Perancangan Evening Wear Menerapkan Eksplorasi Akulturasi Pagoda Avalokitesvara dan Warak Ngendog Sebagai Pengembangan Motif Batik

Authors

  • Sebrina Yang Universitas Ciputra Surabaya
  • Soelistyowati Universitas Ciputra Surabaya
  • Fabio Ricardo Toreh Universitas Ciputra Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.58344/jig.v4i6.555

Keywords:

Pagoda Avalokitesvara, Warak Ngendog, Batik Tulis, Evening Wear, Bunga Teratai Teknik 3D

Abstract

Kota Semarang memiliki kekayaan budaya yang tercermin melalui keberadaan Pagoda Avalokitesvara sebagai ikon wisata religi serta Warak Ngendog sebagai simbol akulturasi budaya Jawa, Arab, dan Tionghoa. Namun, potensi visual kedua ikon budaya tersebut belum banyak dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi dalam pengembangan motif batik kontemporer, khususnya pada desain busana evening wear. Penelitian ini bertujuan merancang busana evening wear dengan menerapkan pengembangan motif batik yang terinspirasi dari Pagoda Avalokitesvara dan Warak Ngendog sebagai upaya pelestarian budaya lokal melalui pendekatan fesyen modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, serta eksplorasi kebutuhan pengguna yang melibatkan tujuh expert user dan dua belas extreme user. Proses perancangan menerapkan metode Design Thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksplorasi unsur arsitektur Pagoda Avalokitesvara, Warak Ngendog, dan bunga teratai berhasil menghasilkan motif batik baru yang merepresentasikan nilai spiritualitas, harmoni, toleransi, dan identitas budaya Semarang. Motif tersebut diaplikasikan pada koleksi evening wear menggunakan teknik batik tulis, siluet A-line dan I-line, serta dekorasi 3D lotus flower sehingga menghasilkan lima rancangan busana dengan karakter elegan, eksklusif, dan kontemporer. Evaluasi akhir menunjukkan bahwa desain memperoleh tanggapan positif dari pengguna terhadap aspek estetika, inovasi, kesesuaian konsep budaya, dan potensi pasar. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa integrasi warisan budaya lokal dengan pendekatan desain modern mampu menghasilkan produk fesyen yang inovatif sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian identitas budaya Semarang.

Downloads

Published

2026-06-26