Pemanfaatan Media Sosial Upaya Meningkatkan
Penjualan Umkm di Cikarang Utara
Etty Zuliawati Zed1, Suherdi Maulana2, Fitri Meiyla Wulandari3,
Siti Nurfatimah4, Maria Amelia5, Sinta Elviani6
Universitas Pelita Bangsa
[email protected]1,
[email protected]2, [email protected]3,
[email protected]4, [email protected]5,
[email protected]6
Abstrak:
Sektor Usaha Mikro Kecil dan
Menengah (UMKM) di masa sekarang memiliki berbagai masalah. Seperti, penurunan
penjualan, permodalan, distribusi terhambat, kesulitan bahan baku. Pelaku UMKM
juga melakukan perubahan orientasi pemasaran akibat banyaknya persaingan,
banyak pelaku UMKM yang beralih ke perdagangan elektronik (e-commerce)
untuk meningkatkan penjualan tetapi hal ini tidak di dukung dengan kemampuan
pelaku UMKM yang cenderung rendah dalam menggunakan teknologi. Pengabdian ini
bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi UMKM di Kecamatan
Cikarang Utara Kabupaten Bekasi tentang pemanfaatan media sosial sebagai sarana
penjualan/promosi produk yang efektif dan efisien serta melakukan pendampingan
dalam memanfaatkan berbagai market place berbasis internet sebagai sarana
penjualan hasil produk. Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan kontektual
yaitu memberikan materi teori terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan workshop
langsung mengunggah produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM di
Kecamatan Cikarang Utara. Hasil kegiatan ini adalah adanya pemahaman
mitratentang pemasaran melalui media sosial; mampu membuat toko pada
marketplace dan promosi melalui sosial media secara mandiri.
Kata Kunci: UMKM
Cikarang Utara, E-Commerce, Sosial Media.
Abstract:
The Micro, Small and Medium
Enterprises (MSME) sector today has various problems. Such as decreased sales,
capital, hampered distribution, difficulties with raw materials. MSME players
are also changing their marketing orientation due to the large amount of
competition, many MSME players are switching to electronic commerce
(e-commerce) to increase sales but this is not supported by the ability of MSME
players who tend to be low in using technology. This service aims to provide
understanding and skills for MSMEs in North Cikarang District, Bekasi Regency
regarding the use of social media as a means of effective and efficient product
sales/promotion as well as providing assistance in utilizing various
internet-based market places as a means of selling products. This activity uses
a contextual approach method, namely providing theoretical material first and
continuing with a workshop directly uploading products produced by MSMEs in
North Cikarang District. The result of this activity is the partners' understanding
of marketing via social media; able to create a shop on the marketplace and
promote via social media independently.
Keywords:
�North
Cikarang MSMEs, E-Commerce, Social Media.
����� ����
Pendahuluan
Perkembangan
teknologi (tele) komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan
kultur kita sehari-hari (Prasetya,
Sugiharti, & Fadhila, 2021).
Dalam era yang disebut �information age� ini, media elektronik menjadi salah
satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis, hal ini juga
mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat yang mengembangkan bisnis secara
online. Perkembangan perangkat komunikasi yang membuat setiap orang yang
memiliki smartphone terhubung dengan media internet membuat semakin mudah calon
pembeli untuk mencari barang yang diinginkan melalui perangkat komunikasi
mereka (Deslianti
& Sonita, 2021). Sehingga bisnis online
ini merupakan sebuah peluang yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan (Widayanti
& Oktafia, 2021).
Jumlah
pengguna media sosial di Indonesia pada tahun 2020 ini hampir mencapai angka
160 juta orang. Dengan keunggulan teknologi informasi ini harusnya dapat
dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis UMKM agar dapat meraih keuntungan yang
optimal. Jumlah yang memanfaatkan media sosial Facebook adalah sebanyak 130
juta (pengguna Facebook berjenis kelamin perempuan: 44,4% dan laki-laki:
55,6%), dan Instagram sebanyak 63 juta (pengguna Facebook berjenis kelamin
perempuan: 50,8% dan laki-laki: 49,2%)
(hootsuite-we-are-social-indonesian-digital-report- 2020).
Jika
media sosial dimanfaatkan secara optimal, maka hal ini dapat membantu bisnis
UMKM dalam memiliki pelanggan baru (Permana
& Cendana, 2019). Pelaku UMKM perlu
memanfaatkan bermacam cara untuk melakukan promosi dan meningkatkan penjualan
produk mereka, salah satunya dengan memanfaatkan peluang yang ada yaitu melalui
media social (Mansir
& Purnomo, 2021). Namun, berdasarkan data
yang dirilis oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UMKM),
baru sekitar 3.79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online
dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM
di Indonesia, yaitu 59.2 juta (www.cnnindonesia.com).
Setiap sosial media mempunyai layanan dan fitur masing-masing yang berbeda
sehingga dibutuhkan strategi-strategi untuk memasarkan produk yang kita jual
dan memenangkan kompetisi market di sana (Efendi
et al., 2022). Hal ini dilakukan karena
sudah ada pengusaha yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan
dagangannya (Husin,
Wijaya, & Dewi, 2019).
Kecamatan
Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat memiliki pelaku-pelaku
UMKM potensial yang memiliki anggota pelaku usaha yang menjalankan kegiatan
usaha berupa produk maupun jasa. Dalam melakukan kegiatan usaha khusunya aspek
pemasaran masih dilakukan secara konvesional yaitu mengikuti pameran,
dititipkan pada toko maupun penerimaan order dari pihak tertentu (Hananto
& Huda, 2023). Dengan demikian, lingkup
pemasaran masih sangat terbatas sehingga usaha yang dijalankan belum dapat
berkembang dengan baik (Pinem,
Pusporini, & Masnuna, 2022).
Selain itu, pelaku usaha juga belum mengetahui etika bertransaksi secara
online, sehingga belum dapat membedakan mana yang boleh dan tidak boleh
dilakukan dalam bertransaksi secara online.
Berdasarkan
analisa situasi tersebut diatas, permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu
pertama, minimnya pemahaman mitra mengenai pemasaran online melalui media
sosial dalam kegiatan usaha, serta minimnya keahlian mitra dalam penggunaan
media sosial sebagai sarana pemasaran. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan
untuk menyelesaikan permasalahan mitra yaitu dilakukan pelatihan pemasaran
online melalui media sosial bagi UMKM Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten
Bekasi, Propinsi Jawa Barat.
��
Metode
Untuk menjawab permasalahan
yang harus dihadapi mitra dan merealisasikan solusinya, maka dilakukan beberapa
kegiatan sebagai berikut:
a.
Pengenalan
Internet Sebagai Sarana Meluaskan Jangkauan Pemasaran
Para pelaku UMKM Kec
Cikarang Utara diharapkan mampu mengoperasikan Handphone dan dapat mengenal
situs media sosial lebih banyak. Pemberian materi mengenai internet ini
diarahkan untuk menjadi pendukung pemasaran lewat media sosial. Pemasaran lewat
media sosial dengan memanfaatan internet pada zaman ini juga akan dijelaskan
pada sesi ini. Sesi yang pertama dan kedua ini akan dilakukan pada hari yang
bersamaan.
b.
Pembuatan
Media Sosial bagi Pelaku UMKM dan Konten Marketing dalam Media Sosial
Dalam pembuatan media
sosial ini akan dipandu bagaimana cara membuat akun media sosial bagi pelaku
UMKM Kec Cikarang Utara karena akun bisnis berbeda dengan akun pribadi dalam
media sosial. Pengisian kontennya juga perlu didampingi agar dapat memanfaatkan
berbagai fiturdalam konten media sosial.
c.
Strategi
Pemasaran Melalui Media Sosial
Strategi dibutuhkan dalam
pemasaran. Strategi dalam media social ini berperan agar barang dagangan maupun
jasa yang ditawarkan para pelaku UMKM Kec Cikarang Utara mendapat jangkauan
yang luas kepada masyarakat. Selain itu, strategi ini dibutuhkan dalam pemenangan
pangsapasar di media sosial.
d.
Pendampingan
UMKM Kec Cikarang Utara.
Strategi dalam media social
pun belum cukup karena diperlukan pendampingan agar bisnis dapat dikembangkan
secara berkelanjutan. Dalam pendampingan ini akan dijelaskan mengenai
maintenance strategi dalam bagi pelaku UMKM Kec Cikarang Utara. Perawatan dan Pengembangan
strategi sangat dibutuhkan agar para pelaku UMKM Kec Cikarang Utara dapat
berlangsung lama dalam berbisnis.
Pengenalan Internet Sebagai Sarana Meluaskan
Jangkauan Pemasaran Pembuatan
Media Sosial bagi Pelaku
UMKM dan Pengisian Konten Marketing dalam Media Sosial Strategi Pemasaran Melalui Media Sosial Pendampingan
UMKN Kec Cikarang Utara
Pengabdian Kepada
Masyarakat (PKM) yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan metode
kontektual. Yakni memberikan materi teori terlebih dahulu dan dilanjutkan
dengan workshop tentang pemanfaatan media sosial dalam upaya meningkatkan
penjualan produk UMKM Kec Cikarang Utara Adapun alur pemecahan masalah dari
program PKM ini adalah sebagai berikut:
����������� Dalam
merealisasikan pemecahan masalah tersebut, kegiatan penyuluhan dilakukan secara
terjadwal dan tersetruktur dengan melibatkan barbagai pihak, diantaranya
Perangkat Desa, UMKM dan tokoh masyarakat di Kec Cikarang Utara, Kabupaten
Bekasi, Propinsi Jawa Barat.
Hasil dan Pembahasan
Kegiatan
pengabdian ini dijadwalkan dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan
peserta yang berbeda (Yuliastini,
Dharma, Giri, & Dartiningsih, 2020).
Pertemuan ini dilaksanakan selama 1 jam dengan pembagian waktu 30 menit setiap
materinya. Semua peserta membawa alat komunikasi berupa smartphone atau laptop
yang mempunyai koneksi internet serta sudah memiliki email pribadi yang
terdaftar di smartphone (Hari,
Welly, Kusumawaty, Puspasari, & Harianto, 2022).
Pertemuan pertama dihadiri pelaku UMKM Kuliner dan Makanan Kecil dari Kec Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 15 Maret 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah atau tempat pembuatan produk. Pertemuan ini dihadiri oleh kurang lebih 2 pedagang UMKM. Dokumentasi kegiatan pada pertemuan pertama ini dapat dilihat dibawah ini.
Gambar 2. Dokumentasi Pelatihan Pertama dengan Peserta pelaku UMKM
Kuliner dan Makanan Kecil
Dalam
pertemuan yang pertama ini, para peserta banyak yang belum mengenal internet
secara mendalam (Basalamah, Syahnur, Ashoer, & Bahari, 2023). Para
pelaku UMKM Kuliner dan Makanan Kecil hanya mengenal koneksi internet untuk
kebutuhan komunikasi seperti WhatsApp (Martoyo, 2020). Hal ini
cukup untuk menjadi dasar pengenalan teknologi informasi yang dapat digunakan
untuk mengembangkan bisnis UMKM tersebut (Budiarto et al., 2018). Setelah
memahami dan menginventaris produk yang akan dijual nantinya, acara ini
dilanjutkan ke sesi pengenalan teknologi informasi dan pembuatan akun sosial
media.
Sesi
ini mewajibkan peserta yang telah mempunyai pelaku UMKM Kuliner dan Makanan
Kecil membuat akun sosial media dalam Facebook, Instagram dan Tiktok. Setelah
mempunyai akun sosial media, maka kegiatan ini dilanjutkan dengan mengisi
konten dari produk yang akan dijual.
Dalam
sesi ini juga diajarkan dasar dasar mengenai pengambilan dan editing foto yang
baik, proses pengunggahan foto ke media sosial berserta pemanfaatan
fasilitas-fasilitas dalam media sosial seperti fitur hashtag, grup, follower,
dan sebagainya.
Sesi
terakhir pada kegiatan ini adalah mengoptimalkan pemasaran sosial media agar
dapat mendatangkan keuntungan bagi para pelaku UMKM (Maradita, Faturrahman, Hardiansyah, Santoso, &
Mandasari, 2023). Proses
dalam mendatangkan keuntungan ini adalah memberikan tips dan trik khusus agar
barang dagangan dapat laku terjual. Hasil yang didapatkan dari pelatihan ini
adalah pembuatan akun media sosial bagi peserta dan pemanfaatan sosial media
secara optimal untuk mendatangkan keuntungan. Kami membantu para peserta untuk
mendapatkan ide dalam pembuatan bisnis yang baru. Kami menawarkan opsi yaitu
menjadi reseller kosmetik, mainan anak, produk makanan beku, hingga pakaian.
Sesi ini menghasilkan 2 hingga 3 usaha yang baru dibentuk.
Pada
pertemuan kedua pada kegiatan ini adalah pelaku UMKM Keripik Pangsit Kec
Cikarang Utara. Para pelaku UMKM Makanan Ringan di Kec Cikarang Utara Kabupaten
Bekasi, Propinsi Jawa Barat telahmenggunakan media sosial untuk menjajakan
barang dagangannya.
Dalam
kesempatan ini kami memberikan pemaparan optimalisasi media sosial untuk
mendatangkan keuntungan bagi para pebisnis UMKM Keripik Pangsit di Cikarang
Utara. Dokumentasi foto produk pada pertemuan kedua ini dapat dilihat di bawah
ini:
Gambar 3. Dokumentasi Foto produk UMKM Kec Cikarang Utara.
Kegiatan
ini berlangsung pada tanggal 20 Maret 2024, pertemuan kedua ini diawali dengan
tanya jawab mengenai penggunaan media sosial yang telah dipakai dalam
mempromosikan hasil produksi para pelaku UMKM Keripik Pangsit Kec Cikarang
Utara. Dari tanya jawab singkat ini diketahui para pelaku UMKM Keripik Pangsit
Kec Cikarang Utara telah menggunakan Instagram dan menggunakan marketplace Bukaklapak,Tokopedia dan
Shopee.
Para
UMKM Keripik Pangsit Kec Cikarang Utara menggunakan media sosial sejak awal
mereka berjualan,dan juga sudah menggunakan beberapa fitur yang ada didalamnya
seperti hashtag dan follower. Namun, mereka belum terbentuk komunitas untuk
para pelaku UMKM Keripik Pangsit Kec Cikarang Utara yang saling mengikuti (follow) akun media sosial sehingga dapat
meningkatkan kepercayaan dari customer . Selain itu yang dapat dikembangkan
dari media sosial untuk peserta pada kegiatan ini adalah akun buzzer yang dapat
mendongkrak jumlah pengikut atau follower yang berada di Instagram. Tentunya
akun Blazer yang disarankan ini berasal dari para influencer media sosial agar dapat meningkatkan jumlah pengikut
yang asli. Hal ini disarankan karena banyak akun booster yang bisa dibeli di
media sosial yang dapat meningkatkan jumlah follower, tetapi kebanyakan berupa
akun palsu atau yang sering disebut akun bot. Hasil dari kegiatan pengabdian
pada masyarakat yang kedua ini diharapkan dapat meningkatkan transaksi
penjualan UMKM Keripik Pangsit Kec Cikarang Utara di masa mendatang.
Kesimpulan
Pelaksanaan pengabdian
kepada masyarakat di Kec Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat
dapat disimpulkan berjalan dengan baik. Proses transfer teknologi dengan para
pelaku UMKM Kec Cikarang Utara dapat dilakukan dengan suasa yang menyenangkan
dan diskusi yang mampu memberikan wawasan terhadap pemecahan permasalahan
mitra. Para pelaku Kec Cikarang Utara besepakat mengoptimalkan media sosial
sebagai sarana promosi yang dapat meningkatkan jumlah penjualan bagi UMKM Kec
Cikarang Utara.
Daftar Pustaka
Basalamah, Jafar, Syahnur, Muh Haerdiansyah, Ashoer,
Muhammad, & Bahari, Andi Faisal. (2023). Pelatihan Pembuatan Akun Sosial
Media Serta Penjualan Berbasis Elektronik Dalam Meningkatkan Hasil Jual Olahan
Produk. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(9), 1769�1776.
Budiarto, Rachmawan, Putero, Susetyo Hario, Suyatna, Hempri,
Astuti, Puji, Saptoadi, Harwin, Ridwan, M. Munif, & Susilo, Bambang.
(2018). Pengembangan UMKM antara konseptual dan pengalaman praktis. Ugm
Press.
Deslianti, Dwita, & Sonita, Anisya. (2021). Pemanfaatan
E-Commerce untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Usaha Dagang Kopi Api Te Sako,
Rejang Lebong, Bengkulu. JPMTT (Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi
Terbarukan), 1(1), 40�43.
Efendi, Yusril, Supriyadi, Supriyadi, Shaleh, Mahrus,
Khatimah, Husnul, Dasriyah, Dasriyah, & Hamzah, Moh A. (2022). Pemanfaatan
Media Sosial Upaya Meningkatkan Promosi Produk Umkm. Seminar Nasional Hasil
Pengabdian Masyarakat (SENIAS), 6(1), 58�61.
Hananto, Agustia, & Huda, Baenil. (2023). PEMANFAATAN
SOSIAL MEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA SUKASARI,
PURWASARI. KARAWANG. PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN
UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG, 3(1), 2445�2451.
Hari, Kurnia Krisna, Welly, Welly, Kusumawaty, Mia,
Puspasari, Dewi, & Harianto, Dodi. (2022). Sosialisasi Penyusunan Laporan
Keuangan UMKM Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil
Menengah (SAK EMKM) Bagi Pelaku Usaha. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian
Masyarakat, 1(2), 71�75.
Husin, Dasmi, Wijaya, Ismed, & Dewi, Nurmila. (2019).
Promosi Produk Menggunakan Media Sosial Online Pada Para Pedagang Kecil Di Kota
Lhokseumawe. Jurnal Vokasi, 3(1), 44�50.
Mansir, Firman, & Purnomo, Halim. (2021). Pemberdayaan
Masyarakat Melalui Digital Marketing dan Media Sosial Sebagai Media Promosi Era
Pandemi Covid-19 di UMKM Panggungharjo Sewon Bantul. Abdimas Singkerru, 1(1),
39�50.
Maradita, Fendy, Faturrahman, Fadli, Hardiansyah, Rian,
Santoso, Agus, & Mandasari, Jayanti. (2023). Pengembangan Kemampuan
Manajemen Pemasaran Melalui Teknik Pengemasan dan Labeling Produk UMKM di Desa
Kerato. SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(3),
117�125.
Martoyo, Anang. (2020). Adopsi Media Sosial Sebagai Sarana
Pemasaran Digital Bagi Usaha Mikro Makanan dan Minuman Di Kota Jakarta Selatan.
BRICommerce, Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen, Bisnis Dan Keuangan, 1(2),
1�14.
Permana, Silvester Dian Handy, & Cendana, Maya. (2019).
Pemanfaatan media sosial sebagai strategi promosi bagi kelangsungan UMKM. Journal
Community Development and Society, 1(1), 1�10.
Pinem, Dahlia, Pusporini, Pusporini, & Masnuna, Masnuna.
(2022). Digitalisasi Manajemen Pada Usaha Kecil Dan Menengah (UMKM) Di Depok
Jawa Barat. IKRA-ITH ABDIMAS, 5(1), 172�183.
Prasetya, Adhitya Yoga, Sugiharti, Sugiharti, & Fadhila,
Zati Rizka. (2021). Pemanfaatan Media Sosial Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan
Produk UMKM Desa Boja. BUDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1),
102�108.
Widayanti, Riris Eka, & Oktafia, Renny. (2021). Strategi
pemasaran berbasis online pada produk badan usaha milik desa (bumdes)�sukses
bersama� desa sugihwaras kabupaten sidoarjo. Jurnal Tabarru�: Islamic
Banking and Finance, 4(1), 242�252.
Yuliastini, Ni Komang Sri, Dharma, I. Dewa Ayu Eka Purba,
Giri, Putu Agus Semara Putra, & Dartiningsih, Made Wery. (2020). Penerapan
media bimbingan konseling untuk meningkatkan keterampilan guru BK dalam
memberikan layanan pendidikan seks terhadap peserta didik. International
Journal of Community Service Learning, 4(2), 117�124.