Pengaruh BOPO, NIM, dan NPL terhadap ROA pada Bank KBMI 3 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021–2025

Authors

  • Olga Claudia Bela Arsita Universitas Budi Luhur Jakarta
  • Sri Rahayu Universitas Budi Luhur Jakarta
  • Rinny Meidiyustiani Universitas Budi Luhur Jakarta
  • Desy Mariani Universitas Budi Luhur Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.58344/jig.v4i8.589

Keywords:

operating expenses to operating income (bopo), net interest margin (nim), non-performing loan (npl), return on asset (roa), kbmi 3 banks

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Net Interest Margin (NIM), dan Non-Performing Loan (NPL) terhadap Return on Asset (ROA) pada Bank Berdasarkan Modal Inti 3 (KBMI 3) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi profitabilitas bank KBMI 3 yang menunjukkan kinerja keuangan yang dinamis dan belum stabil, serta ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang memengaruhi ROA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi penelitian terdiri atas 13 bank KBMI 3 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 65 observasi selama periode penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Karena model penelitian masih mengalami pelanggaran sebagian asumsi klasik setelah dilakukan transformasi data dan metode Cochrane-Orcutt, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode bootstrapping dengan 5.000 sampel bootstrap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan bahwa efisiensi operasional merupakan faktor dominan dalam menentukan profitabilitas bank KBMI 3. Sementara itu, NIM berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ROA, dan NPL berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap ROA. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan bunga bersih dan mengelola kredit bermasalah belum cukup kuat untuk memengaruhi profitabilitas secara signifikan pada periode penelitian. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya bagi manajemen bank untuk terus meningkatkan efisiensi operasional melalui pengendalian biaya dan optimalisasi sumber daya, serta bagi investor untuk memperhatikan rasio BOPO sebagai indikator fundamental dalam analisis kinerja perbankan.

Downloads

Published

2026-08-31