Model Kelekatan Santri di Pondok Modern Ibadurrahman Tenggarong Seberang
DOI:
https://doi.org/10.58344/jig.v4i9.607Keywords:
attachment, descriptive, studentsAbstract
Kehidupan berasrama menuntut santri menjalani pendidikan secara terpisah dari orang tua sehingga kelekatan penting bagi penyesuaian psikologis dan sosial remaja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kelekatan santri kepada orang tua serta menguji perbedaannya berdasarkan jenis kelamin di Pondok Modern Ibadurrahman Tenggarong Seberang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Responden terdiri atas 234 santri berusia 12–19 tahun, meliputi 107 santri putra dan 127 santri putri. Data dikumpulkan menggunakan subskala kelekatan orang tua dari Inventory of Parent and Peer Attachment-Revised (IPPA-R), yang mencakup dimensi kepercayaan, komunikasi, dan keterasingan. Dari 25 butir, 24 butir dinyatakan valid dengan koefisien korelasi 0,254–0,718 dan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,88. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji beda melalui SPSS versi 22. Hasil menunjukkan bahwa 33 santri (14,10%) memiliki kelekatan rendah, 163 santri (69,66%) memiliki kelekatan sedang, dan 38 santri (16,24%) memiliki kelekatan tinggi. Nilai rata-rata santri putra sebesar 91,00 dan santri putri sebesar 91,14, dengan signifikansi 0,929. Dengan demikian, kelekatan santri kepada orang tua didominasi kategori sedang dan tidak berbeda secara signifikan berdasarkan jenis kelamin. Temuan ini menegaskan perlunya komunikasi konsisten antara orang tua, santri, dan pengasuh pesantren untuk memperkuat keamanan emosional santri.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Apriansyah Apriansyah, Silvia Eka Mariskha, Siti Khumaidatul Umaroh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/deed.id




