variabel Laba Bersih

����������� Ho diterima karena nilai t hitung > t tabel (2,533 > 2,364). Hal ini menunjukkan bahwa Pendapatan berpengaruh terhadap Laba Bersih. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh terhadap laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk.

Penelitian ini membahas tentang bagaimana pengaruh pendapatan terhadap laba bersih pada PT Garuda Indonesia Tbk, yang mengindikasikan bahwa kenaikan penjualan diiringi dengan kenaikan laba usaha. Hal ini sesuai dengan pemikiran bahwa pendapatan merupakan tujuan utama perusahaan dalam menjalankan usahanya, dan apabila pendapatan tinggi maka laba perusahaan akan tinggi pula, namun apabila pendapatan rendah maka laba yang dihasilkan akan rendah. (Masril, 2017)

����������� Dengan demikian, diharapkan manajemen dapat mempertahankan kinerja perusahaan agar pendapatan terus bertumbuh. Pendapatan dihasilkan dari berbagai macam aktivitas. Misalnya, pendapatan penjualan, bunga bank, piutang, dan penerimaan kas. Alhasil, jika penjualan perusahaan besar, maka laba perusahaan juga akan tinggi.


  1. Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji Statistik F)

Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

13438021353149825000.000

2

6719010676574912500.000

5.765

.158b

Residual

19372355887021900000.000

7

2767479412431700000.000

 

 

Total

32810377240171725000.000

9

 

 

 

�����������

Ho diterima karena Fhitung > Ftabel (5,765 > 4,46). Hal ini mengindikasikan bahwa Biaya Operasional dan Pendapatan Usaha berpengaruh terhadap Laba Bersih. Artinya, hasil dari penjualan jasa penerbangan, dalam hal ini pendapatan, dan biaya yang dikeluarkan untuk operasional, dalam hal ini biaya operasional, berdampak pada Laba Bersih perusahaan.

����������� Pembahasan pada peneliatian ini yaitu beban operasional dan pendapatan usaha berpengaruh terhadap laba bersih pada PT. Garuda Indonesia Tbk. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pendapatan yang baik adalah pendapatan yang setiap periodenya selalu mengalami peningkatan, dan diiringi dengan beban operasional yang diminimalisir agar laba yang diperoleh bisa secara maksimal dan tujuan perusahaan tercapai (Anjarwati & Safri, 2022)

����������� Apabila perusahaan mampu mengendalikan pengeluaran operasional dan pendapatan operasional, maka aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan efisien dan lancar, sehingga menghasilkan laba yang diharapkan. Dengan demikian, beban operasional dan pendapatan operasional dapat digunakan untuk menghitung laba bersih PT Garuda Indonesia Tbk.

 

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada Bab sebelumnya, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pertama, Biaya Operasional memiliki hubungan yang kuat dan bersifat berhubungan negatif dengan Laba Bersih. Melalui hasil perhitungan uji t, secara parsial diketahui bahwa Biaya Operasional berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena nilai -t hitung < -tabel (-2,389 < -2,364), sehingga Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Biaya Operasional pada kasus ini memiliki pengaruh terhadap Laba Bersih. Kedua, Pendapatan memiliki hubungan yang kuat dan berhubungan positif dengan Laba Bersih. Berdasarkan perhitungan uji t, secara parsial Pendapatan Usaha juga berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena nilai t hitung > t tabel (2,533 > 2,364), sehingga Ho diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Usaha pada kasus ini berpengaruh terhadap Laba Bersih. Ketiga, Beban Operasional dan Pendapatan Usaha secara bersama-sama (serentak) memiliki hubungan yang kuat terhadap Laba Bersih, seperti yang dinyatakan dalam hasil uji F. F menyatakan bahwa secara serentak Biaya Operasional dan Pendapatan Usaha berpengaruh terhadap Laba Bersih, karena F hitung > F Tabel (5,765 > 4,46), sehingga Ho diterima.

 

Daptar Pustaka

 

Anjarwati, R., Safri, D., Dan, M., Prodi, D., & Unsurya, A. (2022). Pengaruh Pendapatan dan Beban Operasional Terhadap Laba Bersih (Studi Kasus Pt Pegadaian Bekasi Periode 2020). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 2(2)(127�136).

 

Anjarwati, Rizka, & Safri. (2022). Pengaruh Pendapatan dan Beban Operasional Terhadap Laba Bersih (Studi Kasus PT Pegadaian Bekasi Periode 2020). JIMA Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 2(2), 127�136.

 

Ernawati, Francisca. (2015). Pengaruh Biaya Operasional Terhadap Laba Bersih Dengan Perputaran Persediaan Sebagai Variabel Pemoderasi. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen, 4(9), 1�15.

 

HAYEK, Mohammad Ali AL. (2018). The Relationship Between Sales Revenue and Net Profit with Net Cash Flows from Operating Activities in Jordanian Industrial Joint Stock Companies. International Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences, 8(3). https://doi.org/10.6007/ijarafms/v8-i3/4757

 

Manda, G. S. (2018). Pengaruh Pendapatan dan Biaya Operasional terhadap Laba Bersih (studi BEI, kasus pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di periode 2012-2016).

 

Masril, Masril. (2017). Pengaruh Pendapatan Terhadap Laba Bbersih Pada Perusahaan Plastik Dad Kaca Yang Listing Di BEI Periode 2010 - 2014. Jurnal Samudra Ekonomi Dan Bisnis, 8(1), 663�670. https://doi.org/10.33059/jseb.v8i1.207

 

Oktapia, N., R. Manullang, R., &. Haryani. (2017). Analisis Pengaruh Biaya Produksi Dan Biaya (Bei), Operasional Terhadap Laba Bersih Pada Pt Mayora Indah Tbk Di Bursa Efek Indonesia Keuangan, (Studi Kasus Pada Pt Bursa Efek Indonesia). Jurnal Ilmiah Akuntansi Bisnis Dan Keuangan (Jipak), 37�45.

 

Pasaribu, aria masdiana. (2017). Pendapatan Usaha Dan Beban Operasional. 7, 173�180.

 

Prayoga, I. B. D. (2012). (2012). pengaruh laba bersih dan komponen-komponen akrual terhadap arus kas aktivitas operasi di masa depan.

 

Rahmawati, Ana S., & Dewi, Rahmawati P. (2020). View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk. PENGARUH PENGGUNAAN PASTA LABU KUNING (Cucurbita Moschata) UNTUK SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG ANGKAK DALAM PEMBUATAN MIE KERING, 3, 274�282.

 

Rahmawati, L. (2020). (2020). Sub Sektor Logam Dan Sejenisnya Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode. 5(4), 834�844.

 

Rebecca, Evadine, & Medan, Stie Itmi. (2021). Pengaruh Pendapatan, Beban Operasional Danlikuiditas Terhadaplaba Bersih Pada Perusahaan Retail Yang Go Publicdi Bursa Efek Indonesia (Bei)Periode 2013-2017. Jurnal Ilmiah Simantek, 5(1), 10�20.

 

Weygandt, Kieso, Kimmel. (2010). Accounting Principles. (Seventh Edition).

 

Widearahim, S. (2019). P., & Indonesia, Efek Indonesia Tahun 2014 2018). Universitas Komputer. (2019). Pengaruh Biaya Operasional Dan Perputaran Piutang Terhadap Profitabilitas (Pada Perusahaan Sub Sektor Pertambangan Batubara Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2018).