Kajian Teknis Pengolahan dan Penimbunan Batubara di Pt. Semen Baturaja
(Persero) Tbk.
Ahmad
Husni�*, Muhammad Randi�,
Prodi D3 Teknik Pertambangan, Fakultas Ilmu Teknik
Universitas Prabumulih, Indonesia
Abstrak:
Penimbunan
batubara merupakan salah satu tahapan penting dari kegiatan penanganan batubara
(coal handling). Apabila sistem penimbunan kurang memadai maka dapat mengganggu
kegiatan pembongkaran timbunan batubara di tempat penimbunan, terutama batubara
bersifat mudah terbakar dengan sendirinya. Penelian ini bertujuan mengkaji
teknis pengolahan dan pola penimbunan batubara di PT. semen baturaja
(persero)tbk. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah
menggunakan penelitian dan pengamatan langsung terhadap kondisi dan keadaan di
lapangan serta kegiatan/aktivitas penimbunan, pengolahan batubara, kemudian dilakukan
pengumpulan data. Data penelitian meliputi data primer yaitu ukuran batubara
yang masuk dalam stockpile, proses pengolahan batubara dan desain stockpile dan
data sekunder yaitu data proses pengolahan batubara dan data penunjang
pengolahan batubara. Hasil kajian teknis dari penelitian ini adalah
keberhasilan proses pengolahan batubara selain dari segi kuantitas juga
ditinjau dari kualitasnya, yaitu kadar air dan kehalusan fine coal produk coal
mill standar air maksimal 9%, agar tidak merugikan proses pembakaran, sedangkan
kehalusan batubara dibatasi maksimum 20% yang lolos ayakan 90 �. Pola
penimbunan batubara pada stockpile batubara di PT. Semen Baturaja (Persero)
Tbk. Menggunakan pola gundukan bertumpuk dengan ketinggian tidak melebihi belt
stacker yang dimaksudkan agar jatuhan material pada lereng tumpukan tidak
keluar dari zona penimbunan. Kualitas rata-rata batubara pada raw coal
memilikii kadar air 12,54%, screen 30 mm, fly ash 3,7%.
Kata Kunci: Stockfile, swabakar,
penimbunan
Abstract:
Coal
stockpiling is one of the important stages of coal handling activities. If the
stockpiling system is inadequate, it can disrupt the dismantling of coal
stockpiles at the stockpiling site, especially as coal is flammable by itself.
This research aims to examine processing techniques and coal storage patterns
at PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk. The research method used in this research
is direct research and observation of the conditions and conditions in the
field as well as stockpiling and coal processing activities, then data
collection is carried out. Research data includes primary data, namely the size
of coal included in the stockpile, coal processing process and stockpile design
and secondary data, namely coal processing process data and supporting data for
coal processing. The results of the technical study from this research are the
success of the coal processing process, apart from the quantity aspect, it is
also seen from the quality, namely the water content and fineness of fine coal,
the water standard coal mill product is a maximum of 9%, so as not to harm the
combustion process, while the coal fineness is limited to a maximum of 20%
which pass through a 90 � sieve. Coal stockpiling pattern in the coal stockpile
at PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk. Using a stacked mound pattern with a
height not exceeding the belt stacker is intended to ensure that material falls
on the slope of the pile does not leave the stockpiling zone. The average
quality of raw coal has a water content of 12.54%, screen 30 mm, fly ash 3.7%.
.
Keywords: Stockfile, self-burning, stockpiling
Pendahuluan
PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk (Julians & Wijaya, 2021). merupakan salah satu perusahaan
produsen semen terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun
[tahun pendirian], sebagai hasil dari visi dan komitmen untuk mendukung
pertumbuhan industri konstruksi nasional. Sejak didirikan, PT. Semen Baturaja
(Persero) Tbk. telah berkembang secara signifikan dalam hal ukuran, kapasitas
produksi, dan kontribusinya terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia (Firdaus, 2022).
Sebagai bagian integral dari sektor industri
konstruksi, PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk. telah memberikan kontribusi yang
signifikan terhadap pembangunan
infrastruktur di Indonesia (Maha et al., 2022). Produk-produk semen berkualitas
tinggi yang dihasilkan oleh perusahaan telah digunakan dalam berbagai proyek
konstruksi, termasuk pembangunan jalan, jembatan, gedung, dan fasilitas publik
lainnya (Affandi, 2023). Kontribusi ini tidak hanya
mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup
masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang berkualitas (Pambudy & Syairozi, 2019).
Selain fokus pada pertumbuhan dan profitabilitas,
PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk (Devilla, 2016). juga memiliki komitmen yang
kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan keselamatan kerja. Perusahaan telah
mengadopsi berbagai inisiatif berkelanjutan, termasuk penggunaan teknologi
ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan program-program untuk mendukung
komunitas lokal (Widyaputra, 2020). Keselamatan kerja juga menjadi
prioritas utama, dengan perusahaan secara terus-menerus meningkatkan standar
keselamatan dan menerapkan praktik terbaik dalam setiap aspek operasionalnya (Nainggolan & Hendra, 2023).
Pada proses produksi semen portland yang dilakukan
oleh PT (Prasetyo & Sidauruk, 2023). Semen Baturaja (Persero)
Tbk. menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya pada sistem kiln (tanur
putar), Batubara diperoleh dari perusahaan penambangan batubara di daerah
sumatera selatan diangkut menggunakan alat angkut berupa dump truck dan kereta
api menuju pabrik baturaja, selanjutnya dilakukan pembongkaran kemudian
batubara ditumpuk dalam dome storage atau tempat penimbunan (stockpile).
Meskipun PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk. dikenal
sebagai produsen semen, batubara juga memegang peran penting dalam operasinya.
Batubara digunakan sebagai salah satu bahan baku dalam proses produksi semen,
dan ketersediaan serta kualitas batubara memiliki dampak langsung terhadap
efisiensi dan kualitas produk akhir semen (Mutmainnah, 2021). Oleh karena itu, pengolahan dan
penimbunan batubara merupakan aspek kritis dari rantai pasokan produksi semen perusahaan (Jasmiati, 2023).
Penimbunan batubara merupakan salah satu tahapan
penting dari kegiatan penanganan batubara (coal handling) apabila sistem
penimbunan kurang memadai maka dapat mengganggu kegiatan pembongkaran timbunan
batubara di tempat penimbunan, terutama batubara bersifat mudah terbakar dengan
sendirinya. Sehingga dengan adanya upaya perbaikan manajemen timbunan, upaya
menghindari gejala swabakar dan upaya menghindari dan mengatasi timbulnya
genangan air, proses terjadinya swabakar dan genangan air pada penimbunan
batubara dapat dicegah sekecil mungkin. Dalam proses penyimpanan diharapkan
jangka waktunya tidak terlalu lama, karena akan berakibat pada penurunan
kualitas batubara (Analiser & Musprianto, 2020).
��
Metode
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini
ialah menggunakan penelitian langsung yaitu melalui Observasi Langsung/
Pengamatan langsung terhadap kondisi dan keadaan di lapangan serta
kegiatan/aktivitas penimbunan, pengolahan dan penggunaan batubara, kemudian
dilakukan pengumpulan data. Data penelitian meliputi data primer berupa ukuran
batubara yang masuk dalam stockpile, proses pengolahan batubara dan desain
stockpile dan data sekunder.yaitu data pendukung atau penunjang dari
berhasilnya penelitian.
1.
Desain
Penelitian
Pendekatan Penelitian
Pendekatan deskriptif dan komparatif akan digunakan
untuk menggambarkan proses pengolahan dan penimbunan batubara serta
membandingkan efisiensi operasional dengan praktik terbaik dalam industri.
2.
Jenis
Penelitian
Penelitian gabungan (mixed-methods) akan dilakukan
dengan menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif.
3.
Pengumpulan
Data
Sumber Data
A.
Data
Internal Perusahaan:
Laporan
operasional PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk. terkait produksi batubara,
pengolahan, dan penimbunan. Catatan produksi harian, mingguan, dan bulanan.
Dokumentasi kebijakan, prosedur, dan peraturan perusahaan terkait pengolahan
dan penimbunan batubara.
B.
Data
Eksternal:
Literatur terkait pengolahan dan
penimbunan batubara. Studi kasus dari perusahaan sejenis.Standar industri terkait
praktik terbaik dalam pengolahan dan penimbunan batubara.
4.
Metode
Pengumpulan Data
1.
Wawancara:
Wawancara dengan manajer operasional, ahli teknis,
dan personel lapangan untuk memahami proses pengolahan dan penimbunan batubara
serta tantangan yang dihadapi.
2.
Observasi
Langsung:
Observasi langsung proses pengolahan dan penimbunan
batubara di lapangan untuk mendapatkan pemahaman langsung tentang operasi
perusahaan.
3.
Analisis
Dokumen:
Analisis terhadap laporan operasional, kebijakan
perusahaan, dan dokumen lainnya untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang
praktik operasional.
Hasil dan
Pembahasan
Proses
Pengolahan Batubara
Pada
proses produksi semen portland yang dilakukan oleh PT. Semen Baturaja (Persero)
Tbk. Menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya, sebelum batubara dapat
digunakan sebagai bahan bakar pada sistem kiln (tanur putar) dilakukan tahapan
berupa penggilingan batubara. Bahan baku batubara (raw coal) yang diperoleh
dari perusahaan penambangan batubara di daerah Sumatera Selatan diangkut
menggunakan alat angkut berupa dump truck dan kereta api menuju area unloading
batubara di pabrik Baturaja, kualitas batubara pada raw coal memiliki kadar air
12,54% (Aziz, 2021).
Selanjutnya
dilakukan pembongkaran batubara ke dalam hopper pembongkaran selanjutnya
batubara diangkut menggunakan bucket elevator menuju screen chute, alat ini
berfungsi memisahkan batubara (screening) dengan ukuran yang relatif kecil
dengan batubara yang berukuran lebih besar, batubara dengan ukuran 30 mm akan
di angkut langsung menuju/ditumpuk dalam dome storage, sedangkan batubara
dengan ukuran 69 mm akan dimasukkan kedalam crusher untuk direduksi menjadi
ukuran yang lebih kecil, produk dari reduksi crusher selanjutnya dibawa dengan
belt conveyor menuju/ditumpuk dalam dome storageI dengan rata-rata fly ash
3,7%.
Selanjutnya
reclaimer akan menggaruk batubara untuk dijatuhkan dalam belt conveyor.
Kemudian oleh bucket elevator material dibawa ke raw coal silo (Febrianto et al., 2022).
Penggilingan
raw coal proses diawali dengan pemanasan sistem (heating up), yang bertujuan
untuk mempersiapkan kondisi operasi coal mill dengan cara memasukkan gas panas
dari kiln hingga mencapai temperatur tertentu dan harus dilakukan dengan benar
hingga tidak membahayakan sistem sebelum dimasuki batubara. Setelah kondisi
panas memenuhi persyaratan segera raw coal dimasukkan ke dalam coal mill
melalui twin paddle (Riskiah & Safaruddin, 2022).
Di
dalam coal mill, raw coal masuk di antara table dan roller membentuk ketebalan
tertentu bed contact dengan gas panas mengalami proses pengeringan. Selain
hasil penggilingan dihisap oleh jet pulse filter untuk dipisahkan antara coal
halus dari gas panas. Coal halus ditangkap oleh filter kemudian disimpan dalam
bin sebagai produk coal mill yang siap untuk digunakan pada proses pembakaran,
sedangkan gas panasnya dibuang melalui stack (prinsip kerjanya sama dengan raw
material semen pada vertical mill).
Keberhasilan proses penggilingan batubara selain dari segi kuantitas juga
ditinjau dari kualitasnya, yaitu kadar air dan kehalusan fine coal produk coal
mill standar air maksimal 9%, agar tidak merugikan proses pembakaran, sedangkan
kehalusan batubara dibatasi maksimum 20% yang lolos ayakan 90 �. Tingkat
kehalusan yang berlebihan akan merugikan dalam proses pembakaran. Agar sistem
tetap bertekanan negative dan tidak adanya batubara yang berhamburan, maka
digunakan jet pulse dengan ukuran kecil.
Pengumpanan
coal ke kiln dan kalsiner kebutuhan batubara yang dialirkan ke kiln maupun
calsiner diatur dengan control system. Fine coal dari bin akan turun ke pfister
dengan bantuan udara dari aerasi untuk ditimbang sesuai dengan kebutuhan.
Selanjutnya keluar melalui pipa kemudian dihembuskan oleh udara bertekanan
tinggi dari blower menuju kiln burner atau calsiner burner untuk proses pembakaran.
Prinsip utama yang paling penting adalah stabilitas supply batubara dari
pfitser ke burner sangat berpengaruh terhadap proses pembakaran di kiln dan
calsiner (Gambar 1).
Gambar 1. Proses pengolahan batubara
Sumber : PT. Semen
Baturaja (Persero) Tbk
Sistem
Penimbunan Batubara
Pada
stockpile batubara di PT. Semen
Baturaja (Persero) Tbk diterapkan sistem penimbunan batubara dengan sistem sircular (melingkar), disesuaikan dengan
konstruksi dan rancang bangun stockpile
building yang berbentuk lingkaran (dome
storage). Pada (Gambar 4) dapat dilihat skema anak panah yang mengarah pada
arah yang berlawanan dengan jarum jam yang berarti bahwa sistem penimbunan
dilakukan secara sirkular simultan mengikuti pergerakan reclaimer yang menggaruk material dalam proses selanjutnya. Ini
dilakukan untuk menghindari penumpukan material yang terlalu lama sehingga
kualitas batubara dapat terjaga dengan peluang terjadinya swabakar amat
minimal.
Gambar 2. Sistem penimbunan
Sumber : PT. Semen Baturaja
(Persero) Tbk
Pola
penimbunan batubara pada stockpile batubara di PT. Semen Baturaja (Persero)
Tbk. Menggunakan pola gundukan bertumpuk dengan ketinggian tidak melebihi belt
stacker yang dimaksudkan agar jatuhan material pada lereng tumpukan tidak keluar
dari zona penimbunan (Gambar 3).
Gambar 3. Pola penimbunan
Sumber : PT. Semen
Baturaja (Persero) Tbk
Menghitung
Volume Stockpile Batubara
Pada
stockpile batubara yang digunakan di PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk.
Digunakan stockpile dengan bentuk kerucut, terkait dengan pola penimbunan dan
penumpukan batubara maka perhitungan volume stockpile menggunakan rumus sebagai
berikut :
Volume
kerucut terpancung
V
= 1/3�� x t ( R2 � r2��� R.r)
2��������� 2
=
20,933 (111)
=
2323,563 m3
Untuk
volume total = v x n
=
2323,563 x 25
=
58089,075 m3
dibulatkan
menjadi 58100 m3
Ket
:
V
= volume kerucut terpancung
T
= tinggi kerucut terpancung
r
= jari-jari lingkaran atas
R
= jari-jari lingkaran bawah
N
= jumlah tumpukan
Sumber :
Dokumentasi
Gambar 4
ukuran teknis tumpukan batubara
Kesimpulan
Batubara
dengan ukuran yang lebih kecil akan di angkut langsung menuju/ditumpuk dalam
dome storage, sedangkan batubara dengan ukuran yang lebih besar akan dimasukkan
ke dalam crusher untuk direduksi menjadi ukuran yang lebih kecil, produk dari
reduksi crusher selanjutnya dibawa dengan belt conveyor menuju /ditumpuk dalam
dome storage. Keberhasilan proses penggilingan batubara selain dari segi
kuantitas juga ditinjau dari kualitasnya, yaitu kadar air dan kehalusan fine
coal produk coal mill standar air maksimal 9%, agar tidak merugikan proses
pembakaran, sedangkan kehalusan batubara dibatasi maksimum 20% yang lolos
ayakan 90 �. Tingkat kehalusan yang berlebihan akan merugikan dalam proses
pembakaran. Pola penimbunan batubara pada stockpile batubara di PT. Semen
Baturaja (Persero) Tbk. Menggunakan pola gundukan bertumpuk dengan ketinggian
tidak melebihi belt stacker yang dimaksudkan agar jatuhan material pada lereng
tumpukan tidak keluar dari zona penimbunan. Kualitas rata- rata batubara pada
raw coal memiki kadar air 12,54%, screen 30 mm, fly ash 3,7%.
Daftar Pustaka
Affandi,
C. (2023). Perencanaan Proyek Overhaul
Silo Packing Plant Malahayati Pt. Semen Indonesia (Persero) TBK.
Analiser, H., & Musprianto, R. (2020). Teknologi
Pencegahan Terjadinya Swabakar Pada Stockpile Batubara. Jurnal Sains Dan Teknologi ISTP, 13(1), 20�30.
Aziz, K. M. S. A. (2021). Manajemen Risiko Pada Penambangan Batubara Di Pt. Budi Gema Gempita
Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. UPN" Vteran"
Yogyakarta.
Devilla, C. m p. (2016). Profitabilitas Pt Semen Baturaja (Persero) Tbk Sebelum Dan Sesudah Go
Public. Universitas Gadjah Mada.
Febrianto, M. A., Umbara, N. B., & Safaruddin, S. (2022).
Dampak Perkembangan Dan Proses Pembuatan Semen Pada Pt. Semen Baturaja. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 1(04), 619�639.
Firdaus, A. F. (2022). Pengaruh
Profitabilitas, Likuiditas, Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kebijakan
Dividen Pada Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Semen Yang Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia Periode 2016-2020.
Jasmiati, J. (2023). Strategi
Rantai Pasok Biomassa Dari Sekam Padi Sebagai Thermal Substitute Di Pt Semen
Tonasa Pangkep. Universitas Hasanuddin.
Julians, A. R., & Wijaya, A. F. (2021). Analisis Kinerja
Tata Kelola Teknologi Informasi Menggunakan Framework COBIT 2019 (Studi Kasus:
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk). Journal
of Information Systems and Informatics, 3(4), 711�723.
Maha, A. Q., IkesT, M. P., Garmini, R., & Syabana, M.
(2022). Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di Pt. Semen
Baturaja (PERSERO) Tbk. Jurnal Terapan
Internship & Multidisiplin E-ICN, 5474, 2962.
Mutmainnah, N. (2021). Analisis
Pengendalian Persediaan Batubara dalam Pembuatan Semen dengan Menggunakan
Metode Lot Sizing (Studi Kasus Pada PT. Semen Tonasa)= Analysis of Coal
Inventory Control in Cement Manufacturing Using the Lot Sizing Method (Case
Study at PT. Semen Tonasa). Universitas Hasanuddin.
Nainggolan, H., & Hendra, H. (2023). Evaluasi Penerapan
Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Industri Galangan
Kapal Kecil Di Indonesia. Jurnal
Kesehatan Tambusai, 4(4),
7129�7151.
Pambudy, A. P., & Syairozi, M. I. (2019). Analisis Peran
Belanja Modal dan Investasi Swasta Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Dampaknya
Pada Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal
Ekonomi Dan Bisnis, 20(1),
26�39.
Prasetyo, E., & Sidauruk, J. (2023). Analisis Kerja Grate
Cooler Pada Proses Produksi Semen Pada Pt Semen Baturaja Tbk. Paradigm: Journal Of Multidisciplinary
Research and Innovation, 1(02
Agustus), 85�93.
Riskiah, D. A., & Safaruddin, S. (2022). Proses Produksi
Semen Portlant Pt. Semen Baturaja. Jurnal
Multidisipliner Bharasumba, 1(04),
430�444.
Widyaputra, P. K. (2020). Penerapan Infrastruktur Hijau Di Berbagai Negara: Mendukung Pembangunan
Berkelanjutan Berbasis Lingkungan.