Proses Penerimaan Diri Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Berkebutuhan Khusus
DOI:
https://doi.org/10.58344/jig.v3i5.331Keywords:
Penerimaan diri, orang tua, anak berkebutuhan khususAbstract
Sebagian besar orang tua menginginkan anak yang lahir dan tumbuh secara normal. Namun, tidak semua orang tua diberi kepercayaan tersebut karena beberapa anak terlahir dengan kebutuhan khusus yang memerlukan perhatian dan penanganan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penerimaan diri orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Gianyar, Bali. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan unit analisis individu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima pasangan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus dan dianalisis menggunakan teknik open coding, axial coding, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri meliputi berbagai tahap emosional mulai dari penolakan, kesedihan, hingga penerimaan yang lapang dada. Faktor dukungan sosial, perubahan pola asuh, penyesuaian harapan, dan tantangan eksternal seperti stigma sosial berperan penting dalam proses ini. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan bagi tenaga kesehatan, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam merancang program dukungan yang lebih efektif bagi keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, serta membantu orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan secara adaptif dan realistis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ni Putu Radeyashinta Transuinitri, I Gusti Ayu Diah Fridari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/deed.id




