Studi
Kestabilan Lereng Highwall
Berdasarkan Metode Kesetimbangan Batas Di Cv Gudang
Hitam Prima Kecamatan Sanga Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara
Andini Dwi
Wahyu Garini1, Tommy Trides2, Harjuni Hasan3,
Revia Oktaviani4, Albertus Juvensius Pontus5
Universitas
Mulawarman
Abstrak:
Aktivitas penambangan yang
berhubungan dengan penggalian pada lereng akan menghasilkan potensi bahaya,
terutama pergerakan material dalam bentuk longsoran sehingga diperlukan
mengetahui kondisi kestabilan lereng. Terdapat berbagai metode untuk
menganalisis kestabilan lereng, salah satunya dengan metode kesetimbangan batas
menggunakan metode Morgenstern-Price yang didasarkan pada nilai faktor
keamanan (FK). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kondisi kestabilan lereng highwall berupa nilai keamanan dan nilai
probabilitas kelongsoran, serta dapat mengetahui geometri optimal pada lereng. Metode
yang digunakan dalam menentukan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran
yaitu metode kesetimbangan batas Morgenstern-Price dengan kriteria
keruntuhan Generalized Hoek-Brown pada kondisi lereng statis dan
dinamis. Parameter masukan yang digunakan dalam analisis yaitu bobot isi, nilai
kuat tekan (UCS), geological srength index (GSI), disturbance factor
(D), konstanta batuan utuh (mi), konstanta mb, konstanta s,
dan a, nilai koefisien Hu, serta faktor kegempaan (seismic load).
Kondisi lereng lereng highwall pada section C-C� dan section F-F�
menunjukkan kondisi stabil. Sedangkan pada highwall section D-D� menunjukkan
kondisi kritis di mana nilai FK statis 1,27 dengan PK statis 2,76% dan FK
dinamis 1,18 dengan PK dinamis 11,27% sehingga diperlukan perbaikan lereng.
Geometri optimal perbaikan lereng highwall yaitu konfigurasi lereng highwall
dengan tinggi 90 m dan sudut 34�, ditunjang dengan lereng tunggal dengan tinggi
12 m dan sudut 40�.
Kata Kunci: ������� Kestabilan Lereng, Faktor Keamanan,
Probabilitas Kelongsoran, Kesetimbangan Batas, Generalized Hoek-Brown
Abstract:
Mining activities related to
excavation on slopes will produce potential hazards, especially the movement of
material in the form of failure, so it is necessary to know the condition of
slope stability. There are various methods to analyze slope stability, one of
which is the equilibrium method using Morgenstern-Price method which is based
on the value of the safety factor (FS). Therefore, this study aims to determine
the stability conditions of highwall and lowwall slopes in the form of safety
factor and probability failure and can determine the optimal geometry on
highwall slopes.� The method used in
determining the safety factor and probability failure is the limit equilibrium
method Morgenstern-Price with the Generalized Hoek-Brown collapse criterion
under static and dynamic slope conditions. The input parameters used in the
analysis are unit weight, uniaxial compressive strength (UCS), geological
strength index (GSI), disturbance factor (D),�
intact rock constant (mi), mb constant, s and a constant, , Hu
coefficient value, and seismic load factor.
The condition of the slopes of the
highwall slopes in section C-C'� and
section F-F' shows stable conditions. While the D-D highwall section shows a
critical condition where the static FK value is 1.27 with a static PK of� 2.76% and dynamic FK of 1.18 with a dynamic
PK of 11.27% so that slope repair is needed. The optimal geometry of highwall
slope improvement is a highwall slope configuration with a height of 90 m and
an angle of� 34�, supported by a single
slope with a height of 12 m and an angle of 40�.
Keywords: Slope Stability, Factor of Safety,
Limit Equilibrium Method, Generalized Hoek-Brown
����� ����
Pendahuluan
Aktivitas penambangan yang berhubungan dengan
penggalian pada suatu lereng akan menghasilkan potensi bahaya, tingginya
aktivitas penambangan pada lereng tambang meningkatkan potensi ketidakstabilan
lereng, terutama potensi pergerakan material lereng dalam bentuk longsoran.
Hoek (1981) dalam (Sebayang dkk., 2020) menyebutkan bahwa upaya dalam menjaga
stabilitas lereng dibagi menjadi tiga, yaitu dengan mengurangi gaya dorong,
memperbesar gaya tahan, dan proteksi terhadap material lepas. Salah satu cara
untuk mengurangi gaya dorong yaitu dengan mengevaluasi geometri lereng. Oleh
karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lereng, nilai
faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran sehingga diperoleh geometri lereng
yang aman dan stabil berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 1827K/30/MEM/2018 (Lampiran
II).
Lereng pada tambang terbuka terdiri atas lereng highwall
yang didesain secara tegak lurus atau berlawanan dengan kemiringan
perlapisan batubara dan terdiri dari slope dan bench, dan lereng lowwall
merupakan dinding lereng yang searah dengan kemiringan perlapisan batubara
(Lalitya dkk, 2017). Kestabilan dari lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang dapat dinyatakan secara sederhana sebagai gaya-gaya penggerak yang
berpengaruh kestabilan lereng. Faktor keamanan diperlukan untuk mengetahui
kemantapan suatu lereng untuk mencegah bahaya longsoran di pada waktu yang akan
datang (Arif, 2021).
Terdapat berbagai metode untuk menganalisis
kestabilan lereng, salah satunya dengan metode kesetimbangan batas menggunakan
metode Morgenstern-Price. Menurut (Aryal, 2006), metode Morgenstern-Price dijelaskan
bahwa metode tersebut mempertimbangkan kedua gaya tiap irisan; mengasumsikan
fungsi gaya tiap irisan, f(x); memungkinkan pemilihan untuk fungsi gaya tiap
irisan; menghitung FOS untuk kesetimbangan gaya dan momen.
Lokasi penelitian berada di CV. Gudang Hitam Prima
yang terletak di Kelurahan Sari Jaya, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai
Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan pada pit 3 CV.
Gudang Hitam Prima di mana pit tersebut sempat non-aktif pada tahun 2015 dan
kembali melakukan kegiatan penambangan pada tahun 2023 sehingga diperlukan
kajian geoteknik kembali. Secara geologi regional lokasi penelitian berada pada
Formasi Balikpapan dengan litologi penyusun terdiri dari perselingan batupasir
dan lempung dengan sisipan lanau, batuserpih, batugamping, dan batubara yang
berumur Miosen Akhir � Miosen Tengah.
��
Metode
Penelitian
dilakukan dengan metode kuantitatif dengan pengumpulan data terbagi menjadi 2
yaitu data primer yang diperoleh langsung pada lokasi penelitian dan data
sekunder yang diperoleh dari arsip data perusahaan. Data primer yang diambil
berupa data litologi dan sampel batuan yang diperoleh melalui pengeboran
geoteknik, nilai geological strength indeks (GSI), dan nilai faktor
ketergangguan/ disturbance factor (D). Data sekunder berupa data
topografi dan topografi progres, logbor eksplorasi, desain pit, hasil uji
laboratorium sifat fisik dan mekanik batuan, citra drone, spesifikasi unit dan
nilai seismic load.
Metode
yang digunakan dalam menganalisis kestabilan lereng highwall pada
penelitian ini menggunakan metode kesetimbangan batas (Limit Equalibrium
Method) dengan Metode Morgenstern-Price. Kriteria keruntuhan yang
akan digunakan pada penelitian ini menggunakan kriteria keruntuhan Generalized
Hoek-Brown. Parameter masukan yang digunakan dalam kriteria keruntuhan Generalized
Hoek � Brown yaitu sifat fisik�
berupa bobot isi natural dan bobot isi jenuh, sifat mekanik batuan
berupa nilai uji kuat tekan (Uniaxial Compressive Strength/UCS), geological
srength index (GSI), disturbance factor (D), konstanta batuan utuh (mi),
konstanta mb, konstanta s dan a, serta nilai
koefisien Hu.
Pada
tahap pengolahan dan analisis data yang dilakukan yaitu pengelompokan data
hasil pengujian laboratorium berdasarkan lokasi titik bor dan litologi batuan,
kemudian dilakukan pengujian univariat dan uji baik suai untuk memperoleh
statistik deskriptif data dan jenis distribusinya. Selanjutnya dilakukan
pemodelan section dan pemodelan lereng berupa lereng tunggal dan lereng
keseluruhan. Pada tahap analisis dilakukan analisis kestabilan lereng dengan software
Rocscience Slide V6.0. Standar minimal nilai FK dan PK berdasarkan kriteria
tingkat kelongsoran tinggi dengan nilai FK statis 1,5 dan FK dinamis 1,1 dan
nilai PK 5%, maka dilakukan perbaikan geometri lereng yang sesuai dengan acuan
Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018.
Hasil dan
Pembahasan
Geometri Lereng
Analisis
kestabilan lereng ini dilakukan pada tiga section yang terdiri dari section
C � C�, section D � D� dan section F � F�(Gambar 1). Pada
ketiga section tersebut kemudian dianalisis untuk faktor keamanan
menggunakan software Rocscience Slide V6.0.
Gambar 1 Section
Lereng
Berdasarkan
penampang litologi, diketahui tinggi lapisan litologi batuan memiliki variasi
yang berbeda-beda dengan dominasi litologi batulempung. Kemiringan perlapisan (dip)
batubara berada antara 14�-16� dengan strike rata-rata 28�. Geometri aktual
lereng dari masing-masing section dapat dilihat pada Tabel 1 berikut
ini.
Tabel 1
Geometri Lereng Awal
|
SECTION |
GEOMETRI SINGLE SLOPE |
GEOMETRI OVERALL SLOPE |
|||
|
Tinggi (m) |
Lebar Berm (m) |
Sudut (�) |
Tinggi (m) |
Sudut (�) |
|
|
C-C' |
3,6 & 12 |
3,6 |
55 |
27 |
46 |
|
D-D' |
12 & 13 |
3 & 14,8 |
60 |
85,2 |
47 |
|
F-F' |
12 & 8,6 |
3 & 32,8 |
60 |
80,6 |
37 |
Parameter Analisis
Dalam
analisis kestabilan lereng highwall metode yang digunakan yaitu
kesetimbangan batas metode Morgenstern-Price dengan kriteria keruntuhan batuan
Generalized Hoek � Brown. Parameter masukan yang digunakan dalam kriteria
keruntuhan Generalized Hoek � Brown yaitu sifat fisik� berupa bobot isi natural dan bobot isi jenuh,
sifat mekanik batuan berupa nilai uji kuat tekan (Uniaxial Compressive
Strength/UCS), geological srength index (GSI), disturbance factor (D),
konstanta batuan utuh (mi), konstanta mb, s, dan a, serta nilai koefisien Hu.
Sifat
fisik dan mekanik yang diperoleh dari hasil uji laboratorium yang akan
digunakan sebagai parameter analisis dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 2
Sifat Fisik Batuan
|
No |
Litologi |
Bobot Isi Asli ( |
Bobot Isi Jenuh
( |
Bobot Isi Kering
( |
|||
|
(gr/cm3) |
(kN/m3) |
(gr/cm3) |
(kN/m3) |
(gr/cm3) |
(kN/m3) |
||
|
1 |
Batupasir |
1,53 |
14,95 |
1,77 |
17,33 |
1,35 |
13,22 |
|
2 |
Batulempung |
1,58 |
15,52 |
1,83 |
17,98 |
1,42 |
13,96 |
|
3 |
Batubara |
1,33 |
13,03 |
1,35 |
13,23 |
1,29 |
12,64 |
Pengujian
sifat mekanik pada material batupasir dan batulempung yaitu nilai kuat tekan
batuan (uniaxial compressive strength/ UCS). Data yang diperoleh berupa
nilai beban puncak (peak), sedangkan nilai beban sisa (residu) digunakan
asumsi 50% dari nilai beban puncak (peak). Pada sifat mekanik batubara
dikarenakan tidak ada data nilai kuat tekan, maka nilai sifat mekanik yang
digunakan berupa nilai kohesi dan sudut geser dalam. Adapun nilai kuat tekan
tiap litologi dapat dilihat pada Tabel 3 berikut
Tabel 3
Sifat Mekanik Batuan
|
No. |
Litologi |
Kuat Tekan (KPa) |
Kohesi (kN/m2) |
Sudut Geser Dalam (�) |
|||
|
Puncak |
Residu |
Puncak |
Residu |
Puncak |
Residu |
||
|
1 |
Batupasir |
2.541,01 |
1.270,50 |
- |
- |
- |
- |
|
2 |
Batulempung |
1.699,23 |
849,61 |
- |
- |
- |
- |
|
3 |
Batubara |
- |
- |
128,35 |
64,68 |
28,96 |
14,98 |
Geological
Strength Index (GSI) merupakan suatu parameter geoteknik yang digunakan untuk
memperkirakan kekuatan batuan di lapangan dalam kondisi geoteknik tertentu.
Nilai GSI berkisar dari 0 hingga 100. Dalam memudahkan penentuan nilai GSI pada
setiap jenis litologi, maka diperoleh rata-rata nilai GSI untuk batupasir = 67
dan untuk batulempung = 85.
Nilai
distrubance factor (D) mengacu pada tabel Hoek dan Marinos (2000), di mana
nilai D memiliki rentang 0 hingga 1. Pada lokasi penelitian di proses
pemberaian material menggunakan peralatan mekanis berupa excavator dan bulldozer
sehingga nilai Disturbance Factor (D) yang digunakan yaitu 0,7.
Parameter
lain yang digunakan pada kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown yaitu
Parameter Konstanta Batuan Utuh (mi), Konstanta Pengurang dari Konstanta
Batuan Utuh (mb) dan Konstanta Massa Batuan (s dan a)
seperti pada tabel berikut.
Tabel 4 Nilai
Konstanta mi, mb, s dan a
|
No |
Litologi |
GSI |
D |
mi |
mb |
s |
a |
|
1 |
Batupasir (Sandstone) |
67 |
0,7 |
15 |
2,4763 |
0,0088 |
0,5019 |
|
2 |
Batulempung (Claystone) |
85 |
0,7 |
4 |
1,8023 |
0,1231 |
0,5002 |
Berdasarkan
tabel di atas diketahui bahwa semakin tinggi nilai GSI maka nilai konstanta mb
dan konstanta massa batuan (a) akan semakin kecil, dan nilai konstanta
massa batuan (s) akan semakin besar.
Uji Univariat dan Uji Baik Suai
Uji
univariat merupakan pengujian statistik berupa statistik deskriptif untuk
memperoleh nilai mean, standar deviasi, nilai maksimum dan minimum. Uji baik
suai merupakan pengujian untuk memperoleh jenis distribusi terbaik dari sebaran
data untuk masing-masing parameter. Pada analisis highwall menggunakan uji baik
suai metode Kolmogorov-Smirnov. Uji baik suai dilakukan dengan batuan software
EasyFit. Hasil uji baik suai tersebut digunakan sebagai parameter masukan dalam
analisis kestabilan lereng highwall pada software slide 6.0.
Tabel 5 Uji
Univariat dan Uji Baik Suai
|
Parameter |
Bobot Isi Asli (kN/m3) |
Bobot Isi Jenuh (kN/m3) |
UCS (kPa) |
UCS Residual (kPa) |
GSI |
mb |
s |
a |
|
Batupasir (Sandstone) |
||||||||
|
Mean |
14,9520 |
17,3320 |
2541,01 |
1270,50 |
67,142 |
2,476 |
0,0088 |
0,5019 |
|
Standar Deviasi |
1,0198 |
0,7077 |
1495,87 |
747,93 |
1,7728 |
0,243 |
0,0023 |
0,0004 |
|
Rel. Min |
1,2320 |
0,6720 |
1575,05 |
787,52 |
2,1429 |
0,284 |
0,0025 |
0,0009 |
|
Rel. Maks |
1,7080 |
1,4840 |
2720,94 |
1360,47 |
2,8571 |
0,409 |
0,0041 |
0,0001 |
|
Distribusi |
lognormal |
lognormal |
gamma |
gamma |
normal |
gamma |
gamma |
uniform |
|
Batulempung (Claystone) |
||||||||
|
Mean |
15,5167 |
17,9830 |
1699,23 |
849,61 |
85,333 |
1,802 |
0,1231 |
0,5002 |
|
Standar Deviasi |
1,3631 |
1,1152 |
1049,97 |
524,9837 |
2,7325 |
0,244 |
0,0382 |
0,0004 |
|
Rel. Min |
1,7967 |
1,4210 |
1087,16 |
543,5833 |
5,3333 |
0,469 |
0,0680 |
0,0002 |
|
Rel. Maks |
1,8293 |
1,6170 |
1719,39 |
859,6967 |
1,6667 |
0,155 |
0,0290 |
0,0008 |
|
Distribusi |
normal |
normal |
log normal |
log normal |
log normal |
log normal |
gamma |
uniform |
Hasil Analisis Kestabilan Lereng
Analisis kestabilan
lereng highwall menggunakan section C-C�, D-D�, dan F-F� dalam kondisi statis
dan dinamis. Ambang batas nilai faktor keamanan lereng keseluruhan yaitu 1,5
dan probabilitas kelongsoran <5%. Faktor keamanan dan probabilitas
kelongsoran lereng awal sebelum dilakukan perbaikan desain yaitu sebagai
berikut.
Tabel 6 Hasil
Analisis Kestabilan Lereng Keseluruhan
Highwall Kondisi Awal
|
GEOMETRI SINGLE SLOPE |
GEOMETRI OVERALL SLOPE |
FK Statis |
PK Statis |
FK Dinamis |
PK Dinamis |
Ko1ndisi |
|||
|
Tinggi (m) |
Berm (m) |
Sudut (�) |
Tinggi (m) |
Sudut (�) |
|||||
|
SECTION C-C' |
|||||||||
|
3,6 & 12 |
3,6 |
55 |
27 |
46 |
2,71 |
0,00% |
2,24 |
0,00% |
Stabil |
|
SECTION D-D' |
|||||||||
|
12 |
3 & 15 |
60 |
85,2 |
47 |
1,27 |
2,76% |
1,78 |
11,27% |
Kritis |
|
SECTION F-F' |
|||||||||
|
12 |
3 & 36 |
60 |
80,6 |
36 |
2,03 |
0,00% |
1,86 |
0,00% |
Stabil |
Gambar 2 Interpretasi
Section D-D� Kondisi Dinamis
Kondisi diatas menunjukkan
kondisi lereng yang tidak aman sehingga diperlukan perbaikan lereng sebagai
berikut.
Tabel 7 Variasi Lereng
Tunggal
|
LITOLOGI |
KEMIRINGAN LERENG (�) |
||
|
H = 10 m |
H = 12 m |
H = 15 m |
|
|
Claystone |
≤ 70 |
≤ 70 |
≤ 50 |
|
Sandstone |
≤ 55 |
≤ 50 |
- |
|
Coal |
≤ 50 |
≤ 50 |
≤ 45 |
Hasil analisis
menunjukkan bahwa ketinggian lereng 15 m tidak dapat diaplikasikan karena pada
keseluruhan sudut pada tinggi lereng 15 menunjukkan kondisi kritis, dan pada
ketinggian lereng 12 dan 10 meter menunjukkan ketiganya sudut lereng harus
lebih landai atau sama dengan 50�. Pemilihan ketinggian lereng12 m akan
ditentukan setelah kemiringan lereng keseluruhan dianalisis dengan variasi
lebar berm 3 m, 5 m dan 7 m.
Rekomendasi Geometri Lereng
Perbaikan desain lereng
keseluruhan pada highwall ditunjang oleh lereng tunggal tinggi 12 meter dengan
variasi sudut 50�, 45�, 40� dan lebar berm variasi 3 meter, 5 meter, dan 7
meter. Dengan hasil aman sebagai berikut.
Tabel 7 Rekomendasi
Geometri Lereng
|
GEOMETRI SINGLE SLOPE |
GEOMETRI OVERALL SLOPE |
FK Statis |
PK Statis |
FK Dinamis |
PK Dinamis |
|||||
|
Tinggi (m) |
Lebar Berm (m) |
Sudut (�) |
Tinggi (m) |
Sudut (�) |
||||||
|
SECTION C-C' |
||||||||||
|
12 |
5 |
40 |
27,6 |
33 |
2,89 |
0,00% |
2,63 |
0,00% |
||
|
7 |
50 |
27,6 |
36 |
2,60 |
0,00% |
2,38 |
0,00% |
|||
|
45 |
27,6 |
33 |
2,78 |
0,00% |
2,53 |
0,00% |
||||
|
40 |
27,6 |
30 |
2,90 |
0,00% |
2,62 |
0,00% |
||||
|
SECTION D-D' |
||||||||||
|
12 |
5 |
40 |
90,9 |
32 |
1,59 |
0,00% |
1,44 |
0,00% |
||
|
7 |
50 |
93,6 |
36 |
1,50 |
0% |
1,37 |
0% |
|||
|
45 |
91,47 |
33 |
1,57 |
0,00% |
1,43 |
0,00% |
||||
|
40 |
89,3 |
30 |
1,71 |
0,00% |
1,54 |
0,00% |
||||
|
SECTION F-F' |
||||||||||
|
12 |
5 |
40 |
78,23 |
33 |
1,97 |
0,00% |
1,80 |
0,00% |
||
|
7 |
50 |
80,6 |
36 |
1,83 |
0,00% |
1,68 |
0,00% |
|||
|
45 |
78,6 |
33 |
1,93 |
0,00% |
1,77 |
0,00% |
||||
|
40 |
76,5 |
30 |
2,13 |
0,00% |
1,93 |
0,00% |
||||
|
|
|
: Rekomendasi geometri yang digunakan |
|
|||||||
Rekomendasi desain lereng yang
aman dan optimal yaitu konfigurasi lereng highwall yang optimal ditunjukkan
dengan spesifikasi sebagai berikut :
Kesimpulan
Dari
penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kondisi awal lereng highwall
pada section C-C� dan section F-F� menunjukkan kondisi stabil. Sedangkan pada
highwall section D-D� di mana nilai FK statis 1,27 dengan PK statis 2,76% dan
FK dinamis 1,18 dengan PK dinamis 11,27% menunjukkan kondisi kritis sehingga
diperlukan perbaikan lereng. Geometri optimal lereng highwall yaitu konfigurasi
lereng highwall dengan tinggi 90 m dan sudut 34�, ditunjang dengan lereng
tunggal dengan tinggi 12 m dan sudut 40� dapat diaplikasikan dalam batas yang
masih aman dimana Faktor Keamanan (FK) di atas 1,5 dan Probabilitas Kelongsoran
(PK) di bawah 5%.berikutnya. Saran yang dapat penulis berikan yaitu sebaiknya
pada penelitian selanjutnya melakukan�
perbandingan dengan menggunakan metode yang lain seperti kriteria
keruntuhan Mohr-Coulomb atau metode Finite Element, sebaiknya pada penelitian
selanjutnya dilakukan pengukuran ketinggian muka air tanah untuk parameter
analisis, dilakukan pemantauan terhadap pergerakan lereng secara berkelanjutan
untuk meminimalisir kecelakaan akibat longsoran
Daftar
Pustaka
Arif, I., 2021. Geoteknik Tambang.
Gramedia Pustaka Utama: Jakarta. ISBN: 978-602-03-2735-8
Aryal, K. P. 2006. Slope
Stability Evaluations By Limit Equilibrium And Finite Element Methods.
Norwegian University Of Science And Technology: Norwegia. ISBN: 82-471-7881-8
Das, B. M. 2007. Fundamentals Of
Geotechnical Engineering (Third Edition). Cl Engineering. ISBN: 978-0-495-29572-3
Hoek, E., & Brown, E. T. 2018. The
Hoek�Brown Failure Criterion and GSI � 2018 Edition. Journal Of Rock
Mechanics And Geotechnical Engineering, 11(3), 445�463. ISSN: 1674-7755
Hoek, E., Carter, T., &
Diederichs, M. 2013. Quantification of the Geological Strength Index Chart.
47th US Rock Mechanics / Geomechanics Symposium 2013, 3,
1757�1764. ARMA 13-672.
Hudson, J. A., & Harrison, J. P.
2000. Engineering Rock Mechanics - An Introduction To The Principles. Elsevier
Science Ltd: Oxford. ISBN: 008-043864-4
ISRM (International Society for Rock
Mechanics). 1981. Rock Characterisation, Testing and Monitoring-ISRM Suggested
Methods. Pergamon Press
Kementrian ESDM. 2018. Kepmen
1827/K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Teknik Pertambangan yang Baik.
Jakarta.
Krismawan, H. A., Hariyanto, R.,
Nusanto, G., & Siwidiadi, I. L. 2023. Analisis Kestabilan Lereng Pada
Low Wall Pit Utara N1 Tambang Batubara PT Banyan Koalindo Lestari, Sumatera
Selatan. Jurnal Teknologi Pertambangan 8(2). 18�23. UPNYK: Yogyakarta.
ISSN: 2442-4234.
Lalitya, T. J., Indrawan, I. G. B.,
& Bassmantra, A. 2017. Analisis Kestabilan Lereng Tambang Terbuka
Batubara Dengan Metode Probabilitas Pada Highwall dan Lowwall Pit Tania Panel
2, PT. Kaltim Prima Coal, Kalimantan Timur. Prosiding Seminar Nasional
Kebumian Ke-10. Yogyakarta.
Marinos, V., Marinos, P., &
Hoek, E. 2005. The Geological Strength Index: Applications And Limitations.
Bulletin Of Engineering Geology And The Environment, 64(1), 55�65. ISSN:
14359529
Octovian, C. P. R. T., &
Monintja, S. 2014. Analisis Kestabilan Lereng Dengan Metode Bishop (Studi
Kasus: Kawasan Citraland Sta.1000m). Jurnal Sipil Statik, 2(3), 139�147.
ISSN: 2337-6732.
Rai, M. A., Kramadibrata, S., &
Wattimena, R. K. 2013. Mekanika Batuan. ITB Press: Bandung. ISBN:
978-602-9056-62-4.
Sebayang, W., Sutriyono, E., &
Nalendra Jati, S. 2020. Analisis Kestabilan Lereng Disposal PT Bara Anugrah
Sejahtera Muara Enim Sumatera Selatan. Jurnal Geomine 8(1), 51-58.
Makassar. ISSN: 2443-2083.
Supriatna, S., Sukardi, Rustandi, E.
2011. Peta Geologi Lembar Samarinda, Kalimantan, Pusat Survei Geologi, Bandung.
Steffen, O., Contreras, L.-F.,
Terbrugge, P. J., & Venter, J. 2008. A Risk Evaluation Approach For Pit
Slope Design. American Rock Mechanics Association: San Francisco. ARMA
08-231
Takwin, G. A., Turangan, A. E.,
& Rondonuwu, S. G. (2017). Analisis Kestabilan Lereng Metode
Morgenstern-Price (Studi Kasus : Diamond Hill Citraland). Tekno,
15(67). ISSN: 0215-9617
Wyllie, D. C., & Mah, C. W.
(2004). Rock Slope Engineering: Civil And Mining, 4th Edition. Spon Press:
London. ISBN: 0-203-49908-5.