Pemanfaatan Aplikasi Tiktok SebagaiMedia Pembelajaran Pidato

 

Lisa Novia1, Ade Hikmat2, Imam Safi�I3

Uhamka Jakarta Indonesia

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

Abstrak:

Media pembelajaran Tiktok ini telah selaras dengan era digital saat ini. Hal itu memunculkan media sosial yang dapat menjadi media pembelajaran karena media sosial sangat menarik perhatian dan dekat dengan generasi milenial yang memang lekat pada dunia digital. Salah satu media sosial yang saat ini sedang digemari yaitu aplikasi Tiktok. Tiktok dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Penggunaan aplikasi Tiktok sebagai media pembelajaran diharapkan membantu peserta didik maupun pendidik dalam pembelajaran Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan aplikasi Tik Tok sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar pidato. Model pembelajaran dan media pembelajaran memegang peranan penting dalam keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan oleh guru selama proses belajar mengajar, khususnya yang berkaitan dengan keterampilan berbicara. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Data primer yang didapat adalah data yang diperoleh melalui aplikasi Tik Tok, khususnya fitur-fitur yang mampu mewadahi pembelajaran pidato. Data sekunder didapat dari data yang diperoleh melalui literatur yang mendukung data primer, seperti artikel, kamus, internet, dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses pembelajaran konvensional hasil belajar yang diperoleh peserta didik masih banyak yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Namun, penggunaan Tik Tok sebagai media pembelajaran berhasil meningkatkan pencapaian nilai KKM. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Tik Tok sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar dengan mempertimbangkan relevansi materi yang akan disampaikan.

 

 

Kata Kunci: Pidato, Tiktok, Media Pembelajaran

 

Abstract:

This Tiktok learning media has been in harmony with the current digital era. This gave rise to social media which can be a learning medium because social media is very attractive and close to the millennial generation who are attached to the digital world. One of the social media that is currently popular is the Tiktok application. Tiktok can be an interesting and fun learning medium. The use of the Tiktok application as a learning medium is expected to help students and educators in learning The purpose of this study is to determine the effectiveness of using the Tik Tok application as a learning medium in improving speech learning outcomes. Learning models and learning media play an important role in the success of achieving learning objectives set by teachers during the teaching and learning process, especially those related to speaking skills. This study used qualitative descriptive design. The primary data obtained is data obtained through the Tik Tok application, especially features that are able to accommodate speech learning. Secondary data are obtained from data obtained through literature that supports primary data, such as articles, dictionaries, the internet, and books related to research. The results showed that in the conventional learning process, the learning outcomes obtained by students still get scores below KKM. However, the use of Tik Tok as a learning medium has succeeded in increasing the achievement of KKM scores. Therefore, it can be concluded that the utilization of Tik Tok As a learning medium, it can improve learning outcomes by considering the relevance of the material to be delivered.

 

Keywords: speech, tiktok, learning, media

����� ����

Pendahuluan

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 pasal 48 dan 59 yang mengisyaratkan dikembangkannya sistem informasi pendidikan yang berbasis teknologi dan informasi. Melalui sistem pendidikan yang baik, dapat meningkatkan daya saing bangsa Indonesia melalui sumber daya manusia yang baik pula (Sulisworo, 2016). Sarana belajar di zaman modern ini layaknya disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan penggunaan aplikasi TikTok sebagai media pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran Tiktok ini telah selaras dengan era digital saat ini. Hal itu memunculkan media sosial yang dapat menjadi media pembelajaran karena media sosial sangat menarik perhatian dan dekat dengan generasi milenial yang memang lekat pada dunia digital. Salah satu media sosial yang saat ini sedang digemari yaitu aplikasi Tiktok. Tiktok dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Penggunaan aplikasi Tiktok sebagai media pembelajaran diharapkan membantu peserta didik maupun pendidik dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa media sosial Tiktok dapat menjadi media pembelajaran alternatif dan interaktif dalam pembelajaran pidato. Melihat berbagai fitur yang ada pada aplikasi Tik Tok, maka sangat dimungkinkan untuk didesain sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra Indoneisa. Pembelajaran bahasa dan Sastra Indonesia dengan empat keterampilan inti yaitu menulis, menyimak, berbicara, dan membaca serta keterampilam bersastra yang terintegrasi di dalamnya. Untuk keterampilan berbicara misalnya, siswa dapat menggunakan fitur rekan suara pada Aplikasi ini kemudian di komunikasikan melalui jejaring. Keterampilan bersastrapun juga demikian, dengan menggunakan fitur yang ada di aplikasi Tik Tok siswa dapat bermain peran yang mengedepankan aspek ekpresi dan kreativitas siswa.Metode yang digunakan studi kepustakaan dengan menganalisis lima belas jumlah artikel yang relevan dengan pengembangan tiktok sebagai media pembelajaran. Salah satu kriteria yang menentukan efektivitas pembelajaran di sekolah adalah kemampuan guru dalam memecahkan masalah dan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran (Bararah, 2017). Menurut John Dewey, guru harus kreatif dan mengembangkan strategi pembelajaran agar pembelajaran aktif mengikuti hasil yang diinginkan dan melibatkan siswa dalam berpikir kritis (Supriati & Rabbani, 2021). Motivasi belajar yang tinggi merupakan syarat mutlak bagi siswa untuk belajar mandiri dan memikirkan kemajuan, tetapi harus mengikuti kemampuan siswa dalam menguasai mata pelajaran itu sendiri (Hakim, 2005). Biasanya, nilai ini menunjukkan tingkat penguasaan topik. Pada hakekatnya setiap siswa adalah individu yang mengalami perkembangan yang berarti dan positif dari lahir hingga meninggal hingga mengalami perubahan yang terus menerus (Anitah, 2007)Desain penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Menurut Rusman media pembelajaran adalah suatu alat untuk mempertinggi proses interaksi guru dengan siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan dan sebagai alat bantu mengajar dapat menunjang penggunaan metode mengajar yang digunakan oleh guru dalam proses belajar (Rusman, 2017). Merujuk pada pengertian Rusman dapat dikatakan bahwa media pembelajaran merupakan alat belajar yang membantu pendidik dalam mempermudah proses pembelajaran dan menambah wawasan bagi peserta didik. Perkembangan teknologi yang menghasilkan berbagai media pembelajaran digital sangat berpengaruh dalam pembelajaran daring dengan menjadi sarana penghubung yang digunakan pendidik untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Namun pendidik terkadang kebingungan dalam menentukan dan menggunakan media pembelajaran, pada akhirnya pendidik kembali menggunakan media pembelajaran yang monoton (Atsani, 2020). Aplikasi TikTok merupakan topik utama dalam penelitian ini, dengan hal bahasan tentang penggunaan aplikasi TikTok sebagai media dalam proses belajar. Informasi ini dikumpulkan menggunakan jenis metode deskriptif analisis menggunakan sarana penelitian berupa jurnal. Fase analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa, di samping strategi pemanfaatan dan idealisasi, penggunaan aplikasi TikTok dapat bermanfaat sebagai sarana dalam proses belajar yang interaktif dan menarik. Dengan kemudahan penggunaan dan fungsinya yang beragam, maka aplikasi TikTok dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran pidato. Sarana atau media pembelajaran yang interaktif dapat menunjukkan apa yang belum diberikan oleh pendidik dan proses pembelajaran menjadi lebih efisien dan efektif. Dengan aplikasi TikTok, pendidik mampu dengan mudahnya membuat proses pembelajaran yang menarik perhatian peserta didik. Untuk mengetahui keefektifan penggunaan aplikasi TikTok dalam meningkatkan hasil belajar pada peserta didik diharapkan dilakukan penelitian lanjutan. Menurut Rusman media pembelajaran adalah suatu alat untuk mempertinggi proses interaksi guru dengan siswa dan interaksi siswa dengan lingkungan dan sebagai alat bantu mengajar dapat menunjang penggunaan metode mengajar yang digunakan oleh guru dalam proses belajar (Rusman, 2017).Meluas ke isu peserta didik yang tertarik dengan media, representasi pesan apa yang dikatakan oleh pengajar juga harus dipertimbangkan dalam pemilihan media. Setidaknya ada tiga kapasitas yang bergerak bersama dalam kehadiran media. Pertama, fungsi stimulasi yang membuat tergugah dalam belajar dan mencari tahu lebih banyak tentang segala sesuatu yang ada di dalam media. Saat ini, fungsi intervensi yang merupakan mediator antara pengajar dan mahasiswaDalam hal ini, media menjadi perantara komunikasi pengajar dan mahasiswa. Ketiga fungsi data ini menampilkan klarifikasi kebutuhan instruktur untuk berkomunikasi. Dengan adanya media, mahasiswa dapat menjaring data atau klarifikasi yang mereka butuhkan atau apa yang perlu disampaikan oleh pendidik. Berdasarkan penelitan yang dilakukan oleh Hutamy et al. (2021) menyatakan 55,36% bahwa bahwa Tiktok dapat diterapkan sebagai media pembelajaran yang menyesuaikan dengan relevansi materi pembelajaran. Penggunaan tiktok sebagai media pembelajaran menjadikannya sebuah tren yang unik dan baru dalam menyampaikan bahan ajar. Pengaruh media sosial tiktok mampu mendorong peserta didik untuk lebih mengekpresikan dirinya melalui video hasil buatan peserta didik dengan filter yang telah disediakan. (Hutamy et al., 2021).

��

Metode

Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Menurut Kountur (2009:108) penelitian deskriptif adalah analisis grafis dapat menjadi semacam penelitian yang memberikan gambaran atau penggambaran suatu keadaan sejelas mungkin tanpa perlakuan terhad Pengumpulan data pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu: (1) Data primer adalah data yang diperoleh melalui aplikasi Tik Tok, khususnya fitur-fitur yang mampu mewadahi pembelajaran. (2) Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui literatur yang mendukung data primer, seperti artikel, kamus, internet, dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian.

Instrumen penelitian yang digunakan berbentuk catatan dokumentasi. Data yang dikumpulkan oleh penulis yang ada kemudian dianalisis. Data mengenai pemanfaatan aplikasi Tik Tok sebagai media pembelajaran dianalisis dengan deskritif kualitatif. Pertama-tama, yang dilakukan peneliti adalah melakukan observasi dan pengamatan terhadap aplikasi Tik Tok, penulis juga menggunakan berbagai fitur yang terdapat dalam aplikasi tersebut. Kedua, peneliti mencatat fitur-fitur dalam aplikasi Tik Tok dan kegunaannya yang mampu mewadahi atau menjadi media dalam pembelajaran. Ketiga, peneliti melakukan studi dokumentasi (document study), yaitu mengkaji berbagai literatur yang relevan dengan penelitian dan hasil penelitian.ap objek yang sedang dipertimbangkan.

 

Hasil dan Pembahasan

Proses pembelajaran memiliki lima komponen komunikasi, yaitu guru (komunikator), materi pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran (I Wayan Santyasa, 2007: 3 dalam Wisnu Nugroho Aji, 2018). Sedangkan bahan ajar adalah bahan atau materi ajar yang disusun secara sistematis yang dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam pegangan pembelajaran (Paulina dan Purwanto, 2001 dalam Wisnu Nugroho Aji, 2018). Dengan demikian, media pembelajaran merupakan bagian dari kerangka pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan. Sependapat dengan Isroqm (2013) tanpa adanya media pembelajaran maka persiapan mendidik dan pembelajaran tidak akan terjadi, tidak diperlukan satu media pun untuk menyediakan bahan ajar tersebut.

Yusufhadi Miarso dalam (Mahnun, 2012), mengutarakan bahwa hal utama yang harus dilakukan oleh pengajar dalam menggunakan media pembelajaran yang layak adalah mencari, memilih, dan menemukan media pembelajaran yang menarik peserta didik. Karakteristik yang tergabung dalam kelompok belajar, khususnya perkembangan dan latar belakang keterlibatan peserta didik, serta terkait kondisi mental dengan peningkatan usia.

 

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Tiktok dapat dimanfaatkan menjadi media pembelajaran pidato , baik bagi pendidik maupun peserta didik dengan menyesuaikan bahan ajar dan karakteristik peserta didik sehingga dapat menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini berpengaruh untuk menjadikan media sosial Tiktok sebagai media pembelajaran yang interaktif bagi pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran Pendidik tidak perlu lagi menggunakan media pembelajaran yang monoton karena Tiktok dapat mempermudah pendidik dalam menyampaikan materi pidato semenarik mungkin dengan berbagai fitur yang disediakan.

 

Daptar Pustaka

 

Agustina, Agustina. (2021). Peningkatan Prestasi Belajar Siswa pada Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menulis Teks Resensi dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) di Kelas XI MIPA 1 SMAN 2 Bolo Semester II Tahun Pelajaran 2020/2021. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 1(2), 316�327.

 

Aji, W. N., Widya, U., Klaten, D., & Tok, A. T. (2018). Aplikasi tik tok sebagai media pembelajaran bahasa dan sastra indonesia. 431, 431�440.

 

Anitah, Sri. (2007). Strategi pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka. Arikunto, Suharsimi. (2021). Penelitian tindakan kelas: Edisi revisi. Bumi Aksara.

 

Audio, M., & Indonesia, B. (n.d.). Peningkatan ketrampilan menyimak pembelajaran bahasa indonesia menggunakan media audio. 1�11.

 

Ayu, G., Wulan, N., & Priatna, D. (2011). Permulaan Anak Usia Dini Melalui Media Permainan Stick Angka. 2.

 

Bohang, Fatimah Kartini. 2018. �Tik Tok Punya 10 Juta Pengguna Aktif di Indonesia�, https://tekno.kompas.com/read/2018/07/05/09531027/tik-tok-punya-10-juta-pengguna-aktif-di-indonesia, diakses pada 29 September 2021.

 

Dewanta, A. A. N. B. J. (2020). Pemanfaatan Aplikasi Tik Tok Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 8(2), 95�102.