Implikasi Intellectual Capital dan Enterprise Risk Management terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Makanan dan Minuman
DOI:
https://doi.org/10.58344/jig.v3i7.316Keywords:
Value Added Human Capital (VAHU), Value Added Capital Employed (VACA), Structural Capital Value Added (STVA), Enterprise Risk Management, Nilai Perusahaan, Bursa Efek IndonesiaAbstract
Dalam era globalisasi yang kompetitif, sektor makanan dan minuman di Indonesia menghadapi tantangan untuk meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual Capital (VAHU, VACA, STVA) dan Enterprise Risk Management (ERM) terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2023. Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan perusahaan sektor makanan dan minuman, dengan 31 perusahaan sebagai sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan metode kausal dengan analisis regresi linier berganda untuk mengidentifikasi pengaruh variabel independen terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa STVA berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara VAHU, VACA, dan ERM tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Temuan ini mendukung Resource-Based View (RBV) yang mengemukakan bahwa pengelolaan modal intelektual yang efektif dapat meningkatkan daya saing dan nilai perusahaan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan modal struktural dan implementasi Enterprise Risk Management yang baik untuk meningkatkan stabilitas dan kepercayaan pemangku kepentingan, yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan nilai perusahaan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Angela Margaret Thanos, Ickhsanto Wahyudi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/deed.id




