Implementasi dan Evaluasi Awal Pemanfaatan PLTS untuk Irigasi Pertanian: Efisiensi Biaya Energi dan Kesiapan Keberlanjutan Kelompok Tani di Kabupaten Blora

Authors

  • Wazirul Luthfi PT Pertamina EP Cepu Field – Zona 11 Regional 4
  • Edi Arto PT Pertamina EP Cepu Field – Zona 11 Regional 4
  • Ulil Masruroh PT Pertamina EP Cepu Field – Zona 11 Regional 4
  • Muhammad Fikri Farras Zuhdi PT Pertamina EP Cepu Field – Zona 11 Regional 4

DOI:

https://doi.org/10.58344/jig.v4i10.626

Keywords:

PLTS, Irigasi, Efisiensi Energi, Kelompok Tani, Keberlanjutan

Abstract

Biaya energi untuk irigasi dapat membatasi efisiensi usaha tani, sedangkan keberlanjutan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) bergantung pada kapasitas pengelolaan petani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi awal PLTS untuk irigasi, penghematan pengeluaran listrik, dan kesiapan keberlanjutan Kelompok Tani Jemari Agung di Desa Sidorejo, Kabupaten Blora. Penelitian menggunakan studi kasus metode campuran dengan desain triangulasi konkuren. Data kuantitatif periode Januari hingga September 2026 dipadukan dengan wawancara terhadap 15 informan yang dipilih secara purposif, observasi, dan diskusi kelompok terfokus. Analisis kuantitatif dilakukan secara deskriptif melalui perbandingan biaya yang dinormalkan, sedangkan analisis kualitatif menggunakan tema kelembagaan, keuangan, teknis, dan sosial. Hasil menunjukkan bahwa PLTS berkapasitas 10 kWp yang dipasang pada Agustus 2026 memasok tujuh pompa sumur dalam untuk mengairi tujuh hektare sawah. Selama Agustus hingga September, pembelian token listrik menurun dari rata-rata sekitar Rp170.000 menjadi Rp0 per bulan. Temuan ini menunjukkan penghapusan pengeluaran token selama pemantauan awal, tetapi belum memperhitungkan biaya pemeliharaan dan penggantian komponen. Pembagian peran, iuran anggota Rp5.000 per bulan, kemampuan operasional dasar, serta penerimaan positif mendukung kesiapan awal kelompok. Namun, kemandirian teknis dan dana cadangan masih terbatas. Disimpulkan bahwa PLTS memberikan penghematan awal pengeluaran listrik, sementara keberlanjutannya memerlukan penguatan pembiayaan pemeliharaan, pelatihan teknis, aturan pengelolaan, dan pemantauan sepanjang siklus budidaya secara menyeluruh.

Downloads

Published

2026-10-21