Pendidikan Islam Berbasis Soft Skill dalam Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi

 

Anis Saul Mukaromah1, Mukromin2, Faisal Kamal3

Pendidikan Agama Islam, Imu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Quran Wonosobo

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

Abstrak:

Lulusan Pendidikan masa kini tidak hanya dilatih pada bidang kompetensi dan teknologi saja, namun pentingnya kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerjasama dalam tim, kemampuan bekerja mandiri bahkan berpikir analitis untuk menghadapi lingkungan ini perlu dilatih untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Untuk itu memerlukan pengembangan soft skill dalam Pendidikan khususnya dalam Pendidikan Islam untuk membentuk komunikasi dengan diri sendiri bahkan membangun komunikasi sosial. Oleh karenanya pengetahuan intelektual saja tentu tidak cukup bagi Pendidikan saat ini, perlu adanya pengembangan keterampilan agar siswa dapat mengamalkan ilmunya dalam kehidupan. Mengenai kurangnya pengembangan soft skill dalam dunia Pendidikan, penulis mengambil novel Ranah 3 Warna untuk dijadikan penelitian mengenai Pendidikan soft skill yang terkandung didalamnya. Sebagai media pendidikan untuk pembelajaran dalam Pendidikan Islam.� Maka, dari uraian tersebut penulis melakukan penelitian mengenai Pendidikan Islam Berbasis Soft Skill Dalam Novel Ranah 3 Warna. Tujuan penelitian ini untuk: 1) untuk mengetahui konsep Pendidikan Islam berbasis soft skill; 2) untuk mendeskripsikan Pendidikan Islam berbasis soft skill yang terkandung dalam novel Ranah 3 Warna; 3) untuk mengetahui relevansi Pendidikan Islam berbasis soft skill dengan Pendidikan Islam di era sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat library research. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis konten,

 

 

Kata Kunci: Pendidikan Islam, Soft Skill, Novel Ranah 3 Warna.

 

Abstract:

Today's education graduates are not only trained in the fields of competence and technology, but the importance of communication skills, the ability to work in teams, the ability to work independently and even think analytically to face this environment needs to be trained to produce quality graduates. For this reason, it requires the development of soft skills in education, especially in Islamic education to form communication with oneself and even build social communication. Therefore, intellectual knowledge alone is certainly not enough for today's education, it is necessary to develop skills so that students can practice their knowledge in life. regarding the lack of soft skills development in the world of education, the author took the novel Ranah 3 Warna to be used as research on soft skills education contained therein. As an educational medium for learning in Islamic Education.� So from this description, the author conducted research Islamic Education based on soft skill in the Novel Ranah 3 Warna. The purpose of this research is to: 1) to know the concept of Islamic Education on based soft skill; 2) to describe Islamic Education based on soft skill contained in the novel Ranah 3 Warna; 3) to know the relevance Islamic Education based on soft skill to Islamic Education in the current era. The method used in this research uses a qualitative research approach where the type of research is library research. The data collection technique uses the documentation method, while the analysis technique used is content analysis,

 

Keywords: �Islamic Education, Soft Skills, Novel Ranah 3 Warna.

����� ����

Pendahuluan

Karya sastra merupakan ciptaan yang komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetis (Novianti, 2022). Cerita dalam novel memiliki keterikatan mengenai cerita kehidupan manusia yang dapat dimanfaatkan sebagai media Pendidikan yang menyenangkan dan memuat banyak nilai-nilai yang disampaikan penulis (Sanjaya, 2022). Termasuk dalam pembelajaran novel dapat dijadikan sebagai media yang menarik untuk menunjang pembelajaran agar mudah disampaikan dan diterima oleh peserta didik (Amanullah, 2020).

Untuk itu novel menjadi sumber informasi yang berguna bagi pembaca, karena novel ditulis tentu memuat berbagai macam amanat yang mampu memberikan rasa ketertarikan bagi seseorang untuk membaca dan mengambil pembelajaran melalui cerita yang disajikan oleh penulis.

Seperti dalam hal ini, salah satu karya sastra dari Ahmad Fuadi antara lain novel Ranah 3 Warna yaitu novel yang menggambarkan pengalaman Pendidikan tokoh yang disertai dengan skill dari tokoh Alif yang mampu membawa tokoh menyukseskan hidupnya. Berkaitan dengan dunia Pendidikan, isi dari novel ini sangat inspiratif dan patut diteladani untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Isi dari novel ini bercerita tentang pengalaman pendidikan tokoh utama dari novel yang bernama Alif Fikri yang baru selesai menamatkan sekolah di Pondok Madani, dan setelah itu Alif dilingkupi banyak cita-cita. Novel ini sangat inspiratif dalam membentuk dan membangun sifat, karakter yang baik dalam diri pembaca (Herfanda, 2018). Kisah dalam novel ini memberikan pembelajaran kepada pembaca tentang bagaimana akhirnya Alif berjuang mengubah hidupnya, dengan berbagai cara yang dilakukannya.

Dalam novel ini tidak hanya memiliki keteladanan mengenai pendidikan Islam namun terdapat hal menonjol yang diperlukan dalam basis sebuah pendidikan (Kulsum & Muhid, 2022), yakni memuat mengenai soft skill. Soft skill adalah suatu keterampilan, atau kemampuan, atau bahkan keahlian seseorang untuk mengatur (mengelola) dirinya sendiri, maupun saat berhubungan dengan orang lain. Soft skill penting untuk dikuasai karena diperlukan oleh seseorang untuk mengembangkan dirinya sebagai kunci menuju hidup yang lebih baik. Saat ini kualitas Pendidikan dinilai sangat diperlukan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas (Ashadi, 2016). Untuk membentuk manusia yang berkualitas dalam pendidikan, maka memerlukan adanya pengembangan bagi para komponen pendidikan dengan menyeimbangkan kemampuan-kemampuan setiap individu. Skill atau kemampuan tentu sangat penting untuk dimiliki agar keberlangsungan hidup lebih mudah dilakukan, salah satu skill yang sangat berpengaruh yaitu soft skill.

Maka, jika dikaitkan dalam hal ini pendidikan sendiri memiliki tujuan untuk mengantarkan individu untuk mencapai keberhasilan terlebih bagi siswa. Untuk itu pembelajaran yang didasarkan pada sesuatu yang akan membawa kesuksesan masa depan sangat penting bagi siswa. Dalam dunia Pendidikan dapat dikatakan bahwa keberhasilan seseorang sebagian besar berasal dari kemampuannya dalam keterampilan sosial (Setiawan, 2016). Novel ini tentu dapat memberikan inovasi dunia Pendidikan untuk lebih sejahtera. Novel ini juga menyumbang sebagai media pembelajaran dalam pendidikan, menjadi sebuah sumber belajar untuk dapat dipahami siswa serta diamalkan hal positif yang terkandung di dalamnya (Rosalia, 2018). Pendidikan Islam memiliki peranan penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dari segi ilmu pengetahuan maupun dari segi karakter, moral dan pengamalan ilmu agama yang dimiliki (Sarnoto, 2017).

Pendidikan hendaknya mampu membina kepribadian peserta didik dengan menggabungkan antara keimanan dan amal sholeh (Imelda, 2018). Sehingga pendidikan Islam mampu mengembangkan keterampilan bagi peserta didiknya melalui kegiatan keagamaan dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupannya sehari-hari (Zulfikar, 2020). Maka, untuk membentuk komunikasi dengan diri sendiri bahkan membangun komunikasi sosial tentu membutuhkan peran soft skill. Pendidikan Islam merupakan rangkaian proses yang sistematis, terencana dan komprehensif dalam upaya mentransfer nilai-nilai kepada anak didik, mengembangkan potensi yang ada pada diri anak didik, sehingga mampu melaksanakan tugas kekhalifahan di muka bumi dengan sebaik-baiknya.

��

Metode

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitiannya bersifat library research. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Kemudian sumber data diperoleh dari sumber data primer dan data sekunder (buku-buku yang berkaitan dengan novel Ranah 3 Warna dan Pendidikan soft skill, penelitian terdahulu, jurnal, artikel-artikel, dan situs internet). Adapun Teknik analisis yang digunakan adalah analisis konten, teknik analisis ini berupaya untuk mengungkapkan berbagai informasi dibalik data yang disajikan di media atau teks, dimana data diperoleh dengan melakukan kategorisasi data berdasarkan simbol yang dipergunakan, kemudian mengolah data untuk menuju kepada penyajian data.

 

Hasil dan Pembahasan

Konsep Pendidikan Islam Berbasis Soft Skill

Pendidikan Islam berbasis soft skill yang dimaksud adalah termasuk proses pengintegrasian soft skills dalam pendidikan Islam yang di dalamnya berorientasi pada pembinaan akidah, akhlak dan ibadah yang dalam menjalankan proses tersebut tanpa melupakan penanaman nilai-nilai soft skills di dalamnya. Terkait dengan hal tersebut, sesuai dengan Pendidikan yang bertujuan untuk memberikan jalan keberhasilan bagi peserta didik. Kesuksesan seseorang dalam pendidikan dapat dikatakan ditentukan oleh soft skill (Fitriyah, Mubarak, & Sa�adah, 2023). Soft skill sebagai basis Pendidikan dalam hal ini, memberikan kesempatan kepada individu untuk mempelajari perilaku baru dan meningkatkan hubungan antar pribadi dengan orang lain. Dikarenakan soft skill memiliki banyak manfaat, untuk mencapai kesuksesan dalam menjalani kehidupan. Bahkan, realitas lulusan yang lebih unggul adalah mereka yang memiliki kompetensi relevan dengan kebutuhan dunia kerja secara maksimal dengan basis soft skills yang kuat (Safitri, 2022).

Melalui proses itulah diharapkan peserta didik mempunyai keterampilan bertahan hidup dan sikap untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman yang mengacu pada keterampilan non teknis atau soft skill melalui Pendidikan Islam. Soft skill merupakan keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skill) (Togo, Rumerung, & Lapod, 2022), dimana hal itu berkaitan dengan Pendidikan Islam. Pendidikan yang memiliki arah untuk membentuk manusia menjadi insan kamil yaitu menyadari akan dirinya sebagai khalifah di muka bumi untuk mengembangkan sesuatu yang akan membawakan kesejahteraan di dunia maupun di akhirat. Keselarasan soft skill sebagai basis Pendidikan Islam dapat memberikan kontribusi terhadap dunia Pendidikan terkhusus Pendidikan Islam agar peserta didik menjadi generasi Islam yang terampil dan dapat beradaptasi dengan kemajuan zaman yang semakin signifikan.

Dapat di pahami bahwa konsep Pendidikan Islam berbasis soft skill, membentuk seseorang secara aktif agar memiliki pengetahuan Islam dan mampu mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki. Soft skill sebagai basis Pendidikan memberikan surplus value bagi peserta didik yang dibutuhkan dalam lingkungan sosialnya. Maka, peserta didik tidak hanya ditekankan pada penguasaan pengetahuan saja, namun bagaimana mereka mampu mengkomunikasikan apa yang diterima dalam proses Pendidikan.

 

Pendidikan Islam Berbasis Soft Skill dalam Novel Ranah 3 Warna

Nilai Pendidikan islam berbasis soft skill dalam novel ranah 3 warna karya Ahmad Fuadi yaitu a) intrapersonal skill terdiri atas tanggung jawab, percaya diri, mampu, selft management, jujur, b) interpersonal skill terdiri atas leadership, kemampuan negosiasi, kerjasama tim, mau berbagi ilmu, dapat melayani klien.

a.      Intrapersonal skill

Tanggung jawab (Talakua, Lewier, & Latupapua, 2021)

�Alif, wa�ang bukan anak-anak lagi sudah jadi laki-laki. Karena itu jadilah laki-laki pembela adik-adik dan amakmu,� bisik Ayah tersenggal-senggal. �Ambo berjanji membela mereka, Yah.� (R3W: 94)

Dari kutipan di atas Alif berjanji kepada Ayahnya untuk menjaga keluarganya. Tanggung jawab itu ada banyak bentuknya, dan tanggung jawab yang ditunjukkan Alif yaitu termasuk tanggung jawab kepada keluarga. Maka, rasa siap menanggung konsekuensi ataupun risiko atas apa yang kita lakukan itulah yang disebut tanggung jawab. Seperti dalam Ajaran Islam kita diperintahkan untuk bertanggung jawab atas semua hal yang kita lakukan.

 

Percaya diri

�Bagian pertama berupa wawancara dalam Bahasa Inggris aku lewati dengan sangat percaya diri. Setiap pertanyaan aku terkam, aku kuliti, dan aku hidangkan jawabannya dengan matang.� (R3W: 201)

Saat kita yakin dengan kemampuan yang kita miliki maka kita akan terdorong dalam mengembangkan diri untuk lebih baik. Semua akan lebih leluasa untuk dilakukan ketika kita percaya dengan diri kita sendiri, dan tentunya energi dalam diri akan lebih terdorong ketika kita bangga dengan value diri sendiri. Dengan itu, diri kita mendapat dorongan sehingga kesuksesan pula akan lebih dekat untuk kita dapatkan.

 

Mampu bersosialisasi

�Kami berempat suka berkumpul berganti-ganti dari satu kos ke kos yang lain. Saling berbagi cerita, lawakan, dan rencana-rencana masa depan. Mereka ini mungkin yang akan menjadi saudara-saudara baruku selama kuliah di Bandung.� (R3W: 60)

Dari kutipan novel di atas menunjukkan bahwa kemampuan bersosialisasi merupakan kemampuan yang diperlukan. Sebagai makhluk sosial, kemampuan bersosial penting untuk dimiliki karena memudahkan kita untuk berinteraksi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi agar saling membantu satu sama lain untuk keberlangsungan hidup. Bahkan dengan bersosialisasi seseorang dapat memperluas gagasan atau pemikirannya dan bertukar pendapat dengan orang lain.

 

Selft management (manajemen diri)

�Selain kuliah, pada bulan-bulan awal kami sibuk memilih kegiatan di luar kelas. Aku juga meluangkan waktu 2 jam seminggu untuk mengajar Bahasa Arab di Masjid Salman ITB.� (R3W: 64)

�Karena itu aku mulai berpikir-pikir untuk mencari penghasilan tambahan seperti yang dilakukan beberapa teman kosku yaitu mengajar les atau privat.� (R3W: 84)

Perilaku manajemen diri dapat memberikan dampak positif pada diri kita, karena kita dapat mengontrol hal-hal yang akan dilakukan. Maka, manajemen diri perlu dimiliki oleh seseorang karena dengan itu dapat memanfaatkan serta mengelola waktu dan kesempatan dengan baik. Sikap manajemen diri membangun seseorang untuk bersikap dan berperilaku efektif, dari hal tersebut maka akan membentuk gagasan yang dimaksudkan supaya tercapai dengan baik.

 

Jujur

Kejujuran akan memperlihatkan kelurusan hati, lurusnya hati yang dimaksud yaitu tidak berbohong dan berbicara faktual apa adanya. Kejujuran akan menjadikan diri sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan maupun tindakan. Dalam hal ini adapun data yang diperoleh dari novel Ranah 3 Warna berupa kutipan novel sebagai berikut:

�Joki? Aku menggeleng keras untuk perjokian. Apa gunanya ajaraan Amak dan Pondok Madani tentang kejujuran dan keikhlasan?� (R3W: 8)

Kejujuran merupakan salah satu perilaku yang diwajibkan dalam Islam, bahkan jujur sesuai ajaran Rasul yang memiliki sifat siddiq untuk dijadikan keteladanan bagi umat Islam.

 

b.      Interpersonal skill

Leadership

Sikap leadership sangat berguna bagi setiap orang apalagi saat ini dibutuhkan pemimpin yang baik dan berkualitas untuk mencapai tujuan bersama secara efektif entah pemimpin bagi keluarga maupun masyarakat. Seperti dalam isi novel Ranah 3 Warna yang menunjukkan bahwa kepemimpinan itu penting dan berkaitan dengan Islam yaitu:

�Diujung langkan, Ayah mengajak kami sekeluarga berkumpul. �Nak, ingat-ingatlah nasihat para orangtua kita. Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jangan lupa menjaga nama baik dan kelakuan. Elok-elok menyebrang. Jangan sampai titian patah. Elok-elok di negeri orang. Jangan sampai berbuat salah.� (R3W: 41)

Ayah Alif sebagai pemimpin keluarga memiliki karakteristik leadership seperti kutipan novel di atas. Ayah Alif memberikan arahan, inspirasi dan pesan bagi anak-anaknya agar mereka dapat terpengaruhi sehingga berkomitmen untuk melakukan sesuatu sesuai arahan Ayah.

�Dengan wajah gilang gemilang Pak Widodo tampil di podium memberi amanat. �Buat bangsa ini bangga dan buat bangsa lain menghargai Indonesia. Jadilah wajah Indonesia yang terbaik di mata Internasioal,� katanya berapi-api. (R3W: 228)

Seorang leader juga memiliki kemampuan untuk memotivasi dan menginspirasi orang lain. Leadership akan membantu menemukan cara terbaik untuk memotivasi tim nya, agar orang lain merasa bahwa semua usaha yang dilakukan akan berdampak positif terhadap diri masing-masing dan juga orang yang di motivasi terdorong untuk mengembangkan potensi mereka.

 

Negosiasi

Kemampuan negosiasi adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. Kemampuan bernegosiasi diperlukan oleh setiap orang agar apa yang diinginkan beserta tujuan-tujuan dapat tercapai. Dengan negosiasi maka akan menyatukan pendapat, sehingga memberikan keputusan dan solusi. Seperti firman Allah dalam Q.S. Taha/20:43-44:

اِذْهَبَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۚ �43 فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى 44

Artinya: Pergilah kamu berdua kepada Fir�aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas. Berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir�aun) dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.�

�Atau begini saja. Bagaimana kalau gabung saja dengan aku di sini, kita bisa patungan bayar berdua kamar ini.� (R3W:62)

�Begitu pengumuman selesai, aku langsung mendekat kepada Kak Marwan dan Sebastien. Aku meminta mereka dengan penuh harap untuk mempertimbangkan agar aku pindah ke koran atau TV.� (R3W: 289)

 

Kerjasama tim

Dalam Islam kita dianjurkan untuk bekerjasama karena banyak manfaat yang kita dapatkan antara lain meningkatkan produktivitas bersama. Karena kerjasama termasuk bentuk sikap saling tolong menolong, yang menghubungkan tujuan organisasi pada partisipasi orang-orang yang ada di dalam suatu tim atau organisasi (Hamsal, Hendriani, & Sukri, 2023).

Berikut dalam novel Ranah 3 Warna yang memuat kutipan yang mengandung sikap kerjasama anatara lain:

�Bahkan pembicaraan masih terus berlanjut sambal bersama-sama mencuci piring dan membereskan meja makan. Di sini tidak ada pembantu rumah tangga, kegiatan mencuci piring dan bersih-bersih dilakukan semua orang bersama-sama.� (R3W: 319)

�Kami sibuk mengelap meja makan dan mengalasinya dengan kain batik, lalu Raisa dan Dina menata hasil kreasi kuliner mereka yang membuat jakunku naik-turun. Rob, Topo, dan Rusdi memanjat tangga lipat untuk memaku spanduk acara kamidi dinding. Sementara Dominique, Cathy, Dina dan Kim menjalin bendera-bendera kecil Indonesia dan Kanada. Sedangkan pipi Mark, asandi, dan Ketut dari tadi kembang-kempis meniup balon aneka warna untuk menjadi hiasan panggung. Aku, Patrick, dan Franc memilih membantu Raisa mengangkat barang pecah belah untuk tempat makanan.� (R3W: 405).

 

Berbagi Ilmu

Ketika seorang Muslim telah memperoleh atau mengetahui suatu ilmu maka harus diamalkan dan disebarkan atau diajarkan kepada Muslim lainnya. Orang yang berilmu dianjurkan dalam Islam untuk mengamalkan dan menyebarkannya kepada orang lain. Berbagi ilmu akan menjadi kebiasaan baik, dan kebiasaan baik akan menumbuhkan hasil yang baik pula sehingga mudah bagi kita untuk meraih suatu kesuksesan.

Perilaku berbagi ilmu ini ditunjukkan oleh tokoh Bang Togar, seperti dalam kutipan berikut ini:

�Kalau kau masih mau belajar, perbaiki tulisan ini hari ini juga. Aku tunggu 4 jam lagi. Jangan terlambat. O ya, baca buku ini sebagai rujukan,� katanya sambal mengangsurkan sebuah buku berjudul Cara Menulis Ilmiah Populer untuk Media.� (R3W: 75)

�Perjanjian kita kalau kau bisa disiplin, aku ajarkan rahasia menulis yang terbaik. Sekarang bawa pulang tulisasn ini, bandingkan dengan yang pertama dan dipelajari setiap kesalahan.� (R3W: 77)

�Kebetulan ada Yayasan yang membuka kelas belajar membaca di belakang rumah-rumah seng itu. Aku ajak juga orangtuanya yang kebanyakan pemulung untuk menyadari pentingnya Pendidikan untuk masa depan anak mereka.� (R3W: 161)

 

Mampu melayani klien

Untuk menyentuh hati seseorang, diperlukan jiwa melayani dan mendengarkan dengan baik. Dalam kemampuan melayani klien memerlukan komponen skill yang perlu dimiliki, seperti kemampuan komunikasi, mengatasi permasalahan, empati atau memahami perasaan pelanggan, dan pemahaman tentang layanan.

Kutipan novel yang menunjukkan hal tersebut yaitu sebagai berikut:

�Sejak itu, selain menawarkan produk dari Wira, aku sekarang juga menjajakan kain dari Bukittinggi ini ke berbagai acara ibu-ibu. Ada arisan, pertemuan keluarga, sampai rapat Persit Kartika Chandra Kirana di Seskoad, Buah Batu. Bahkan dengan menelan bulat-bulat gengsiku, jualan pun aku bawa masuk sampai ke ruang dosen dan ruang kuliahku.� (R3W: 116)

�Maaf, Den Kasep, bulan ini Ibu belum dapat arisan. Mungkin bulan depan ya, Dik,� kata Ibu Tin salah satu langganan terbaikku. �Terimakasih Bu. Bulan depan saya kunjungi lagi, �kataku pamit.� (R3W: 119)

 

Relevansi Pendidikan Islam Berbasis Soft Skill dengan Keadaan Pendidikan Islam di Era Sekarang

Menurut Zulfikar Pendidikan islam diharapkan mampu membina kepribadian peserta didik dengan menggabungkan antara keimanan dan amal sholeh baik dengan pendekatan teoritis maupun praktis, agar peserta didik dapat mengamalkannya untuk kehidupan di masa depannya. Pendidikan Islam juga hendaknya mengarah pada pengembangan soft skill yang di dalamnya terdapat kemampuan non-teknis. Maka diperlukan adanya pengembangan soft skill dalam dunia Pendidikan Islam agar lulusannya memiliki daya saing dalam kompetisi global dewasa ini (Zulfikar, 2020). Perlunya sebuah inovasi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bermutu untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan juga di akhirat melalui Pendidikan Islam menjadi sebuah hal yang harus diperhatikan.

Dalam konteks era sekarang yang penuh persaingan Pendidikan Islam berbasis soft skill dapat berperan dalam mempersiapkan generasi muslim yang mampu berperan aktif dalam kemajuan dunia. Pendidikan Islam yang berkualitas mampu melahirkan individu yang memiliki pemahaman agama yang kokoh, keterampilan intelektual yang tinggi, serta sikap kritis dan inovatif. Pendidikan Islam berbasis soft skill berperan penting dan memberikan dedikasi pemikiran dalam memahami Pendidikan Islam dalam kaitannya dengan kurang produktifnya peserta didik lulusan pada dunia industri bahkan mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan di masyarakat nantinya. Maka peserta didik tidak hanya dipersiapkan mencapai kesuksesan di dunia saja namun, tentu juga di akhirat. Mereka mampu berkolaborasi, dengan menerima dan menguasai ilmu Pendidikan islam melalui proses Pendidikan, serta peserta didik juga dapat menampilkan keterampilannya kepada lingkungan sosialnya.

Dengan soft skill dalam Pendidikan Islam maka dapat ikut andil untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Islam. Seiring dengan kebutuhan lingkungan sosial saat ini, maka tentu kita membutuhkan Pendidikan Islam yang relevan untuk membentuk lulusan yang unggul. Demikian juga bahwa pendidikan harus mampu mengantarkan peserta didik untuk mencapai karir mereka dan dapat digunakan nantinya sebagai modal kehidupan, oleh karena itu pendidikan harus memiliki muatan soft skills sebagai pelengkap keseimbangan antara akademik dan non-akademik Bagaimana peserta didik dapat mengimplementasikan pengetahuan yang mereka dapatkan dalam proses yang telah mereka lalui, dengan mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki. Namun, dengan pengintegrasian soft skill dalam basis Pendidikan Islam tidak melunturkan pondasi Pendidikan Islam, tetapi justru memberikan kelengkapan untuk mencapai keberhasilan Pendidikan.

 

Kesimpulan

Dari paparan yang telah diuraikan diatas mengenai Pendidikan islam berbasis soft skill dalam novel ranah 3 warna karya Ahmad Fuadi:

  1. Konsep Pendidikan Islam berbasis soft skill adalah proses pengintregasian soft skill dalam Pendidikan Islam yang di dalamnya berorientasi pada pembinaan akidah, akhlak dan ibadah yang dalam menjalankan proses tersebut tanpa melupakan penanaman nilai-nilai soft skill di dalamnya. Bahwa konsep Pendidikan Islam berbasis soft skill, membentuk seseorang secara aktif agar memiliki pengetahuan Islam dan mampu mengaplikasikan keterampilan yang dimiliki.
  2. Dalam Novel Ranah 3 Warna yang berisikan kisah pengalaman Pendidikan yang bercirikan Islam dan nilai-nilai soft skill. Maka, adapun nilai-nilai Pendidikan Islam berbasis soft skill yang terdapat dalam Novel Ranah 3 Warna terkait dengan data yang telah dikumpulkan yaitu a) intrapersonal skill antara lain, tanggung jawab, percaya diri, kemampuan bersosialisasi, selft management, dan jujur, b) interpersonal skill antara lain, leadership, kemampuan bernegosisasi, kerjasama tim, kemampuan berbagi ilmu, dan dapat melayani klien.
  3. Dalam konteks era sekarang yang penuh persaingan Pendidikan Islam berbasis soft skill dapat berperan dalam mempersiapkan generasi muslim yang mampu berperan aktif dalam kemajuan dunia. Maka peserta didik tidak hanya dipersiapkan mencapai kesuksesan di dunia saja namun, tentu juga di akhirat. Mereka mampu berkolaborasi, dengan menerima dan menguasai ilmu Pendidikan Islam melalui proses Pendidikan, serta peserta didik juga dapat menampilkan keterampilannya kepada lingkungan sosialnya.

 

Daftar Pustaka

Amanullah, Muhammad Abror. (2020). Pengembangan media pembelajaran flipbook digital guna menunjang proses pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 8(1), 37�44.

Ashadi, Firman. (2016). Pengembangan sumberdaya manusia dalam lembaga pendidikan anak usia dini. Jurnal Pembelajaran Fisika, 4(5), 717�729.

Fitriyah, Lailatul, Mubarak, A. Faizul, & Sa�adah, Nailus. (2023). Pengembangan Soft Skill Mahasiswa Bidang Pendidikan Agama Islam Melalui Organisasi Himaprodi. EDUKATIF: JURNAL ILMU PENDIDIKAN, 5(2), 1025�1032.

Hamsal, Hamsal, Hendriani, Susi, & Sukri, Al. (2023). Soft Skill Komunikasi Pada Pemberdayaan Sumber Daya Manusia. Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ), 4(3), 2281�2296.

Herfanda, Ahmadun Yosi. (2018). Membentuk Karakter Siswa dengan Pengajaran Sastra. Jurnal Tuturan, 1(1), 1�13.

Imelda, Ade. (2018). Implementasi pendidikan nilai dalam pendidikan agama Islam. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 227�247.

Kulsum, Ummi, & Muhid, Abdul. (2022). Pendidikan Karakter melalui Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Digital. Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 12(2), 157�170.

Novianti, Elsa. (2022). ANALISIS KAJIAN STILISTIKA DAN MAKNA PADA PUISI �MATA HITAM� KARYA WS RENDRA. Ta�rim: Jurnal Pendidikan Dan Anak Usia Dini, 3(3), 86�93.

Rosalia, Gita. (2018). Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Dahlan Karya Haidar Musyafa. IAIN Bengkulu.

Safitri, Misrahul. (2022). Strategi Pengembangan Soft Skills dalam Pembelajaran PAI di SMK Negeri 1 Praya. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam, 16(2), 159�186.

Sanjaya, Muhamad Doni. (2022). Nilai-nilai pendidikan dalam novel Hanter karya Syifauzzahra dan relevansinya sebagai pembelajaran sastra di SMA. KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa Dan Sastra, 5(2), 475�496.

Sarnoto, Ahmad Zain. (2017). Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan Islam. Madani Institute: Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial, Dan Buadaya, 6(2).

Setiawan, M. Hery Yuli. (2016). Melatih keterampilan sosial anak usia dini melalui permainan tradisional. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(1), 1�8.

Talakua, Yesdia, Lewier, Mariana, & Latupapua, Falantino. (2021). NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL RANAH 3 WARNA KARYA AHMAD FUADI (PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA). ARBITRER: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(3), 555�564.

Togo, Miguel Gregory Junior, Rumerung, Jeaneta, & Lapod, Martine. (2022). KAJIAN KOMPETENSI SOFT SKILL DALAM PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA. MANAJEMEN ADMINISTRASI BISNIS DAN PEMASARAN, 4(3 DESEMBER), 67�78.

Zulfikar, Zulfikar. (2020). Integrasi Soft Skills Pada Lembaga Pendidikan Islam. JURNAL ISLAMIKA GRANADA, 1(1), 15�22.