KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA TEPUNG BIJI NANGKA (ARTOCARPUS HETEROPHYLLUS LAMK.) YANG DIPRODUKSI MELALUI PROSES FERMENTASI OLEH LACTOBACILLUS PLANTARUM

Authors

  • Kasih Setya Putri StiKes Husada Gemilang
  • M. Taufik Akbar StiKes Husada Gemilang
  • Mery Oktavia StiKes Husada Gemilang
  • Meydi Widya Hastuty StiKes Husada Gemilang
  • Nur Saniqmah StiKes Husada Gemilang

DOI:

https://doi.org/10.58344/jig.v2i1.51

Keywords:

Tepung Biji Nangka, Fermentasi Lactobacillus plantarum, Oligosakarida pada Biji Nangka

Abstract

Biji nangka merupakan sumber pangan lokal yang potensial untuk produksi tepung. Namun bijinya mengandung beberapa oligosakarida  yang dapat menyebabkan perut kembung pada manusia, seperti raffinose dan stachyose, dan zat tersebut menjadi gelap warnanya jika diolah menjadi tepung. Di sini kami melaporkan upaya untuk mengurangi jenis oligosakarida ini  dengan memperkenalkan teknologi fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan kimia tepung biji nangka yang difermentasi menggunakan proses fermentasi dengan masa inkubasi 32 jam. Hasil penelitian menunjukkan  tepung biji nangka yang difermentasi mempunyai sifat yang berbeda dengan tepung biji nangka yang tidak difermentasi. Keputihan tepung biji nangka yang dihasilkan dengan waktu inkubasi  lebih lama selama proses fermentasi lebih tinggi dibandingkan dengan waktu inkubasi  lebih singkat. Berdasarkan hasil analisis FTIR, tidak terlihat  perbedaan struktur pati antara tepung nangka yang dibuat melalui proses fermentasi dengan tepung nangka yang dibuat tanpa fermentasi. Hal ini menunjukkan bahwa proses fermentasi yang pati. Satu-satunya perubahan yang diamati adalah perbedaan kandungan oligosakarida. Semakin lama waktu inkubasi yang ditentukan, semakin tinggi jumlah rafinosa yang terdeteksi dalam tepung, dan kandungan oligosakarida  seperti stachyose dan verbascose berkurang secara signifikan, seperti yang ditunjukkan oleh kromatogram HPLC. Proses fermentasi akan semakin meningkat. Lebih banyak oligosakarida yang terdegradasi dibandingkan  rafinosa.

Downloads

Published

2024-01-26