Studi Laboratorium Penambahan Tepung Umbi Porang Terhadap Filtration Loss dan Rheology Lumpur Pemboran

Authors

  • Risaldi Sekolah Tinggi Teknologi Migas Balikpapan
  • M. Nur Mukmin Sekolah Tinggi Teknologi Migas Balikpapan
  • Markus Lumbaa Sekolah Tinggi Teknologi Migas Balikpapan
  • Baiq Maulinda Ulfah Sekolah Tinggi Teknologi Migas Balikpapan

DOI:

https://doi.org/10.58344/jig.v4i8.583

Keywords:

Filtration Loss, Tepung Umbi Porang, Lumpur Pemboran, rheology, API

Abstract

Kehilangan filtrat yang berlebihan pada lumpur pemboran berbasis air (water-based mud/WBM) dapat menyebabkan penurunan fraksi cairan lumpur, yang berpotensi menimbulkan kerusakan formasi (formation damage) berupa penurunan permeabilitas dan porositas di sekitar zona sumur, sehingga mengakibatkan penurunan tingkat produksi hidrokarbon. Permasalahan ini mendorong perlunya eksplorasi bahan aditif alami yang efektif dan ekonomis untuk mengendalikan filtration loss tanpa mengorbankan kestabilan sifat rheology lumpur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan tepung umbi porang (Amorphophallus konjac) terhadap karakteristik rheology dan filtration loss lumpur pemboran berbasis air. Pengujian dilakukan secara eksperimental di laboratorium menggunakan empat variasi sampel, yaitu 0 gram (kontrol), 2 gram, 4 gram, dan 6 gram tepung umbi porang, dengan prosedur pengujian mengacu pada standar American Petroleum Institute (API 13B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi porang berpotensi menurunkan filtration loss dari 8,2 ml menjadi 5,1 ml pada konsentrasi 6 gram, yang mengindikasikan kemampuan pembentukan mud cake yang lebih efektif dan tipis. Pengaruh terhadap rheology terlihat pada peningkatan Plastic Viscosity dari 21 cP menjadi 49 cP dan Yield Point dari 15 lbs/100ft² menjadi 80 lbs/100ft², yang mengindikasikan peningkatan viskositas lumpur dan daya angkat serbuk bor (cutting) selama proses pemboran. Selain itu, Gel Strength meningkat dari 0,52 lbs/100ft² menjadi 0,66 lbs/100ft², serta nilai pH mengalami sedikit penurunan dari 10,7 menjadi 10,52. Konsentrasi optimal untuk menjaga keseimbangan sifat rheology berada pada rentang 2–4 gram, sedangkan penurunan filtration loss yang paling efektif diperoleh pada penambahan 6 gram tepung umbi porang, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai aditif alami pengendali filtration loss pada lumpur pemboran berbasis air.

Downloads

Published

2026-08-10