Pendidikan Islam Berbasis Soft Skill dalam Novel
Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi
Anis Saul Mukaromah1, Mukromin2, Faisal Kamal3
Pendidikan Agama Islam, Imu
Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Quran Wonosobo
[email protected]1,
[email protected]2, [email protected]3
Abstrak:
Lulusan Pendidikan masa kini tidak hanya
dilatih pada bidang kompetensi dan teknologi saja, namun pentingnya
kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama dalam tim, kemampuan
bekerja mandiri bahkan berpikir analitis untuk menghadapi lingkungan ini perlu dilatih
untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Untuk itu memerlukan
pengembangan soft skill dalam
Pendidikan khususnya dalam
Pendidikan Islam untuk membentuk
komunikasi dengan diri sendiri bahkan
membangun komunikasi sosial. Oleh karenanya pengetahuan intelektual saja tentu tidak
cukup bagi Pendidikan saat ini, perlu
adanya pengembangan keterampilan agar siswa dapat mengamalkan ilmunya dalam kehidupan. Mengenai kurangnya pengembangan soft skill dalam
dunia Pendidikan, penulis mengambil
novel Ranah 3 Warna untuk dijadikan
penelitian mengenai
Pendidikan soft skill yang terkandung didalamnya. Sebagai media pendidikan untuk pembelajaran dalam Pendidikan Islam.�
Maka, dari uraian tersebut penulis melakukan penelitian mengenai Pendidikan Islam Berbasis
Soft Skill Dalam Novel Ranah 3 Warna.
Tujuan penelitian
ini untuk: 1) untuk mengetahui konsep Pendidikan Islam berbasis soft
skill; 2) untuk mendeskripsikan
Pendidikan Islam berbasis soft skill yang terkandung dalam novel Ranah 3
Warna; 3) untuk mengetahui relevansi Pendidikan Islam berbasis
soft skill dengan Pendidikan Islam di era sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat library research. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, adapun teknik analisis
yang digunakan adalah analisis konten,
Kata Kunci: Pendidikan Islam, Soft Skill, Novel Ranah 3 Warna.
Abstract:
Today's education graduates are not
only trained in the fields of competence and technology, but the importance of
communication skills, the ability to work in teams, the ability to work
independently and even think analytically to face this environment needs to be
trained to produce quality graduates. For this reason, it requires the
development of soft skills in education, especially in Islamic education to
form communication with oneself and even build social communication. Therefore,
intellectual knowledge alone is certainly not enough for today's education, it
is necessary to develop skills so that students can practice their knowledge in
life. regarding the lack of soft skills development in the world of education,
the author took the novel Ranah 3 Warna to be used as research on soft skills
education contained therein. As an educational medium for learning in Islamic
Education.� So from this description, the
author conducted research Islamic Education based on
soft skill
in the Novel Ranah 3 Warna. The purpose of this research is to: 1) to know the
concept of Islamic Education on based soft skill; 2) to describe Islamic Education based on
soft skill
contained in the novel Ranah 3 Warna; 3) to know the relevance Islamic Education based on
soft skill
to Islamic Education in the current era. The method used in this research uses
a qualitative research approach where the type of research is library research.
The data collection technique uses the documentation method, while the analysis
technique used is content analysis,
Keywords:
�Islamic Education, Soft Skills, Novel Ranah 3 Warna.
����� ����
Pendahuluan
Karya sastra merupakan ciptaan yang komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan
estetis (Novianti, 2022). Cerita dalam
novel memiliki keterikatan mengenai cerita kehidupan manusia yang dapat dimanfaatkan sebagai media Pendidikan yang menyenangkan
dan memuat banyak nilai-nilai yang disampaikan penulis (Sanjaya, 2022). Termasuk
dalam pembelajaran novel dapat dijadikan sebagai media yang menarik untuk menunjang pembelajaran agar mudah disampaikan dan diterima oleh peserta didik (Amanullah, 2020).
Untuk itu novel menjadi sumber informasi yang berguna bagi pembaca, karena
novel ditulis tentu memuat berbagai macam amanat yang mampu memberikan rasa ketertarikan bagi seseorang untuk membaca dan mengambil pembelajaran melalui cerita yang disajikan oleh penulis.
Seperti dalam hal
ini, salah satu karya sastra dari Ahmad Fuadi antara lain novel Ranah 3
Warna yaitu novel yang menggambarkan
pengalaman Pendidikan tokoh
yang disertai dengan skill dari tokoh Alif yang mampu membawa tokoh
menyukseskan hidupnya. Berkaitan dengan dunia
Pendidikan, isi dari novel ini sangat inspiratif dan patut diteladani untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Isi dari novel ini bercerita tentang
pengalaman pendidikan tokoh utama dari
novel yang bernama Alif Fikri yang baru selesai menamatkan
sekolah di Pondok Madani,
dan setelah itu Alif dilingkupi banyak cita-cita. Novel ini sangat inspiratif dalam membentuk dan membangun sifat, karakter yang baik dalam diri
pembaca (Herfanda, 2018). Kisah
dalam novel ini memberikan pembelajaran kepada pembaca tentang bagaimana akhirnya Alif berjuang mengubah hidupnya, dengan berbagai cara yang dilakukannya.
Dalam novel ini tidak hanya memiliki
keteladanan mengenai pendidikan Islam namun terdapat hal menonjol
yang diperlukan dalam basis
sebuah pendidikan (Kulsum & Muhid, 2022), yakni
memuat mengenai soft skill. Soft skill adalah suatu
keterampilan, atau kemampuan, atau bahkan keahlian seseorang untuk mengatur (mengelola) dirinya sendiri, maupun saat berhubungan
dengan orang lain. Soft skill penting untuk
dikuasai karena diperlukan oleh seseorang untuk mengembangkan dirinya sebagai kunci menuju hidup
yang lebih baik. Saat ini kualitas Pendidikan dinilai sangat diperlukan untuk mengembangkan sumber daya manusia
yang berkualitas (Ashadi, 2016). Untuk
membentuk manusia yang berkualitas dalam pendidikan, maka memerlukan adanya pengembangan bagi para komponen pendidikan dengan menyeimbangkan kemampuan-kemampuan setiap individu. Skill atau kemampuan tentu sangat penting untuk dimiliki
agar keberlangsungan hidup lebih mudah dilakukan,
salah satu skill yang sangat berpengaruh yaitu soft skill.
Maka, jika dikaitkan dalam hal ini pendidikan
sendiri memiliki tujuan untuk mengantarkan
individu untuk mencapai keberhasilan terlebih bagi siswa.
Untuk itu pembelajaran yang didasarkan pada
sesuatu yang akan membawa kesuksesan masa depan sangat penting bagi siswa. Dalam dunia
Pendidikan dapat dikatakan bahwa keberhasilan seseorang sebagian besar berasal dari
kemampuannya dalam keterampilan sosial (Setiawan, 2016). Novel ini
tentu dapat memberikan inovasi dunia
Pendidikan untuk lebih sejahtera. Novel ini juga menyumbang sebagai media pembelajaran dalam pendidikan, menjadi sebuah sumber belajar
untuk dapat dipahami siswa serta diamalkan hal positif yang terkandung di dalamnya (Rosalia, 2018). Pendidikan Islam memiliki peranan penting untuk mempersiapkan
sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dari segi
ilmu pengetahuan maupun dari segi
karakter, moral dan pengamalan
ilmu agama yang dimiliki (Sarnoto, 2017).
Pendidikan hendaknya mampu membina kepribadian
peserta didik dengan menggabungkan antara keimanan dan amal sholeh (Imelda, 2018). Sehingga
pendidikan Islam mampu mengembangkan keterampilan bagi peserta didiknya
melalui kegiatan keagamaan dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupannya sehari-hari (Zulfikar, 2020). Maka, untuk
membentuk komunikasi dengan diri sendiri
bahkan membangun komunikasi sosial tentu membutuhkan peran soft skill. Pendidikan
Islam merupakan rangkaian
proses yang sistematis, terencana
dan komprehensif dalam upaya mentransfer nilai-nilai kepada anak didik, mengembangkan
potensi yang ada pada diri anak didik,
sehingga mampu melaksanakan tugas kekhalifahan di muka bumi dengan sebaik-baiknya.
��
Metode
Dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya
bersifat library research. Teknik pengumpulan data menggunakan metode
dokumentasi. Kemudian sumber data diperoleh dari sumber data primer dan data
sekunder (buku-buku yang berkaitan dengan novel Ranah 3 Warna dan Pendidikan
soft skill, penelitian terdahulu, jurnal, artikel-artikel, dan situs internet).
Adapun Teknik analisis yang digunakan adalah analisis konten, teknik analisis
ini berupaya untuk mengungkapkan berbagai informasi dibalik data yang disajikan
di media atau teks, dimana data diperoleh dengan melakukan kategorisasi data
berdasarkan simbol yang dipergunakan, kemudian mengolah data untuk menuju
kepada penyajian data.
Hasil dan Pembahasan
Konsep Pendidikan Islam Berbasis
Soft Skill
Pendidikan Islam berbasis soft skill
yang dimaksud adalah termasuk proses pengintegrasian soft
skills dalam pendidikan
Islam yang di dalamnya berorientasi
pada pembinaan akidah, akhlak dan ibadah yang dalam menjalankan proses tersebut tanpa melupakan penanaman nilai-nilai soft
skills di dalamnya. Terkait
dengan hal tersebut, sesuai dengan Pendidikan yang bertujuan untuk memberikan jalan keberhasilan bagi peserta didik.
Kesuksesan seseorang dalam pendidikan dapat dikatakan ditentukan oleh soft skill (Fitriyah, Mubarak, &
Sa�adah, 2023). Soft skill sebagai
basis Pendidikan dalam hal ini, memberikan kesempatan kepada individu untuk mempelajari perilaku baru dan meningkatkan hubungan antar pribadi dengan orang lain. Dikarenakan soft skill memiliki
banyak manfaat, untuk mencapai kesuksesan dalam menjalani kehidupan. Bahkan, realitas lulusan yang lebih unggul adalah mereka
yang memiliki kompetensi relevan dengan kebutuhan dunia kerja secara maksimal dengan basis soft skills yang kuat
(Safitri, 2022).
Melalui proses
itulah diharapkan peserta didik mempunyai
keterampilan bertahan hidup dan sikap untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman yang mengacu pada keterampilan non teknis atau soft skill melalui Pendidikan Islam. Soft skill merupakan keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain
(interpersonal skill) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal
skill) (Togo, Rumerung, & Lapod, 2022), dimana hal itu berkaitan dengan
Pendidikan Islam. Pendidikan yang memiliki arah untuk membentuk
manusia menjadi insan kamil yaitu
menyadari akan dirinya sebagai khalifah di muka bumi untuk
mengembangkan sesuatu yang akan membawakan kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Keselarasan soft
skill sebagai basis Pendidikan Islam dapat memberikan kontribusi terhadap dunia
Pendidikan terkhusus Pendidikan Islam agar peserta didik menjadi
generasi Islam yang terampil
dan dapat beradaptasi dengan kemajuan zaman yang semakin signifikan.
Dapat di pahami bahwa konsep
Pendidikan Islam berbasis soft skill, membentuk seseorang secara aktif agar memiliki pengetahuan Islam dan mampu mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki. Soft
skill sebagai basis Pendidikan memberikan surplus value bagi
peserta didik yang dibutuhkan dalam lingkungan sosialnya. Maka, peserta didik tidak
hanya ditekankan pada penguasaan pengetahuan saja, namun bagaimana
mereka mampu mengkomunikasikan apa yang diterima dalam proses Pendidikan.
Pendidikan Islam Berbasis
Soft Skill dalam Novel Ranah 3 Warna
Nilai Pendidikan islam
berbasis soft skill dalam
novel ranah 3 warna karya Ahmad Fuadi yaitu a) intrapersonal skill terdiri atas tanggung
jawab, percaya diri, mampu, selft
management, jujur, b) interpersonal skill terdiri atas leadership, kemampuan negosiasi, kerjasama tim, mau berbagi
ilmu, dapat melayani klien.
a.
Intrapersonal skill
Tanggung jawab (Talakua, Lewier, & Latupapua, 2021)
�Alif, wa�ang bukan anak-anak lagi sudah jadi laki-laki.
Karena itu jadilah laki-laki pembela adik-adik dan amakmu,� bisik Ayah tersenggal-senggal.
�Ambo berjanji membela mereka, Yah.� (R3W: 94)
Dari kutipan di atas
Alif berjanji kepada Ayahnya untuk menjaga
keluarganya. Tanggung jawab itu ada
banyak bentuknya, dan tanggung jawab yang ditunjukkan Alif yaitu termasuk tanggung jawab kepada keluarga.
Maka, rasa siap menanggung konsekuensi ataupun risiko atas apa
yang kita lakukan itulah yang disebut tanggung jawab. Seperti dalam Ajaran
Islam kita diperintahkan untuk bertanggung jawab atas semua
hal yang kita lakukan.
Percaya diri
�Bagian pertama berupa
wawancara dalam Bahasa Inggris aku lewati
dengan sangat percaya diri. Setiap pertanyaan
aku terkam, aku kuliti, dan aku hidangkan jawabannya
dengan matang.� (R3W: 201)
Saat kita yakin dengan kemampuan yang kita miliki maka
kita akan terdorong dalam mengembangkan diri untuk lebih baik.
Semua akan lebih leluasa untuk
dilakukan ketika kita percaya dengan
diri kita sendiri, dan tentunya energi dalam diri
akan lebih terdorong ketika kita bangga dengan
value diri sendiri. Dengan itu, diri
kita mendapat dorongan sehingga kesuksesan pula akan lebih dekat untuk
kita dapatkan.
Mampu bersosialisasi
�Kami berempat suka berkumpul berganti-ganti dari satu kos ke
kos yang lain. Saling berbagi cerita,
lawakan, dan rencana-rencana
masa depan. Mereka ini mungkin yang akan menjadi saudara-saudara
baruku selama kuliah di Bandung.� (R3W: 60)
Dari kutipan novel di atas
menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi merupakan kemampuan yang diperlukan. Sebagai makhluk sosial, kemampuan bersosial penting untuk dimiliki
karena memudahkan kita untuk berinteraksi
dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi agar saling membantu satu sama
lain untuk keberlangsungan hidup. Bahkan dengan
bersosialisasi seseorang dapat memperluas gagasan atau pemikirannya
dan bertukar pendapat dengan orang lain.
Selft management (manajemen
diri)
�Selain kuliah, pada bulan-bulan
awal kami sibuk memilih kegiatan di luar kelas. Aku juga meluangkan waktu 2 jam seminggu untuk mengajar Bahasa Arab di Masjid Salman ITB.� (R3W: 64)
�Karena itu aku mulai berpikir-pikir untuk mencari penghasilan
tambahan seperti yang dilakukan beberapa teman kosku yaitu
mengajar les atau privat.� (R3W: 84)
Perilaku manajemen diri dapat memberikan dampak positif pada diri kita, karena
kita dapat mengontrol hal-hal yang akan dilakukan. Maka, manajemen diri perlu dimiliki oleh seseorang karena dengan itu dapat
memanfaatkan serta mengelola waktu dan kesempatan dengan baik. Sikap manajemen
diri membangun seseorang untuk bersikap dan berperilaku efektif, dari hal
tersebut maka akan membentuk gagasan yang dimaksudkan supaya tercapai dengan baik.
Jujur
Kejujuran akan memperlihatkan kelurusan hati, lurusnya hati yang dimaksud yaitu tidak berbohong dan berbicara faktual apa adanya. Kejujuran
akan menjadikan diri sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan maupun tindakan. Dalam hal ini adapun
data yang diperoleh dari
novel Ranah 3 Warna berupa kutipan
novel sebagai berikut:
�Joki? Aku menggeleng keras
untuk perjokian. Apa gunanya ajaraan
Amak dan Pondok Madani tentang kejujuran dan keikhlasan?� (R3W: 8)
Kejujuran merupakan salah satu perilaku yang diwajibkan dalam Islam, bahkan jujur sesuai ajaran
Rasul yang memiliki sifat siddiq untuk dijadikan keteladanan bagi umat Islam.
b. Interpersonal skill
Leadership
Sikap leadership
sangat berguna bagi setiap orang apalagi saat ini dibutuhkan
pemimpin yang baik dan berkualitas untuk mencapai tujuan bersama secara efektif entah pemimpin
bagi keluarga maupun masyarakat. Seperti dalam isi
novel Ranah 3 Warna yang menunjukkan bahwa kepemimpinan itu penting dan berkaitan dengan Islam yaitu:
�Diujung langkan,
Ayah mengajak kami sekeluarga
berkumpul. �Nak, ingat-ingatlah
nasihat para orangtua kita. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jangan lupa menjaga nama
baik dan kelakuan. Elok-elok menyebrang. Jangan sampai titian patah. Elok-elok di negeri orang.
Jangan sampai berbuat salah.� (R3W: 41)
Ayah Alif sebagai pemimpin
keluarga memiliki karakteristik leadership seperti
kutipan novel di atas. Ayah
Alif memberikan arahan, inspirasi dan pesan bagi anak-anaknya agar mereka dapat terpengaruhi
sehingga berkomitmen untuk melakukan sesuatu sesuai arahan Ayah.
�Dengan wajah gilang gemilang Pak Widodo tampil di podium memberi amanat. �Buat bangsa
ini bangga dan buat bangsa lain menghargai Indonesia. Jadilah wajah Indonesia yang terbaik di mata Internasioal,� katanya berapi-api. (R3W: 228)
Seorang leader
juga memiliki kemampuan untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain. Leadership
akan membantu menemukan cara terbaik untuk memotivasi
tim nya, agar orang lain merasa bahwa semua
usaha yang dilakukan akan berdampak positif terhadap diri masing-masing dan juga orang yang di motivasi terdorong untuk mengembangkan potensi mereka.
Negosiasi
Kemampuan negosiasi adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak
yang terlibat. Kemampuan bernegosiasi diperlukan oleh setiap orang agar apa yang diinginkan beserta tujuan-tujuan dapat tercapai. Dengan negosiasi maka akan menyatukan pendapat, sehingga memberikan keputusan dan solusi. Seperti firman Allah dalam Q.S.
Taha/20:43-44:
اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ �43
فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى 44
Artinya: Pergilah kamu berdua kepada Fir�aun! Sesungguhnya dia telah melampaui
batas. Berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir�aun) dengan
perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau
takut.�
�Atau begini saja. Bagaimana kalau gabung saja dengan
aku di sini, kita bisa patungan
bayar berdua kamar ini.� (R3W:62)
�Begitu pengumuman selesai, aku langsung
mendekat kepada Kak Marwan
dan Sebastien. Aku meminta mereka
dengan penuh harap untuk mempertimbangkan
agar aku pindah ke koran atau
TV.� (R3W: 289)
Kerjasama tim
Dalam Islam kita dianjurkan
untuk bekerjasama karena banyak manfaat
yang kita dapatkan antara lain meningkatkan produktivitas bersama. Karena kerjasama termasuk bentuk sikap saling
tolong menolong, yang menghubungkan tujuan organisasi pada partisipasi
orang-orang yang ada di dalam
suatu tim atau organisasi (Hamsal, Hendriani, & Sukri, 2023).
Berikut dalam novel Ranah 3 Warna yang memuat
kutipan yang mengandung sikap kerjasama anatara lain:
�Bahkan pembicaraan masih terus berlanjut
sambal bersama-sama mencuci
piring dan membereskan meja makan. Di sini tidak ada
pembantu rumah tangga, kegiatan mencuci piring dan bersih-bersih dilakukan semua orang bersama-sama.� (R3W:
319)
�Kami sibuk mengelap
meja makan dan mengalasinya dengan kain batik, lalu Raisa dan Dina menata hasil kreasi
kuliner mereka yang membuat jakunku naik-turun. Rob, Topo, dan Rusdi memanjat tangga lipat untuk memaku
spanduk acara kamidi dinding. Sementara Dominique,
Cathy, Dina dan Kim menjalin bendera-bendera
kecil Indonesia dan Kanada. Sedangkan
pipi Mark, asandi, dan Ketut dari
tadi kembang-kempis meniup balon aneka
warna untuk menjadi hiasan panggung. Aku, Patrick, dan Franc memilih
membantu Raisa mengangkat barang pecah belah
untuk tempat makanan.� (R3W: 405).
Berbagi Ilmu
Ketika seorang Muslim telah
memperoleh atau mengetahui suatu ilmu maka harus
diamalkan dan disebarkan atau diajarkan kepada Muslim lainnya. Orang yang
berilmu dianjurkan dalam Islam untuk mengamalkan dan menyebarkannya kepada orang lain. Berbagi ilmu akan menjadi
kebiasaan baik, dan kebiasaan baik akan menumbuhkan hasil yang baik pula sehingga mudah bagi kita untuk
meraih suatu kesuksesan.
Perilaku berbagi ilmu ini
ditunjukkan oleh tokoh Bang
Togar, seperti dalam kutipan berikut ini:
�Kalau kau masih mau
belajar, perbaiki tulisan ini hari ini
juga. Aku tunggu 4 jam lagi.
Jangan terlambat. O ya, baca buku
ini sebagai rujukan,� katanya sambal mengangsurkan sebuah buku berjudul Cara Menulis Ilmiah Populer untuk Media.� (R3W: 75)
�Perjanjian kita kalau kau bisa disiplin, aku ajarkan
rahasia menulis yang terbaik. Sekarang bawa pulang tulisasn
ini, bandingkan dengan yang pertama dan dipelajari setiap kesalahan.� (R3W: 77)
�Kebetulan ada
Yayasan yang membuka kelas belajar membaca di belakang rumah-rumah seng itu. Aku ajak
juga orangtuanya yang kebanyakan
pemulung untuk menyadari pentingnya Pendidikan untuk masa depan anak mereka.� (R3W: 161)
Mampu melayani klien
Untuk menyentuh hati seseorang, diperlukan jiwa melayani dan mendengarkan dengan baik. Dalam kemampuan melayani klien memerlukan komponen skill
yang perlu dimiliki, seperti kemampuan komunikasi, mengatasi permasalahan, empati atau memahami perasaan
pelanggan, dan pemahaman tentang layanan.
Kutipan novel
yang menunjukkan hal tersebut yaitu sebagai berikut:
�Sejak itu, selain menawarkan produk dari Wira, aku sekarang juga menjajakan kain dari Bukittinggi ini ke berbagai
acara ibu-ibu. Ada arisan, pertemuan keluarga, sampai rapat Persit
Kartika Chandra Kirana di Seskoad, Buah Batu. Bahkan dengan menelan bulat-bulat gengsiku, jualan pun aku bawa masuk sampai
ke ruang dosen dan ruang kuliahku.� (R3W: 116)
�Maaf, Den Kasep, bulan ini Ibu belum
dapat arisan. Mungkin bulan depan
ya, Dik,� kata Ibu Tin salah satu
langganan terbaikku. �Terimakasih Bu. Bulan depan saya kunjungi lagi,
�kataku pamit.� (R3W: 119)
Relevansi Pendidikan Islam Berbasis
Soft Skill dengan Keadaan
Pendidikan Islam di Era Sekarang
Menurut
Zulfikar Pendidikan islam diharapkan
mampu membina kepribadian peserta didik dengan menggabungkan
antara keimanan dan amal sholeh baik
dengan pendekatan teoritis maupun praktis, agar peserta didik dapat mengamalkannya
untuk kehidupan di masa depannya. Pendidikan Islam juga hendaknya
mengarah pada pengembangan soft
skill yang di dalamnya terdapat
kemampuan non-teknis. Maka diperlukan adanya pengembangan soft skill dalam
dunia Pendidikan Islam agar lulusannya memiliki daya saing
dalam kompetisi global dewasa ini (Zulfikar, 2020). Perlunya sebuah inovasi untuk menghasilkan
sumber daya manusia yang bermutu untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat
melalui Pendidikan Islam menjadi
sebuah hal yang harus diperhatikan.
Dalam konteks era sekarang
yang penuh persaingan
Pendidikan Islam berbasis soft skill dapat berperan dalam mempersiapkan generasi muslim yang mampu berperan aktif dalam kemajuan
dunia. Pendidikan Islam yang berkualitas mampu melahirkan individu yang memiliki pemahaman agama yang kokoh, keterampilan intelektual yang tinggi, serta sikap
kritis dan inovatif.
Pendidikan Islam berbasis soft skill berperan penting dan memberikan dedikasi pemikiran dalam memahami Pendidikan Islam dalam kaitannya dengan kurang produktifnya peserta didik lulusan
pada dunia industri bahkan mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan
di masyarakat nantinya.
Maka peserta didik tidak hanya dipersiapkan
mencapai kesuksesan di
dunia saja namun, tentu juga di akhirat. Mereka mampu berkolaborasi,
dengan menerima dan menguasai ilmu Pendidikan islam melalui proses Pendidikan, serta peserta didik
juga dapat menampilkan keterampilannya kepada lingkungan sosialnya.
Dengan soft
skill dalam Pendidikan Islam maka
dapat ikut andil untuk mewujudkan
tujuan Pendidikan Islam. Seiring dengan
kebutuhan lingkungan sosial saat ini,
maka tentu kita membutuhkan Pendidikan Islam
yang relevan untuk membentuk lulusan yang unggul. Demikian juga bahwa pendidikan harus mampu mengantarkan
peserta didik untuk mencapai karir mereka dan dapat digunakan nantinya sebagai modal kehidupan, oleh karena itu pendidikan harus memiliki muatan soft skills sebagai
pelengkap keseimbangan antara akademik dan non-akademik Bagaimana peserta didik dapat
mengimplementasikan pengetahuan
yang mereka dapatkan dalam proses yang telah mereka lalui, dengan
mengaplikasikan keterampilan
yang dimiliki. Namun, dengan pengintegrasian soft
skill dalam basis Pendidikan Islam tidak melunturkan pondasi Pendidikan Islam, tetapi justru memberikan kelengkapan untuk mencapai keberhasilan Pendidikan.
Kesimpulan
Dari paparan yang telah
diuraikan diatas mengenai Pendidikan islam berbasis soft skill dalam novel ranah 3 warna karya
Ahmad Fuadi:
Daftar Pustaka
Amanullah,
Muhammad Abror. (2020). Pengembangan media pembelajaran flipbook digital guna
menunjang proses pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Jurnal Dimensi
Pendidikan Dan Pembelajaran, 8(1), 37�44.
Ashadi, Firman. (2016). Pengembangan sumberdaya manusia dalam
lembaga pendidikan anak usia dini. Jurnal Pembelajaran Fisika, 4(5),
717�729.
Fitriyah, Lailatul, Mubarak, A. Faizul, & Sa�adah,
Nailus. (2023). Pengembangan Soft Skill Mahasiswa Bidang Pendidikan Agama Islam
Melalui Organisasi Himaprodi. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(2),
1025�1032.
Hamsal, Hamsal, Hendriani, Susi, & Sukri, Al. (2023).
Soft Skill Komunikasi Pada Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Management
Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ), 4(3), 2281�2296.
Herfanda, Ahmadun Yosi. (2018). Membentuk Karakter Siswa
dengan Pengajaran Sastra. Jurnal Tuturan, 1(1), 1�13.
Imelda, Ade. (2018). Implementasi pendidikan nilai dalam
pendidikan agama Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2),
227�247.
Kulsum, Ummi, & Muhid, Abdul. (2022). Pendidikan Karakter
melalui Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Digital. Intelektual: Jurnal
Pendidikan Dan Studi Keislaman, 12(2), 157�170.
Novianti, Elsa. (2022). ANALISIS KAJIAN STILISTIKA DAN MAKNA
PADA PUISI �MATA HITAM� KARYA WS RENDRA. Ta�rim: Jurnal Pendidikan Dan Anak
Usia Dini, 3(3), 86�93.
Rosalia, Gita. (2018). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam
Novel Dahlan Karya Haidar Musyafa. IAIN Bengkulu.
Safitri, Misrahul. (2022). Strategi Pengembangan Soft Skills
dalam Pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Praya. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan
Penelitian Pendidikan Islam, 16(2), 159�186.
Sanjaya, Muhamad Doni. (2022). Nilai-nilai pendidikan dalam
novel Hanter karya Syifauzzahra dan relevansinya sebagai pembelajaran sastra di
SMA. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(2), 475�496.
Sarnoto, Ahmad Zain. (2017). Sumber Daya Manusia Dalam
Pendidikan Islam. Madani Institute: Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan,
Sosial, Dan Buadaya, 6(2).
Setiawan, M. Hery Yuli. (2016). Melatih keterampilan sosial
anak usia dini melalui permainan tradisional. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan
Pembelajaran, 4(1), 1�8.
Talakua, Yesdia, Lewier, Mariana, & Latupapua, Falantino.
(2021). NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI
(PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA). ARBITRER: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra
Indonesia, 3(3), 555�564.
Togo, Miguel Gregory Junior, Rumerung, Jeaneta, & Lapod,
Martine. (2022). KAJIAN KOMPETENSI SOFT SKILL DALAM PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI
PADA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA. MANAJEMEN ADMINISTRASI
BISNIS DAN PEMASARAN, 4(3 DESEMBER), 67�78.
Zulfikar, Zulfikar. (2020). Integrasi Soft Skills Pada
Lembaga Pendidikan Islam. JURNAL ISLAMIKA GRANADA, 1(1), 15�22.