Pemberdayaan Sosial Ekonomi Rumah Tangga Miskin Pelaku UMKM Melalui Modal Sosial (Studi di Desa Giri, Kecamatan Kebomas)

Authors

  • Muhammad Ilham Nurdiansyah Universitas Negeri Surabaya
  • Saiful Bahri Universitas Negeri Surabaya
  • Fany Ach Maulana Universitas Negeri Surabaya
  • Moh. Thohir Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.58344/jig.v4i8.598

Keywords:

pemberdayaan sosial ekonomi, rumah tangga miskin, UMKM, modal sosial

Abstract

Kemiskinan masih menjadi permasalahan sosial yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan, termasuk rumah tangga miskin yang bergerak di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, sebagian besar pelaku UMKM menghadapi keterbatasan modal usaha, akses pasar yang terbatas, serta rendahnya pemanfaatan modal sosial sebagai sumber daya strategis dalam proses pemberdayaan. Padahal, modal sosial yang mencakup kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga miskin secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi rumah tangga miskin pelaku UMKM, menganalisis pemanfaatan modal sosial, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan, serta merumuskan strategi alternatif pemberdayaan berbasis modal sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pelaku UMKM, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta pihak terkait lainnya. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga miskin pelaku UMKM memiliki kondisi ekonomi yang rentan, namun didukung oleh hubungan sosial yang kuat dan terjalin secara turun-temurun. Modal sosial dimanfaatkan melalui berbagai dimensi, yaitu jaringan sosial, gotong royong, kepercayaan, bonding social capital, dan linking social capital. Faktor pendukung utama meliputi solidaritas sosial yang tinggi, budaya gotong royong yang masih terjaga, dan tingkat kepercayaan antarwarga yang kuat, sedangkan keterbatasan akses terhadap jaringan eksternal masih menjadi hambatan utama dalam proses pemberdayaan. Kesimpulannya, modal sosial berperan penting dan strategis dalam pemberdayaan sosial ekonomi rumah tangga miskin pelaku UMKM. Oleh karena itu, penguatan jaringan sosial, peningkatan kerja sama komunitas, serta dukungan aktif dari pemerintah dan lembaga terkait sangat diperlukan untuk menciptakan pemberdayaan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Downloads

Published

2026-08-31