Implementasi Pondok Paru Sehat sebagai Model Edukasi dan Skrining Terpadu Tuberkulosis, PPOK, dan Kanker Paru di Puskesmas Batang-Batang Sumenep
DOI:
https://doi.org/10.58344/jig.v4i7.577Keywords:
Pondok Paru Sehat, tuberkulosis, PPOK, kanker paru, skrining komunitasAbstract
Penyakit paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di layanan primer karena gejala awal sering tidak khas dan menyebabkan keterlambatan pemeriksaan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat edukasi dan skrining terpadu tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker paru melalui program Pondok Paru Sehat di wilayah kerja Puskesmas Batang Batang Sumenep. Kegiatan dilaksanakan pada Mei sampai Juni 2026 dengan pendekatan promotif dan preventif berbasis komunitas. Tahapan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, edukasi kesehatan paru, pembagian flyer berbahasa Madura, skrining tuberkulosis, pengukuran arus puncak ekspirasi menggunakan peak flow meter, skrining risiko kanker paru menggunakan kuesioner NaRu, konseling singkat, dan arahan tindak lanjut. Sebanyak 41 peserta mengikuti edukasi dan skrining. Hasil skrining menunjukkan 10% peserta masuk kategori terduga tuberkulosis, 20% memiliki nilai arus puncak ekspirasi rendah, dan 5% berada pada kategori risiko sedang atau tinggi kanker paru. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memiliki faktor risiko dan keluhan respirasi yang memerlukan evaluasi lanjutan. Program Pondok Paru Sehat dapat menjadi model edukasi dan skrining awal berbasis komunitas yang membantu puskesmas memperkuat literasi kesehatan paru, pencatatan kelompok berisiko, dan rujukan dini di layanan primer.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Farida Anggraini Soetedjo, Nur Khamidah, Stephani Linggawan, Johanes Aprilius Falerio Kristijanto, Anang Triadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/deed.id




