INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM
DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI TRIGONOMETRI
Juleka Sari1 , Kartika2 ,
Amirullah3
Pendidikan
Profesi Guru Matematika, Universitas Muhammadiyah Prof Dr.Hamka, Indonesia
Abstrak:
Tujuan dari penerapan nilai-nilai Islam adalah untuk
meningkatkan iman, pemahaman, dan pengalaman siswa dalam agama Islam sehingga
mereka menjadi muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dan dapat
mengamalkan ajaran Islam yang baik dan benar. Karena siswa adalah generasi
penerus bangsa, guru harus mengajar mereka dengan menggunakan Al-Quran dan
hadist. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam
berkontribusi pada pembelajaran trigonometri matematika. Studi pustaka, atau
studi buku, adalah jenis penelitian yang melakukan kegiatan penelitian dengan
menggunakan sumber pustaka. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data
digunakan untuk mendapatkan informasi tentang variabel dari buku, jurnal,
makalah, skripsi, dan ayat-ayat Al-Quran. Setelah itu, konten dievaluasi untuk
sampai pada kesimpulan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
hubungan antara trigonometri dan nilai Islam yakni menentuan arah kiblat dan
gerakan sholat.
Kata Kunci: Integrasi, Nilai-Nilai
Islam, Trigonometri.
Abstract:
The purpose of the application of Islamic values is to
increase the faith, understanding, and experience of students in Islam so that
they become Muslims who believe and fear Allah and practice the good and true
Islam. Since students are the successor generation of the nation, teachers must
teach them using the Quran and hadith. This study aims to show how Islamic
values contribute to learning mathematical trigonometry. A library study, or
book study, is a type of research that carries out research activities using
library sources. In this study, data collection methods are used to obtain
information about variables from books, journals, papers, scripts, and verses
of the Quran. The results show that there is a relationship between
trigonometry and Islamic values, namely the determination of the direction of
the kiblat and the movement of the sholat.
Keywords:
�Integration, Islamic
Values, Trigonometry.
����� ����
Pendahuluan
Menurut
Sari & Sutirna (2021),
matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk dipelajari.
Menurut Mashuri (2019),
matematika adalah ilmu universal yang mempengaruhi cara berpikir manusia dalam
menghadapi kemajuan teknologi kontemporer dan sangat penting
dalam berbagai bidang
akademis lainnya. Dari sekolah dasar hingga universitas,
semua jenjang pendidikan diwajibkan untuk memasukkan pelajaran matematika.
Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan pemikiran
kritis, analitis, metodis, kreatif,
dan logis siswa adalah tujuan utamanya. Setiap orang melakukan pendekatan belajar matematika dari perspektif yang berbeda, itu adalah
fakta. Ada yang menganggap matematika sebagai hal yang sulit, abstrak, teoritis,
dan terutama berfokus pada rumus, tetapi tidak memahami manfaat
pembelajarannya. Meskipun demikian, matematika adalah salah satu bidang yang
paling banyak digunakan setiap hari. Muslim dianjurkan untuk memahami
matematika saat beribadah. Akibatnya, pendidikan yang
mengintegrasikan matematika ke bidang lain sangat penting. Sesuai dengan pernyataan Irfan (2022) bahwa para pendidik harus
memasukkan prinsip-prinsip
Islam ke dalam pengajaran matematika agar para siswa melihat mata pelajaran ini
lebih dari sekadar angka dan rumus.
Ada
hubungan antara gerakan sholat dengan sudut dan bagaimana penentuan arah kiblat
pada trigonometri. Salah satu syarat untuk melakukan shalat bagi umat muslim
adalah mengetahui arah kiblat yang benar. Oleh karena itu, seseorang harus mengetahui
arah kiblat sebelum memulai shalat. Arah kiblat dapat dipastikan dengan
menggunakan teori trigonometri bola (Ahmad, Febryanti, & Tasni, 2020). Menurut Marwadi (2014),
teknik untuk menentukan sudut bidang pada permukaan bola seperti Bumi adalah
trigonometri bola. Kita dapat dengan mudah menemukan sudut atau arah antara dua
lokasi berkat bentuk Bumi yang hampir bulat. Jadi, arah kiblat dapat ditemukan
dengan menggunakan trigonometri bola (Hikayat, Nursuprianah, & Misri, 2019).
Berdoa
setiap saat tidaklah tepat; ada waktu-waktu tertentu yang paling tepat untuk
berdoa. Sebaliknya, sesuai dengan perintah Allah dalam ayat, "Shalatlah
dari setelah matahari terbenam
sampai gelap malam
dan (juga shalat)
Subuh," seseorang harus shalat sesuai dengan aturan yang
ditetapkan dalam Al-Quran dan hadis Nabi. Di mana pun Anda melihat, salat Subuh
sedang diamati oleh langit dan bumi. Isya
berlanjut hingga tengah malam,
matahari tidak menguning saat Ashar, syafaq tidak hilang saat Maghrib, dan
Subuh dimulai saat fajar menyingsing dan berakhir sebelum matahari terbit. Awal
waktu salat yang tepat sekarang dapat ditentukan dengan menggunakan perhitungan
trigonometri, sehingga umat Islam tidak perlu lagi mengkhawatirkan panjang
bayangan, rotasi matahari, terbit dan terbenamnya matahari, atau hilangnya
lampu merah.
Untuk
menghitung hisab awal bulan hijriyah, Anda juga dapat menggunakan trigonometri.
Untuk mencapai hal ini, rumus trigonometri bola, atau trigonometri bola,
digunakan. Rumus ini menambahkan penyesuaian untuk
pergerakan matahari dan bulan
untuk melakukan ini (Solikin, 2016). Berdasarkan penjelasan sebelumnya, penulis akan melakukan
penyelidikan lebih mendalam tentang cara nilai-nilai Islam diintegrasikan ke
dalam pelajaran trigonometri matematika.��
Metode
Penelitian ini
memanfaatkan sumber pustaka. Zed (2014) menjelaskan bahwa pendekatan studi
pustaka adalah jenis penelitian kualitatif yang tidak terlibat dalam proses
pengambilan data secara langsung. Data ini berasal dari literatur yang beragam,
termasuk artikel, jurnal, dan skripsi. Menurut Sugiyono (2021), menelaah
karya-karya ilmiah yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan
merupakan cakupan dari studi pustaka. Pada akhirnya, studi pustaka ini dapat
menjadi landasan bagi penelitian lapangan, khususnya penelitian kualitatif.
Untuk melengkapi proses studi literatur, secara umum dapat dilakukan hal-hal
berikut ini:
a.
Mengumpulkan
sumber data: sumber data dapat berupa buku, jurnal, literatur, atau bahan lain
yang relevan dengan topik penelitian.
b.
Mendapatkan
pemahaman tentang sumber data: Untuk menghasilkan analisis data yang terbaik,
peneliti secara aktif mencari dan memeriksa sumber data yang dapat diaksesnya.
c.
Mencatat:
ini adalah saat peneliti mencatat semua informasi yang mereka kumpulkan dari
analisis mereka. Tujuannya adalah untuk memudahkan mereka mencari sumber data
setelah penelitian selesai dan untuk membantu mereka dalam langkah selanjutnya.
Mengolah
catatan penelitian adalah tahap terakhir dari penelitian perpustakaan. Ini
adalah tempat para peneliti membahas dan menganalisis temuan penelitian mereka,
serta memberikan penjelasan ilmiah tentang apa yang mereka katakan.
Hasil dan
Pembahasan
����������� UU No. 20/2003 mengawali perdebatan
integrasi dengan melembagakan kebijakan pemerintah kontemporer yang
mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan umum. Tujuan kebijakan ini
adalah untuk menciptakan generasi yang cakap, mandiri, berakhlak mulia,
kreatif, dan bertakwa. Integrasi adalah pilihan ideal untuk pendidikan yang
lebih menyeluruh, klaim Fauzi (2020).
Gagasan integrasi, yang menggabungkan prinsip-prinsip umum dan agama Islam,
bukanlah sesuatu yang harus didiskusikan untuk memenangkan hati para akademisi;
sebaliknya, ini adalah kebutuhan mendesak yang harus dimasukkan sebagai
persyaratan pendidikan kontemporer. Integrasi adalah sumber dari cita-cita
Islam yang otentik, universal, dan murni. Subjektivitas berdasarkan ras, etnis,
negara, dan kelas sosial dapat melampaui moralitas dan kebenaran agama.
Nihayati �(2017). �Mengidentifikasi tiga kategori nilai ajaran
Islam: akidah, syariah, dan akhlak. Salafudin & Abidin (2019)
mendefinisikan pengintegrasian nilai-nilai Islam sebagai strategi pendidikan
yang menggunakan sumber daya, contoh, atau pertanyaan yang memasukkan
prinsip-prinsip Islam ke dalam setiap topik. Strategi pengajaran yang digunakan
juga akan mencerminkan penggabungan prinsip-prinsip Islam. Singkatnya, pendidik
memiliki pilihan untuk meningkatkan standar pengajaran dengan mengintegrasikan
prinsip-prinsip Islam. Mengintegrasikan cita-cita Islam ke dalam pendidikan
adalah tujuannya.
B.
Pembelajaran
Matematika
Pembelajaran
matematika adalah proses interaksi belajar di mana siswa dilatih untuk berpikir
kritis, memecahkan masalah, dan mengaitkan konsep matematika dengan kemampuan
mereka sendiri. Salah satu tanggung jawab guru adalah mengatur dan mengawasi
kegiatan siswa. Selain menanamkan prinsip-prinsip moral, pengajaran yang
efektif juga harus memicu antusiasme siswa dalam matematika. Menurut Fitriyani
dan Kania �(2019), perkembangan kognitif dan
pengetahuan siswa serta penerapan prinsip-prinsip matematika dalam kehidupan
nyata dapat ditingkatkan dengan memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam
pendidikan matematika.
C.
Integrasi Nilai-Nilai
Islam dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Trigonometri
����������� Prinsip-prinsip
Islam dimasukkan ke dalam pembelajaran matematika, khususnya trigonometri,
dengan memberikan nilai pada setiap komponennya, kata Imamuddin dan Isnaniah �(Imamuddin, Isnaniah,
Zulmuqim, Nurdin, & Andryadi, 2020).
Guru dapat memasukkan konsep-konsep Islam ke dalam soal matematika atau sumber
daya kelas lainnya. Asti dan Munif dalam Nindarti �(2018)
menyatakan bahwa kata trigonometri berasal dari bahasa Yunani �trigono� yang
berarti tiga sudut dan �metro� yang berarti mengukur. Studi tentang sudut, yang
sering dikenal sebagai goneometri, adalah apa yang secara umum dikenal sebagai
trigonometri. Enam istilah kuncinya adalah sinus, cosinus, tangen, secan, dan
cosecan. Salah satu pencipta ilmu trigonometri adalah Al-Khawarizmi (Syahbana, 2015).
Selain itu, Al-Battani dan Al-Khawarizmi, keduanya muslim dari Arab,
mengembangkan trigonometri berbentuk bola. Salah satu bagian dari permukaan
bola terdiri dari lingkaran besar. Misalkan bola memiliki dua titik A dan B
dengan titik pusat P. Dua busur, busur AB dan BA, di dalam lingkaran besar,
busur terpendek, busur AB, kurang dari 180 derajat. Bentuk datar mempunyai tiga
sisi yang diukur dalam derajat dan tiga sudut diukur dalam radian, sedangkan
segitiga bola memiliki tiga sisi yang diukur dalam busur, atau kelengkungan
bola langit �(Mustaqim, 2021).
Banyak konsep matematika dapat ditemukan di dunia nyata. Bagaimana guru
mengintegrasikan trigonometri dengan nilai-nilai Islam adalah salah satu contoh
bagaimana trigonometri digunakan dalam ibadah, seperti menentukan waktu awal
dan akhir shalat dan menentukan posisi benda di langit. (2019). Sesuai dengan
sunnah, guru juga dapat menginstruksikan siswa tentang cara salat yang benar.
Sebagai contoh, guru dapat mengajarkan mereka kapan harus membuat sudut 90 dan
45 derajat saat ruku' dan sujud. Berikut ini adalah materi pelajaran matematika
tentang trigonometri yang menggabungkan nilai-nilai Islam:
1.
Putaran
Sholat
Bagi semua Muslim, salat adalah sebuah kewajiban.
Ada satu putaran dalam satu rakaat salat. Tubuh kita tegak dengan sudut 0�
ketika kita mengucapkan takbiratul ikhrom. Selanjutnya, kita membentuk sudut
90� dengan berdiri dalam posisi ruku'. Selanjutnya, kita beralih dari posisi
ruku' ke posisi sujud, menciptakan sudut 90� + 45�. Kita juga mengubah posisi
di kedua sujud, dari i'tidal ke sujud, membentuk sudut 90� + 45�. Dengan
demikian, jika dikalkulasikan menjadi 0� + 90⁰ + 90� + 45⁰ +
90⁰ + 45� = 360� yang merupakan sudut dalam satu putaran. Gambar berikut
menunjukkan cara yang benar untuk melakukan ruku dan sujud:
Konsep ini digunakan dalam trigonometri untuk
memperkenalkan bentuk sudut khusus. Guru dapat menerapkan aplikasi dalam
pembelajaran dengan mengajarkan konsep sudut unik di kelas atau meminta siswa
mempraktikkannya. Setelah mereka mempelajari bentuk sudut unik, guru
menjelaskan ide-ide di balik setiap gerakan. Dalam Tafsir Sayyid Quthb dalam
Irfan (2022),
beberapa ayat Al-Qur'an membahas pembahasan sudut dan satuan sudut. Surat-surat
berikut:
Gambar 1. Gerakan Ruku�
dan Sujud
a. QS. Ar Rahman ayat 5
ٱلشَّمْسُ
وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
Artinya,
�berdasarkan perhitungan, matahari dan bulan (beredar). Ayat ini menjelaskan
bahwa segala sesuatu yang berjalan beriringan tidak akan berbenturan karena
telah dihitung dengan tepat.�
b. QS.
Al-Anbiya ayat 33
وَهُوَ
الَّذِيْ خَلَقَ
الَّيْلَ وَالنَّهَارَ
وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَۗ
كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ
يَّسْبَحُوْنَ
Artinya,
�Dialah yang membuat malam, siang, matahari, dan bulan. Masing-masing dari
keduanya tersebar di garis edarnya. Selain itu, peredaran matahari dan bulan
sepanjang siang dan malam pasti memiliki aturan yang ketat dan konsisten. Jadi,
kita dapat mengatakan bahwa Allah SWT memiliki sistem kesatuan, keinginan, dan
keesaan yang mengatur semua�
c.
QS. A'r-Ra'd
ayat 2
اَللّٰهُ
الَّذِيْ رَفَعَ
السَّمٰوٰتِ بِغَيْرِ
عَمَدٍ تَرَوْنَهَا
ثُمَّ اسْتَوٰى
عَلَى الْعَرْشِ
وَسَخَّرَ الشَّمْسَ
وَالْقَمَرَۗ
كُلٌّ يَّجْرِيْ
لِاَجَلٍ مُّسَمًّىۗ
يُدَبِّرُ الْاَمْرَ
يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ
لَعَلَّكُمْ بِلِقَاۤءِ
رَبِّكُمْ تُوْقِنُوْنَ
Artinya,
�Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (seperti yang Anda lihat), lalu
bersemayam di atas Arasy dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing
pergi hingga waktu tertentu. Allah mengatur urusan makhluk-Nya dan menjelaskan
tanda-tanda kebesaran-Nya, sehingga Anda percaya bahwa Anda akan bertemu dengan
Tuhanmu. Ayat di atas membahas tentang bagaimana langit, matahari, dan bulan
beredar pada waktu tertentu. Beredar sesuai dengan batas yang telah ditetapkan
dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, baik dalam putaran 35 tahunan maupun
dalam putaran harian. Sudut putarnya adalah 360 derajat.�
d. QS.
Yasin ayat 38
وَالشَّمْسُ
تَجْرِيْ لِمُسْتَقَرٍّ
لَّهَاۗ ذٰلِكَ
تَقْدِيْرُ الْعَزِيْزِ
الْعَلِيْمِۗ
Artinya:
�dan matahari bergerak di perputarannya. Ditentukan oleh Yang Maha Perkasa lagi
Maha Mengetahui.�
e. QS.
Yasin ayat 40
لَا
الشَّمْسُ يَنْۢبَغِيْ
لَهَآ اَنْ تُدْرِكَ
الْقَمَرَ وَلَا
الَّيْلُ سَابِقُ
النَّهَارِۗ وَكُلٌّ
فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
Artinya,
�tidak mungkin bagi matahari untuk mendapatkan bulan, dan malam tidak dapat
mendahului siang, dan keduanya beredar pada garis edarnya masing-masing.�
Alam semesta diciptakan oleh Allah SWT sesuai dengan
kehendak-Nya, seperti yang telah dijelaskan pada ayat sebelumnya. Peraturan
lamanya siang dan malam berbeda dengan peraturan yang berkaitan dengan gerak
benda langit seperti matahari dan bulan. Tidak ada cara untuk membandingkan
keduanya. Setiap hal berjalan sesuai dengan rencananya sendiri, sehingga Allah
SWT telah merencanakan semua hal yang terjadi.
Sudut dan satuannya sudah ada dalam Al-Qur'an sejak
awal, menurut kumpulan ayat di atas. Sehubungan dengan gagasan bahwa bulan
beredar mengelilingi bumi, jarak putar adalah peredaran bulan mengelilingi
bumi. perjalanan bulan dari bulan penuh ke bulan baru dengan jarak setengah
lingkaran (180�) sebelum berubah menjadi bulan mati dengan jarak satu kali
putaran penuh (360�).
2.
Penentuan
Arah Kiblat
Konsep-konsep dari ilmu fisika menyatakan bahwa bumi
berbentuk bulat sempurna dengan sebuah pusat yang terletak di tengah-tengahnya.
Tujuan mempelajari matematika, khususnya trigonometri, adalah untuk memperjelas
bagaimana arah kiblat dihitung. Kumpulan titik-titik koordinat di permukaan
bumi dikenal sebagai selimut bola. Gabungan titik koordinat kutub utara,
tempat, dan Ka'bah memberikan tampilan seperti segitiga. Di kelas X SMA,
perbandingan trigonometri dibahas. Siswa diminta untuk menentukan sudut di
depan sudut siku-siku atau panjang salah satu sisi segitiga. Prinsip-prinsip
trigonometri, atau trigonometri bola, dapat diterapkan pada segitiga bola ini.
Inilah hubungan antara trigonometri dan penentuan arah kiblat. Bagi umat Islam,
salat merupakan ibadah yang sangat penting dan berkaitan dengan penentuan arah
kiblat.
Kesimpulan
Setiap kegiatan pembelajaran harus bermanfaat bagi
siswa dari sudut pandang, pengetahuan, dan keterampilan. Untuk membantu
membentuk kepribadian siswa, hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan
prinsip-prinsip Islam ke dalam ide-ide matematika. Siswa yang sebelumnya
menganggap matematika itu sulit dan hanya terdiri dari rumus-rumus, dapat
memiliki pemahaman matematika, khususnya trigonometri, yang difasilitasi oleh
integrasi nilai-nilai Islam. Selain itu, penggabungan nilai-nilai Islam dalam
materi trigonometri ini memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan yang
dilakukan siswa dan guru sehari-hari. Agar pembelajaran lebih relevan,
latihan-latihan ini melibatkan mencari tahu di mana harus melakukan gerakan
salat (Ruku' dan Sujud) dan mengidentifikasi arah kiblat dengan menggunakan
surah-surah tertentu dari Al-Qur'an. Dengan demikian, Anda akan dapat menemukan
dan menciptakan strategi pengajaran yang unggul sebagai seorang pendidik,
khususnya pengajar matematika.
Daftar Pustaka
Ahmad, Herlina, Febryanti, Febryanti, & Tasni,
Nurfaida. (2020). Integrasi Alquran pada mata kuliah trigonometri. Jurnal Pendidikan Matematika, 14(1), 25�38.
Fauzi, Bagus. (2020). Integrasi
Pendidikan Nilai Nilai Islam dalam Pembelajaran. Jurnal Al-Ta�dib, 1,
12�26.
Fitriyani, Dewi, & Kania, Nia.
(2019). Integrasi nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran matematika. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan,
1, 346�352.
Hikayat, Mohamad Taufik,
Nursuprianah, Indah, & Misri, Muhamad Ali. (2019). Analisis rumus trigonometri dalam penentuan arah kiblat.
Imamuddin, M., Isnaniah, Isnaniah,
Zulmuqim, Zulmuqim, Nurdin, Syafruddin, & Andryadi, Andryadi. (2020).
Integrasi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Islam (Menggagas Pembelajaran
Matematika di Madrasah Ibtidaiyah). AR-RIAYAH :
Jurnal Pendidikan Dasar, 4(2),
117. https://doi.org/10.29240/jpd.v4i2.1928
Irfan, Muhammad. (2022). Pembelajaran Materi Trigonometri Berbasis Nilai
Islami untuk Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa. UIN Ar-Raniry.
Marwadi, Marwadi. (2014). Aplikasi
Teori Geodesi dalam Perhitungan Arah Kiblat: Studi untuk Kota Banjarnegara,
Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Kebumen. Al-Manahij:
Jurnal Kajian Hukum Islam, 8(2),
329�351.
Mashuri, Sufri. (2019). Media pembelajaran matematika.
Deepublish.
Mustaqim, Riza Afrian. (2021). Ilmu Falak. Syiah Kuala University
Press.
Nihayati, Nihayati. (2017).
Integrasi Nilai-Nilai Islam Dengan Materi Himpunan (Kajian Terhadap Ayat-Ayat
Al-Qur�TM an). JURNAL
E-DuMath, 3(1).
Nindarti, Nova, Suherman, Suherman,
& Anwar, Syaiful. (2018). Meningkatkan Konsep Trigonometri Berbasis Nilai
Keislaman Melalui Buku Saku. Inovasi
Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 6(03),
291�300.
Salafudin, Salafudin, & Abidin,
Mohamad Yasin. (2019). Pembelajaran
Matematika Realistik dan Bermuatan Nilai-nilai Islam untuk Meningkatkan
Karakter Religius, Jujur, Kreatif dan Rasa Ingin Tahu di SMP/MTs. PT.
Nasya Expanding Management.
Sari, Juleka, & Sutirna,
Sutirna. (2021). Analisis disposisi matematis siswa kelas VIII SMP negeri 3
karawang barat. MAJU: Jurnal Ilmiah
Pendidikan Matematika, 8(1),
266�272.
Solikin, Agus. (2016). Aplikasi
aturan cosinus dan sinus segitiga bola dalam perhitungan arah kiblat (sebuah
relasi antara matematika dan agama). MUST:
Journal of Mathematics Education, Science and Technology, 1(2), 164�175.
Syahbana, Ali. (2015). Trigonometri Dasar/oleh Ali Syahbana.
Deepublish.