Pengembangan
Petunjuk Pelaksanaan� (Juklak)
Bimbingan
Teknik (Bimtek) Da�i Untuk Implementasi
Dakwah
Komunitas Berkemajuan�
Suhardin1, Tohirin2, Erwina3, Ahmad Hunen4
Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Indonesia
[email protected]1,
[email protected]2, [email protected]3,
[email protected]4
Abstrak:
Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif dan holistic pengembangan
Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Bimbingan Teknis (Bimtek) da�i untuk dijadikan
model bimtek dakwah komunitas yang berkemajuan. Juklak dikembangkan oleh expert
Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan menerapkan
langkah pengembangan Borg and Gall. Dilakukan validasi dengan uji coba pada
Training of Trainer (TOT) pada dua lokus. Dari uji coba lokus pertama,
mendapatkan perbaikan dan penyempurnaan oleh tim expert, kemudian di validasi
lagi dalam bentuk Training of Trainer (TOT) kedua, disempurnakan lebih lanjut
dan lebih komplit, pada akhirnya melahirkan Model Bimbingan Teknis (BIMTEK)
Da�i untuk Dakwah Komunitas yang berkemajuan untuk diimplementasikan pada
bimbingan teknis di tingkat Wilayah, Daerah dan Cabang Lembaga Dakwah Komunitas
baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Di luar negeri dilakukan langsung
oleh PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) di berbagai negara. Dari
hasil pantauan pelaksanaan, diskusi tim expert dan analisis dengan langkah
research and development bahwa model ini efektif dilaksanakan pada dua kali uji
coba dan direkomendasikan untuk di implementasikan pada kegiatan bimbingan
teknis da�i.�
Kata Kunci: Pengembangan,
Juklak, Bimtek, Dakwah Komunitas, Berkemajuan.���
Abstract:
This
research aims to describe objectively and holistically the development of
Technical Guidance Implementation Guidelines for preachers for progressive
community proselytizing. The operational guidelines were developed by experts
from the Muhammadiyah Central Leadership Community Proselytizing Institute by
implementing the Borg and Gall development steps. Validation was carried out
with trials on training of trainers at two loc. From the first locus trial, it
received improvements and refinements by a team of experts, then was validated
again in the form of a second training of trainers, further refined and more
complete, ultimately giving birth to the preachers Technical Guidance Model for
Community Proselytizing which is progressing to be implemented in technical
guidance at the regional and branch levels of community proselytizing
institutions both domestically and abroad. Abroad, it is carried out directly
by Muhammadiyah Special Branch Leader in various countries. From the results of
implementation monitoring, expert team discussions and analysis using research
and development steps, this model was effectively implemented in two trials and
is recommended for implementation in technical guidance activities for
preachers.
Keywords:
Development,
Operational Guidelines, Technical Guidance, Community Proselytizing, Progress
����� ����
Pendahuluan
Labeling Islam berkemajuan yang disematkan dalam
persyarikatan Muhammadiyah, pada akhirnya melahirkan dokumen resmi Risalah
Islam Berkemajuan, yang dikeluarkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48. Pada
Muktamar Muhammadiyah sebelumnya Muhammadiyah melahirkan dokumen Dakwah
Komunitas sebagai kelanjutan dari dakwah jamaah dan dakwah kultural (Mawardi et al., 2022). Konsep dakwah jamaah,
memberikan tugas kepada masing-masing kader Muhammadiyah berdakwah pada
jamaahnya masing-masing dengan menjadikan diri sebagai pelopor dan motivator
dalam jamaah tersebut (ULANDARI, 2022).�
Dakwah kultural memberikan aprsesiasi kepada kultur lokal (local wisdom)
dengan mengedepankan konsepsi al-urf. Muhammadiyah tidak seperti yang dipersepsikan
sebagian kalangan sebagai anti budaya dan lebih mempertentangkan Muhammadiyah
dengan kebudayaan. Dakwah kultural menjadikan apresiasi seni dan kebudayaan
sebagai media dakwah, dan motivasi dalam menggerakkan kegiatan keislaman
berbasis kebudayaan dan kebudayaan mendasarkan aktifitas senimannya dalam
kerangka kehidupan yang islami. Dakwah Komunitas memberikan mandate kepada
segenap kader persyarikatan, terutama Lembaga Dakwah Komunitas yang diberikan
leading sector untuk menjalankannya. LDK PP Muhammadiyah berusaha melakukan
sistematisasi dakwah komunitas dalam bentuk system gerakan dakwah komunitas
nasional, regional dan internasional. LDK berusaha untuk menjadikan dakwah
komunitas diperankan oleh da�i, assatid dan penggerak dakwah komunitas berjalan
professional, terorganisasi, terstrukturisasi dalam system gerakan terpadu
(integration movement system). Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat
Muhammadiyah mengembangkan bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas
berkemajuan. Dakwah komunitas yang dilakukan oleh persyarikatan Muhammadiyah
beradaptasi dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, para da�i,
assatid dan penggerak dakwah komunitas merupakan kelompok elite sosial yang
inovatif, adaptif, kreatif, menggerakkan dakwah komunitas pada basis
masing-masing dengan kecapatan tinggi yang senantiasa terupdate. Kemampuan di
refresh, di upgrades, di install, sehingga selalu progress untuk semua kemajuan
yang ada (Badi�ah et al., 2022).��
����������� Petunjuk
Pelaksanaan (Juklak) Bimbingan Teknis (Bimtek) da�i untuk dakwah komunitas
berkemajuan, sebuah pedoman penting yang harus dilahirkan oleh Lembaga Dakwah
Komunitas (LDK) dijadikan rujukan, pedoman, dan standar bagi para Wilayah,
Daerah dan Cabang seantero dunia dalam melaksanakan Bimtek da�i untuk
pelaksanan dakwah komunitas berkemajuan. Untuk mendapatkan sebuah petunjuk yang
teruji, diperlukan uji coba yang matang, selain dari shering ide yang disampaikan
oleh para expert juga dibutuhkan experimentalization model. Expert sudah
bekerja menghasilkan sebuah pedoman, tetapi dalam kegiatan lapangan tidak
cukup, harus dibuktikan secara empiric, terkait dengan efektifitas
pelaksanaannya sebagai sebuah pedoman. Dari kerangka berpikir demikian, Lembaga
Dakwah Komunitas berusaha melakukan uji coba dalam bentuk Training of Trainer
(TOT) pada dua kali event, pertama dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah
Cerebon pada tanggal 8-10 Desember 2023, kedua dilaksanakan di Universitas
Muhammadiyah Riau Pekanbaru pada tanggal 19-21 Januari 2024. Kedua moment
tersebut diselenggarakan untuk menguji terkait dengan efektifitas petunjuk
pelaksanaan yang sudah dikembangkan oleh para expert pada Lembaga Dakwah
Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, masing-masing kegiatan ini dicoba
diteliti secara seksama dan dilaporkan secara objektif dalam tulisan ini.
����������� Tulisan
pada artikel ini adalah berangkat dari penelitian yang dilakukan secara
research and development (R&D) dengan mengembangkan sepuluh langkah
pengembangan Borg and Gall, sama dengan yang pernah peneliti lakukan juga pada
penelitian sebelumnya dalam mengembangkan materi ajar Pendidikan Agama dalam
kegiatan Pembelajaran di Rumah. Pengembangan Evaluasi dalam Pembelajaran PAI di
Rumah. Pengembangan Model Pelatihan Da�i Muda Menggunakan Media Digital,
diteliti oleh Sarwenda dan kawan terkait dengan deskripsi pelatihan dai muda
untuk dilatih mampu membuat naskah dakwah yang menjelasakan konsepsi moderasi
beragama ke tengah masyarakat dengan pemanfaatan berbagai perkembangan
digitalisasi. Pelatihan Da�i Sanitasi yang diselenggarakan oleh MUI bekerja
sama dengan Kemenkes, untuk membentuk kemampuan dai menggerakkan ummat
melaksanakan sanitasi yang benar berdasarkan Syariah Islam (Mohamed & Shafiai, 2021).
����������� Dari
berbagai karya dan tulisan artikel yang penulis kutip di atas terlihat bahwa
penelitian yang penulis publikasikan ini sangat berbeda dengan berbagai hasil
karya sebelumnya. Novelty (kebaharuan) yang terlihat, pertama, bahwa penelitian
ini berangkat dari sebuah keseriusan dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendapatkan�
naskah pedoman, juklak yang orisinalitas dijadikan rujukan oleh Pimpinan
Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Komunitas di
seantero dunia, sebagai wujud nyata dakwah Muhammadiyah untuk semesta. Kedua,
peneliti dengan tim berusaha mendeskripsikan, mendesiminasikan berbagai
kegiatan yang diselenggarakan pada dua lokus tersebut, di Cerebon dan di
Pekanbaru, dilakukan pengolahan dengan standar research and development,
mengambil sepuluh langkah Borg. Ketiga, seminasi dan diskusi expert yang
tergabung dalam Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami
tuliskan dalam sebuah naskah artikel ilmiah, yang kita baca saat ini, sehingga
tulisan ini, benar-benar murni dan orisinalitas, dengan noveltynya,
pengembangan model bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas yang
berkemajuan.����
TINJUAN
PUSTAKA
Islam
Berkemajuan
Pengamalan Islam secara sungguh-sungguh, benar dan
komprehensif, dipastikan menjanjikan untuk kemajuan dan kejayaan, hal ini
adalah keyakinan yang tertanam dalam lubuk hati setiap muslimin. Islam agama
yang sudah di declare oleh Allah SWT membuat manusia itu menjadi yang terbaik
dan berkemajuan. Tidak ada satupun ajaran Islam yang tidak memberikan
kemanfaatan nyata dan berguna untuk kehidupan yang lebih baik, katakanlah
makanan. Islam mengajarkan makanan yang halalan thoyyibah, dengan makanan halal
membuat manusia lebih terhormat, tidak ada tuntutan dari yang dimakan tersebut,
demikian juga dengan baik, membuat manusia terlepas dari effect negative dari
zat yang dimakan, sehingga manusia dapat menikmati kebahagiaan, sehat jasmani
dan rohani, badan kuat, spiritualitas tinggi, mentalitas baik dan kepribadian
benar (Syakur, 2019).
Islam dikenal dalam bentuk diksi khairu ummah (ummat
terbaik) dan ummatan wasath ummat pertengah).�
Khairu ummah merupakan bentuk ideal masyarakat Islam, teriidentifikasi;
integritas keimanan, berorientasi kepada kemanusiaan universal dan loyalitas
pada kebenaran dengan mekanisme amr bi al-ma`ruf nahyu �a ni al-munkar. (Majdi, 2017) Ummatan wasath adalah ciri
keunggulan umat atau masyarakat yang diidealkan al-Qur'an karena sifatnya yang
moderat dan berdiri di tengah-tengah sehingga dapat dilihat oleh semua pihak
dan dari segenap penjuru. Selain itu juga dikenal dengan konsep rahamatan lil
alamien, Islam yang disampaikan dengan lemah lembut, ramah terhadap realitas
sosial, memahami suasana secara komprehensif melalui berbagai disiplin ilmu
yang kemudian diintegrasikan dengan karakter dan kondisi sosial masyarakat,
sehingga Islam menginspirasi kebahagiaan dan kedamaian. Dakwah Islam dilakukan
dengan mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyentuh bukan
menyinggung.
Tiga
konsepsi di atas memperlihatkan keagungan dan keanggunan Islam sebagai sebuah
sumber peradaban. Islam inspiration of civilization, Islam inspirasi dari
peradaban, doktrin Islam memberikan inspirasi kepada ummatnya untuk
mengembangkan kreatifitas untuk sesuatu yang lebih baik diterapkan dalam
kehidupan. Perintah melaksanakasanakan shalat dengan menutup aurat, memberikan
inspirasi ummat Islam untuk berkreatifitas dalam mengembangkan tatabusana. Masjid sebagai tempat
berkumpul ummat Islam melaksanakan ibadah shalat, memberikan inspirasi ummat
Islam mengembangkan arsitektur masjid sesuai dengan inovasi dan akulturasi
buadaya. Menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, memberikan inspirasi
ummat Islam untuk mengembangkan perbankan Islam, yang terbebas dari riba,
demikian seterusnya, sehingga penggalian ayat-ayat Allah yang tertera dalam
al-Qur�an, membuat ummat Islam maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,
sehingga Islam adalah agama yang menginspirasi kepada kemajuan ummat.
Muhammadiyah
Muhammadiyah
sebuah gerakan Islam yang berdiri atas inspirasi untuk memajukan ummat Islam,
melepaskan dari belenggu kejumudan, kebodohan, keterbelakangan dan
ketertinggalan, akibat tidak meggali ayat-ayat Allah yang inspiratif terhadap
kemajuan tersebut, tetapi hanya menggali sebagiannya saja. Ayat-ayat al-Qur�an
yang terkait dengan normatif yang pada akhirnya bersentuhan dengan khilafiyah
sangat banyak dipelajari dan diperdebatkan oleh kalangan ummat Islam. Perilaku
sosial ummat Islam ini berdampak pada ketertinggalan Islam dibandingkan dengan
peradaban lain yang telah berjaya pada ranah ilmu pengetahuan dan teknologi.
Muhammadiyah berangkat dari kesadaran teologis bahwa hendaklah ada sekelompok
ummat Islam yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mereka
itulah menjadi kelompok pemenang. Muhammadiyah berkeyakinan bahwa dengan
mengamalkan Islam secara komprehensif, konsekwen, konsisten dan istiqomah
niscaya akan menjadikan yang terbaik. Muhammadiyah bukan hanya sebatas itu,
tetapi juga berusaha untuk memajukan gerakan keislaman dalam bentuk
pengembangan inovasi dan kreasi, sehingga menjadi gerakan yang modern sesuai
dengan tuntutan dan perkembangan zaman, melaksanakan aktifitas dan
kegiatan-kegiatan dakwah Islam yang lebih universalitas dan berbasisi mondiale,
sehingga dengan demikian Muhammadiyah layak disebut sebagai sebuah organisasi
Islam yang berkemajuan dan menganut pemahaman bahwa Islam adalah doktrin
ilahiyah yang mendorong manusia untuk berkemajuan.������
Muktamar
Muhammadiyah ke-48 ditetapkan Risalah Islam Berkemajuan sebagai pedoman,
rujukan, dan panduan gerakan yang dilakukan Muhammadiyah ke depan dalam
menjalankan program dan melakukan pelayanan. Risalah Islam berkemajuan tersebut
memuat bagian dari ontology terkait dengan karakteristik Islam berkemajuan;
pertama, meyakini sepenuhnya bahwa kehidupan manusia harus terbangun oleh
ketauhidan yang benar, tegak dan lurus kepada Allah SWT dalam berbagai
pemahaman ketauhidan, baik dalam bentuk Rububiyah, Uluhiyah, Asmaiyah. Kedua,
ruju�i al-Qur�an dan as-Sunnah, kebenaran mutlak yang senantiasa dipedoman,
diintrepretasi dalam rangka berdialog dengan realitas kehidupan. Ketiga, ihya�u
ijtihad wa tajdid, menggelorakan semangat berpikir kreatif, dinamis, progresif dan
inovatif untuk menjawab segala dinamika kehidupan. Keempat, membangun sikap
washatiyah, tengahan, moderat tidak ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Dan kelima,
mewujudkan rahmatan lil alamien, sikap dan perilaku kasih sayang terhadap
segenap makhluk ciptaan Allah SWT. Bukan hanya untuk manusia tetapi segenap
lingkungan hidup yang perlu dijaga sustainable (keberlanjutannya) dan
equilibrium (keseimbangannya). Lima hal inilah yang menjadi indicator utama
atau karakteristik dari Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi, gerakan yang
memiliki komitmen untuk mewujudkan dan pengamalan sejati dari Islam
berkemajuan, Islam sebagai agama yang mendorong dan menjadikan penganutnya
menjadi manusia-manusia yang berkemajuan.�
Dakwah
Komunitas
Dakwah
komunitas dalam Muhammadiyah, bukanlah konsep dan gerakan baru. Esensi dakwah
Muhammadiyah komunitas, dalam bentuk jamaah wal�ashri� kemudian dilanjutkan dengan kajian al-ma�un,
dimana sasaran utama adalah para pedagang dan pengusaha batik pada komunitas
atas, sehingga dengan itu sang kiyai mendirikan lembaga pendidikan dan lembaga
pelayanan sosial. Seiring dengan perkembangan kehidupan sosial, dakwah lebih
banyak dilaksanakan dalam bentuk taklim dan tabligh, untuk memberikan pemahaman
keislaman. Tetapi segmen komunitas yang dahulu dikembangkan dalam bentuk
gerakan jamaah dan jamaah dakwah serta dakwah kultural perlu di inovasi dan
direformulasi dalam bentuk dakwah komunitas.
Diantara
komunitas yang sangat membutuhkan garapan dakwah adalah komunitas kelas atas,
pengusaha besar, elit bangsa, pejabat, politisi, birokrat, teknokrat,
professional dan selebritis. Mereka sangat membutuhkan pendekatan khusus dalam
memberikan bimbingan keagamaan, tentu pendekatan yang mereka butuhkan adalah
event yang memberikan aktualisasi terhadap personaliti masing-masing mereka.
Dengan chasing yang exlusive dan mengangkat popularitas diri dengan media dan
instrument yang lux. Agak sama halnya tetapi dalam standar yang agak dibawah
pada kelas menengah. Kontras dengan kelas bawah dan marginal yang senantiasa
perlu dilakukan dengan pendekatan program pemberdayaan. Pemberdayaan sesuatu
yang ditunggu untuk menyambung kehidupan, memberdayakan mentransformasi
komunitas kelas bawah menjadi kelas menengah.
Tidak
kalah menarik pada komunitas khusus berbasis pada hoby; komunitas kelas
pencinta vespa, pencinta sepeda ontel, hoby memancing, hoby berburu dan
berbagai kehobianlain. Pola dan strategi dakwah yang dilakukan pada komunitas
ini, tentu pendekatan unik dan menarik, sehingga mereka dapat mengamalkan
secara sungguh-sungguh keislaman dalam kehidupan dan pekerjaannya. Dakwah yang
dilakukan tentu dakwah yang lebih inklusive dengan bukan hanya pendekatan
keagamaan semata, tetapi pendekatan kemanusiaan dan pendekatan lingkungan perlu
dilakukan dalam rangka mewujudkan rahmatan lil alamien. Semua makluk ciptaan
Tuhan perlu diselamatkan dalam ketidak adilan manusia di muka bumi ini, agar
keridhan Allah SWT lebih dekat dan ada bersama kita.��
BimTek
Dai
Dakwah
komunitas agak lebih spesifik dibandingkan dengan dakwah konvensional yang
sering dilakukan dalam formulasi tabligh. Tabligh menyampaikan ajaran Islam
dengan berbagai media kepada jamaah yang telah bersiap untuk mendengarkan
tausiyah, tetapi dakwah komunitas lebih dari itu, mengemas pesan-pesan
keislaman berbasis pendekatan sosial, budaya, ekonomi dan profesi kelompok
sosial yang dijadikan sasaran dakwah. Pendakwah, da�i, ustad menyatu dalam
komunitas, entitas sosial budaya yang dijadikan sasaran dakwah. Pendakwah
bergumul dalam kehidupan sosial budaya jamaah, sehingga ia dapat dijadikan,
personal penggerak komunitas untuk laju kehidupan sosial komunitas. Da�i selain
bergumul, juga memiliki misi khusus yang dibawa dari lembaga, organisasi,
institusi yang telah menugaskannya dalam komunitas tersebut, sehingga seorang da�i
bukan hanya berada pada satu komunitas, boleh jadi berada pada beberapa
komunitas dengan injection program, treatment dakwah yang sudah di persiapkan
semenjak awal, baik secara personal maupun secara institusional. Justru itu
para da�i, assatid, pendakwah diperlukan peningkatakan kapasitas, penyegaran
diri, penguatan kompetensi, perluasan wawasan, penajaman intelektualitas, dan
pengayaan keterampilan, keahlian dalam pemanfaatan berbagai teknologi
komunikasi dan administrasi dalam melaksanakan tugas mulia dakwah komunitas.
�� Para da�i, assatid, pendakwah perlu dilatih,
dibimbing, coaching, upgrading, refreshing, workshops dalam kegiatan terpadu,
terstruktur, terprogram, terkelola dalam bentuk event pelatihan yang dinamakan
dengan bimbingan teknis (BIMTEK) dalam rangka (1) peningkatan pemahaman
keagamaan da�i tentang ajaran agama Islam, sesuai dengan manhaj tarjih
Muhammadiyah, untuk disampaikan kepada masyarakat; (2)��� pengembangan keterampilan dakwah, keterampilan komunikasi dan
presentasi da�i, termasuk kemampuan berbicara di depan umum, mengelola waktunya
dengan baik, memahami audiens, menggunakan media yang efektif, dan menggunakan
strategi dakwah yang relevan, agar dai dapat menyampaikan pesan agama dengan
cara yang lebih persuasif dan mempengaruhi audiens dengan lebih baik; (3)
peningkatan etika dan akhlak da�i, karena da�i�
menjadi contoh yang baik dalam perilaku dan akhlaknya, da�i memahami
nilai-nilai etika dan akhlak Islam serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari;
(4) penguasaan metodologi dakwah, meliputi pemahaman tentang metode dakwah yang
efektif, strategi pengajaran, penanganan perbedaan pendapat, serta pendekatan
dalam menghadapi isu-isu kontemporer, adaptasi metode dakwah sesuai dengan
situasi dan kebutuhan masyarakat yang dilayani; (5) peningkatan kapasitas
profesional dalam menjalankan tugas dakwah. peningkatan keterampilan manajemen
waktu, pemahaman tentang administrasi dan organisasi, kemampuan mengelola
program dan proyek dakwah, serta pengembangan pemahaman tentang tata kelola kelembagaan.
�� Bimbingan teknis da�i komunitas dilaksanakan
dalam bentuk tingkatkan; pertama, training of trainer, memberikan simulasi dan
pengayaan kepada para calon fasilitator di tingkat wilayah, daerah dan cabang.
Proyek kegiatan ini dilakukan dalam beberapa zona; zona satu Sumatera. zona dua
Jawa Bali, zona tiga Kalimantan, zona empat Sulawesi, zona lima Nusa Tenggara,
Maluku dan Papu. Kedua, pelaksanaan bimbingan teknis dai, untuk menyasar
langsung para dai komunitas untuk bertugas menjalankan misi khusus berdakwah di
komunitas, dengan dilakukan pembekalan baik dalam bentuk penguatan ideologi,
pengayaan kazanah keislaman, dan pengembangan kemampuan dalam bentuk
keterampilan dakwah. Bimbingan teknis dilakukan dalam tahapan perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi dan refleksi serta tindak lanjut dalam bentuk tugas
dakwah pada komunitas.
��
Metode
Desain Penelitian ini Research and Development langkah
yang telah digariskan oleh Borg and Gall sebagai berikut; (1) potensi dan
masalah (state of the art); (2) mengumpulkan informasi merencanakan (planning);
(3) desain produk (develop preliminery form of product); (4) validasi desain
(data collected and analyzed); (5) perbaikan desain (main product revision);
(6) uji coba produk (main field testing); (7) revisi produk (operational
product revision); (8) ujicoba pemakaian (operational field testing); (9)
revisi produk lanjut (final product revision); (10) pembuatan produk masal
(dissemination and implementation). Dapat digambarkan dengan tabel sebagai
berikut:
TABEL
I
DESAIN RESEARCH AND DEVELOPMENT
|
01. |
State of the Art |
Temuan
beberapa research tentang petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis
dai komunitas untuk dakwah komunitas berkemajuan |
|
02. |
Planning |
Diskusi expert |
|
03. |
Develop preliminery form of product |
Temuan
expert point petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis
dai untuk implementasi dakwah komunitas berkemajuan |
|
04. |
Data collected and analyzed |
Validasi
dan temuan juklak bimtek Workshop I |
|
05. |
Main product revision |
Validasi
dan temuan juklak bimtek Workshop II |
|
06. |
Main field testing |
Validasi
dan temuan juklak bimtek Worshop III |
|
07. |
Operational product revition |
Reasonable, effektive
dan effisience bimtek dai for dakwah komunitas
berkemajuan |
|
08. |
Operational field
testing |
Ujicoba
pemakaian, |
|
9. |
Final product revision |
Revisi
produk lanjut, Juklak Bimbingan Teknis Da�I
Komunitas untuk implementasi Dakwah komunitas berkemajuan |
|
10. |
Dissemination and implementation |
Legalisasi, Desiminasi dan sosialiasi Juklak Bimtek Dai untuk Dakwah
Komunitas yang berkemajuan |
Prosedure Penelitian yang dilakukan dalam peneltian
ini pertama, dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo Muhammadiyah secara
tegas mendeklarasikan diri sebagai Gerakan Islam berkemajuan, dengan
mengeluarkan risalah Islam berkemajuan, sejalan dengan itu juga mengubah
formulasi gerakan dakwahnya dengan dakwah komunitas, dimana pada Muktamar
Muhammadiyah ke-47 di Makasar, dakwah komunitas telah dikeluarkan sebagai
sebuah putusan pada muktamar tersebut, tetapi merupakan gerakan secara
keseluruhan, tetapi pada Muktamar ke-48 di Solo telah diberikan tugas khusus
kepada Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) untuk menjadi leading sector dakwah
komunitas dalam persyarikatan Muhammadiyah, sehingga LDK perlu membenahi visi
gerakan dakwah komunitasnya dalam bentuk pengembangan system dakwah komunitas
nasional, terpadu dan terintegrasi semenjak ranting, cabang, daerah, wilayah
dan pusat dengan variasi objek komunitas. Sebagai sebuah Gerakan yang lebih
spesifik, tentu dibutuhkan pelatihan specific, integral, conceptual dan applicative
dalam sebuah event yang terencana, terprogram, terorganisasi, terpimpin dan
terstandar. Untuk itu dibutuhkan sebuah petunjuk pelaksanaan yang conceptual, standard,
dan memiliki standard quality insurance, dalam bentuk petunjuk pelaksanaan
(Juklak), sehingga bimbingan teknis yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan
dan dilakukan assessment, akurasi ukuran yang terpetakan secara nasional.
Kedua, untuk merumuskan format, bentuk dan desain
petunjuk pelaksanaan (Juklak) bimbingan teknis tersebut, peneliti berusaha
untuk mengumpulkan expert berdiskusi mencari formulasi terkait formulasi bimtek
yang efektif, reasonable (wajar, masuk akal dan layak), authentic (asli dan
shahih), karena ini menyangkut dengan pedoman, standard, regulasi dan formulasi
bimbingan teknis yang akurat dan tepat sesuai dengan kebutuhan lokal
masing-masing. Ketiga, desain produk hasil diskusi para expert mengerucutkan
bahwa petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis da�i berorientasi Pendidikan orang
dewasa (andragogic) lebih menekankan pada participatory, karena mereka yang
menjadi peserta pelatihan adalah da�i yang telah memahami konsep, tetapi dalam
pelatihan memberikan pemahaman yang sama terhadap konsep tersebut dipandu oleh
fasilitator. Materi utama yang diberikan; (1) Risalah Islam Berkemajuan,
sebagai sebuah formulasi baru produk Muhammadiyah yang perlu dipahami secara
lebih massif, baik dikalangan internal maupun ekternal, sehingga pemahaman
masing-masing tidak bias dalam memahaminya.�
(2) Fighi Tarjih, produk tarjih Muhammadiyah terkait dengan peribadatan
yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan jamaah, sehingga da�i dakwah
komunitas memiliki pemahaman yang benar dan mampu memberikan pemahaman kepada
jamaah, sehingga jamaah dapat mengamalkan dalam peribadatan sehar-hari. (3)
Fighud Dakwah, strategi dakwah komunitas yang telah disistematisasikan
Muhammadiyah dalam bentuk, dakwah komunitas atas, komunitas menengah, komunitas
bawah, komunitas marginal, komunitas hobi, komunitas virtual dan komunitas
khusus. (4) Keterampilan khusus untuk da�i dalam bentuk penggunaan beberapa
aplikasi media sosial, sebagai penunjang kesuksesan dalam mengembangkan content
dakwah untuk berbagai komunitas. (5) Manajemen dan Administrasi untuk
mengekplorasi, mengelola, mengembangkan dan mempertanggungjawabkan dana
philanthropy untuk kebutuhan gerakan dakwah komunitas.���
Keempat, validasi desain, desain yang dihasilkan oleh
expert dicoba untuk dipresentasikan dalam forum�
workshop dalam bentuk Training of Trainer (TOT) yang diselenggarakan
oleh Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas
Muhammadiyah Cerebon pada tanggal 08-10 Desember 2023 yang menghasilkan
formulasi juklak bimtek dari drafting yang sudah diajukan oleh expert.
Kelima,� perapian dan penyempurnaan
drafting juklak oleh tim expert dari bahan yang dikritisi dan dikembangkan oleh
peserta TOT Cerebon dalam formulasi Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Bimbingan
Teknis da�i komunitas yang lebih sistemik, organisasional, strukturalisasi,
dalam conteks pelatihan yang standard dan system quality insurance, legal
formal dan accountability.
Keenam, uji coba produk pada Training of Trainer (TOT)
yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhamadiyah
di Universitas Muhammadiyah Riau� pada
tanggal 20-21 Januari 2024 yang telah memperlihatkan hasil dari Juklak� yang digariskan oleh expert tersebut dengan
lebih mempertajam dan mengembangkan game, test dan standard sarana dan
prasarana ke arah yang lebih reasonable dan authentic. (Djaali & Muljono,
2008) Ketujuh, revisi produk, petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis da�i yang
telah dipandang reasonable, effektive dan effisience, dicoba untuk dikritisi
oleh user, dalam hal ini segenap personalia Lembaga Dakwah Komunitas (LDK)
Pimpinan Pusat Muhamadiyah, dalam rangka melihat authentic penggunaan istilah,
penempatan diksi dalam materi, content dan bahan ajar (Jumhadi, n.d.).
Kedelapan, ujicoba pemakaian, mencoba untuk digunakan
pada beberapa bimtek yang diselenggarakan oleh LDK pada tingkat Wilayah, Daerah
dan Cabang, dengan meminta tanggapannya terkait dengan efektifitas, efisiensi
dan reasonable, product content, materi dan bahan ajar untuk menjadi bahan bagi
fasilitator. Kesembilan, revisi produk lanjut, petunjuk pelaksanaan (Juklak)
bimbingan teknis yang sudah diujicobakan dilakukan revisi sesuai dengan saran
dan pendepat fasilitator yang mengaplikasikannya, dilakukan revisi seadanya
untuk dapat digandakan secara massif. Dan kesepuluh, pembuatan produk masal,
perbaikan yang dilakukan sesudah uji coba dilakukan penggandaan secara massif,
sehingga menjadi buku standard pegangan segenap fasilitator, pimpinan LDK pada
berbagai tingkatan dalam menyelenggarakan bimbingan teknis dai untuk
mengimplementasikan dakwah komunitas yang berkemajuan.
Objek Penelitian dan subject penelitian ini para da�i,
ustad, Pimpinan LDK, Pimpinan Persyarikatan. Mereka bekerja dengan
sungguh-sungguh untuk melakukan validasi konsep yang dihasilkan oleh expert,
berusaha untuk memperkaya, memperdalam, memperluas, dan mengembangkannya secara
reasonable untuk terselenggarakanya bimbingan teknis da�i komunitas yang mampu
dan cekatan dalam mengembangkan dakwah komunitas yang berkemajuan dalam system
yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas secara terstruktur, terukur,
terprogram, gradual dan teradminsitrasi dengan rapi. Semua mereka berpatisipasi
penuh, bekerja dalam komisi, sub komisi dan menghasilkan produk petunjim
pelaksanaan (Juklak) bimbingan teknis da�I untuk mengimplementasikan dakwah
komunitas yang berkemajuan.
Teknik Pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti,
terlibat langsung dalam diskusi yang dilakukan oleh da�i, ustad, Pimpinan LDK,
dan Pimpinan Persyarikatan semenjak dari tingkatan Cabang, Daerah, Wilayah dan
Pusat. Peneliti mengkompilasi semua masukan, saran dan kritikan sehingga
berwujud dalam bentuk petunjuk pelaksanaan (Juklak) bimbingan teknis da�i untuk
penyelenggaraan dakwah komunitas yang berkemajuan (MELEMAH, n.d.).
Pengolahan data dilakukan sedemikian rupa dengan
berpedoman kepada sepuluh langkah yang digariskan oleh Borg and Gall dalam buku
Educational Research An Introduction, melibatkan orang-orang yang berkompetence
dalam hal permasalahan. Teknik Analisis Data yang dilakukan qualitatif research
dengan pendekatan analysis content. Materi yang sudah dihasilkan oleh para
narasumber, dicoba validasi, seminasi, dan di finalisasi sehingga menghasilkan
product standard (Suhardin et al., 2021).
Hasil dan
Pembahasan
Pengembangan bimbingan teknis da�i untuk dakwah
komunitas berkemajuan, dikembangkan oleh Lembaga dakwah komunitas Pimpinan
Pusat Muhammadiyah bertujuan; pertama, peningkatan pemahaman keagamaan para
da�i, assatid, pendakwah yang menekuni dakwah komunitas Muhammadiyah. Pemahaman
keagamaan yang dimaksud adalah pmahaman yang sesuai dengan manhaj Muhammadiyah.
Muhammadiyah meyakini bahwa berislam tidak boleh dilakukan dengan taklid,
tetapi dilakukan dengan i�tiba� ur-rasyul, mengikuti tatacara yag digariskan
oleh Rasulullah berdasarkan al-Qur�an dan al-Hadits muktabarah, dipahami dengan
bayani, burhani dan irfani. Kedua, pengembangan keterampilan dakwah, kaifiyat
dan figh dakwah niscaya konsisten sepanjang zaman, tetapi implementasi dan
mekanisasi dakwah perlu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman. Ketiga,
peningkatan etika dan akhlak. Da�i, assatid dan pendakwah adalah uswatun
hasanah, panutan dan ikutan ummat, senantiasa menjadi role model, personal
referens dalam kehidupan kemasyaratan dan keummatan, maka da�i, assatid dan
pendakwah sendiri haruslah dilakukan up-grading personality, agar senantiasa
up-dating menjadi anutan dan panutan, terutama di dalam komunitas yang menjadi
binaannya. Keempat, penguasaan metodologi dakwah, metode dakwah bagian dari
keilmuan yang senantiasa berkembang sesuai dengan inovasi teknologi, terutama
teknologi informatika, maka seorang pendakwah wajib untuk adaptasi dengan
perkembangan tersebut, agar tidak tertinggal oleh perkembangan dakwah kelompok
lain yang lebih maju dan berkembang. Kelima, peningkatan kapasitas
professional. Da�i, assatid dan pendakwah pekerjaan professional, bukan kerja
sambilan dan amatiran, maka perlu ditingkatkan kapasitasnya, terutama
penguasaan terkait dengan hukum (legal formal) dan administrasi, sehingga mampu
memanfaatkan beberapa peluang untuk kemajuan dan kemenangan dakwah komunitas.
Gambaran model bimbingan teknis da�i untuk dakwah
komunitas yang berkemajuan dapat dideskripsikan sebagai berikut:
Untuk dakwah komunitas
berkemajuan
Dalam dua siklus Training of Trainer (TOT) yang
diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat
Muhammadiyah, dalam rangka mensimulasikan implementasi bimbingan teknis da�i
untuk dakwah komunitas berkemajuan dapat dinyatakan bahwa petunjuk pelaksanaan
bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas berkemajuan, telah efektif dan
teruji sangat implementatif untuk mencapai tujuan bimtek yang diharapkan
membangun perspektif implementatif dakwah komunitas berkemajuan.
Pada TOT pertama di Universitas Muhammadiyah Cerebon
tanggal 08-10 Desember 2023 diikuti oleh regional Jawa; Banten, DKI Jakarta,
Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, total peserta 48 (empat puluh delapan)
orang. Peserta TOT persiapan untuk menjadi instruktur, fasilitator dan naras
umber bimbingan teknis yang bakal diadakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Pada TOT di cerebon menual kegiatan; pengarahan
pimpinan, kontrak belajar, Ice Breaking, Role Playing, Adult Learning (pembelajaran
orang dewasa) base module, Fathul Qulub, out-bond,dan test, berjalan dengan
baik termanual secara rapi, schedule kegiatan konsisten dan sistematis.
Pengarahan pimpinan disampaikan langsung oleh ketua
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Saad Ibrahim yang mengupas tentang iqra�
dalam surat al-Alaq ayat 1-6. Saad mengatakan bahwa literation adalah elan
vital bagi kemajuan peradaban. Literasi bukan hanya sekedar membuat kemajuan
peradaban, tetapi juga berbasis pada ajaran Tuhan. Pengembangan literasi menghasilkan
peradaban yang tak lepas dari sifat keislaman. Bukan hanya Saad yang memberikan
pengarahan, juga, dibantu oleh Muhammad Arifin (Ketua LDK PP Muhammadiyah),
Prof. Dr. Mahmud Syafii, MA (Wakil Ketua PWM Jabar).���
Pembelajaran orang dewasa menekankan pada pencapaian
secara proses tujuan bimtek yang akan di kuasai, peningkatan pemahaman
kegamaan, di treatment dengan Risalah Islam Berkemajuan (RIB). Risalah Islam
berkemajuan, mengupas terkait dengan karakteristik Islam berkemajuan, materi,
content Islam berkemajuan dan program aksi Islam berkemajuan, sebagai bekal
dari para da�i, assatid dan pendakwah untuk mengupas dan menjelaskan ideologi
Muhammadiyah terkait dengan pemahaman Islam berkemajuan dalam Muhammadiyah.
Kedua, pengembangan keterampilan dakwah, dakwah
komunitas sebagai bentuk kebijakan persyarikatan Muhammadiyah yang diputuskan
dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan dikembangkan pada Muktamar Muhammadiyah
ke-48 menjadi kupasan penting pada pengembangan keterampilan dakwah. Dakwah
bukan hanya diartikan secara sempit tabligh, tetapi adalah mengorganisasi,
mensistematisasi, menggerakkan dakwah dalam bentuk gerakan tersistem dalam
objek komunitas dengan berbagai ragam dan disversifikasinya, komunitas atas,
komunitas menengah, komunitas bawah, komunitas marginal, komunitas virtual dan
komunitas khusus. Semua komunitas memiliki spesifikasi pendekatan, strategi,
dan metode yang diperlukan, agar misi dakwah Islamiyah dapat menyentuh dan
mendekap komunitas sesuai dengan harapannya. Implementasi dakwah komunitas,
dilakukan dengan pola inovasi dan kreasi yang berbasis pada ekonomi, budaya,
tradisi, adat istiadat dan kebutuhan komunitas. Komunitas terentaskan secara
kebutuhan dan teraktualisasikan diri dan martabatnya dalam pentas kehidupan
sosial budaya (Nurhasanah & Januardi Tanjung, 2023).
Ketiga, peningkatan etika dan akhlak, da�i, assatid,
dan pendakwah sebagai uswatun hasanah di tengah masyarakat, terutama di
komunitas, perlu di upgrade dan di update, etika, moralitas dan akhlaknya,
sehingga personalitynya kuat dan mengakar dalam kehidupan sosial jamaah. Ustad
tetap dijadikan sebagai personal reference dalam kehidupan sosial jamaah.
Keempat, penguasaan metodologi dakwah, pendekatan, strategi, langkah, dan
metode, senantiasa berkembang, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Media dakwah senantiasa berkembang mengiringi kemajuan zaman. Ustad
dituntut dan dituntun untuk beradaptasi dan melakukan inovasi dan meningkatkan
kemampuan diri dalam melaksanakan dakwah komunitas di tengah kehidupan sosial
dan budaya (Musthatkim, 2021).
Kelima, peningkatakan kapasitas dan profesionalisasi
diri, seorang da�i, assatid dan pendakwah, bukan lagi pekerjaan sambilan dan
amatiran, tetapi pekerjaan professional, ia bekerja berbasis pada kompetensi,
menggunakan seperangkat teknologi dalam capaian dan ukuran yang jelas,
terstruktur dan tersistematisasi. Da�i, assatid dan pendakwah, diharapkan juga
mendapatkan sellery, honorarium, penggajian secara proporsional dan berkeadilan
secara legal formal oleh lembaga yang memiliki kewenangan untuk itu. Da�i,
assatid dan pendakwah, dibekali dengan kemampuan administrative, keuangan dan
philanthropy, agar ia mampu memanfaatkan semua peluang kesejahteraan sosial
yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintahan.
Selain pembelajaran akademik yang dilakukan dengan pendekatan
role playing, demonstrative, dynamic group, resitasi dan tutorial, juga
diberikan beberapa game, berupa ice breaking. Ice breaking, bagian dari
pendekatan yang dilakukan oleh fasilitator untuk mengubah atmosfier pelatihan
yang serius dan menegangkan dengan suasana santai, meriah, gembira, happy,
enjoy dan dinamis. Ice breaking membuat peserta rilek, santai dan lebih betah
dalam mengikuti kegiatan pelatihan sekalipun beban kegiatan yang diemban
melebih dari kadar usia mereka masing-masing, dengan seloroh, fasilitator
mengatakan bahwa usia kita semua adalah dua puluh satu tahun, sehingga semua
peserta tidak ada yang merasa tua, semua optimis dan bergembira dalam mengikuti
semua sesi, manual, kegiatan yang disampaikan fasilitator (Soeharso et al., 2019).
Manual yang tidak kalah pentingnya adalah fathun qulub
dan test. Fathul qulub, menghadirkan beberapa matan ayat al-Qur�an yang
menyentuh kehidupan nyata. Ayat tersebut disarahkan, diuraikan, dibahas oleh
fasilitator sesuai dengan interpretasi yang tepat dan benar, kemudia dikontekstualisasikan
dengan kehidupan nyata, sebagai bagian dari refleksi, muhasabah, dan evaluasi
diri. Selain dari fathul qulub, juga fasilitator memberikan layanan out bond,
berupa permainan dan penyegaran kepada peserta di out door, untuk melayani olah
raga, latihan fisik, penyegaran jasmani. Kemudia ditutup dengan test, untuk
mengukur tingkat capaian dan penguasaan masing-masing peserta terhadap manual
kegiatan yang telah difasilitasi selama dua hari dua malam, empat puluh delapan
jam.
Hal yang sama di lakukan juga pada TOT LDK PP
Muhammadiyah di Pekanbaru tanggal 19-21 Januari 2024 yang dihadiri oleh
regional Sumatera: Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Sumsel dan
Lampung. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 65 (enam puluh lima) orang peserta. Manual
kegiatan tidak berbeda antara yang pertama dan yang kedua, semua manual
kegiatan dijalankan, tetapi suasana TOT kedua lebih meriah, karena peserta
lebih banyak dan lebih heterogen baik pada tingkat pendidikan, usia, profesi,
dan latar belakang sosial budaya, dibandingkan dengan regional Jawa yang lebih
homogen dalam aspek kultural dan pendidikan.
DISKUSI
Dari dua event uji coba juklak (petunjuk pelaksanaan)
bimbingan teknis da�i untuk komunitas berkemajuan, telah memperlihatkan hasil
nyata dan efektifitas model untuk diterapkan, diimplementasikan dalam bentuk
pelatihan. Juklak tersebut telah secara konseptual telah menggambarkan pada
pendahuluan tentang pentingnya juklak untuk dipedomani dalam melaksanakan
pelatihan, kemudian pada bagian dua menjelaskan tentang pengelolaan pelatihan
dan pemetaan peserta untuk lebih efektif, tersistematisasi, terorganisasi,
tertata dan terlayani secara seksama untuk menggapai sebuah pelatihan yang
sempurna, perfection. Kemudian selanjutnya menjelaskan perangkat komponen fasilitas
yang harus disediakan dalam membuat pelatihan, bimtek yang sempurna
(perfection), efektif, sistematis, terorganisasi, dan tertata, dengan
menghasikan keberadaan perangkat lunak dan perangkat keras dalam perlengkapan.
Pelaksanaan bimtek, sepenuhnya dilola oleh fasilitator
yang dipimpin oleh Master of Training, yang bertanggungjawab terhadap segenap
manual, sesi yang diberikan selama bimtek, tertuang dalam bentuk perencanaan,
pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Dalam pelaksanaan dilakukan beberapa jenis
manual kegiatan, ice breaking, role playing, adult learning, game, out-bond,
fathul qulub dan test. Pada evaluasi mengukur dan mengkaji efektifitas segenap
manual tersebut pada perkembangan peserta untuk selanjutnya dilakukan refleksi,
kemungkinan peningkatan dan peneguhan pada sesi tersebut. Demikian juga halnya
pada manajemen mutu kegiatan, pihak penyelenggara berusaha untuk melakukan
assessment, audit, quality control terhadap penyelenggaraan kegiatan, agar
dapat dipetakan bahwa penyelenggaraan tersebut telah mencapai tingkatan baik
sekali, baik, cukup dan kurang, sebagai legal judgment.�����
Kesimpulan
Muhammadiyah
sebagai gerakan Islam yang melebelkan diri sebagai Islam Berkemajuan, terbukti
dalam konteks sejarah dan road map, capaian dan rencana masa depan organisasi
tersebut. Dakwah komunitas yang dicanangkan persyarikatan Muhammadiyah, bagian
dari strategi dakwah berkemajuan, karena beradaptasi dengan trend social,
budaya dan gaya hidup masyarakat millennial. Keseriusan pengelolaanya, Muhammadiyah
membentuk satu sayap gerakan, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), yang berusaha
mensistematisasikan gerakan dakwah komunitas secara nasional, regional dan
internasional. Aktor, pelaku dan aktifis dakwah komunitas dilakukan oleh para
da�i, assatid dan pendakwah, dilatih secara sistemik, terstruktur,
terorganisasi, terukur, dan berkesinambungan, dilengkapi dengan sebuah petunjuk
pelaksanaan bimbingan teknis da�i komunitas. Juklak Bimtek Da�i komunitas
dilakukan uji coba dalam bentuk Training of Trainer (TOT) dalam dua kali uji
coba dan dinyatakan efektif diterapkan menjadi petunjuk, pedoman dan rujukan
dalam menyelenggarakan bimbingan teknis da�i komunitas secara nasional di
tingkat wilayah, daerah, dan cabang.��
Daptar Pustaka
Badi�ah, R., Winanda, R. R., & Khuzaifah, H. (2022). Profesionalisme
Pemimpin Milenial Berkarakter Bela Negara Era 4.0 Di Yes Institute Indonesia. Eksis:
Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 13(2), 147�157.
Jumhadi, A. I. (N.D.). Nasyidmorfosis Di Indonesia. Fakultas
Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif �.
Majdi, A. L. (2017). Khairu Ummah Dalam Pandangan KH Irfan
Hielmy. Jurnal Tamaddun, 5(2).
Mawardi, I., Hayati, N. N., Mudzakkir, M., & Sos, S.
(2022). Internasionalisasi Muhammadiyah: Sejarah Dan Dinamika Pimpinan
Cabang Istimewa Muhammadiyah Luar Negeri 2002-2022. Samudra Biru.
Melemah, M. Y. (N.D.). Moderatisme Yang Melemah, Islamisme
Yang Menguat. Di Ladang Tandus, 53.
Mohamed, M. I., & Shafiai, M. H. M. (2021). Sekuriti
Makanan Berlandaskan Konsep Halalan Toyyiban: Analisis Dari Perspektif Maqasid
Shariah. Jurnal Hadhari, 13(2), 221�243.
Musthatkim, M. A. (2021). Strategi Komunikasi Dakwah KH. Sofiyan
Hadi Dalam Meningkatkan Akhlak Remaja Di Lingkungan Pondok Pesantren Al-Mawaddah
Kudus Jawa Tengah. IAIN Kudus.
Nurhasanah, N., & Januardi Tanjung, R. (2023). Implementasi
Fatwa DSN � MUI Terhadap Akad Mudharabah Dalam Perbankan Syariah. Jurnal
Impresi Indonesia, 2(2), 198�205. Https://Doi.Org/10.58344/Jii.V2i2.1923
Soeharso, S. Y., Spsi, S. E., & Surjo Sulaksono, D.
(2019). TRAINOVATOR-Menjadi Trainer Dan Pengajar Zaman NOW. Penerbit
Andi.
Suhardin, S., Hayadin, H., Sugiarti, S., & Marlina, A.
(2021). Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam Berbasis Rumah. EDUKASI: Jurnal
Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 19(3), 253�267.
Syakur, A. (2019). Patologi Muslim. Raziev Jaya
Surabaya.
Ulandari, T. (2022). Strategi Pengkaderan Ukm Maharipal
Dalam Meningkatkan Dakwah Bilhal Di Uin Raden Intan Lampung. Uin Raden
Intan Lampung.