Usulan Perancangan Sistem Kerja dengan
Metode Macroergonomic
Analysis and Design (Mead)
Taufik
Hidayat1, Zoni Triaananda2
Universitas
Putra Indonesia �YPTK� Padang
[email protected]1, [email protected]2
Abstrak:
Industri
Pabrik Roti H De R Bakery merupakan sebuah home industri yang berlokasi di
Komplek Adabiah No.103 Kel. Jati, Kecamatan. Padang Timur, Kota Padang,
Sumatera Barat-Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem kerja
yang baik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.
Menurut W. Hendrick dan Brian M. Kleiner, penerapan makroergonomi terdiri dari
sepuluh tahapan yang disebut metode Macroergonomic Analysis and Design (MEAD).
Ergonomi makro sendiri merupakan pendekatan sistem sosioteknik dari tingkat
atas hingga bawah untuk merancang sistem kerja, dari tingkat atas hingga bawah
untuk melengkapi keseluruhan sistem kerja dalam menciptakan harmonisasi atau
keseimbangan dengan tujuan mengoptimalkan perancangan sistem kerja. Berdasarkan
hasil penelitian terlihat bahwa perusahaan belum memiliki standar kerja. Perancangan
sistem kerja yang diusulkan adalah dengan mengintegrasikan komponen-komponen
yang ada dengan merumuskan dan membuat visi & misi, instruksi kerja, dan
Standar Operasional Prosedur (SOP), yang diharapkan dapat meningkatkan
produktivitas dan efisiensi kerja.
Kata Kunci: Ergonomi Makro, Macroergonomic
Analysis and Design (MEAD)
Abstract:
Bread
Factory Industry H De R Bakery is a home industry located in Adabiah Complex
No.103 Kel. Jati, District. East Padang, Padang City, West Sumatra-Indonesia.
This research aims to design a good work system so that it can increase work
productivity and efficiency. According to W. Hendrick and Brian M. Kleiner, the
application of macroergonomics consists of ten stages called the Macroergonomic
Analysis and Design (MEAD) method. Macro ergonomics itself is a sociotechnical
system approach from top to bottom level to design work systems, from top to
bottom level to complete the entire work system in creating harmonization or
balance with the aim of optimizing work system design. Based on the research
results, it can be seen that the company does not yet have work standards. The
proposed work system design is to integrate existing components by formulating
and creating a vision & mission, work instructions, and Standard Operating
Procedures (SOP), which is expected to increase work productivity and efficiency.
Keywords:
Macro
Ergonomics, Macroergonomic Analysis and Design (MEAD)
����� ����
Pendahuluan
Perkembangan industri pangan yang semakin maju dan
kompetitif memerlukan penyesuaian yang terus menerus oleh para pelaku usaha,
termasuk perbaikan sistem kerja. Sistem kerja yang terbaik adalah sistem yang
mempunyai efisiensi dan produktivitas paling tinggi (Sutalaksana dkk, 1979).
Untuk mengoptimalkan perancangan sistem kerja, dapat menggunakan pendekatan
ergonomi makro. Ergonomi makro merupakan pendekatan sistem sosioteknik dari
tingkat atas hingga bawah untuk merancang sistem kerja, dari tingkat atas
hingga bawah untuk melengkapi keseluruhan sistem kerja dalam menciptakan
harmonisasi atau keseimbangan menyeluruh dengan tujuan mengoptimalkan
perancangan sistem kerja (Hendrick, 1997: Hendrick & Kleiner , 2001).
Menurut W. Hendrick dan Brian M. Kleiner, penerapan makroergonomi terdiri dari
sepuluh tahapan yang disebut metode Macroergonomic Analysis and Design (MEAD).
Pada penelitian ini dilakukan optimasi sistem kerja pada toko roti H De R
Bakery dengan menggunakan metode Macroergonomic Analysis and Design (MEAD).
��
Metode
Dalam
penelitian ini terdapat beberapa tahapan yang diperlukan antara lain: jenis
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yaitu data yang
diambil langsung dari toko roti H De R Bakery dan data sekunder. Dalam
penelitian ini data-data yang diperlukan diperoleh dengan melakukan observasi
langsung dan melakukan wawancara kepada pihak-pihak terkait di toko roti H De R
Bakery serta mencari literatur dari buku-buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan
dengan ergonomi makro.
Langkah-langkah
penelitian merupakan tahapan untuk memperoleh informasi dalam mencapai tujuan
penelitian, tahapan pendekatan makroergonomi dengan metode Macroergonomic
Analysis and Design (Hendrick, 1997: Hendrick & Kleiner, 2001) antara lain
sebagai berikut:
a. Menganalisis
sistem lingkungan dan subsistem organisasi.
b. Menentukan
jenis sistem produksi dan menentukan tingkat kinerja yang diinginkan.
c. Mendefinisikan
operasi unit dan proses kerja
d. Mengidentifikasi
Varians
e. Buat
matriks varians
f. Membuat
tabel kendali varians utama dan menganalisis peran personel
g. Mengalokasikan
fungsi dan menggabungkan desain
h. Analisis
persepsi dan tanggung jawab pemangku kepentingan
i.
Mendesain ulang dukungan dan menggabungkan subsistem
j.
Perbaikan sistem
Hasil dan Pembahasan
1. Menganalisis
Sistem Lingkungan dan Subsistem Organisasi
Produk roti dan kue ini didirikan pada tahun 2009 oleh
Ibu Elinarti, dan memiliki tenaga kerja sebanyak 14 orang yang terdiri dari 1
orang pada bagian keuangan, 8 orang pada bagian produksi, dan 5 orang pada
bagian pemasaran atau pengiriman roti.
2. Menentukan
jenis sistem produksi dan menentukan tingkat kinerja yang diinginkan
Toko roti H
De R Bakery memproduksi 5.490 hingga 6.000 potong roti setiap hari. Selain
menggunakan sistem produksi flow shop (produksi massal), industri ini juga
menggunakan sistem produksi Make To Order (MTO), seperti ketika ada pesanan
untuk pengajian dan acara lainnya,
3. Mendefinisikan
Unit Operasi dan Proses Kerja
Toko roti H
De R Bakery mempunyai beberapa unit operasi atau tahapan dalam proses pembuatan
roti, antara lain sebagai berikut: Pencampuran dan pengadukan bahan baku
(Mixing), pemanggangan singkat, penggulungan adonan, penimbangan dan pembentukan
adonan, proses fermentasi adonan, oven. , isian rasa, pengemasan.
4. Identifikasi
Varians
Berikut
beberapa varian atau permasalahan yang terjadi pada proses pembuatan roti Devy
yang dapat dilihat pada Tabel 1 dibawah ini:
Tabel
1 Data Variansi
Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat diketahui varians yang
terjadi pada setiap tahapan proses, kemungkinan penyebab varians, penyebab
pasti varians, dan dampak varians. Pada tahap ini seluruh tahapan proses
dianalisis. Terdapat tahapan proses lain selain yang tercantum pada Tabel 1
yaitu penimbangan dan pembentukan adonan, proses fermentasi adonan, pengovenan,
pengisian bumbu, pengemasan. Untuk meminimalisir varians yang ada, perlu
dilakukan perbaikan pada sistem kerja.
5. Buat
Matriks Varians
Pada tahap ini tujuannya adalah untuk melihat hubungan
antar varians pada toko roti H De R Bakery. Matriks ini dibuat untuk mengetahui
tingkat hubungan varians dengan unit operasi dan tipe data varians.
Tabel 2 Matriks Variansi
Keterangan:
√
= Menyatakan adanya dampak suatu variabel
x =
Menyatakan tidak adanya dampak suatu variabel
Menurut
Hendrick & Kleiner (2001) tipe data variansi terbagi menjadi tiga bagian
yaitu:
a. Memiliki dampak akhir yang signifikan, artinya untuk
mengetahui bagaimana suatu variansi tersebut berdampak terhadap tingkat
kepuasan konsumen.
b. Memiliki banyak hubungan dengan variansi yang lain,
disini untuk menjelaskan apakah suatu variansi memiliki dampak terhadap
variansi yang lain.
c. Memiliki dampak yang signifikan sebagai variansi tunggal,
tipe data variansi ini untuk menjelaskan apakah suatu variansi tersebut
berpengaruh sebagai variansi tunggal terhadap kualitas produk.
Berdasarkan
Tabel 2, rata-rata setiap variansi tidak memiliki dampak yang signifikan
sebagai variansi tunggal, kecuali variansi tepung terigu tidak layak, serta
semua variansi memiliki dampak akhir yang signifikan. Demikian halnya pada
variansi yang terjadi pada unit proses penimbangan dan pembentukan adonan,
proses fermentasi (peragian) adonan, pengovenan, pengisian rasa, pengemasan.
1.
Membuat Tabel Kendali Variansi
Kunci dan Analisis Peran Personel
Pada tahap keenam dalam Macroergonomic Analysis and
Design (MEAD) ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kendali variansi
yang telah ada di industri roti D pabrik roti H De R Bakery dan bagaimana peran
personel yang bertanggung jawab pada unit kerja dimana setiap variansi terjadi.
Tabel 3. Kendali Variansi Kunci dan Analisis Peran
Personel
Berdasarkan Tabel 3, setiap
variansi yang ada samapai pada tahap pengemasan dianalisis berdasarkan tempat
terjadinya, pihak yang mengawasi, pihak yang terlibat langsung dan aktifitas
pendukung yang sudah ada untuk mengendalikan variansi.
2.� Mengalokasikan Fungsi dan
Penggabungan Desain
Pada
tahap ini bertujuan untuk membuat beberapa alternatif perbaikan dan
mengalokasikan fungsi, sehingga dapat diperoleh alternatif yang lebih baik.
Adapun alternatif yang dibuat dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini:
Gambar 1 Alternatif
Perbaikan
Gambar 1 merupakan alternatif yang
kemungkinana dapat diterapkan pabrik roti H De R Bakery. Menurut Robertson
& O'Neill, 1995;. Robertson, et al, 1998; Smith, Sauter & Dainoff, 1990
untuk mengalokasikan fungsi dan penggabungan desain dapat dibuat beberapa alternatif
perbaikan yang disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Menurut Mosard (1982) untuk dapat
menentukan alternatif mana yang lebih baik dan dapat diterapkan, sebelumnya
dapat dilakukakan pembobotan dengan memberikan empat kriteria penilaian.
Berikut ini Tabel 4 kriteria penilaian bobot untuk menilai ketiga alternatif
tersebut.
Tabel 4. Kriteria Penilaian Bobot
Sistem
pembobotan untuk masing-masing kriteria sebagai berikut:
1.
Jangkauan terhadap organisasi = 1 sampai 2
2.
Resiko yang akan terjadi/kendala dalam keberhasilan = 1 sampai 9.
3.
Keuntungan/keefektifan = 1 sampai 10.
4.
Pengaruh terhadap pengeluaran biaya = 1 sampai 6.
1. Menganalisis Persepsi dan Tanggung Jawab Stakeholder
Pada tahap ini bertujuan untuk memberikan pembobotan
untuk masing-masing alternatif perbaikan sehingga dapat diperoleh alternatif
yang lebih baik dan dapat diterapkan di pabrik roti, Pembobotan ketiga
alternatif ditunjukkan pada Tabel 5.
Tabel 5. Pembobotan Alternatif
Pada Tabel 5, untuk kategori resiko yang akan
terjadi/ kendala dalam keberhasilan serta pengaruh terhadap pengeluaran biaya diberikan tanda negatif (-), karena resiko yang akan terjadi/ kendala
dalam keberhasilan serta pengaruh terhadap pengeluaran biaya adalah karekteristik
yang berpotensi negatif. Menurut Mosard (1982) skala penilaian yang digunakan
mulai dari 0 sampai 10, dimana rating 0-3 menunjukan preferensi rendah, rating
4-7 menunjukan preferensi moderate, dan 8-10 menunjukan preferensi tinggi.
2.� Mendesain Ulang
Dukungan dan Menggabungkan Subsistem
Berdasarkan
hasil pembobotan pada tahap sebelumnya, maka diperoleh nilai pembobotan yang
terbesar yaitu alternatif 1 dengan score 3, yaitu perbaikan standar kerja.
3.��� Perbaikan
Sistem
Berdasarkan hasil dari pembobotan maka aternatif yang dipilih
yaitu dengan melakukan perbaikan standar kerja dengan cara membuat Work
Instruction (WI), Standard Operating Procedure (SOP), serta memformulasikan
visi & misi.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan sebelumnya, dapat
disimpulkan bahwa perusahaan belum memiliki standar kerja berdasarkan
identifikasi permasalahan menggunakan metode Macroergonomic Analysis and Design
(MEAD). Usulan perbaikan yang diambil adalah dengan memilih alternatif 1, yaitu
pembuatan standar kerja, yang didasarkan pada empat kategori dan bobotnya,
mencakup jangkauan terhadap organisasi, resiko atau kendala dalam keberhasilan,
keuntungan atau keefektifan, dan pengaruh terhadap pengeluaran biaya. Rancangan
sistem kerja yang diusulkan adalah mengintegrasikan komponen yang ada dengan
merumuskan dan membuat visi & misi, instruksi kerja, dan Standard Operating
Procedure (SOP), dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi
kerja.
Daptar Pustaka
Ghiffara,
M. D. I. (2019). Perbaikan Sistem Kerja Berdasarkan Macroergonomic Analysis
And Design (Mead) Untuk Mengurangi Resiko Cidera Pekerja (Studi Kasus di CV
Tunas Karya, Pakem, Sleman, Yogyakarta) (Doctoral dissertation, Universitas
Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta).
Pradini, A. H., Lucitasari, D. R., & Putro, G. M. (2019). Perbaikan
sistem kerja dengan pendekatan macroergonomic analysis and design (MEAD) untuk
meningkatkan produktifitas pekerja (Studi kasus di UD Majid Jaya, Sarang,
Rembang, Jawa Tengah). Opsi, 12(1), 36-47.
Putra,
R., Wahyudin, W., & Herwanto, D. (2022). Analisis
Sistem Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Pegawai Negeri Sipil Dengan
Pendekatan Macroergonomic Analysis And Design. JURMATIS (Jurnal Manajemen
Teknologi dan Teknik Industri), 4(1), 50-63.
Sambuari, Z. N., & Anis, I. M. (2023). Analisis Perbaikan Sistem
Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Pekerja Menggunakan Metode
Macroergonomic Analysis And Design (MEAD) (Doctoral dissertation,
Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Sumarmi,
W. (2019). Evaluasi fasilitas lingkungan kerja di puskesmas wono ayu
menggunakan metode macroergonomic analysis and design. Tekmapro: Journal of
Industrial Engineering and Management, 14(2), 22-31.
Utami, R.
N., Muclison Anis, S. T., & Sufa, M. F. (2019). Usulan perancangan
sistem kerja dengan metode macroergonomic analysis and design (mead)(studi
kasus: home industry roti devy) (Doctoral dissertation, Universitas
Muhammadiyah Surakarta).