Pengembangan Petunjuk Pelaksanaan� (Juklak)

Bimbingan Teknik (Bimtek) Da�i Untuk Implementasi

Dakwah Komunitas Berkemajuan�

 

Suhardin1, Tohirin2, Erwina3, Ahmad Hunen4

Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta, Indonesia

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara objektif dan holistic pengembangan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Bimbingan Teknis (Bimtek) da�i untuk dijadikan model bimtek dakwah komunitas yang berkemajuan. Juklak dikembangkan oleh expert Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan menerapkan langkah pengembangan Borg and Gall. Dilakukan validasi dengan uji coba pada Training of Trainer (TOT) pada dua lokus. Dari uji coba lokus pertama, mendapatkan perbaikan dan penyempurnaan oleh tim expert, kemudian di validasi lagi dalam bentuk Training of Trainer (TOT) kedua, disempurnakan lebih lanjut dan lebih komplit, pada akhirnya melahirkan Model Bimbingan Teknis (BIMTEK) Da�i untuk Dakwah Komunitas yang berkemajuan untuk diimplementasikan pada bimbingan teknis di tingkat Wilayah, Daerah dan Cabang Lembaga Dakwah Komunitas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Di luar negeri dilakukan langsung oleh PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) di berbagai negara. Dari hasil pantauan pelaksanaan, diskusi tim expert dan analisis dengan langkah research and development bahwa model ini efektif dilaksanakan pada dua kali uji coba dan direkomendasikan untuk di implementasikan pada kegiatan bimbingan teknis da�i.�

 

 

Kata Kunci: Pengembangan, Juklak, Bimtek, Dakwah Komunitas, Berkemajuan.���

 

Abstract:

This research aims to describe objectively and holistically the development of Technical Guidance Implementation Guidelines for preachers for progressive community proselytizing. The operational guidelines were developed by experts from the Muhammadiyah Central Leadership Community Proselytizing Institute by implementing the Borg and Gall development steps. Validation was carried out with trials on training of trainers at two loc. From the first locus trial, it received improvements and refinements by a team of experts, then was validated again in the form of a second training of trainers, further refined and more complete, ultimately giving birth to the preachers Technical Guidance Model for Community Proselytizing which is progressing to be implemented in technical guidance at the regional and branch levels of community proselytizing institutions both domestically and abroad. Abroad, it is carried out directly by Muhammadiyah Special Branch Leader in various countries. From the results of implementation monitoring, expert team discussions and analysis using research and development steps, this model was effectively implemented in two trials and is recommended for implementation in technical guidance activities for preachers.

 

 

Keywords: Development, Operational Guidelines, Technical Guidance, Community Proselytizing, Progress

����� ����

Pendahuluan

Labeling Islam berkemajuan yang disematkan dalam persyarikatan Muhammadiyah, pada akhirnya melahirkan dokumen resmi Risalah Islam Berkemajuan, yang dikeluarkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48. Pada Muktamar Muhammadiyah sebelumnya Muhammadiyah melahirkan dokumen Dakwah Komunitas sebagai kelanjutan dari dakwah jamaah dan dakwah kultural (Mawardi et al., 2022). Konsep dakwah jamaah, memberikan tugas kepada masing-masing kader Muhammadiyah berdakwah pada jamaahnya masing-masing dengan menjadikan diri sebagai pelopor dan motivator dalam jamaah tersebut (ULANDARI, 2022).� Dakwah kultural memberikan aprsesiasi kepada kultur lokal (local wisdom) dengan mengedepankan konsepsi al-urf. Muhammadiyah tidak seperti yang dipersepsikan sebagian kalangan sebagai anti budaya dan lebih mempertentangkan Muhammadiyah dengan kebudayaan. Dakwah kultural menjadikan apresiasi seni dan kebudayaan sebagai media dakwah, dan motivasi dalam menggerakkan kegiatan keislaman berbasis kebudayaan dan kebudayaan mendasarkan aktifitas senimannya dalam kerangka kehidupan yang islami. Dakwah Komunitas memberikan mandate kepada segenap kader persyarikatan, terutama Lembaga Dakwah Komunitas yang diberikan leading sector untuk menjalankannya. LDK PP Muhammadiyah berusaha melakukan sistematisasi dakwah komunitas dalam bentuk system gerakan dakwah komunitas nasional, regional dan internasional. LDK berusaha untuk menjadikan dakwah komunitas diperankan oleh da�i, assatid dan penggerak dakwah komunitas berjalan professional, terorganisasi, terstrukturisasi dalam system gerakan terpadu (integration movement system). Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengembangkan bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas berkemajuan. Dakwah komunitas yang dilakukan oleh persyarikatan Muhammadiyah beradaptasi dengan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, para da�i, assatid dan penggerak dakwah komunitas merupakan kelompok elite sosial yang inovatif, adaptif, kreatif, menggerakkan dakwah komunitas pada basis masing-masing dengan kecapatan tinggi yang senantiasa terupdate. Kemampuan di refresh, di upgrades, di install, sehingga selalu progress untuk semua kemajuan yang ada (Badi�ah et al., 2022).��

����������� Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Bimbingan Teknis (Bimtek) da�i untuk dakwah komunitas berkemajuan, sebuah pedoman penting yang harus dilahirkan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) dijadikan rujukan, pedoman, dan standar bagi para Wilayah, Daerah dan Cabang seantero dunia dalam melaksanakan Bimtek da�i untuk pelaksanan dakwah komunitas berkemajuan. Untuk mendapatkan sebuah petunjuk yang teruji, diperlukan uji coba yang matang, selain dari shering ide yang disampaikan oleh para expert juga dibutuhkan experimentalization model. Expert sudah bekerja menghasilkan sebuah pedoman, tetapi dalam kegiatan lapangan tidak cukup, harus dibuktikan secara empiric, terkait dengan efektifitas pelaksanaannya sebagai sebuah pedoman. Dari kerangka berpikir demikian, Lembaga Dakwah Komunitas berusaha melakukan uji coba dalam bentuk Training of Trainer (TOT) pada dua kali event, pertama dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Cerebon pada tanggal 8-10 Desember 2023, kedua dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Riau Pekanbaru pada tanggal 19-21 Januari 2024. Kedua moment tersebut diselenggarakan untuk menguji terkait dengan efektifitas petunjuk pelaksanaan yang sudah dikembangkan oleh para expert pada Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, masing-masing kegiatan ini dicoba diteliti secara seksama dan dilaporkan secara objektif dalam tulisan ini.

����������� Tulisan pada artikel ini adalah berangkat dari penelitian yang dilakukan secara research and development (R&D) dengan mengembangkan sepuluh langkah pengembangan Borg and Gall, sama dengan yang pernah peneliti lakukan juga pada penelitian sebelumnya dalam mengembangkan materi ajar Pendidikan Agama dalam kegiatan Pembelajaran di Rumah. Pengembangan Evaluasi dalam Pembelajaran PAI di Rumah. Pengembangan Model Pelatihan Da�i Muda Menggunakan Media Digital, diteliti oleh Sarwenda dan kawan terkait dengan deskripsi pelatihan dai muda untuk dilatih mampu membuat naskah dakwah yang menjelasakan konsepsi moderasi beragama ke tengah masyarakat dengan pemanfaatan berbagai perkembangan digitalisasi. Pelatihan Da�i Sanitasi yang diselenggarakan oleh MUI bekerja sama dengan Kemenkes, untuk membentuk kemampuan dai menggerakkan ummat melaksanakan sanitasi yang benar berdasarkan Syariah Islam (Mohamed & Shafiai, 2021).

����������� Dari berbagai karya dan tulisan artikel yang penulis kutip di atas terlihat bahwa penelitian yang penulis publikasikan ini sangat berbeda dengan berbagai hasil karya sebelumnya. Novelty (kebaharuan) yang terlihat, pertama, bahwa penelitian ini berangkat dari sebuah keseriusan dari Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendapatkan� naskah pedoman, juklak yang orisinalitas dijadikan rujukan oleh Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Komunitas di seantero dunia, sebagai wujud nyata dakwah Muhammadiyah untuk semesta. Kedua, peneliti dengan tim berusaha mendeskripsikan, mendesiminasikan berbagai kegiatan yang diselenggarakan pada dua lokus tersebut, di Cerebon dan di Pekanbaru, dilakukan pengolahan dengan standar research and development, mengambil sepuluh langkah Borg. Ketiga, seminasi dan diskusi expert yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami tuliskan dalam sebuah naskah artikel ilmiah, yang kita baca saat ini, sehingga tulisan ini, benar-benar murni dan orisinalitas, dengan noveltynya, pengembangan model bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas yang berkemajuan.����

 

TINJUAN PUSTAKA

Islam Berkemajuan

Pengamalan Islam secara sungguh-sungguh, benar dan komprehensif, dipastikan menjanjikan untuk kemajuan dan kejayaan, hal ini adalah keyakinan yang tertanam dalam lubuk hati setiap muslimin. Islam agama yang sudah di declare oleh Allah SWT membuat manusia itu menjadi yang terbaik dan berkemajuan. Tidak ada satupun ajaran Islam yang tidak memberikan kemanfaatan nyata dan berguna untuk kehidupan yang lebih baik, katakanlah makanan. Islam mengajarkan makanan yang halalan thoyyibah, dengan makanan halal membuat manusia lebih terhormat, tidak ada tuntutan dari yang dimakan tersebut, demikian juga dengan baik, membuat manusia terlepas dari effect negative dari zat yang dimakan, sehingga manusia dapat menikmati kebahagiaan, sehat jasmani dan rohani, badan kuat, spiritualitas tinggi, mentalitas baik dan kepribadian benar (Syakur, 2019).

Islam dikenal dalam bentuk diksi khairu ummah (ummat terbaik) dan ummatan wasath ummat pertengah).� Khairu ummah merupakan bentuk ideal masyarakat Islam, teriidentifikasi; integritas keimanan, berorientasi kepada kemanusiaan universal dan loyalitas pada kebenaran dengan mekanisme amr bi al-ma`ruf nahyu �a ni al-munkar. (Majdi, 2017) Ummatan wasath adalah ciri keunggulan umat atau masyarakat yang diidealkan al-Qur'an karena sifatnya yang moderat dan berdiri di tengah-tengah sehingga dapat dilihat oleh semua pihak dan dari segenap penjuru. Selain itu juga dikenal dengan konsep rahamatan lil alamien, Islam yang disampaikan dengan lemah lembut, ramah terhadap realitas sosial, memahami suasana secara komprehensif melalui berbagai disiplin ilmu yang kemudian diintegrasikan dengan karakter dan kondisi sosial masyarakat, sehingga Islam menginspirasi kebahagiaan dan kedamaian. Dakwah Islam dilakukan dengan mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyentuh bukan menyinggung.

Tiga konsepsi di atas memperlihatkan keagungan dan keanggunan Islam sebagai sebuah sumber peradaban. Islam inspiration of civilization, Islam inspirasi dari peradaban, doktrin Islam memberikan inspirasi kepada ummatnya untuk mengembangkan kreatifitas untuk sesuatu yang lebih baik diterapkan dalam kehidupan. Perintah melaksanakasanakan shalat dengan menutup aurat, memberikan inspirasi ummat Islam untuk berkreatifitas dalam mengembangkan tatabusana. Masjid sebagai tempat berkumpul ummat Islam melaksanakan ibadah shalat, memberikan inspirasi ummat Islam mengembangkan arsitektur masjid sesuai dengan inovasi dan akulturasi buadaya. Menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, memberikan inspirasi ummat Islam untuk mengembangkan perbankan Islam, yang terbebas dari riba, demikian seterusnya, sehingga penggalian ayat-ayat Allah yang tertera dalam al-Qur�an, membuat ummat Islam maju dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga Islam adalah agama yang menginspirasi kepada kemajuan ummat.

Muhammadiyah

Muhammadiyah sebuah gerakan Islam yang berdiri atas inspirasi untuk memajukan ummat Islam, melepaskan dari belenggu kejumudan, kebodohan, keterbelakangan dan ketertinggalan, akibat tidak meggali ayat-ayat Allah yang inspiratif terhadap kemajuan tersebut, tetapi hanya menggali sebagiannya saja. Ayat-ayat al-Qur�an yang terkait dengan normatif yang pada akhirnya bersentuhan dengan khilafiyah sangat banyak dipelajari dan diperdebatkan oleh kalangan ummat Islam. Perilaku sosial ummat Islam ini berdampak pada ketertinggalan Islam dibandingkan dengan peradaban lain yang telah berjaya pada ranah ilmu pengetahuan dan teknologi. Muhammadiyah berangkat dari kesadaran teologis bahwa hendaklah ada sekelompok ummat Islam yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, mereka itulah menjadi kelompok pemenang. Muhammadiyah berkeyakinan bahwa dengan mengamalkan Islam secara komprehensif, konsekwen, konsisten dan istiqomah niscaya akan menjadikan yang terbaik. Muhammadiyah bukan hanya sebatas itu, tetapi juga berusaha untuk memajukan gerakan keislaman dalam bentuk pengembangan inovasi dan kreasi, sehingga menjadi gerakan yang modern sesuai dengan tuntutan dan perkembangan zaman, melaksanakan aktifitas dan kegiatan-kegiatan dakwah Islam yang lebih universalitas dan berbasisi mondiale, sehingga dengan demikian Muhammadiyah layak disebut sebagai sebuah organisasi Islam yang berkemajuan dan menganut pemahaman bahwa Islam adalah doktrin ilahiyah yang mendorong manusia untuk berkemajuan.������

Muktamar Muhammadiyah ke-48 ditetapkan Risalah Islam Berkemajuan sebagai pedoman, rujukan, dan panduan gerakan yang dilakukan Muhammadiyah ke depan dalam menjalankan program dan melakukan pelayanan. Risalah Islam berkemajuan tersebut memuat bagian dari ontology terkait dengan karakteristik Islam berkemajuan; pertama, meyakini sepenuhnya bahwa kehidupan manusia harus terbangun oleh ketauhidan yang benar, tegak dan lurus kepada Allah SWT dalam berbagai pemahaman ketauhidan, baik dalam bentuk Rububiyah, Uluhiyah, Asmaiyah. Kedua, ruju�i al-Qur�an dan as-Sunnah, kebenaran mutlak yang senantiasa dipedoman, diintrepretasi dalam rangka berdialog dengan realitas kehidupan. Ketiga, ihya�u ijtihad wa tajdid, menggelorakan semangat berpikir kreatif, dinamis, progresif dan inovatif untuk menjawab segala dinamika kehidupan. Keempat, membangun sikap washatiyah, tengahan, moderat tidak ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Dan kelima, mewujudkan rahmatan lil alamien, sikap dan perilaku kasih sayang terhadap segenap makhluk ciptaan Allah SWT. Bukan hanya untuk manusia tetapi segenap lingkungan hidup yang perlu dijaga sustainable (keberlanjutannya) dan equilibrium (keseimbangannya). Lima hal inilah yang menjadi indicator utama atau karakteristik dari Muhammadiyah sebagai sebuah organisasi, gerakan yang memiliki komitmen untuk mewujudkan dan pengamalan sejati dari Islam berkemajuan, Islam sebagai agama yang mendorong dan menjadikan penganutnya menjadi manusia-manusia yang berkemajuan.�

Dakwah Komunitas

Dakwah komunitas dalam Muhammadiyah, bukanlah konsep dan gerakan baru. Esensi dakwah Muhammadiyah komunitas, dalam bentuk jamaah wal�ashri� kemudian dilanjutkan dengan kajian al-ma�un, dimana sasaran utama adalah para pedagang dan pengusaha batik pada komunitas atas, sehingga dengan itu sang kiyai mendirikan lembaga pendidikan dan lembaga pelayanan sosial. Seiring dengan perkembangan kehidupan sosial, dakwah lebih banyak dilaksanakan dalam bentuk taklim dan tabligh, untuk memberikan pemahaman keislaman. Tetapi segmen komunitas yang dahulu dikembangkan dalam bentuk gerakan jamaah dan jamaah dakwah serta dakwah kultural perlu di inovasi dan direformulasi dalam bentuk dakwah komunitas.

Diantara komunitas yang sangat membutuhkan garapan dakwah adalah komunitas kelas atas, pengusaha besar, elit bangsa, pejabat, politisi, birokrat, teknokrat, professional dan selebritis. Mereka sangat membutuhkan pendekatan khusus dalam memberikan bimbingan keagamaan, tentu pendekatan yang mereka butuhkan adalah event yang memberikan aktualisasi terhadap personaliti masing-masing mereka. Dengan chasing yang exlusive dan mengangkat popularitas diri dengan media dan instrument yang lux. Agak sama halnya tetapi dalam standar yang agak dibawah pada kelas menengah. Kontras dengan kelas bawah dan marginal yang senantiasa perlu dilakukan dengan pendekatan program pemberdayaan. Pemberdayaan sesuatu yang ditunggu untuk menyambung kehidupan, memberdayakan mentransformasi komunitas kelas bawah menjadi kelas menengah.

Tidak kalah menarik pada komunitas khusus berbasis pada hoby; komunitas kelas pencinta vespa, pencinta sepeda ontel, hoby memancing, hoby berburu dan berbagai kehobianlain. Pola dan strategi dakwah yang dilakukan pada komunitas ini, tentu pendekatan unik dan menarik, sehingga mereka dapat mengamalkan secara sungguh-sungguh keislaman dalam kehidupan dan pekerjaannya. Dakwah yang dilakukan tentu dakwah yang lebih inklusive dengan bukan hanya pendekatan keagamaan semata, tetapi pendekatan kemanusiaan dan pendekatan lingkungan perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan rahmatan lil alamien. Semua makluk ciptaan Tuhan perlu diselamatkan dalam ketidak adilan manusia di muka bumi ini, agar keridhan Allah SWT lebih dekat dan ada bersama kita.��

BimTek Dai

Dakwah komunitas agak lebih spesifik dibandingkan dengan dakwah konvensional yang sering dilakukan dalam formulasi tabligh. Tabligh menyampaikan ajaran Islam dengan berbagai media kepada jamaah yang telah bersiap untuk mendengarkan tausiyah, tetapi dakwah komunitas lebih dari itu, mengemas pesan-pesan keislaman berbasis pendekatan sosial, budaya, ekonomi dan profesi kelompok sosial yang dijadikan sasaran dakwah. Pendakwah, da�i, ustad menyatu dalam komunitas, entitas sosial budaya yang dijadikan sasaran dakwah. Pendakwah bergumul dalam kehidupan sosial budaya jamaah, sehingga ia dapat dijadikan, personal penggerak komunitas untuk laju kehidupan sosial komunitas. Da�i selain bergumul, juga memiliki misi khusus yang dibawa dari lembaga, organisasi, institusi yang telah menugaskannya dalam komunitas tersebut, sehingga seorang da�i bukan hanya berada pada satu komunitas, boleh jadi berada pada beberapa komunitas dengan injection program, treatment dakwah yang sudah di persiapkan semenjak awal, baik secara personal maupun secara institusional. Justru itu para da�i, assatid, pendakwah diperlukan peningkatakan kapasitas, penyegaran diri, penguatan kompetensi, perluasan wawasan, penajaman intelektualitas, dan pengayaan keterampilan, keahlian dalam pemanfaatan berbagai teknologi komunikasi dan administrasi dalam melaksanakan tugas mulia dakwah komunitas.

�� Para da�i, assatid, pendakwah perlu dilatih, dibimbing, coaching, upgrading, refreshing, workshops dalam kegiatan terpadu, terstruktur, terprogram, terkelola dalam bentuk event pelatihan yang dinamakan dengan bimbingan teknis (BIMTEK) dalam rangka (1) peningkatan pemahaman keagamaan da�i tentang ajaran agama Islam, sesuai dengan manhaj tarjih Muhammadiyah, untuk disampaikan kepada masyarakat; (2)��� pengembangan keterampilan dakwah, keterampilan komunikasi dan presentasi da�i, termasuk kemampuan berbicara di depan umum, mengelola waktunya dengan baik, memahami audiens, menggunakan media yang efektif, dan menggunakan strategi dakwah yang relevan, agar dai dapat menyampaikan pesan agama dengan cara yang lebih persuasif dan mempengaruhi audiens dengan lebih baik; (3) peningkatan etika dan akhlak da�i, karena da�i� menjadi contoh yang baik dalam perilaku dan akhlaknya, da�i memahami nilai-nilai etika dan akhlak Islam serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari; (4) penguasaan metodologi dakwah, meliputi pemahaman tentang metode dakwah yang efektif, strategi pengajaran, penanganan perbedaan pendapat, serta pendekatan dalam menghadapi isu-isu kontemporer, adaptasi metode dakwah sesuai dengan situasi dan kebutuhan masyarakat yang dilayani; (5) peningkatan kapasitas profesional dalam menjalankan tugas dakwah. peningkatan keterampilan manajemen waktu, pemahaman tentang administrasi dan organisasi, kemampuan mengelola program dan proyek dakwah, serta pengembangan pemahaman tentang tata kelola kelembagaan.

�� Bimbingan teknis da�i komunitas dilaksanakan dalam bentuk tingkatkan; pertama, training of trainer, memberikan simulasi dan pengayaan kepada para calon fasilitator di tingkat wilayah, daerah dan cabang. Proyek kegiatan ini dilakukan dalam beberapa zona; zona satu Sumatera. zona dua Jawa Bali, zona tiga Kalimantan, zona empat Sulawesi, zona lima Nusa Tenggara, Maluku dan Papu. Kedua, pelaksanaan bimbingan teknis dai, untuk menyasar langsung para dai komunitas untuk bertugas menjalankan misi khusus berdakwah di komunitas, dengan dilakukan pembekalan baik dalam bentuk penguatan ideologi, pengayaan kazanah keislaman, dan pengembangan kemampuan dalam bentuk keterampilan dakwah. Bimbingan teknis dilakukan dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi serta tindak lanjut dalam bentuk tugas dakwah pada komunitas.

��

Metode

Desain Penelitian ini Research and Development langkah yang telah digariskan oleh Borg and Gall sebagai berikut; (1) potensi dan masalah (state of the art); (2) mengumpulkan informasi merencanakan (planning); (3) desain produk (develop preliminery form of product); (4) validasi desain (data collected and analyzed); (5) perbaikan desain (main product revision); (6) uji coba produk (main field testing); (7) revisi produk (operational product revision); (8) ujicoba pemakaian (operational field testing); (9) revisi produk lanjut (final product revision); (10) pembuatan produk masal (dissemination and implementation). Dapat digambarkan dengan tabel sebagai berikut:

 

TABEL I

DESAIN RESEARCH AND DEVELOPMENT

01.

State of the Art

Temuan beberapa research tentang petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis dai komunitas untuk dakwah komunitas berkemajuan

02.

Planning

Diskusi expert

03.

Develop preliminery form of product

Temuan expert point petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis dai untuk implementasi dakwah komunitas berkemajuan

04.

Data collected and analyzed

Validasi dan temuan juklak bimtek Workshop I

05.

Main product revision

Validasi dan temuan juklak bimtek Workshop II

06.

Main field testing

Validasi dan temuan juklak bimtek Worshop III

07.

Operational product revition

Reasonable, effektive dan effisience bimtek dai for dakwah komunitas berkemajuan

08.

Operational field testing

Ujicoba pemakaian,

9.

Final product revision

Revisi produk lanjut, Juklak Bimbingan Teknis Da�I Komunitas untuk implementasi Dakwah komunitas berkemajuan

10.

Dissemination and implementation

Legalisasi, Desiminasi dan sosialiasi Juklak Bimtek Dai untuk Dakwah Komunitas yang berkemajuan

 

Prosedure Penelitian yang dilakukan dalam peneltian ini pertama, dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo Muhammadiyah secara tegas mendeklarasikan diri sebagai Gerakan Islam berkemajuan, dengan mengeluarkan risalah Islam berkemajuan, sejalan dengan itu juga mengubah formulasi gerakan dakwahnya dengan dakwah komunitas, dimana pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makasar, dakwah komunitas telah dikeluarkan sebagai sebuah putusan pada muktamar tersebut, tetapi merupakan gerakan secara keseluruhan, tetapi pada Muktamar ke-48 di Solo telah diberikan tugas khusus kepada Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) untuk menjadi leading sector dakwah komunitas dalam persyarikatan Muhammadiyah, sehingga LDK perlu membenahi visi gerakan dakwah komunitasnya dalam bentuk pengembangan system dakwah komunitas nasional, terpadu dan terintegrasi semenjak ranting, cabang, daerah, wilayah dan pusat dengan variasi objek komunitas. Sebagai sebuah Gerakan yang lebih spesifik, tentu dibutuhkan pelatihan specific, integral, conceptual dan applicative dalam sebuah event yang terencana, terprogram, terorganisasi, terpimpin dan terstandar. Untuk itu dibutuhkan sebuah petunjuk pelaksanaan yang conceptual, standard, dan memiliki standard quality insurance, dalam bentuk petunjuk pelaksanaan (Juklak), sehingga bimbingan teknis yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan dan dilakukan assessment, akurasi ukuran yang terpetakan secara nasional.

Kedua, untuk merumuskan format, bentuk dan desain petunjuk pelaksanaan (Juklak) bimbingan teknis tersebut, peneliti berusaha untuk mengumpulkan expert berdiskusi mencari formulasi terkait formulasi bimtek yang efektif, reasonable (wajar, masuk akal dan layak), authentic (asli dan shahih), karena ini menyangkut dengan pedoman, standard, regulasi dan formulasi bimbingan teknis yang akurat dan tepat sesuai dengan kebutuhan lokal masing-masing. Ketiga, desain produk hasil diskusi para expert mengerucutkan bahwa petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis da�i berorientasi Pendidikan orang dewasa (andragogic) lebih menekankan pada participatory, karena mereka yang menjadi peserta pelatihan adalah da�i yang telah memahami konsep, tetapi dalam pelatihan memberikan pemahaman yang sama terhadap konsep tersebut dipandu oleh fasilitator. Materi utama yang diberikan; (1) Risalah Islam Berkemajuan, sebagai sebuah formulasi baru produk Muhammadiyah yang perlu dipahami secara lebih massif, baik dikalangan internal maupun ekternal, sehingga pemahaman masing-masing tidak bias dalam memahaminya.� (2) Fighi Tarjih, produk tarjih Muhammadiyah terkait dengan peribadatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan jamaah, sehingga da�i dakwah komunitas memiliki pemahaman yang benar dan mampu memberikan pemahaman kepada jamaah, sehingga jamaah dapat mengamalkan dalam peribadatan sehar-hari. (3) Fighud Dakwah, strategi dakwah komunitas yang telah disistematisasikan Muhammadiyah dalam bentuk, dakwah komunitas atas, komunitas menengah, komunitas bawah, komunitas marginal, komunitas hobi, komunitas virtual dan komunitas khusus. (4) Keterampilan khusus untuk da�i dalam bentuk penggunaan beberapa aplikasi media sosial, sebagai penunjang kesuksesan dalam mengembangkan content dakwah untuk berbagai komunitas. (5) Manajemen dan Administrasi untuk mengekplorasi, mengelola, mengembangkan dan mempertanggungjawabkan dana philanthropy untuk kebutuhan gerakan dakwah komunitas.���

Keempat, validasi desain, desain yang dihasilkan oleh expert dicoba untuk dipresentasikan dalam forum� workshop dalam bentuk Training of Trainer (TOT) yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Cerebon pada tanggal 08-10 Desember 2023 yang menghasilkan formulasi juklak bimtek dari drafting yang sudah diajukan oleh expert. Kelima,� perapian dan penyempurnaan drafting juklak oleh tim expert dari bahan yang dikritisi dan dikembangkan oleh peserta TOT Cerebon dalam formulasi Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Bimbingan Teknis da�i komunitas yang lebih sistemik, organisasional, strukturalisasi, dalam conteks pelatihan yang standard dan system quality insurance, legal formal dan accountability.

Keenam, uji coba produk pada Training of Trainer (TOT) yang diselenggarakan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhamadiyah di Universitas Muhammadiyah Riau� pada tanggal 20-21 Januari 2024 yang telah memperlihatkan hasil dari Juklak� yang digariskan oleh expert tersebut dengan lebih mempertajam dan mengembangkan game, test dan standard sarana dan prasarana ke arah yang lebih reasonable dan authentic. (Djaali & Muljono, 2008) Ketujuh, revisi produk, petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis da�i yang telah dipandang reasonable, effektive dan effisience, dicoba untuk dikritisi oleh user, dalam hal ini segenap personalia Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhamadiyah, dalam rangka melihat authentic penggunaan istilah, penempatan diksi dalam materi, content dan bahan ajar (Jumhadi, n.d.).

Kedelapan, ujicoba pemakaian, mencoba untuk digunakan pada beberapa bimtek yang diselenggarakan oleh LDK pada tingkat Wilayah, Daerah dan Cabang, dengan meminta tanggapannya terkait dengan efektifitas, efisiensi dan reasonable, product content, materi dan bahan ajar untuk menjadi bahan bagi fasilitator. Kesembilan, revisi produk lanjut, petunjuk pelaksanaan (Juklak) bimbingan teknis yang sudah diujicobakan dilakukan revisi sesuai dengan saran dan pendepat fasilitator yang mengaplikasikannya, dilakukan revisi seadanya untuk dapat digandakan secara massif. Dan kesepuluh, pembuatan produk masal, perbaikan yang dilakukan sesudah uji coba dilakukan penggandaan secara massif, sehingga menjadi buku standard pegangan segenap fasilitator, pimpinan LDK pada berbagai tingkatan dalam menyelenggarakan bimbingan teknis dai untuk mengimplementasikan dakwah komunitas yang berkemajuan.

Objek Penelitian dan subject penelitian ini para da�i, ustad, Pimpinan LDK, Pimpinan Persyarikatan. Mereka bekerja dengan sungguh-sungguh untuk melakukan validasi konsep yang dihasilkan oleh expert, berusaha untuk memperkaya, memperdalam, memperluas, dan mengembangkannya secara reasonable untuk terselenggarakanya bimbingan teknis da�i komunitas yang mampu dan cekatan dalam mengembangkan dakwah komunitas yang berkemajuan dalam system yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas secara terstruktur, terukur, terprogram, gradual dan teradminsitrasi dengan rapi. Semua mereka berpatisipasi penuh, bekerja dalam komisi, sub komisi dan menghasilkan produk petunjim pelaksanaan (Juklak) bimbingan teknis da�I untuk mengimplementasikan dakwah komunitas yang berkemajuan.

Teknik Pengambilan data yang dilakukan oleh peneliti, terlibat langsung dalam diskusi yang dilakukan oleh da�i, ustad, Pimpinan LDK, dan Pimpinan Persyarikatan semenjak dari tingkatan Cabang, Daerah, Wilayah dan Pusat. Peneliti mengkompilasi semua masukan, saran dan kritikan sehingga berwujud dalam bentuk petunjuk pelaksanaan (Juklak) bimbingan teknis da�i untuk penyelenggaraan dakwah komunitas yang berkemajuan (MELEMAH, n.d.).

Pengolahan data dilakukan sedemikian rupa dengan berpedoman kepada sepuluh langkah yang digariskan oleh Borg and Gall dalam buku Educational Research An Introduction, melibatkan orang-orang yang berkompetence dalam hal permasalahan. Teknik Analisis Data yang dilakukan qualitatif research dengan pendekatan analysis content. Materi yang sudah dihasilkan oleh para narasumber, dicoba validasi, seminasi, dan di finalisasi sehingga menghasilkan product standard (Suhardin et al., 2021).

 

Hasil dan Pembahasan

Pengembangan bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas berkemajuan, dikembangkan oleh Lembaga dakwah komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertujuan; pertama, peningkatan pemahaman keagamaan para da�i, assatid, pendakwah yang menekuni dakwah komunitas Muhammadiyah. Pemahaman keagamaan yang dimaksud adalah pmahaman yang sesuai dengan manhaj Muhammadiyah. Muhammadiyah meyakini bahwa berislam tidak boleh dilakukan dengan taklid, tetapi dilakukan dengan i�tiba� ur-rasyul, mengikuti tatacara yag digariskan oleh Rasulullah berdasarkan al-Qur�an dan al-Hadits muktabarah, dipahami dengan bayani, burhani dan irfani. Kedua, pengembangan keterampilan dakwah, kaifiyat dan figh dakwah niscaya konsisten sepanjang zaman, tetapi implementasi dan mekanisasi dakwah perlu beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman. Ketiga, peningkatan etika dan akhlak. Da�i, assatid dan pendakwah adalah uswatun hasanah, panutan dan ikutan ummat, senantiasa menjadi role model, personal referens dalam kehidupan kemasyaratan dan keummatan, maka da�i, assatid dan pendakwah sendiri haruslah dilakukan up-grading personality, agar senantiasa up-dating menjadi anutan dan panutan, terutama di dalam komunitas yang menjadi binaannya. Keempat, penguasaan metodologi dakwah, metode dakwah bagian dari keilmuan yang senantiasa berkembang sesuai dengan inovasi teknologi, terutama teknologi informatika, maka seorang pendakwah wajib untuk adaptasi dengan perkembangan tersebut, agar tidak tertinggal oleh perkembangan dakwah kelompok lain yang lebih maju dan berkembang. Kelima, peningkatan kapasitas professional. Da�i, assatid dan pendakwah pekerjaan professional, bukan kerja sambilan dan amatiran, maka perlu ditingkatkan kapasitasnya, terutama penguasaan terkait dengan hukum (legal formal) dan administrasi, sehingga mampu memanfaatkan beberapa peluang untuk kemajuan dan kemenangan dakwah komunitas.

Gambaran model bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas yang berkemajuan dapat dideskripsikan sebagai berikut:

Gambar 1 Model Bimtek Da�i

Untuk dakwah komunitas berkemajuan

 

Dalam dua siklus Training of Trainer (TOT) yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam rangka mensimulasikan implementasi bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas berkemajuan dapat dinyatakan bahwa petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis da�i untuk dakwah komunitas berkemajuan, telah efektif dan teruji sangat implementatif untuk mencapai tujuan bimtek yang diharapkan membangun perspektif implementatif dakwah komunitas berkemajuan.

Pada TOT pertama di Universitas Muhammadiyah Cerebon tanggal 08-10 Desember 2023 diikuti oleh regional Jawa; Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, total peserta 48 (empat puluh delapan) orang. Peserta TOT persiapan untuk menjadi instruktur, fasilitator dan naras umber bimbingan teknis yang bakal diadakan oleh Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Wilayah Muhammadiyah. Pada TOT di cerebon menual kegiatan; pengarahan pimpinan, kontrak belajar, Ice Breaking, Role Playing, Adult Learning (pembelajaran orang dewasa) base module, Fathul Qulub, out-bond,dan test, berjalan dengan baik termanual secara rapi, schedule kegiatan konsisten dan sistematis.

Pengarahan pimpinan disampaikan langsung oleh ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. H. Saad Ibrahim yang mengupas tentang iqra� dalam surat al-Alaq ayat 1-6. Saad mengatakan bahwa literation adalah elan vital bagi kemajuan peradaban. Literasi bukan hanya sekedar membuat kemajuan peradaban, tetapi juga berbasis pada ajaran Tuhan. Pengembangan literasi menghasilkan peradaban yang tak lepas dari sifat keislaman. Bukan hanya Saad yang memberikan pengarahan, juga, dibantu oleh Muhammad Arifin (Ketua LDK PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Mahmud Syafii, MA (Wakil Ketua PWM Jabar).���

Pembelajaran orang dewasa menekankan pada pencapaian secara proses tujuan bimtek yang akan di kuasai, peningkatan pemahaman kegamaan, di treatment dengan Risalah Islam Berkemajuan (RIB). Risalah Islam berkemajuan, mengupas terkait dengan karakteristik Islam berkemajuan, materi, content Islam berkemajuan dan program aksi Islam berkemajuan, sebagai bekal dari para da�i, assatid dan pendakwah untuk mengupas dan menjelaskan ideologi Muhammadiyah terkait dengan pemahaman Islam berkemajuan dalam Muhammadiyah.

Kedua, pengembangan keterampilan dakwah, dakwah komunitas sebagai bentuk kebijakan persyarikatan Muhammadiyah yang diputuskan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan dikembangkan pada Muktamar Muhammadiyah ke-48 menjadi kupasan penting pada pengembangan keterampilan dakwah. Dakwah bukan hanya diartikan secara sempit tabligh, tetapi adalah mengorganisasi, mensistematisasi, menggerakkan dakwah dalam bentuk gerakan tersistem dalam objek komunitas dengan berbagai ragam dan disversifikasinya, komunitas atas, komunitas menengah, komunitas bawah, komunitas marginal, komunitas virtual dan komunitas khusus. Semua komunitas memiliki spesifikasi pendekatan, strategi, dan metode yang diperlukan, agar misi dakwah Islamiyah dapat menyentuh dan mendekap komunitas sesuai dengan harapannya. Implementasi dakwah komunitas, dilakukan dengan pola inovasi dan kreasi yang berbasis pada ekonomi, budaya, tradisi, adat istiadat dan kebutuhan komunitas. Komunitas terentaskan secara kebutuhan dan teraktualisasikan diri dan martabatnya dalam pentas kehidupan sosial budaya (Nurhasanah & Januardi Tanjung, 2023).

Ketiga, peningkatan etika dan akhlak, da�i, assatid, dan pendakwah sebagai uswatun hasanah di tengah masyarakat, terutama di komunitas, perlu di upgrade dan di update, etika, moralitas dan akhlaknya, sehingga personalitynya kuat dan mengakar dalam kehidupan sosial jamaah. Ustad tetap dijadikan sebagai personal reference dalam kehidupan sosial jamaah. Keempat, penguasaan metodologi dakwah, pendekatan, strategi, langkah, dan metode, senantiasa berkembang, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Media dakwah senantiasa berkembang mengiringi kemajuan zaman. Ustad dituntut dan dituntun untuk beradaptasi dan melakukan inovasi dan meningkatkan kemampuan diri dalam melaksanakan dakwah komunitas di tengah kehidupan sosial dan budaya (Musthatkim, 2021).

Kelima, peningkatakan kapasitas dan profesionalisasi diri, seorang da�i, assatid dan pendakwah, bukan lagi pekerjaan sambilan dan amatiran, tetapi pekerjaan professional, ia bekerja berbasis pada kompetensi, menggunakan seperangkat teknologi dalam capaian dan ukuran yang jelas, terstruktur dan tersistematisasi. Da�i, assatid dan pendakwah, diharapkan juga mendapatkan sellery, honorarium, penggajian secara proporsional dan berkeadilan secara legal formal oleh lembaga yang memiliki kewenangan untuk itu. Da�i, assatid dan pendakwah, dibekali dengan kemampuan administrative, keuangan dan philanthropy, agar ia mampu memanfaatkan semua peluang kesejahteraan sosial yang diberikan oleh masyarakat dan pemerintahan.

Selain pembelajaran akademik yang dilakukan dengan pendekatan role playing, demonstrative, dynamic group, resitasi dan tutorial, juga diberikan beberapa game, berupa ice breaking. Ice breaking, bagian dari pendekatan yang dilakukan oleh fasilitator untuk mengubah atmosfier pelatihan yang serius dan menegangkan dengan suasana santai, meriah, gembira, happy, enjoy dan dinamis. Ice breaking membuat peserta rilek, santai dan lebih betah dalam mengikuti kegiatan pelatihan sekalipun beban kegiatan yang diemban melebih dari kadar usia mereka masing-masing, dengan seloroh, fasilitator mengatakan bahwa usia kita semua adalah dua puluh satu tahun, sehingga semua peserta tidak ada yang merasa tua, semua optimis dan bergembira dalam mengikuti semua sesi, manual, kegiatan yang disampaikan fasilitator (Soeharso et al., 2019).

Manual yang tidak kalah pentingnya adalah fathun qulub dan test. Fathul qulub, menghadirkan beberapa matan ayat al-Qur�an yang menyentuh kehidupan nyata. Ayat tersebut disarahkan, diuraikan, dibahas oleh fasilitator sesuai dengan interpretasi yang tepat dan benar, kemudia dikontekstualisasikan dengan kehidupan nyata, sebagai bagian dari refleksi, muhasabah, dan evaluasi diri. Selain dari fathul qulub, juga fasilitator memberikan layanan out bond, berupa permainan dan penyegaran kepada peserta di out door, untuk melayani olah raga, latihan fisik, penyegaran jasmani. Kemudia ditutup dengan test, untuk mengukur tingkat capaian dan penguasaan masing-masing peserta terhadap manual kegiatan yang telah difasilitasi selama dua hari dua malam, empat puluh delapan jam.

Hal yang sama di lakukan juga pada TOT LDK PP Muhammadiyah di Pekanbaru tanggal 19-21 Januari 2024 yang dihadiri oleh regional Sumatera: Aceh, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Sumsel dan Lampung. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 65 (enam puluh lima) orang peserta. Manual kegiatan tidak berbeda antara yang pertama dan yang kedua, semua manual kegiatan dijalankan, tetapi suasana TOT kedua lebih meriah, karena peserta lebih banyak dan lebih heterogen baik pada tingkat pendidikan, usia, profesi, dan latar belakang sosial budaya, dibandingkan dengan regional Jawa yang lebih homogen dalam aspek kultural dan pendidikan.

DISKUSI

Dari dua event uji coba juklak (petunjuk pelaksanaan) bimbingan teknis da�i untuk komunitas berkemajuan, telah memperlihatkan hasil nyata dan efektifitas model untuk diterapkan, diimplementasikan dalam bentuk pelatihan. Juklak tersebut telah secara konseptual telah menggambarkan pada pendahuluan tentang pentingnya juklak untuk dipedomani dalam melaksanakan pelatihan, kemudian pada bagian dua menjelaskan tentang pengelolaan pelatihan dan pemetaan peserta untuk lebih efektif, tersistematisasi, terorganisasi, tertata dan terlayani secara seksama untuk menggapai sebuah pelatihan yang sempurna, perfection. Kemudian selanjutnya menjelaskan perangkat komponen fasilitas yang harus disediakan dalam membuat pelatihan, bimtek yang sempurna (perfection), efektif, sistematis, terorganisasi, dan tertata, dengan menghasikan keberadaan perangkat lunak dan perangkat keras dalam perlengkapan.

Pelaksanaan bimtek, sepenuhnya dilola oleh fasilitator yang dipimpin oleh Master of Training, yang bertanggungjawab terhadap segenap manual, sesi yang diberikan selama bimtek, tertuang dalam bentuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Dalam pelaksanaan dilakukan beberapa jenis manual kegiatan, ice breaking, role playing, adult learning, game, out-bond, fathul qulub dan test. Pada evaluasi mengukur dan mengkaji efektifitas segenap manual tersebut pada perkembangan peserta untuk selanjutnya dilakukan refleksi, kemungkinan peningkatan dan peneguhan pada sesi tersebut. Demikian juga halnya pada manajemen mutu kegiatan, pihak penyelenggara berusaha untuk melakukan assessment, audit, quality control terhadap penyelenggaraan kegiatan, agar dapat dipetakan bahwa penyelenggaraan tersebut telah mencapai tingkatan baik sekali, baik, cukup dan kurang, sebagai legal judgment.�����

 

Kesimpulan

Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang melebelkan diri sebagai Islam Berkemajuan, terbukti dalam konteks sejarah dan road map, capaian dan rencana masa depan organisasi tersebut. Dakwah komunitas yang dicanangkan persyarikatan Muhammadiyah, bagian dari strategi dakwah berkemajuan, karena beradaptasi dengan trend social, budaya dan gaya hidup masyarakat millennial. Keseriusan pengelolaanya, Muhammadiyah membentuk satu sayap gerakan, Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), yang berusaha mensistematisasikan gerakan dakwah komunitas secara nasional, regional dan internasional. Aktor, pelaku dan aktifis dakwah komunitas dilakukan oleh para da�i, assatid dan pendakwah, dilatih secara sistemik, terstruktur, terorganisasi, terukur, dan berkesinambungan, dilengkapi dengan sebuah petunjuk pelaksanaan bimbingan teknis da�i komunitas. Juklak Bimtek Da�i komunitas dilakukan uji coba dalam bentuk Training of Trainer (TOT) dalam dua kali uji coba dan dinyatakan efektif diterapkan menjadi petunjuk, pedoman dan rujukan dalam menyelenggarakan bimbingan teknis da�i komunitas secara nasional di tingkat wilayah, daerah, dan cabang.��

 

Daptar Pustaka

Badi�ah, R., Winanda, R. R., & Khuzaifah, H. (2022). Profesionalisme Pemimpin Milenial Berkarakter Bela Negara Era 4.0 Di Yes Institute Indonesia. Eksis: Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 13(2), 147�157.

 

Jumhadi, A. I. (N.D.). Nasyidmorfosis Di Indonesia. Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif ï¿½.

 

Majdi, A. L. (2017). Khairu Ummah Dalam Pandangan KH Irfan Hielmy. Jurnal Tamaddun, 5(2).

 

Mawardi, I., Hayati, N. N., Mudzakkir, M., & Sos, S. (2022). Internasionalisasi Muhammadiyah: Sejarah Dan Dinamika Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Luar Negeri 2002-2022. Samudra Biru.

 

Melemah, M. Y. (N.D.). Moderatisme Yang Melemah, Islamisme Yang Menguat. Di Ladang Tandus, 53.

 

Mohamed, M. I., & Shafiai, M. H. M. (2021). Sekuriti Makanan Berlandaskan Konsep Halalan Toyyiban: Analisis Dari Perspektif Maqasid Shariah. Jurnal Hadhari, 13(2), 221�243.

 

Musthatkim, M. A. (2021). Strategi Komunikasi Dakwah KH. Sofiyan Hadi Dalam Meningkatkan Akhlak Remaja Di Lingkungan Pondok Pesantren Al-Mawaddah Kudus Jawa Tengah. IAIN Kudus.

 

Nurhasanah, N., & Januardi Tanjung, R. (2023). Implementasi Fatwa DSN � MUI Terhadap Akad Mudharabah Dalam Perbankan Syariah. Jurnal Impresi Indonesia, 2(2), 198�205. Https://Doi.Org/10.58344/Jii.V2i2.1923

 

Soeharso, S. Y., Spsi, S. E., & Surjo Sulaksono, D. (2019). TRAINOVATOR-Menjadi Trainer Dan Pengajar Zaman NOW. Penerbit Andi.

 

Suhardin, S., Hayadin, H., Sugiarti, S., & Marlina, A. (2021). Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam Berbasis Rumah. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 19(3), 253�267.

 

Syakur, A. (2019). Patologi Muslim. Raziev Jaya Surabaya.

 

Ulandari, T. (2022). Strategi Pengkaderan Ukm Maharipal Dalam Meningkatkan Dakwah Bilhal Di Uin Raden Intan Lampung. Uin Raden Intan Lampung.